Senin, 24 September 2012

Revel with Nostalgia

Saya selalu suka dengan momen mengingat nostalgia ketika melakukannya bersama orang yang cocok, di saat yang tepat. Rasanya seperti menghentikan waktu. Seolah tak ada lagi hari esok. Hanya ada diriku, dirimu, nostalgia, dan saat ini.

Koridor Kenangan. Dulu, kami sering berkumpul di sini. Menanti.

Mereka yang di luar dimensi kita saat ini mungkin takkan pernah mampu memahami rasa seperti itu. Tapi untukmu, tak perlu menerjemahkan apapun. Karena dengan berpandangan saja, kamu akan mengerti segalanya, meskipun bibirku tak mengucapkan apapun.

5 komentar:

  1. jadi ingin rasanya bernostalgia dengan masa-masa saat aku masih berseragam putih abu-abu..:(
    sungguh banyak kenangan di masa itu..

    oia klo sempet Click ini
    yaa,minta masukannya..

    BalasHapus
  2. ciee yang kangen kuliaah,, hahaha saya malah sebaliknya >_<

    *ni backround blognya labil sekali , sy suka yang sebelumnya unyuuuu :D

    BalasHapus
  3. kalau saya biasanya menikmati nostalgia itu sendiri. belum ada yang bisa memahaminya.
    *saya setuju sama kalimat ini
    "Mereka yang di luar dimensi kita saat ini mungkin takkan pernah mampu memahami rasa seperti itu" :)

    BalasHapus

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut