Rabu, 12 Desember 2012

Sturdy

Ini tahun yang dipenuhi oleh perselingkuhan. Kristen Stewart, Direktur CIA, Ketua Parlemen Singapura, untuk yang lain-lain, silahkan tambah daftarnya sendiri.

Random Woman
Hal ini kembali mencuatkan pertanyaan dan perdebatan seputar relevansi loyalitas dalam kehidupan bersosial.

Mayoritas masyarakat moderen tidak lagi menganut loyalitas asketis, seperti yang ditunjukkan oleh para martir di zaman dulu (atau di dongeng), yang rela melakukan apapun demi keyakinan yang dianut atau cinta yang dirasa. Manusia yang hidup di zaman ini tidak mungkin lagi bisa menunjukkan loyalitas macam itu karena kita hidup di zaman kesetaraan informasi dan status sosial.

Loyalitas pada era ini tidak lagi bersifat personal dan asketis. Loyalitas hanya ditujukan pada segala sumber kesenangan dan pengalih rasa sakit. Siapapun dan apapun yang bisa menyediakannya, maka di situlah loyalitas diarahkan.

Arus informasi di milenium ini telah memungkinkan kita mendapat akses ke segala sumber kesenangan yang tersebar di seluruh pelosok dunia. Orang zaman dulu tidak punya anugerah seperti itu. Makanya mereka hidup tanpa punya banyak pilihan seperti yang kita miliki saat ini.

Secara tidak langsung, kita dapat mengatakan bahwa loyalitas tidak lebih dari sebuah kata. Konsepsinya akan terus menerus berubah seiring dengan berkembangnya zaman. Tidak perlu terlalu berlebihan dalam mengejar loyalitas. Toh, zaman dan alam telah menyediakan banyak kesempatan dan celah untuk selingkuh. Tergelincir sekali atau berkali-kali, 5 menit atau 2000 tahun, tidak akan ada bedanya. Semua hanya persoalan kemauan. Selalu ada pintu maaf dan jalan kembali. Because we're only human.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...