Senin, 30 April 2012

Mungkin Hanya Obsesi Sementara

Menjelang May Day, saya ingin mendedikasikan tulisan ini untuk para buruh yang dari zaman Karl Marx hingga saat ini masih saja berupaya untuk terus bersatu guna menjatuhkan para kapitalis, yang menguasai modal dan segala jenis alat produksi lainnya.
Sampai sekarang, entah kenapa, yang terlihat asyik turun ke jalan dan menuntut pemenuhan hak hanyalah para buruh. Bos-bos perusahaan, tidak pernah kelihatan batang hidungnya, mungkin saja mereka terlalu asyik di belakang benteng-benteng mereka, menghitung semua uang dan penghasilan yang telah mereka peroleh dari hasil jerih payah buruh. Biarpun berkali-kali coba dihancurkan, para pemilik modal selalu saja tegar, nyaris tak bisa rubuh oleh apapun. Kecuali mungkin resesi ekonomi, yang bisa meratakan para pemilik modal hingga sejajar dengan tanah, namun sekaligus memampatkan para buruh sampai menyentuh inti bumi.

Para buruh itu mungkin perlu mempelajari filosofi yang ditawarkan oleh Schopenhauer, bahwa hasrat jasmani dan segala yang berhubungan dengannya, tidak akan pernah bisa dipenuhi.
Mengantuk. Bye.

Minggu, 29 April 2012

Karena Saya Tidak Bisa Menurunkan Hujan

Hanya mau menulis judul di atas. Tidak ada niat menulis panjang lebar tentang metereologi dan geofisika. Atau tentang spiritualisme dan mistisme mengenai keajaiban atau mukjizat seorang manusia yang hidup di bawah langit. Karena semua topik seperti itu hanya akan berujung pada omong kosong yang nyaris tak bertepi.

Merde

Bagiku hidup adalah tentang penemuan jati diri yang tidak pernah saya miliki. Sehingga saya tidak pernah menganggap aneh manusia-manusia yang setiap saat melakukan perubahan gaya hidup dan jati diri guna menemukan jati diri. Orang lain mengatakan kalau mereka itu labil, galau, dan gila. Tapi saya merasa, tidak ada yang salah dengan tingkah laku seperti itu. Yang salah adalah mereka yang tidak mau mengerti.


Jumat, 27 April 2012

Draft

Memasuki lagi sebuah dunia baru.

Anniversary

Berhubung kamu masih di karantina di sana, tidak bisa berhubungan dengan dunia luar selama dua bulan, maka ucapan selamat ulang tahunnya saya sampaikan saja lewat blog ini.
Saya dengar dari ibu, kalau kamu sempat bimbang ketika harus meninggalkan rumah. Saya tidak tahu apa yang menjadi sumber kebimbanganmu tapi perasaan seperti itu dapat saya pahami, sebab saya juga pernah mengalaminya waktu pertama kali hendak meninggalkan rumah. Mungkin kamu akan merasa asing begitu keluar dari rumah kita, dunia kita yang nun jauh di Pulau Muna sana, dan berjuang sendiri untuk mereka-reka di dunia yang baru. Tapi saya berharap itu tidak membuatmu kehilangan semangat untuk terus menjelajahi dunia baru tersebut. Semoga saja kamu bisa menjadi lebih dewasa dan terbuka menerima perbedaan karena dunia di luar sana merupakan tempat yang dihuni oleh banyak orang dengan berbagai perspektif, be wise.
Hope you still in good mood and condition.
Happy anniversary, brother.

Kamis, 26 April 2012

Sekemplang Kisah Tentang Asian Film Award 6th: Prestasi Sineas Indonesia

Pasti banyak orang yang tidak tahu mengenai Asian Film Award (AFA). Saya sendiri baru tahu ini dari timeline twitter seorang user. Di timeline tersebut, dia menyatakan bahwa Donny Damara baru saja didaulat menjadi aktor terbaik di Asian Film Award (AFA) 6th. Terus terang saya tidak tahu siapa Donny Damara, nanti setelah search di Wikipedia baru saya dapat sedikit gambaran tentang beliau. Nampaknya Donny bukanlah sosok yang suka mencari sensasi, makanya berita tentang dia sangat jarang diekspos media. Dia telah membuktikan bahwa kemampuan dan pencapaian hidup tidak semata-mata diukur dari besarnya popularitas. Buktinya, dalam ajang penghargaan tersebut, Donny berhasil menyisihkan beberapa tokoh populer di negara lain seperti Chen Kun (The Flying Swords of Dragon Gate), Park Hae Il (War of the Arrows), Yakusho Koji (Chronicle of My Mother) dan mega-bintang China, Andy Lau (A Simple Life). What an achievement. 

