Kamis, 26 Desember 2013

Vain

Hal lain yang bikin frustasi adalah saat mendengar pasien yang sebelumnya sudah berusaha keras kita tolong di UGD justru meninggal saat sampai di ICU atau di tempat rujukan.

Intraosseus

Untuk pertama kalinya menyaksikan keberhasilan akses intraosseus. Bukan di tempat yang biasa diperlihatkan oleh tutorial, di calcaneus. Saat berhasil memasangnya, it feels good.
Salah satu hal yang membuat frustasi tenaga medis adalah kesulitan mendapatkan akses intravena. Pada pasien tidak sadar, semua obat-obatan hanya bisa diberikan melalui intravena karena mereka tidak bisa lagi menelan.

Senin, 23 Desember 2013

Talk

oh brother, i can't believe it's true
i'm so scared about the future and i wanna talk to you
-Talk, Coldplay-

Masa depan itu memang menakutkan.

Jumat, 13 Desember 2013

Diafrag

Liburan yang terlalu lama bisa membuat seseorang mengalami disorientasi berat, seperti yang sedang terjadi padaku saat ini. Saya tidak tahu lagi hari apa sekarang, jam berapa sekarang, bahkan saya hampir lupa saat ini saya sedang ada di mana.
"Saya di mana sekarang? Apa yang sedang saya lakukan? Mengapa ada ponsel di tanganku? Apa saya sedang mengetik sekarang?"

Kira-kira begitulah.

Selasa, 10 Desember 2013

Asasi Asisah

Hak asasi, terdengar indah saat diperbincangkan, namun terlihat amburadul ketika diimplementasikan. Niat awalnya, semua manusia terbebas dari kesewenang-wenangan manusia lain, siapa pun itu. Namun niatan ini menciptakan suatu paradoks ketika asasi seorang manusia berseberangan dengan asasi manusia lainnya, jika sudah begitu, asasi siapa yang harus dipatuhi? Asasi Si Asisah?

Senin, 09 Desember 2013

Tips Menghadapi Macet

Sudah jadi ritual jika hari anti-korupsi harus diramaikan dengan demonstrasi, macet, dan gas air mata. Persis seperti hari lebaran yang dirayakan dengan opor dan ketupat, atau Natal yang dihiasi oleh Sinterklas dan pohon pinus berbintang.

Terus terang, saya tidak tahu kalau hari ini diperingati sebagai hari anti-korupsi, nanti setelah saya naik angkutan umum lalu terjebak macet selama berjam-jam di jalan, barulah saya sadar kalau saat itu saya sedang berada di perayaan hari anti-korupsi.

Sebagai tips agar tidak terjebak macet, jika sudah nampak polisi yang berjaga dengan perlindungan lengkap, mahasiswa dan LSM yang memaki-maki pemerintah dan koruptor, yang dilatari oleh kombinasi asap dari ban yang dibakar dan gas air mata serta spanduk-spanduk berpilox, maka segeralah putar haluan kendaraan anda atau turunlah dari angkutan umum yang sedang anda tumpangi, karena anda baru saja memasuki hari macet sedunia yang kebetulan, pada hari ini bertemakan anti-korupsi. Jika sudah tidak bisa lagi putar haluan, maka perbanyaklah berdoa. Cukup terbebas dari macet dan keriuhan massa tanpa lecet dan luka sudah termasuk doa yang luar biasa, memangnya nikmat apalagi yang bisa kau harapkan di hari anti-korupsi? Berharap agar sampai ke tujuan dengan tepat waktu di hari anti-korupsi adalah keinginan yang terlalu berlebihan.

Jika anda sudah terbebas sampai di rumah, segera buat catatan atau reminder, kalau tanggal 9 Desember adalah hari anti-korupsi. Jangan pernah lagi keluar rumah pada tanggal itu.

Minggu, 08 Desember 2013

1.501

Ini hanya postingan tidak penting untuk memperingati 1.501 momen yang telah tercatat dalam blog ini.

Di tahun-tahun mendatang, mungkin frekuensi postingan di blog ini tidak lagi se-intens lima tahun terakhir, karena ada kehidupan nyata pasca-kuliah yang harus lebih diperhatikan ketimbang piksel-piksel tak bernyawa di LCD.

Refarat Karsinoma Penis



Karsinoma Penis: Sebuah pengalaman dengan 153 kasus

Abstrak

Kami melakukan peninjauan terhadap gambaran klinis dan morfologis 153 kasus karsinoma sel skuamosa penis. Keterlambatan diagnosis yang lebih dari tiga bulan ditemukan pada 128 pasien (84 persen), hal ini menunjukkan bahwa diagnosis yang lebih dini diperlukan untuk mengurangi kasus tersebut. Penatalaksanaan bedah dilakukan pada 125 kasus yang mana stadium penyakitnya masih terbatas pada jaringan penis saja (stadium 1). Limfadenektomi ilioinguinal tidak dilakukan hingga terdapat kecurigaan klinis bahwa kanker telah menyebar ke jaringan limfatikus regional. Tingkat bertahan hidup selama lima dan sembilan tahun pada pasien yang tidak terbukti mengalami penyakit metastasis masing-masing adalah 64.4% dan 50.1%. Karakteristik yang kami temukan serupa dengan serial kasus lain yang menjadikan limfadenektomi sebagai dasar acuan penelitian, dan mereka mendukung premis yang menyatakan bahwa limfadenektomi tidak perlu dilakukan hingga terdapat bukti atau kecurigaan klinis bahwa telah terjadi penyebaran kanker ke jaringan limfatikus regional. Ada beberapa jenis penatalaksanaan yang diberikan pada 24 pasien yang dicurigai atau telah terbukti mengalami penyebaran kanker ke nodus limfatikus regional (stadium II), namun tingkat bertahan hidup selama lima dan sembilan tahun pada pasien-pasien itu hanya mencapai 21.8 persen.

