Selasa, 11 Desember 2012

Hero

Dark Night Return
Hari ini kulanjutkan lagi peranku sebagai Skydrugz. Seorang hero kantoran, yang menghabiskan nyaris lima tahun tugasnya di atas angkutan umum karena kantor pusat tidak menyetujui upgrade superhero untuk renumerasi kemampuan terbang maupun pengadaan kendaraan khusus hero. Kata mereka, kota yang kuhuni tidak punya gedung-gedung penohok langit serta penjahat-penjahat gila seperti yang dimiliki New York, Metropolis, serta Gotham yang kondisi kotanya memang memerlukan hero-hero dan kendaraan berkekuatan super.


Di kotaku tidak akan ada teriakan minta tolong dari nenek yang terjebak di lantai 100, karena gedung tertinggi di sini hanya mencapai 10 lantai. Tidak mungkin ada alien yang menginvasi kota ini, di mana orang-orang kurang gizi dan cacingan hampir sama majunya dengan kebodohan para penghuninya. Alien dan predator bisa mual muntah sebulan jika berniat memangsa warga kota ini.

Sesuaikan kekuatan hero dengan kondisi kota yang ditempati. Untuk mencegah kerusakan yang bersifat ireversibel dan tak tertutupi, begitu kesimpulan Dewan Tinggi Hero Sedunia. Bayangkan saja, kalau kerusakan New York sewaktu serangan Loki dilimpahkan ke kotaku, APBD dan APBN bisa keok dalam sehari karena tak mampu menombok semua kerusakan.

Dengan segala kesederhanaannya, maka kotaku, hanya bisa masuk kategori very very ordinary town, kota yang belum butuh hero berkekuatan super. Itulah kesimpulan utama Dewan Tinggi Hero Sedunia saat menutup Muktamar Hero tahunan di Gotham. Batman dan kawan-kawan Justice League bahagia mengetahui kabar itu. Begitu juga dengan Hulk serta anggota Avengers lainnya. Karena mereka adalah pihak yang paling diuntungkan.
Yang meradang mendengar kabar itu adalah Si Buta dari Goa Hantu (SBGH) dan hero-hero sejenisnya yang berasal dari masa lalu. Kemajuan zaman telah memaksa (SBGH) untuk mengganti tempat tinggal, hewan peliharaan, dan kostum tempurnya. Saat ini goa-goa mulai banyak dirubuhkan oleh penambang liar, tidak ada lagi goa hantu. Mau tak mau SBGH pindah ke ruko, bayar sewa perbulan.

Karena monyet mulai jadi sumber pandemik rabies dan harga jualnya rendah, maka Si Buta dari Goa Hantu juga terpaksa menukar monyetnya dengan iPhone. Siri di iPhone dianggap lebih informatif serta down to earth ketimbang monyet di pundak.

Dan untuk kostum, pemerintah mengeluarkan larangan penggunaan produk yang berasal dari hewan langka, notabene peraturan ini menabrak selera fashion Si Buta dari Goa Hantu yang gemar mengoleksi pakaian kulit ular. Kasihan dia. Harus memakai kulit imitasi untuk mempertahankan image vintage. Sebetulnya ada alternatif pakaian spandex yang lebih ringan, tapi para penggemar SBGH mayoritas pencinta retro, mereka tidak ingin SBGH merubah penampilan. Untuk itu, SBGH akhir-akhir ini sibuk bolak-balik Daimaru-Pasar Pabaeng-baeng, mencari kulit imitasi. Dilema para hero. Mereka ingin melangkah maju, namun nostalgia menjerat mereka.

Sebetulnya, saya juga terjebak pada dilema yang sama. Namun saya mencoba untuk realistis. Menjadi hero dengan keterbatasan memang melelahkan tapi kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan demi kepentingan banyak orang. Saya tidak mau menjadi seperti beberapa hero lain yang berbalik jadi penjahat hanya karena Dewan Tinggi Hero tidak mengabulkan keinginan mereka.

Tanpa kendaraan dan kekuatan super, saya akan tetap menjadi hero. Walaupun ke-hero-an itu dibatasi oleh lingkup geografis jalur pete-pete, meskipun jam kerjanya pun harus mengikut jam kerja pete-pete, tidak ada salahnya tetap bertahan di rutinitas macam itu. Karena hanya ini yang bisa kulakukan untuk menjalani hidup. Persis seperti yang dilakukan tukang batu, pemulung, penyedot toilet, Bill Gates dan SBY. Tanpa semua rutinitas yang kami jalani saat ini, hidup di dunia tak berarti apapun.

1 komentar:

RahMa mengatakan...

coba mengerti bacaaan ini..tapi sampai selesai masih aja bingung...

#pengaruh ngantuk...besok2 kembali main kesini lagi..

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...