Donny Damara di "Lovely Man". Dikutip dari AFA 6th

Selasa, 24 April 2012

Skripsi: Lanjutan Proposal

Baru saja mengerjakan skripsi setelah enam minggu ditinggalkan. Terakhir waktu kutinggalkan, skripsi ini nyaris rampung. Semua halaman isi sudah berhasilkan kuhabisi, tersisa halaman-halaman sampingan seperti halaman sampul, lembar pengesahan, lembar persetujuan, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar lampiran, dan daftar pustaka, yang belum sempat kukerjakan.

e-ktp di Muna

Bulan depan saya terancam tidak lagi menjadi warga negara Indonesia. Semua ahli hukum sudah tahu kan, syarat untuk menjadi warga negara di suatu negara adalah harus tercatat di kantor catatan sipil. Dan bukti pencatatan tersebut dapat diketahui dari adanya kepemilikan KTP (kartu tanda penduduk). Nah, dalam satu tahun terakhir, pemerintah mulai menggalakkan pencatatan penduduk secara elektronik dengan merilis suatu KTP generasi baru yang dikenal dengan e-KTP (elektronik-KTP).

Awalnya saya sangat antusias dengan peluncuran e-KTP. Namun setelah melihat kenyataan di lapangan, *jleb*, antusiasme itu lenyap tertiup angin ribut. Implementasi e-KTP di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, tempatku lahir, terkendala oleh kurangnya tenaga ahli dalam mengoperasikan peralatan pembuat e-KTP. Miris. Sampai sekarang, belum ada satu pun warga di kelurahanku yang memiliki ataupun tercatat dalam program e-KTP.

Program pencatatan e-KTP secara gratis akan berakhir di penghujung Maret. Sedangkan di Kabupaten Muna, belum ada pergerakan sama sekali. Entah kenapa, saya mencium aroma konspirasi di udara Barakhati Witeno Wuna, meskipun saya berada di sini, Manggasa.

Fokus Itu

Google telah menutup beberapa layanannya yang mereka beli dengan jutaan dollar di awal pembentukannya. Layanan-layanan seperti Picknick, Google Friend Connect, Gears, Wave, Buzz, Knoll, dan Google Health, terpaksa harus tersungkur hanya karena Google ingin lebih memfokuskan pengembangan bisnisnya. Google kini lebih fokus mencari uang melalui kampanye iklan Google Adwords, Youtube, dan Google+.
Bagi kebanyakan orang, mengorbankan beberapa layanan yang telah mereka beli dengan harga mahal mungkin dianggap sebagai tindakan yang gila. Namun bagi Google, itu merupakan langkah strategis untuk menghadapi badai depresi ekonomi yang belum juga berakhir. Untuk menghadapi badai yang sama, Yahoo lebih memilih mem-PHK-kan ribuan karyawannya.
Saya sendiri belum memiliki persiapan apapun untuk menghadapi badai yang saat ini sedang berkecamuk di luar sana. Di sini saya hanya meringkuk, berlindung dibalik institusi bernama pendidikan dan masa muda, menanti dan berharap agar badai segera berlalu.

Jumat, 20 April 2012

Ujian Lagi

Baru kali ini saya ujian tanpa bersusah payah sama sekali. Tidak ada persiapan, tidak ada acara bermalam-malam suntuk membaca catatan, tidak ada kepanikan, hanya sedikit bumbu depresi terselebung, kuhadapi penguji dengan senyuman. Dan sepertinya ayat suci yang menyatakan bahwa "Tuhan tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya" lagi-lagi menunjukkan kebenarannya.

Meskipun indah, namun sebenarnya ini bukanlah pengalaman yang baik. Karena sebuah pengalaman yang baik semestinya bisa mengajarkan kepada kita mengenai betapa berharganya setiap usaha yang telah kita lakukan untuk mencapai sesuatu, apapun hasilnya. Tapi itu terdengar omong kosong. Faktanya, semua orang suka dengan kemudahan dan keberhasilan, bagaimanpun bentuknya.

Entahlah Kalau Saya

Jujur, saya bukan orang yang sering berlama-lama mendengarkan ceramah di tempat ibadah. Karena karena karakteristik ceramah di tempat ibadah adalah tidak interaktif, terlalu bertele-tele, dan selalu panjang-lebar hingga saya selalu mengantuk nyaris tidur lelap tiap kali sesi ceramah dimulai. Tidak pernah saya lihat penceramah di tempat ibadah yang memaparkan materinya hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Selalu saja overtime, malah kadang bisa sampai berjam-jam. Padahal 10 menit merupakan titik jenuh untuk otak manusia ketika harus dipaksa diam tak bergerak. Saya jadi berpikir, apa kalau saya lagi menjelaskan juga terdengar seperti ini? Karena beberapa teman juga pernah bilang kalau saya juga suka bertele-tele dan berpanjang-panjang ria saat mempresentasikan suatu materi. 