Refarat Konkusio (Concussion)



Konkusio
Seorang wanita berusia 64 tahun tergelincir, lalu terjatuh ke depan dan kepalanya terbentur. Pasien tersebut memiliki riwayat kejang yang berlangsung singkat, dan tidak memberikan respon apapun selama kurang dari 1 menit, lalu sadar dengan disertai rasa nyeri kepala menyeluruh yang sangat berat dan mual namun tidak disertai muntah. Selain kejadian terjatuh, wanita tersebut tidak mengingat kejadian apapun dalam beberapa jam sebelumnya. Rasa nyeri dan kontusio pada kulit kepala dapat terlihat lokasi benturan, dan terdapat abrasi pada pipi kanan.

Suitability

Saat buruh menuntut gaji tinggi, banyak yang mencibir, apalagi ketika mereka tahu bahwa buruh-buruh tersebut memiliki gaya hidup mewah, jumlah orang yang mencibir langsung meningkat hingga lebih dari 10 kali lipat. Sebenarnya apa yang salah dengan mereka jika menuntut gaji tinggi dan bergaya hidup mewah? Buruh juga manusia, seperti halnya para majikan mereka. Sama-sama punya rasa, sama-sama ingin bahagia.

Selama kenaikan gaji dibarengi dengan peningkatan kualitas dan sebanding dengan keuntungan perusahaan, tidak ada yang salah dengan tuntutan para buruh. Tapi entahlah kalau saya yang jadi pemilik perusahaan, masih kah saya akan berpendapat seperti ini?

Tapi jika ditilik dari kacamata objektif, tuntutan gaji dan keinginan hidup mewah yang diharapkan oleh para buruh adalah hal yang manusiawi.

Jumat, 06 Desember 2013

Rerilisen

jatuh cinta bisa membuat seorang manusia lupa pada batasannya. sejak lahir, manusia telah dibuatkan batasan oleh alam. batasan itu bisa berupa orang tua, bentuk fisik, warna kulit, suku, geografi, ideologi, agama. semua batasan itu sebenarnya adalah ilusi, karena tanpa semua itu, semua manusia sama saja. tidak ada bedanya britney spears dengan agnes monica jika kita menyingkirkan variabel suku, tempat lahir dan beberapa rintangan sosiogeografi lainnya dari kedua manusia tersebut.

dilema menjadi manusia adalah pada satu sisi, mereka ingin menjadi mahluk yang unik, berbeda dari mahluk lainnya. Oleh karena itu mereka menumpuk persona-persona agar mereka menjadi sesuatu yang spesial, entah itu dengan kedok agama, ideologi, gaya hidup, fanatisme atau pun fashion. Tapi di sisi lain, mereka juga menginginkan kesetaraan dalam keadilan, penghormatan, dan rasa cinta. manusia itu rumit.

Alegmer

Cinta itu tidak logis, katanya. Tapi mengapa Agnes Monica tidak pernah jatuh cinta dengan pengamen di lampu merah yang tiap hari dilewatinya tiap kali membelah jantung kota Jakarta atau mengapa manusia hanya bisa jatuh cinta dengan sesuatu yang pernah ditangkap oleh panca inderanya? Mengapa mereka tidak ingin jatuh cinta dengan sesuatu yang tidak pernah mereka temui, mereka lihat, atau mereka dengar?

Apakah mungkin jika cinta itu sebenarnya logis? Tapi mengapa manusia rela melakukan hal-hal yang tidak rasional atas nama cinta?

Mungkin tidak seharusnya tulisan ini dibuat dan dibaca.

Kamis, 05 Desember 2013

Rabu, 04 Desember 2013

Painless

Mungkin saya tak perlu menjalani hidup dengan cara yang normal kalau ternyata normal itu berarti siap terluka dan menderita. Mereka bilang, tidak normal jika seorang manusia terus menerus merasa bahagia di sepanjang hidupnya, memangnya apa guna semua sensor rasa sakit yang sudah built in dalam tubuh manusia jika ternyata manusia lebih memilih lari dari rasa sakit. Itu seperti membeli Ferrari namun tidak bisa dikemudikan, sia-sia.
Tapi saya lebih memilih kesia-siaan itu dari pada harus sakit dan menderita. Mengapa harus sakit jika bisa dihindari?

Selasa, 03 Desember 2013

Resesif

Seberapa besar kemampuan manusia dalam mengingat? Dulu, saat masih sekolah, saya merasa bahwa kemampuan manusia dalam mengingat, tak ada batasnya. Manusia dapat mengingat apapun, sampai kapan pun. Karena memori di masa pra-kuliah hanyalah berkisar pada pelajaran sekolah, rumus matematika, hafalan sejarah dan reaksi kimia, playstation, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Di masa-masa itu, mengingat adalah aktivitas yang membahagiakan.

Namun, perjalanan hidup selama 20 tahun lebih telah mengajarkanku bahwa ingatan manusia tidak sesempurna perkiraanku. Ada banyak hal yang tidak bisa dan bahkan tidak ingin diingat oleh manusia. Perkara rumit, kesedihan dan hal-hal buruk lainnya, selalu menjadi komponen yang tidak bisa terintegrasi dengan sempurna dalam ingatan. Saat coba diukir dalam ingatan, perkara rumit, kesedihan dan hal-hal buruk biasanya bermanifestasi menjadi amnesia selektif atau bahkan gangguan jiwa jenis yang lain. Oleh karena itu, kebanyakan manusia lebih memilih untuk melupakan lalu melanjutkan hidup daripada harus mengingat namun tersiksa.

Atas alasan yang tidak kumengerti, saya mulai melupakan nama orang-orang yang pernah kukenal saat SD, SMP, dan SMA. Dan parahnya lagi, saya juga mulai lupa dengan nama teman-teman seangkatanku di bangku kuliah. Mengingat 200an orang yang tidak selalu berinteraksi dengan kita dalam 6 tahun terakhir bukanlah hal yang mudah. Mungkin ini hanyalah efek penuaan otak atau saya saja yang kurang berusaha untuk mengingat.

Sabtu, 09 November 2013

Mongrelia

Entah apa yang dipikirkan oleh kucing dan sapi ketika mereka terlahir di dunia.
Apa mereka sempat berpikir mengenai kebebasan memilih kehidupan? Apakah mungkin mereka berpikir seperti ini, "bingung nih, terjebak dalam pilihan antara menjadi kucing rumahan ataukah ngegarong saja di jalanan jadi kucing karir. Tuhan, tolong aku" lalu kucing itu update status di medsos. Sapi juga tidak mau kalah bingung, dilema mau melanjutkan pendidikan ke universitas sapi perah atau ke universitas sapi pedaging. "Masa depanku bergantung pada pilihan ini" lalu update status dan tidur. Besok paginya, cek komentar.

Bagi mereka, mungkin, memilih kehidupan yang manapun, tidak akan sampai menimbulkan efek seperti Hitler dan rekan seangkatannya di masa perang dunia kedua. Pada akhirnya, para kucing dan sapi tidak perlu sampai menghancurkan dunia dengan perang nuklir dan beberapa kali terjebak dalam perang dingin. Kucing kalau lagi ngambek, paling hanya main cakar-cakaran, teriak-teriak, habis perkara. Sapi malah saya tidak tahu, bisa ngambek atau tidak.

Rumitnya menjadi manusia.

Minggu, 03 November 2013

Introspeksi atau Insanity

Faktor apa yang membuat kita memilih untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu? Apakah karena rasio dan logika ataukah kegilaan semata? Hari ini ada teman yang membawa ikan beku. Saya hanya membantu untuk mengangkat ikan itu menuju dapur lalu tidak ikut terlibat dalam proses pembersihan dan pemindahan ikan tersebut ke kulkas. Padahal saya punya kesempatan, waktu, dan tenaga untuk terlibat dalam proses tersebut. Tapi saya justru memilih untuk tidak terlibat, dan baru sekarang saya berpikir, mengapa saya tidak ikut ambil bagian tadi, toh, tidak ada ruginya jika saya ikut, malah, lebih banyak untungnya. Entahlah, kenapa saya baru memikirkannya sekarang dan kenapa hal itu begitu penting hingga harus kutulis sekarang? Pilihan yang awalnya tampak masuk akal ketika pertama kali diputuskan, tapi terdengar gila setelah ditilik kembali di kemudian hari, mungkin itulah definisi introspeksi.

Hitung Umur

Suatu hari di UGD.
Dokter: Ibu, sudah berapa umurnya?
Pasien: ndak tahu dok. ndak pernah kuhitung.
Dokter: tahun berapakah lahir?
Pasien: 1986, dok.
Dokter: jadi umur ibu sekarang 27 tahun, ya...
Pasien: oh...jadi 27 tahun umurku sekarang dok? tuaku di...
Dokter: Astaga, Ibu...masa umur sendiri dilupa mi... pasti ibu sudah menikah.
Ibu: Kok tahu dok. Sudah 8 tahun mi menikah.
Dokter: Saya tahu lah Bu. Hanya perempuan belum menikah atau belum punya anak itu yang hobinya hitung-hitung umur.
Ibu: *speechless

Kamis, 31 Oktober 2013

Boretime

Hingga saat ini saya masih belum memahami mekanisme yang mendasari timbulnya rasa bosan. Apakah itu genetik, virus, bakteri, jamur, trauma, atau degeneratif? Tak ada jawaban yang pasti. Yang pasti, bosan sudah sering menderaku, bisa berkali-kali dalam sehari, dan tak ada obat yang dapat menyembuhkannya, selain waktu.

