Minggu, 19 Agustus 2012

Nasib Kan Membawamu

Akan ada masanya ketika seorang manusia memasuki fase-fase nihilisme dalam hidupnya. Saat seorang manusia tidak lagi percaya pada makna-makna yang dulu diyakininya. Saat semua hal tak lagi bernilai di matanya. Saat semua karya John Lennon dan Mozart tidak ada bedanya dengan rengekan anak TK. Saat tulisan Shakespeare, Allan Poe, dan Tagore terlihat seperti cakaran ayam di tanah. Saat tak ada satu pun hal yang dipercayainya di dunia ini, kecuali ketidakpercayaannya itu sendiri. Tak ada tuhan, dan dewa-dewa. Hanya ada kosong, nihil yang tak bermakna, dan diri sendiri.
Kalau sudah begitu, bersiaplah, karena seorang anarkis nihilis baru saja terlahir. Dia mungkin akan berakhir sebagai seorang pahlawan revolusi, atau justru sebagai pesakitan di bangsal psikiatri.

1 komentar:

Rawins mengatakan...

tuhan memang ada
namun kadang agama yang membuatnya menjadi mitos

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...