Kipas Angin

Kipas angin di kamarku baru saja mengambil pensiun dini. Padahal benda itu belum sampai satu tahun menyesaki kamar beton sewaanku. Tipikal peralatan listrik zaman sekarang, mudah sekali pensiun agar bisa merekrut peralatan baru yang lebih mahal dan lebih cepat rusak. Wajar saja ada spekulasi yang menyatakan bahwa pembuat standar kelayakan barang dan produsen alat-alat elektronik telah berkonspirasi dalam menciptakan standar kelayakan agar peralatan kualitas sampah bisa melewati tes layak jual. Tapi itu bukan masalah utama dalam hidupku saat ini.

Peningkatan suhu yang tidak diimbangi oleh kompensasi, yang mestinya dilakukan oleh kipas angin, telah membuatku semakin merasa yakin bahwa tempatku berdiam saat ini adalah Makassar (yang terkenal "sangat dingin") 

Pelangi Desember

Aku bukan tipe manusia pelangi, yang hanya bisa menampakkan diri setelah setia menunggu hujan. Apalagi sampai harus menjadi elegi hanya di pagi dan petang hari. Penantian seperti itu bisa membuatku membusuk seperti otak yang terputus dari pembuluh darah selama lima hari, membubur tak berbentuk. 

Di Udara

Salah satu lagu yang suka saya dengarkan ketika berada di forensik adalah "Di Udara" yang dipopulerkan oleh Efek Rumah Kaca. Dalam liriknya, lagu ini menyinggung mengenai cara-cara kematian yang bisa saja terjadi ketika kita sedang menjalani hidup. Tersiratnya, lagu ini mewakili semangat subversif para penentang kekuasaan yang otoriter. Lirik yang dengan gamblang menyatakan "diracun di udara" jelas-jelas merujuk pada aktivis Munir yang tewas diracun dengan arsen saat sedang melayang di udara Jakarta-Belanda.

Tapi saya suka mendengarkan lagu tersebut bukan karena makna-makna tersirat. Saya bukan pencinta hal-hal tersirat. Karena segala yang tersirat selalu melahirkan banyak interpretasi yang bisa menimbulkan friksi. Dan saya benci friksi, terlalu panas.

Forensic Rain

Akhirnya forensik berakhir juga. Ini salah satu stase paling aneh dan spektakuler yang pernah saya masuki. Seandainya kematian tidak menghasilkan merkaptan, mungkin saya mau berlama-lama di tempat ini.

Refarat Trauma Akibat Bahan Asam

TRAUMA AKIBAT BAHAN KIMIA: ASAM

       I.            Pendahuluan
Trauma kimia merupakan trauma pada organ luar maupun organ dalam tubuh yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang merupakan asam kuat atau basa kuat (sering disebut alkali). Trauma kimia akibat bahan kimia terjadi pada saat tubuh atau kulit terpapar oleh asam atau basa. Bahan kimia ini dapat menimbulkan reaksi terbatas pada kulit, reaksi pada seluruh tubuh ataupun keduanya.1

Kamis, 19 April 2012

Panik

Coldplay pernah menciptakan sebuah lagu yang berjudul Don't Panic yang ditujukan untuk semua penderita serangan panik dan gangguan cemas agar lebih menikmati hidup. Karena hampir semua penderita serangan panik dan gangguan cemas terlalu sibuk dengan isi pikirannya sendiri mengenai cara untuk mengantisipasi segala bahaya yang mungkin terjadi di masa depan. Hingga mereka tidak sempat melihat keindahan matahari ketika bersinar dan terbenam. Mereka tidak pernah bisa memperhatikan cantiknya langit ketika sedang dihiasi awan. Mereka tidak mampu menyadari bahwa segala kekhawatiran yang mengisi hari-hari mereka tidak lebih berguna dari setetes embun yang melawan hujaman mentari.

Namun panik memiliki sisi positif yang cukup manis. Hanya ketika berada di situasi kepanikan saya benar-benar bisa merasakan betapa berartinya kehidupan.