Minggu, 27 Oktober 2013

We only fall with Earth

Di dunia ini, tak ada yang namanya pekerjaan ideal, tempat tinggal ideal maupun hubungan yang ideal. Segala yang ada di permukaan bumi sudah dipenuhi cacat dan tak lagi sempurna sejak manusia menjejakkan kakinya di bola raksasa beroksigen ini. Manusia hanya berusaha untuk mengendalikan keadaan agar dunia tidak bertambah rusak, namun dalam prosesnya, usaha manusia yang bertujuan untuk merawat, secara ironis justru membuat bumi semakin berantakan. Saya tidak perlu menyebutkan daftarnya, karena WWF, Greenpeace dan media sudah melakukannya. Apa yang yang salah dengan keadaan itu? Tidak ada yang salah, karena sejak awal, mungkin seperti itulah tujuan bumi diciptakan di antara milyaran planet lainnya, untuk dirusak oleh manusia.

Rabu, 23 Oktober 2013

Quat Erat Justo

Sulit rasanya menegakkan aturan di suatu institusi yang bernama Indonesia. Selalu saja ada orang-orang yang menginginkan kemudahan dan mencari jalan pintas agar terbebas dari aturan. Fenomena seperti itu sudah jadi menu wajib di negara yang sudah merdeka lebih dari setengah abad yang lalu. Meskipun keamburadulan hukum kedengarannya sumbang di telinga keadilan, tetap saja saya tidak mau protes atau pun berkeinginan untuk mengubah keadaan itu. Protes pada keadaan hanya akan menimbulkan sakit hati dan menghasilkan banyak musuh. Jika kita menegakkan aturan di institusi yang terlanjur rusak, kita hanya akan dianggap sebagai pengganggu stabilitas. Jadi lebih baik semua keamburadulan itu dibiarkan saja. Dan sepertinya mayoritas orang Indonesia juga berpikiran sama denganku. Mereka juga sudah terlanjur nyaman dengan kelakuan amburadul seperti itu. Toh, biarpun pelanggaran aturan banyak terjadi, negara dan masyarakat Indonesia masih bisa hidup di muka bumi ini, pemerintahan masih berjalan, dan langit tidak runtuh walaupun korupsi merajalela. Jadi aturan, untuk negara Indonesia, hanyalah hiasan pelengkap buku kewarganegaraan dan kitab pidana. Kita menikmati keamburadulan hukum dan aturan, seperti secangkir kopi di sore hari.

Selasa, 22 Oktober 2013

Time Flies, Dragon Flies

Waktu itu relatif, selain Einstein dan Sidharta, entah sudah berapa manusia dalam sejarah yang mengatakan hal serupa. Saya hanya mengikut saja, karena nampaknya pengalaman hidupku hampir sejalan dengan pengalaman orang-orang terdahulu yang menemukan betapa nisbinya sang kala ketika perasaan dan kenangan mengintervensi kemampuan manusia dalam mempersepsi realitas. Baru-baru ini saya kembali ke kampung halaman dan di tempat itu, relativitas waktu kembali memperlihatkan kebenarannya. Di tahun 2013, keadaan pulau kelahiranku nyaris tidak beranjak dari era 90-an. Apa yang kulihat saat masih TK, di tahun 1994, ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang kulihat saat ini, 2013. Waktu seolah-olah terhenti di sana. Selain cat yang semakin kusam dan para penghuni yang semakin berkeriput serta global warming, tidak banyak yang berubah dengan kota kelahiranku. Bangunannya, jalannya, tata kotanya, lautnya, sungainya, dan kesunyiannya. Mengintari lagi jalan-jalan lama yang pernah kutapaki, rasanya seperti memasuki mesin waktu.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Everything You See is not Real

Bisa saja itu Barcelona, Athletico atau AC Milan.
Kita tidak pernah tahu, karena itu jangan terlalu percaya dengan segala yang tertangkap oleh panca indera.
Orang lain yang membaca tulisan ini pasti kebingungan dengan maksud semua kalimat yang telah terlanjur terketik dalam postingan ini. Ada sebuah peristiwa besar (menurutku itu peristiwa besar, menurut orang lain mungkin itu hanyalah peristiwa omong kosong) yang melatarbelakangi penulisan postingan ini. Tapi saya tidak berminat untuk menceritakannya karena tidak ada juga yang berminat untuk membacanya. Jadi saya akhiri saja postingan ini dengan sebuah tanda titik.

Curiousane

Pernah melihat etalase di toko buku? Biasanya di etalase dipamerkan buku-buku best seller atau buku keluaran terbaru. Tiap kali melihat pajangan di etalase toko buku, selalu terbersit pertanyaan "mengapa buku itu yang harus dipamerkan? mengapa buku itu bisa jadi best seller? mengapa orang mau membelinya? apa istimewanya buku itu?" Karena penasaran, akhirnya buku itu terbeli juga. Padahal buku-buku itu belum tentu bagus isinya, bisa jadi klaim best seller itu hanyalah metode untuk melahirkan rasa penasaran. Manusia rela melakukan apa saja untuk memuaskan rasa penasarannya, meskipun itu harus melanggar hukum. Dan sepertinya itu sudah menjadi sifat bawaan yang mendarah daging sejak terciptanya Adam dan Hawa.

