Senin, 08 Oktober 2012

Katanya, Saya Adalah Monster yang Baik. Tapi Itu Cuma Katanya.

Katanya, saya lahir di zaman jatuhnya Uni Soviet. Sehingga kehidupanku akan selalu dinaungi semangat zaman saat itu, semangat keruntuhan pemerintahan tangan besi, yang berwujud hasrat untuk mengejar kebebasan, petualangan, dan penabrakan aturan. Katanya lagi, saat tua nanti, saya akan menjadi manusia yang terjebak di persimpangan jalan antara mempertahankan jalan yang terlanjur paten atau malah membuat jalan baru yang benar-benar berbeda dengan akar yang terlanjur tumbuh.

Death on Bicycle



Tapi saya rasa, semua katanya itu, terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan diriku. Meskipun benar, saya suka kebebasan dan bertualang, tapi itu tidak menjadikanku sebagai manusia yang suka menabrak aturan. Saya bahkan selalu berusaha agar taat pada aturan. Hanya saja, sering kali realitas menempatkan diriku pada situasi yang membuatku terbebas dari aturan-aturan. And, it feels good.

Dan soal berada di persimpangan jalan, sepertinya, bukan cuma saya yang akan mengalami situasi seperti itu. Sejak zaman Nabi Adam sampai Skydrugz, manusia akan selalu bermain-main dengan pilihan. Memilih antara memakan buah khuldi atau meninggalkannya, memilih antara mengupdate blog atau menghapusnya, dan hal-hal semacam itu. Berada di persimpangan pilihan. Bukankah itu pekerjaan utama manusia?

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...