Rabu, 18 April 2012

Senandung

Sejak ajang pencarian bakat, Indonesian Idol, kembali tayang di TV, tiba-tiba saja pondokanku jadi ramai dengan berbagai jenis senandung. Mulai dari yang lirih malu-malu, sampai yang lantang tidak tahu diri. Ternyata ada juga banyak penyanyi berbakat di pondokan. Sayangnya karena tertumbuk pada masalah tampang dan keyakinan diri, maka tidak ada yang pernah berani unjuk gigi untuk mencoba mendaftar Indonesian Idol. Mereka berencana ikut Indonesian Idol tahun depan. Padahal tahun depan menurut Wikipedia, tidak akan lagi ada yang namanya Indonesian Idol. Karena itu akan digantikan oleh X Factor Indonesia. Tapi entahlah, itu cuma kabar Wikipedia.

Senandung-senandung yang mengalun di pondokan ini sepertinya belum akan berakhir hingga ajang pencarian bakat tersebut menamatkan diri atau rating-nya anjlok. Kita tunggu saja.

Yang Tak Berubah

Waktu di sekolah dasar dulu, salah satu guru bahasa indonesiaku yang sudah meninggal beberapa tahun lalu, suka sekali mengatakan bahwa pada diri manusia, yang sulit diubah hanyalah watak dan wajah. Dan pernyataan itu diajarkan juga oleh gurunya yang hidup di zaman ketika cakupan informasi hanya terbatas pada tips dan trik menyalakan lampu teplok. Para guru yang telah meninggal itu tidak sempat melihat para artis yang tiap tahun berganti wajah. Mungkin hanya watak manusia yang hingga saat ini sulit diubah. Namun dengan berkembangnya berbagai metode psikiatri dan psikologi seperti CBT, hipnosis, psikoanalisis dan sepupunya yang lain, tidak menutup kemungkinan, watak pun sudah bisa dimanipulasi.

Kalau sudah begitu, apalagi komponen dari manusia yang diharapkan bisa tetap sejati tanpa manipulasi hingga akhir zaman?

Selasa, 17 April 2012

Kontrak

Hubungan cinta itu tidak jauh beda dengan kontrak kerja. Dalam pelaksanaannya, ada sejumlah syarat dan kondisi yang harus dipenuhi, agar hubungan atau kontrak tersebut dapat dipertahankan. Kontrak biasanya direvisi pada jangka waktu tertentu atau ketika ada beberapa syarat yang mulai tercederai, sehingga melalui revisi, diharapkan dapat terjadi kompromi di antara semua pihak yang terlibat dalam kontrak. Sangat sederhana.

Ketika semua persyaratan mulai jauh dari realisasi dan tak mungkin lagi ditemukan titik kompromi selain berpisah, maka berakhir sudah hubungan cinta dan kontrak.

Minggu, 15 April 2012

Kelelahan

Selama ada alasan yang harus dan layak untuk diperjuangkan, kita tidak perlu lagi memikirkan besar dan gilanya suatu kelelahan yang timbul akibat perjuangan tersebut. Karena alasan sudah cukup untuk menjadi sumber tenaga untuk meledakkan hari-hari yang berjalan dengan suatu kegembiraan yang tak terperikan.

Jangan pernah suruh saya untuk memperjuangkan suatu perkara yang tidak jelas alasannya.

Sabtu, 14 April 2012

Heart Fontanela

Entah mimpi apa saya lima minggu lalu. Tiba-tiba saja salah seorang residen rajin sekali mencurahkan isi hatinya padaku dalam empat minggu terakhir ini. Seandainya residen itu wanita, saya mungkin maklum. Masalahnya, dia adalah seorang pria. Saya jadi mengerti kalau galau itu, bukanlah barang yang dimonopoli oleh kaum hawa. Para pria yang notabene oleh kebudayaan dan tradisi selalu terkesan pantang hancur biar dibanting, ternyata bisa juga galau oleh masalah-masalah yang sebenarnya sepele di mata orang yang jarang menggunakan emosi.

Resident Evil

Tidak ada yang namanya kisah horor di dunia nyata. Karena imaji-imaji tentang kuntilanak, genderuwo, dan semacamnya hanyalah patron-patron yang sengaja dibuat para penguasa untuk menakut-nakuti orang-orang terjajah agar tidak macam-macam, tetap berjalan pada aturan penguasa, dan senantiasa taat setiap waktu. Namun ketika istilah horor kita proyeksikan pada perilaku manusia hidup, maka kita tidak bisa menafikan jika horor itu memang ada. Horor itu memang nyata. Dan itu senantiasa ada di sekitar kita, selama ada manusia yang hidup di situ.