Senin, 07 Oktober 2013

Gunjinf

Hidup yang damai dapat dimulai dengan upaya memahami serta menerima kelemahan dan kesalahan diri sendiri. Namun, tidak semua manusia dapat melakukannya. Sudah fitrah jika seorang manusia selalu merasa bahwa dirinya lebih baik dari manusia lainnya. Merasa bahwa orang lain lebih banyak salahnya jika dibandingkan dengan dirinya sendiri. Buta selektif, dapat melihat dengan sangat jelas keburukan orang lain, namun tak dapat melihat keburukan diri sendiri, kalau pun bisa dilihat, tidak mau diakui. Dengan mudahnya beberapa manusia mempergunjingkan keburukan manusia lainnya, seolah-olah mereka lah mahluk paling sempurna di muka bumi ini. Saya sudah menyaksikan begitu banyak kehancuran yang ditimbulkan oleh pergunjingan. Seandainya ada obat yang dapat menghindarkan diriku dari pergunjingan, saya dengan senang hati akan memakannya tiap hari

Minggu, 06 Oktober 2013

Restressa

Hidup harus dinikmati, betapa pun sulitnya. Hargai semua orang, agar lebih mudah menikmatinya. Jika orang lain tidak mau melakukan hal yang sama padamu, setidaknya, lakukanlah untuk dirimu sendiri.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Drufy

Tak ada kehidupan yang sempurna. Selalu ada cela yang tak terduga. Coba dinikmati saja.

Rabu, 02 Oktober 2013

Faset

Sudah fitrah kalau semua manusia yang hidup di zaman ini, menjengkelkan. Kita membuat jengkel mereka, dan mereka melakukan hal yang sama pada kita. Toleransi, pemaafan, dan pengabaian dilakukan untuk mencegah agar semua kejengkelan itu tidak berujung pada pengrusakan dan peperangan.

Hadapi semua persoalan dengan kepala dingin, walaupun itu mustahil.

Sabtu, 28 September 2013

Proximiter

Karena dekat, maka harusnya lebih mudah untuk mengerti. Dengan orang yang jauh saja, kita bisa memahami mengapa mereka tidak menelepon, tidak membalas sms atau menjawab pesan online.
Kita memberikan toleransi lebih pada orang yang jauh, mengapa kita tidak bisa melakukannya pada orang yang dekat?

Kamis, 26 September 2013

Rut

Rutinitas membuatmu gila. Tapi kamu menolak berhenti dan tak ingin bertemu psikiater. Kamu bilang, rutinitasmu tidak boleh dihentikan, kamu menikmatinya dan itu membuatmu merasa lebih hidup.

Rabu, 25 September 2013

Learning Skill

Hikmah apa yang bisa diambil dari internship di daerah yang gersang? Banyak. Pertama, kita bisa belajar hidup susah, lalu Kedua, kita bisa belajar untuk mulai mengeluh, kemudian Ketiga, kita bisa belajar untuk mengubah keadaan. Namun apabila keadaan tidak juga berubah, hikmah Keempat yang dapat kita peroleh adalah kita bisa mulai belajar menerima keadaan. Saya sudah melewati semua fase tersebut. Dan saat ini saya mulai belajar menerima keadaan. Sulit memang, tapi yah, dinikmati saja.

Minggu, 22 September 2013

Summer

Kemarau. Saya mulai mendengar banyak suara batuk di sekitarku. Debu dan berbagai jenis mahluk hidup yang masuk ke saluran pernapasan selama kemarau sepertinya bertanggung jawab atas derita orang-orang yang batuk.

Minggu, 15 September 2013

Sosup

Again, I'm feeling so super today. Maybe this is because the sun, the weather, the sky or the cloud. Or it's simply because of you.

Selasa, 10 September 2013

Sup

Entah mengapa, hari ini saya merasa super. Apa mungkin Mario Teguh telah merasuki otakku? Atau ini hanya efek bangun pagi yang terlalu dini?

Rasanya tidak ada satu pun kegiatan di muka bumi ini yang tak dapat aku lakukan. Semua yang ada di dunia ini terlihat lebih indah. Sayangnya, itu cuma perasaan.

Grafrier

Selalu ada rasa takut untuk menghasilkan tulisan yang jujur, yang murni dari dasar hati.

Berbohong rasanya lebih mudah dari itu.

Senin, 02 September 2013

Scene Backer

Setelah terjun ke masyarakat, saya semakin yakin bahwa saya tidak tercipta untuk menjadi orang yang bekerja di garda terdepan layanan. Bertemu orang banyak, bersosialisasi, itu tidak cocok denganku. Bersosialisasi adalah hal yang melelahkan, apalagi bersikap palsu untuk menyenangkan orang lain, itu lebih melelahkan lagi. Energiku tidak cukup untuk melakukan semua itu. Saya lebih suka berinteraksi dengan manusia ketika mereka hanyalah berupa potongan piksel dalam layar elektronik.

