Jumat, 03 Agustus 2012

Refarat Mekanisme Tenggelam

TENGGELAM

Perbedaan Tenggelam Air Tawar dan Air Laut
Air Tawar
Air Laut
♪ paru besar dan ringan
♪ paru besar dan berat
♪ relative kering
♪ basah
♪ bentuk biasa
♪ bentuk besar dan kadang-kadang overlapping
♪ merah pucat
♪ ungu biru / permukaan licin
♪ krepitasi ada
♪ krepitasi tidak ada
♪ busa banyak
♪ busa sedikit / cairan banyak
♪ dikeluarkan dari thoraks tapi
   kempis
♪ dikeluarkan dari thoraks akan mendatar / jika
   jika ditekan jadi cekung
♪ mati dalam 5 menit 40 ml/kgBB
♪ mati dalam 5-10 menit 20 ml/kgBB
♪ darah :
-          BJ 1,055
-          Hipotonik
-          Hemodilusi/hemolisis
-          Hipervolemi
-          Hiperkalemi
-          Hiponatremi
-          Hipoklorida
♪ darah :
-          BJ 1,0595-1,60
-          Hipertonik
-          Hemokonsentrasi
-          Hipovolemi
-          Hipokalemi
-          Hipernatremi
-          Hiperklorida


Mekanisme Tenggelam
Tenggelam dalam Air Tawar
inhalasi air tawar
alveolus paru-paru
absorbsi dalam jumlah besar
hipervolemi          hemodilusi hebat (±72%)         hemolisis
                                                                                                                  
tekanan sistole menurun                                                  perubahan biokimiawi
                                                                                         
    fibrilasi ventrikel                                           K+ meningkat, Na+ dan Cl- menurun
                                                                                          
       anoksia cerebri                    M A T I                anoksia myocardium

-          air tawar akan dengan cepat diserap dalam jumlah besar sehingga terjadi hemodilusi yang hebat sampai 72 persen yang berakibat terjadinya hemolisis
-          oleh karena terjadi perubahan biokimiawi yang serius, dimana Kalium dalam plasma meningkat dan Natrium berkurang, juga terjadi anoksia yang hebat pada myocardium
-          hemodilusi menyebabkan cairan dalam pembuluh darah atau sirkulasi menjadi berlebihan, terjadi penurunan tekanan systole, dan dalam waktu beberapa menit terjadi fibrilasi ventrikel
-          jantung untuk beberapa saat masih berdenyut dengan lemah, terjadi anoksia cerebri yang hebat, hal ini yang menerangkan  mengapa kematian terjadi cepat.
                                                                 
Tenggelam dalam Air Asin
inhalasi air asin
alveolus paru-paru
hemokonsentrasi
        
        hipovolemi ← cairan sirkulasi berdifusi keluar → hematokrit meningkat
                                                                                                                  
        viskositas darah meningkat                                  K+ menurun, Na+ dan Cl- meningkat
                                                                                         
       payah jantung                                             K+ meningkat, Na+ dan Cl- menurun
                 
           M A T I           

-          terjadi hemokonsentrasi, cairan dari sirkulasi dapat tertarik keluar sampai sekitar 42 persen, dan masuk ke dalam jaringan paru-paru sehingga terjadi edema pulmonum yang hebat dalam waktu relatif singkat
-          pertukaran elekrolit dari air asin ke dalam darah mengakibatkan meningkatnya hematokrit dan peningkatan kadar Natrium plasma
-          fibrilasi ventrikel tidak terjadi, namun terjadi anoksia pada myocardium dan disertai peningkatan viskositas darah, akan menyebabkan terjadinya payah jantung
-          tidak terjadi hemolisis, melainkan hemokonsentrasi, tekanan sistolik akan menetap dalam beberapa menit
Kematian Mendadak dalam Air Dingin
Mati mendadak segera setelah seseorang masuk ke dalam air yang dingin, sering disinggung, walaupun tanpa penyebab langsung, oleh karena spasme laring atau vagal refleks yang menyebabkan cardiac arrest.
Keadaan tersebut, yaitu yang mendadak tadi, hanya dapat dijelaskan oleh karena terjadinya fibrilasi ventrikel pada koeban, dan dapat dibuktikan bahwa pada orang yang masuk ke air yang dingin atau tersiram air yang dingin dapat menimbulkan ventricular ectopic beat.
Pada eksperimen terhadap pemuda yang fisiknya prima dan berumur 20 tahun, yang ‘dibenamkan’ sampai batas leher dalam air yang suhunya 29oC. terjadi hal sebagai berikut :
  1. setelah 1½ menit denyut jantung naik dari 61 ke 67/ menit dalam irama sinus
  2. air dengan suhu  29oC tersebut kemudian disiramkan ke kepala, agar tercipta keadaan seperti terbenam sebagian, tanpa melindungi pernapasan
  3. denyut jantung (HR), lambat 52/menit, dan 9 detik setelah disiram, terjadi ventricular ectopic beat, aritmia berlangsung selama 25 detik, ketika jantung kembali ke irama normal pada 56/menit.


Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...