Ada yang pernah berspekulasi bahwa kisah-kisah tentang pembunuhan yang dilakukan oleh kuntilanak, genderuwo atau jin gunung sebenarnya adalah pembunuhan-pembunuhan keji yang dilakukan oleh manusia demi motif politik. Para manusia-manusia pembunuh tersebut menimpakan kesalahan pada hantu agar tidak ada investigasi demi keadilan.

Manusia adalah mahluk paling horor yang pernah hidup di muka bumi ini. Dari dirinya, sumber segala kerusakan berawal. Semakin manusia berusaha agar bisa mendekati citra Sang Pencipta, semakin mereka berubah menjadi Sang Penghancur.

We call human as resident evil.

Lulus

Sebut saja namanya, Asgan. Dia adalah salah seorang alumni jurusan teknik sipil di perguruan tinggi negeri Indonesia. Saat ini sedang berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S-2 di Makassar. Karena masih dianggap sebagai teman, maka dia pun mengunjungiku ketika datang ke Makassar. Saat bertemu, dia curhat mengenai kondisi almamaternya.

Katanya sih, beberapa oknum almamaternya sekarang cenderung materialistis. Mereka cenderung melihat para alumninya sebagai ladang untuk mencari uang. Hampir tiap saat mereka datang mengunjunginya yang baru lulus untuk dimintai "sumbangan". Ya, judul kunjungannya memang permintaan sumbangan, namun berita acara kunjungannya justru jauh dari kesan sumbangan, lebih mendekati pemaksaan malah. Sebenarnya tidak masalah kalau uang yang diberikan tersebut digunakan untuk kegiatan yang memajukan ilmu pengetahuan dan bangsa. Namun, sayangnya uang tersebut ternyata disalahgunakan untuk pergerakan-pergerakan underground. Katanya pergerakan mulia, tapi menurut data yang didapat oleh temanku yang baru jadi alumni tersebut, ternyata pergerakan tersebut hanya terlokalisasi pada pergerakan di daerah selangkangan. Miris.

Dia pun berkomentar, tidak ada kemuliaan dalam pergerakan kemahasiswaan yang sekarang. Terkadang, para tokoh pergerakan mahasiswa justru cenderung oportunis dan lebih bejat dari para politikus yang mereka kritisi. Saya hanya bisa tersenyum ketika mendengar komentar itu.

Efek Anestesia Inhalasi


Efek Ventilasi

Anestetik inhalan dapat menghasilkan efek pada (a) pola pernapasan, (B) respon ventilasi terhadap karbon dioksida, (c) respon ventilasi terhadap hipoksimia arterial, dan (d) resistensi jalan napas. PaO2 dapat mengalami penurunan selama pemberian anestetik inhalan, terutama saat tidak ada pemberian oksigen suplemental (tambahan). Inhibisi vasokonstriksi hipoksia pulmoner yang diinduksi oleh obat anestesi yang diakibatkan oleh penurunan oksigenasi hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi pada pasien yang menjalani ventilasi satu paru-paru ketika mendapat anestesia halothane atau isoflurane (lihat Gamber 46-4). Perubahan PaO2 intraoperatif dan insidensi komplikasi paru-paru pasca-operasi dapat terjadi pada pasien yang mendapat halothane, enflurane, atau isoflurane.

Sedasi dan Analgesia di PICU

SEDASI DAN ANALGESIA DI PICU

Essentials of Paediatric Intensive Care

Sedasi dan analgesia adalah hal yang penting untuk berbagai alasan dalam penggunaannya di PICU :
  • Untuk mengurangi kecemasan
  • Untuk mengurangi tekanan akibat penyakit kritis (memperbaiki kondisi pasien)
  • Umtuk mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri
  • Untuk mencegah timbulnya cedera pada anak dan untuk menfasilitasi pemberian penanganan medis tertentu
  • Untuk mengurangi tekanan pada orang tua yang melihat kondisi anaknya

Gangguan Sirkulasi dan Irama

GANGGUAN SIRKULASI DAN IRAMA

Essentials of Paediatric Intensive Care

Setelah penilaian dan penanganan awal dari jalan nafas dan pernafasan, perlu dilakukan penialaian sirkulasi. (Tabel 6.1)
Kondisi gawat darurat akut dibahas pada bab mengenai resusitasi. Fokus pada bab ini adalah follow up untuk masalah-masalah tersebut.