Suatu saat nanti, saya mungkin akan bekerja di bidang yang membuatku bertemu orang lain ketika mereka tertidur atau saat mereka berada dalam bentuk foto, potongan jaringan, atau setetes cairan. Bekerja saja di belakang layar, di lingkungan yang sepenuhnya berada di bawah kendaliku, atau kalau pun tidak bisa kukendalikan, setidaknya di situ, saya tidak dikendalikan. Tidak ada paksaan jam berapa harus bekerja, harus memilih siapa saat pemilu, harus memakai baju apa jika sudah hari jumat.

Dikendalikan orang lain adalah salah satu hal yang paling tidak menyenangkan di dunia ini.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Mirror Mirror Mirror

Di pondokan, ada sebuah cermin yang diletakkan di ruang nonton.
Kami menyebutnya cermin cinderella. Semua orang yang bercermin di situ langsung terlihat lebih tampan.
Efek pencahayaan di ruang nonton membuat semua yang terpantul dari cermin cinderella menjadi lebih artistik.
Kru pondokan, biarpun punya cermin di kamar, mereka justru lebih memilih bersolek di cermin cinderella.
Terlihat lebih tampan di sebuah cermin, biarpun itu hanyalah ilusi, maya, bohong, tetap saja menyenangkan.

Jumat, 30 Agustus 2013

Drowsy

Saya tidak tahu bedanya drowsy dengan sleepy. Karena sepertinya dalam bahasa Indonesia, arti untuk dua kata itu sama, mengantuk. Kebiasaanku bergadang kambuh lagi dalam dua minggu terakhir. Sangat tidak sehat.

Happily

Ada dua golongan orang yang bahagia, pertama, yang punya banyak keinginan lalu mampu mewujudkan keinginan-keinginan tersebut dan kedua, orang yang tidak punya keinginan sama sekali. Sedangkan manusia yang paling menderita adalah yang punya banyak keinginan tapi tak satu pun yang tercapai.

Kamis, 29 Agustus 2013

Riuh

Rencana awal beli smartphone agar bisa lebih mudah membuka email dan kegiatan blogging bisa lebih lancar. Tapi rencana tetap tinggal sebagai rencana tidak pernah terealisasi. Saya justru terhisap dalam pusaran keriuhan media sosial. Asli, di sana terlalu riuh. Saya lebih suka suasana blogspot yang sunyi. Tidak ada liabilitas.

Nb: insidensi kesalahan ketik di smartphone jauh lebih tinggi dibanding phone yang tidak terlalu smart.

Rabu, 28 Agustus 2013

Feelit

Rumit. Tidak tahu mana jalan yang benar. Tidak tahu benar yang mana yang harus diikuti. Benar menurutnya atau menurutmu, yang pasti, benar menurutku tidak ada. Kalau itu ada, saya tidak perlu bingung seperti ini.

Minggu, 25 Agustus 2013

Touchy

Belum terbiasa dengan touchscreen. Rasanya kurang sreg kalau harus mengetik tanpa menekan tuts yang keras. Emosi tidak tersalurkan dengan tepat. Berlebihan, tapi begitulah adanya. Sejak dulu, manusia senantiasa melakukan ritual-ritual yang keras dan berat untuk menyalurkan perasaan. Lihat saja acara ibadah tiap agama, selalu ada gerakan khusus untuk mendekati Sang Pemilik Perasaan Semesta.
Aktivitas yang rigid seolah-olah dapat menggeser kegundahan yang menyumbat hati. Seperti saat menekan tuts Nokia 5310 lamaku yang kerasnya minta ampun saat menulis blog ini. Rasanya menyenangkan jika sudah memposting sebuah tulisan setelah bersusah payah menulisnya dengan tuts yang menghabiskan energi. Sensasi seperti itu belum bisa kudapatkan dari ponsel layar sentuh yang katanya pintar. Terasa hambar. Lagi-lagi berlebihan.

Semua hanya masalah kebiasaan. Jika sudah lama terjalani, pasti akan terbiasa juga. Saya selalu percaya bahwa manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa.

Groty

Carilah pasangan hidup yang dapat menerima kumis dan rambut ikalmu, begitu kata seorang teman. Sayangnya, seluruh dunia membenci keduanya. Jadi terimalah nasibmu anak muda, jika kamu memiliki keduanya dan tak dapat atau tak mau mengubahnya.

Rabu, 21 Agustus 2013

Love It Till Countless Number Emptying It's Less

Katanya, agar bahagia, jangan pernah meninggalkan orang yang mencintaimu dan berhentilah mengejar orang yang tidak mencintaimu.
Terdengar basi dan klise.
Tapi mungkin akan saya coba aplikasikan.

Polyfracta

Terlalu banyak membuat akun media sosial membuatku kebingungan. Bingung dengan cara mengurusnya. Kapan harus update line, kapan harus buka fb, kapan harus check in di path, kapan harus berfoto di instagram, kapan harus ngetwit? Mungkin inilah yang disebut dengan cultural shock. Saat kemajuan zaman justru membuat manusia semakin impulsif dan disorientasi terhadap realitas. Kata seorang teman, kondisi seperti itu hanya bisa disembuhkan oleh paceklik kuota internet.

