Sabtu, 08 September 2012

Let It Be: Ketika Mengurus Orang Lain Itu Masalah

Satu pelajaran penting yang saya dapatkan dari kuliah dan terus saya aplikasikan hingga saat ini adalah selalu berupaya agar tidak mengurusi kehidupan orang lain.
Semua orang punya gambaran tersendiri mengenai cara menjalani hidup. Dan mereka memiliki keyakinan bahwa jalan yang mereka pilih adalah jalan paling benar di antara semua jalan yang pernah tercipta di muka bumi ini. Kitab Suci, sabda Nabi dan kebijaksaan-kebijaksaan kuno tidak ada yang benar di hadapan ego mereka. Sehingga upaya untuk mengalihkan jalan tersebut, hanya akan berakhir pada konfrontrasi dan orkes sakit hati.


Di awal-awal kuliah, ketika secuil peduli pada orang lain masih ada, saya selalu mendapat komentar, "jangan urus hidupku", "jangan ikut campur dengan urusanku", "tidak usah ceramahi aku tentang hal yang baik dan yang buruk", serta beberapa komentar-komentar yang sejenis. Setelah melewati fase terkejut, bingung, dan tak mengerti, dengan semua respon orang-orang itu, akhirnya saya mencapai tahapan resolusi dan menarik kesimpulan bahwa saya tidak perlu dan tidak akan lagi mengurusi hidup orang lain. Seburuk apapun kelihatannya, segila apapun kondisinya, selama itu tidak menyangkut hidupmu, jangan pernah campuri. Kalau memang butuh campur tangan, pada akhirnya mereka akan minta tolong juga.

Di dunia ini ada banyak hal gila yang harus dikompromikan dengan cara tidak mengurusinya sama sekali. Let it be.

1 komentar:

jhonytato mengatakan...

salam kenal ya sob..
sangat bermanfaat posting ente

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...