Pengukuran dan pemeriksaan nyeri pediatrik pada perawatan primer

Pengukuran dan pemeriksaan nyeri pediatrik pada perawatan primer

Abstrak:
Melakukan pengukuran nyeri secara teratur dapat meningkatkan manajemen nyeri. Jika usia anak telah bertambah (4 tahun atau lebih) dan sudah cukup untuk mampu memahami skala pemeriksaan nyeri yang dapat diutarakan sendiri (self-report), maka kita harus menggunakan metode tersebut guna memeriksa keadaan nyeri anak. Alat pemeriksaan sederhana dan cepat yang dapat disampaikan sendiri (self-report) seperti skala wajah dan skala angka, dapat menghasilkan nilai pengukuran antara 0 sampai 10. Untuk bayi dan anak yang lebih muda, serta pada situasi di mana laporan skala nyeri yang diutarakan sendiri tidak memungkinkan untuk digunakan, maka alat observasional yang cepat dapat digunakan. Ada sejumlah alat dan pendekatan spesifik yang direkomendasikan penggunaannya dalam perawatan primer pada berbagai populasi, dan beberapa kerumitan interpretasi masing-masing alat pemeriksaan tersebut sudah pernah dibahas pada sejumlah penelitian. Skor intensitas nyeri dapat digunakan dalam penentuan dosis dan waktu pemberian analgesik, serta dapat membantu kita dalam mengkomunikasikan hal-hal yang dapat membuat nyeri bisa mengalami perbaikan dan perburukan pada pakar kesehatan lainnya.
Kata kunci: skala nyeri, pengukuran nyeri, pemeriksaan nyeri, anak, pediatrik, pelaporan sendiri, observasi

Kamis, 12 April 2012

Pembusukan

Pembusukan pada tubuh manusia terjadi karena adanya proses penghancuran enzim dan kerja bakteri. Kita bisa melihat tanda-tanda pembusukan pada mayat manusia dalam 24-30 jam, tergantung dari kondisi lingkungan. Karena ada agama tertentu yang sejak ribuan tahun lalu, telah menganjurkan agar manusia yang mati, sebaiknya segera dikuburkan kurang dari 24 jam.

Kalau sudah melebihi masa itu, orang-orang yang ada di sekitar mayat bisa kesulitan dalam mengurusi mayat. Selain itu, manusia yang telah membusuk, dapat mengalami penambahan berat badan dari yang awalnya 40-50 kg, bisa menjadi 70-100 kg. Pada awal-awal pembusukan, terutama dalam udara yang lembab, tubuh mayat dapat mengisap banyak air dari lingkungan guna menfasilitasi proses penghancuran yang dilakukan oleh bakteri. Namun seiring, dengan berjalannya waktu, tubuh mayat yang telah membengkak dapat mengalami pengempisan, sehingga berat tubuh mayat akan mengalami penurunan yang drastis. Karena itu fenomena mayat yang terasa berat di keranda, bukanlah suatu fenomena gaib, karena hal tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah.

Ilmu pengetahuan telah mendesakralisasi kematian.

Becak

Hari ini saya naik becak untuk menuju tempatku beraktivitas. Saat mencapai tempat,itu, saya bingung harus memilih becak yang mana, karena mereka semua menawarkan diri untuk mengantar. Tidak terorganisir.  Para tukang becak yang ada di Makassar kebanyakan merupakan single fighter. Di beberapa pangkalan lain, saya pernah melihat ada kongsi tukang becak. Mereka lebih terorganisir dalam menawarkan jasa. Namun kongsi-kongsi seperti itu tidak bisa berdiri jika tidak didukung oleh lingkungan pasar yang memadai. Di pangkalan becak dekat lokasi rutinitasku, pasar seperti itu sulit ditemukan. Makanya para Daeng becak di daerah tersebut, lebih memilih menjadi single fighter dengan mengandalkan kemampuan marketing pribadi, dibanding harus berbagi keuntungan dalam kongsi-kongsi.

Para Daeng becak, baik itu yang single fighter maupun yang berada dalam kongsi, merupakan sasaran yang empuk bagi para politikus untuk dimanfaatkan sebagai mesin politik. Sebab dalam hierarki Maslow, para Daeng becak ini kebanyakan masih berada di strata Maslow fisiologis, yang penting bisa bertahan hidup saja dulu, sehingga dengan sedikit "hadiah" saja dari para politisi, mereka sudah bisa dimobilisasi hingga ke ujung dunia.

Lupakan saja

Cara balas dendam yang baik, lupakan kalau mereka yang menyakitimu pernah ada di muka bumi ini. Salah satu hal yang paling menyakitkan bagi eksistensi seorang manusia adalah dilupakan.

Manusia bukanlah mahluk yang abadi. Namun manusia selalu berupaya mengabadikan dirinya dengan berbagai cara. Itu naluri, itu kebutuhan.
Potret, kamera, sketsa, kanvas, buku, monumen atau prasasti diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap keabadian. Dengan memenuhi kebutuhan, seorang manusia bisa merasa lebih berarti.