Sabar dan menahan diri. Itu ajaran lama yang sudah terdengar kuno. Saking kunonya, ada rencana untuk menghapus kata sabar dari kamus bahasa. Orang sabar tidak bisa hidup di zaman moderen. Saat semuanya serba terburu-buru.

Padahal sejak Adam dan Hawa tercipta, ajaran sabar telah disampaikan Tuhan melalui perantaraan buah khuldi. Seandainya saja Adam dan Hawa bisa menahan diri.

Senin, 19 Agustus 2013

Jelajah

Sedang mencoba melakukan hal-hal baru, yang dulunya tidak disukai. Menjadi sesuatu yang lain.

Minggu, 18 Agustus 2013

Fate for Freedomioni

Merdeka itu terbebaskan dari siksaan perasaan obsesif dan posesif, teryakinkan bahwa tidak semua hal harus dan bisa dimiliki, segila apapun keinginan kita untuk mendapatkannya. Saya ingin sekali memiliki bulan, menyimpan dan menjadikannya salah satu koleksi di rumah. Sayangnya, hal macam itu hanya dapat terjadi di film Despicable Me. Di bumi yang kupijak, tempat orang-orang bisa saling bunuh atas nama tuhan atau malah karena uang seribu rupiah, antara yang realistis dan imajinatif sangat jelas batasannya. Ada jutaan hal imajinatif yang tetap menjadi imajinasi dan hanya menjadi obsesi gila karena hukum alam realitas tak pernah mengizinkan manifestasinya.

Meskipun kata orang, takdir itu di tangan tuhan, manusia sudah bisa memprediksi batasan-batasan probabilitas takdir. Seperti seorang pria yang hidup di pedalaman Kalimantan, yang tidak mungkin menikah dengan wanita yang hidupnya di pedalaman Afrika. Mereka tak mungkin bisa bertemu, tak ada transportasi, tak ada komunikasi, beda budaya, beda bahasa, mana mungkin bisa bertemu. Hanya kejadian luar biasa yang dapat menikahkan mereka. Misalnya saja tiba-tiba terjadi serangan alien yang menculik manusia untuk dijadikan permen lolipop, wanita Afrika dan pria Kalimantan tersebut diculik lalu dipertemukan di pesawat alien, tiba-tiba saja mereka jatuh cinta saat bertemu, dan 15 menit sebelum diubah jadi lolipop mereka menikah. Karena itu hanya pemisalan, jadi lupakan jalan cerita logis tentang penjajakan, pengenalan orang tua, atau tentang siapa yang harus pindah agama kalau mereka menikah, atau penghulunya harus menghadap mempelai atau membelakangi atau tentang kepanikan yang terjadi saat mereka akan diubah jadi lolipop, apalagi tentang maharnya. Karena membahas hal seperti itu akan sangat rumit dan menyusahkan.
Seperti halnya perasaan obsesif dan posesif yang melanggar batasan takdir, rumit dan menyusahkan. Terbebaskan dari rasa seperti itu adalah merdeka.

Kamis, 15 Agustus 2013

Romanpat

Ada sebuah garis tipis yang memisahkan antara menjadi romantis dan psikopat. Saking tipisnya, sampai banyak orang yang berusaha untuk romantis, justru menjadi psikopat untuk orang lain.

Mengirimkan sms apa kabar, sudah makan, sudah minum, sudah BAB, sudah BAK, dan sudah tidur pada orang yang disukai, mungkin itu terkesan romantis. Tapi mendapatkan sms apa kabar, sudah makan, sudah minum, sudah BAB, sudah BAK, dan sudah tidur dari kekasih yang sudah diputuskan 3 bulan lalu karena kebrengsekan dan kebajingannya, dan jelas-jelas orang yang dikirimi kabar sudah menginstal aplikasi untuk memblok nomor ponsel sang mantan, itu psikopat.

Romantis itu kalau orang yang Anda sukai mengetahui setiap detail tentang kehidupan yang telah Anda jalani, entah tanggal lahir, jadwal cabut gigi, jam masuk kantor, atau jadwal ke kebun binatang, namun jika orang yang membuatmu jengkel tiap detik yang melakukan hal tersebut, itu psikopat.

Mem-follow orang yang Anda sukai lewat twitter, fb, atau line agar dapat mengetahui kabarnya, itu romantis.
Mem-follow mantan, yang telah memblok Anda dari semua jenis media sosial, hanya untuk mengetahui kabarnya dan memastikan dia sudah punya pacar baru, itu psikopat.

Datang ke rumah orang yang disukai dengan bunga, mungkin itu romantis.
Melakukan hal yang sama pada pria atau wanita yang jelas-jelas sudah lapor polisi supaya dijauhkan dari Anda dan sengaja mengambil jalan memutar hanya untuk menghindari Anda, itu psikopat.

Intinya, jika seseorang sudah mengatakan tidak suka pada Anda sebanyak tiga kali satu hari dalam seminggu selama 3 bulan berturut-turut dan selalu berusaha menjauh dari Anda, lebih memilih mengambil jalan putar berjarak 3 kilometer daripada harus bertemu Anda, namun Anda justru tetap ngotot meminta agar orang itu mau menerima Anda, sampai Anda harus menangis di pagi hari dan teriak di malam hari, maka segeralah mencari seorang psikiater yang dapat menolong. Anda sedang sakit.