Karena itu, balas dendam lah dengan melupakan semua yang pernah menyakitimu.

Rabu, 11 April 2012

April Fool: Side Story

Tipu daya. Kesempatan seperti ini tidak akan bisa dibeli. Rasanya semua begitu sempurna. Sayang untuk mengakhirinya.

April Fool

Saya betul-betul memulai April dengan omong kosong. April Mop, April Fool, atau apapun mereka menyebutnya, adalah suatu kutukan yang nyata bagi mereka yang percaya.

Saya tidak perlu menyebutkan beberapa omong kosong yang telah saya ucapkan selama April ini. Itu ranah privat yang tidak boleh diungkapkan ke khalayak ramai.

Membuat omong kosong adalah salah satu hal yang menyenangkan. Melihat ekspresi orang lain ketika mempercayai suatu omong kosong, itu hebat. Itu mungkin alasan para penipu tidak bisa meninggalkan pekerjaan tersebut.

Tipu daya, omong kosong, maupun hal-hal sejenisnya menjadi salah satu transformasi perang dingin. Ketika kita hidup di zaman yang tidak lagi mengizinkan perang fisik, tipu daya berubah menjadi sebuah medan tempur baru. Hampir semua hal yang berdiri di zaman ini, berpijak pada tipu daya.

Dan para pemenang perang baru ini ditentukan oleh seberapa lihai para pelaku perang dalam menciptakan tipu daya yang sangat menyerupai kenyataan.

A

Dalam  bahasa Hieroglif kuno, huruf A disimbolkan oleh gambar kepala sapi.


Hieroglif Mesir
"kepala sapi" 
Proto-Semitik
’alp 
Fenisia
alef 
Yunani Kuno
alfa 
Yunani Modern
alfa 






Selasa, 10 April 2012

Paradoksalius

Di tempatku beraktivitas, beberapa hal yang melanggar hukum bisa jadi suatu kelegalan.

Kenapa?

Q.Kenapa mau jadi translator?
A.Mungkin karena saya termasuk orang yang suka menyusahkan diri sendiri.
Q.Lalu, kenapa sekarang berhenti?
A.Bosan.
Q.Kenapa bosan?
A.Bisa berhenti tanya kenapa?

Senin, 09 April 2012

Penjelasan: Side Side Story

Ada banyak kebohongan di sekitarku. Dan semua kebohongan itu dianggap sebagai hal yang biasa. Demi mempertahankan stabilitas.

Penjelasan: Side Story

Ada sebuah jalan setapak biasa di dekat rumahku. Entah kenapa, tiba-tiba saja jalan tersebut menjadi luar biasa sehingga ramai diperbincangkan di kalangan tetangga. Hampir semua tetangga yang telah lewat di setapak itu, memiliki kisah yang luar biasa. Tiap kali saya mendengar mereka berkisah, selalu saja terdengar hebat di telinga dan imajinasiku.

Karena penasaran, saya pun melewati jalan setapak itu. Tapi setelah melalui setapak itu, tidak ada hal aneh atau pun luar biasa yang kutemui. Tidak ada A, B, atau C seperti yang diceritakan tetangga-tetanggaku.

Saat para tetangga mendengar kalau saya baru saja melewati setapak itu, mereka pun berkumpul menemuiku untuk bertanya mengenai kisahku yang biasa saja saat melewati setapak itu. Setelah mendengar penjelasan dariku, satu persatu dari mereka mengangguk-angguk lalu ikut berkisah mengenai revisi pengalaman mereka saat melewati setapak tersebut. Ternyata, mereka semua melalui hal yang sama dengan yang saya lalui. Jalanan setapak yang datar, tanpa apa pun, selain diri mereka dan setapak itu sendiri.
Karena merasa jalanan setapak itu terlalu biasa, maka mereka pun mulai mengarang cerita-cerita fantastis. Dan perlahan-lahan cerita fantastis itu mulai menjadi-jadi hingga akhirnya terbentuklah legenda jalan setapak.

Tidak semua penjelasan harus dipercaya.

Penjelasan

Pernah ada yang bertanya, mengenai blog ini.
"Kenapa tulisannya singkat-singkat?" (lagi-lagi tanya kenapa)
Karena saya capek menjelaskan. Dan itu sudah cukup menjadi alasan kuat yang membuatku tidak terpilih menjadi sebagai seorang Nabi atau pun Wali.
Cuma masalahnya saat ini adalah saya memilih untuk menjalani sebuah profesi yang membutuhkan banyak upaya untuk memberikan penjelasan. Dan tanpa penjelasan yang baik, ketika berada di profesi ini, bisa berakibat fatal. Dan sudah banyak sengketa yang terjadi karena kurangnya penjelasan.

Memberikan penjelasan merupakan salah satu hal yang paling melelahkan. Karena ada banyak komponen yang berperan dalam aksi seperti itu. Selain pengetahuan, kita juga membutuhkan keterampilan dan tenaga untuk menggerakkan otot-otot mulut. Oleh karena adanya kekompleksan seperti itu, maka tidak semua orang bisa menjelaskan dengan baik. Dan saya termasuk golongan orang yang tidak terlalu mahir dalam menjelaskan. Sebenarnya "mahir" bukan kata yang tepat, "malas" mungkin lebih cocok.

Saat memberikan penjelasan, kita harus bisa memperkirakan tingkat pengetahuan orang yang menerima penjelasan. Karena ada banyak orang di dunia ini yang sulit sekali menerima penjelasan. Entah itu karena gengsi, atau retardasi mental, atau alasan lain.

Buat orang-orang yang telah menerima penjelasan, hormatilah orang yang telah berusaha memberikan penjelasan yang baik pada Anda. Benar tidaknya penjelasan tersebut, urusan nanti. Yang penting, hargailah itu dengan anggukan, senyuman atau bertanya lebih lanjut (tapi jangan tanya kenapa). Bahasa tubuh seperti itu lebih berarti dari uang 50ribu rupiah.

Mild Depression

Mungkin saya akan berhenti bertanya dengan menggunakan kata "Mengapa? Kenapa? Bagaimana?" Pertanyaan-pertanyaan yang diawali dengan kata-kata seperti itu selalu terdengar menjengkelkan di telingaku. Karena itu kata-kata kunci yang mengundang banyak penjelasan. Saya tidak suka menjelaskan. Seandainya saya punya kemampuan telepati. Kalau ada yang punya kenalan atau koneksi dengan sekolah telepati, jangan lupa undang saya.

Minggu, 08 April 2012

Feature

Saya lebih suka memainkan Pro Evolution Soccer (PES) 2012 dibanding harus mengerjakan dirimu. Sayangnya bermain PES tidak bisa menghasilkan uang.

Tacitus

Selain orang tua dan diriku sendiri, hal lain di dunia ini yang aku sukai adalah kamarku. Kamar selalu menjadi tempat terindah dalam hidupku. Tempat bersemayamnya segala jenis kedamaian dan ketentraman.

Kalau disuruh memilih ke gunung yang belum pernah didaki atau kamarku, saya memilih kamarku.
Kalau harus memilih antara tidur di hotel bintang sepuluh atau vila super mewah sewaan, saya tetap memilih kamarku.

Ketentraman dan kedamaian berasal dari adanya naluri kepemilikan. Meskipun naluri tersebut sama semunya dengan ilusi fatamorgana di siang bolong, tetap saja hal tersebut lebih memberikan kedamaian bila dibandingkan air sejati di depan mata yang bukan milikku.

Sabtu, 07 April 2012

Sosialista

Sebagai manusia, saya termasuk tipikal orang yang jarang bersosialisasi. Dalam penilaianku, sosialisasi lebih bersifat sebagai suatu peristiwa yang tidak disengaja. Dan saya selalu berusaha membuatnya seperti itu. Dengan membuatnya menjadi suatu ketidaksengajaan, saya bermaksud untuk menghindari aliran sosialisasi yang senantiasa bermuara pada hilir yang sama, mempergunjingkan orang lain.

Saya merasa bukan orang yang pantas untuk mempergunjingkan orang lain. Karena saya bukanlah manusia yang sempurna secara budi dan perilaku. Bahkan mendekati kesempurnaan pun tidak pernah. Jadi, saya tidak punya legitimasi untuk bergunjing.

Sosialisasi merupakan suatu peristiwa yang membutuhkan banyak empati, baik yang alami maupun artifisial. Secara alami, empati bukanlah sumber daya utama pada diriku dan saya pun bukan pabrik emosi yang bisa menciptakan empati dari kekosongan. Saya tidak punya banyak empati yang bisa dibagikan ke orang lain, apalagi kalau harus membaginya untuk waktu yang lama. Sosialisasi semestinya merupakan suatu proses yang berkelanjutan/continue. Namun saya membuatnya diskrit, agar bisa menutupi keterbatasanku dalam empati.

Dibanding sosialisasi yang menguras emosi, waktuku lebih banyak tercurah pada hal-hal yang tidak berperasaan.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...