Asimetron

Beberapa orang mampu menghasilkan puluhan jutan rupiah hanya dari kegiatan mengetik, copy, paste, namun ada juga orang yang cuma bisa memperoleh beberapa ribu rupiah dari jenis kegiatan yang sama. Ada yang harus menghabiskan separuh hidupnya untuk dapat uang semilyar, ada juga yang hanya butuh beberapa menit untuk mendapatkan uang yang sama banyaknya.

Hidup di dunia asimetri harus terbiasa dengan hal-hal macam itu. Tidak perlu mengumpat.

Jumat, 09 Agustus 2013

Silver Lining to Arms

Salah satu bagian yang menarik dari film Silver Linings Playbook adalah ketika Pat melempar buku Farewell to Arms karangan Hemingway, keluar dari jendela, lalu mengoceh pada orang tuanya tentang betapa buruknya novel Hemingway yang berakhir tragis. Mengapa tokoh Hemingway dalam novel tersebut tidak bisa hidup bersama wanita yang dicintainya? Mengapa harus membuat novel yang berakhir tragis? Hidup ini sudah berat, terlalu berat. Tidak bisakah pengarangnya berpikir lebih positif?

Saya selalu tertawa tiap melihat ulang adegan tersebut.
Sepertinya sulit untuk meminta Hemingway berpikir positif. Coba jelaskan bagaimana hal positif dapat timbul dari orang yang dua kali ikut perang kemudian tiga kali bercerai dan empat kali menikah lalu mengalami kecelakaan pesawat sebanyak dua kali berturut-turut? Tak terbayangkan, betapa banyak kepedihan yang telah dialami Hemingway. Konon, karena terlalu banyaknya kepedihan, beliau sampai harus mengakhiri hidupnya sendiri.

Setiap orang punya caranya sendiri untuk menjalani hidup. Postif, negatif, terserahlah. Yang penting, jangan mengganggu dan menyakiti orang lain.

Life as you please

Berusaha menjadi orang yang baik, tidak menyakiti manusia lain, dan menjalani hidup secara damai. Saya tidak meminta banyak dari kehidupan ini. Saya tidak meminta banyak. Hanya itu. Cukup itu.

Maaf-maafan

Apakah mungkin semua dosa dapat terhapuskan hanya dengan sebuah kata maaf? Entahlah, saya hanya mencoba untuk mempercayainya.

Kamis, 08 Agustus 2013

Khutbah

Tiap tahun mereka diperdengarkan. Meskipun temanya selalu tentang kembali pada keadaan fitri, sulit untuk mengingat apalagi mengaplikasikannya. Yang paling kuingat dari mereka hanyalah salam pembuka dan salam penutupnya. 

Khutbah Idul Fitri di pekarangan Masjid Ali Hizam

Rabu, 07 Agustus 2013

Neewbiie

Got new friends. I call them Streety and Moses.
I hope they'll never cheat like human.
It'll break my heart if they do that.

PSP E1004 IW a.k.a PSP Street
Oppo R821 a.k.a Muse

Fasting H-1

ⓚⓞⓜⓤⓝⓘⓣⓐⓢ ⓑⓐⓝⓖ ⓣⓗⓞⓨⓘⓑ
Lagi-lagi menjadi penjaga pondokan saat lebaran. Berkumpul bersama orang-orang yang senasib. Menghalau penjarah pondokan. Kemarin, ada lagi satu pondokan yang terbobol. Pondokan wanita yang semua penghuninya sedang mudik. Empat kamar dijebol, tapi hanya 2 kamar yang barangnya raib, sisa kamar lainnya aman karena pencuri lebih dahulu kabur setelah mendengar keributan dari orang-orang yang teriak maling. 
Sebagai pelajaran, saat mudik, simpan barang berharga di deposit penitipan barang berharga, sayangnya jasa seperti itu belum ada di Makassar, dan jika ingin menggrebek pencuri, panggil orang sebanyak-banyaknya, lalu sebisa mungkin jangan bersuara agar pencurinya tidak sadar saat akan digrebek

Buka puasa H-1 Lebaran di Masjid Ali Hizam

Ready Steady Swap

ⓑⓔⓡⓢⓘⓗ - ⓑⓔⓡⓢⓘⓗ ⓢⓔⓑⓔⓛⓤⓜ ⓛⓔⓑⓐⓡⓐⓝ. 

Someone to Blame

Saat kembali ke pondokan, yang menyambut hanya Ical, Hendrik, Fafi, Haris, Dani, Kak Aris dan Sudar. Satu hari kemudian, Ical, Hendrik dan Sudar ikut tren mudik.

Lima orang yang tersisa di pondokan sebenarnya berniat juga pulang ke kampung halaman. Tapi kami semua punya pemikiran yang sama, pulang kampung bisa dilakukan kapan pun, tidak harus lebaran. Pulang kampung hanya untuk shalat ied lalu ke rumah tetangga, ayolah, kenapa harus menunggu lebaran untuk melakukan hal tersebut?
Lagi pula pertarungan di medan mudik sudah terlalu ekstrim untuk orang-orang seusia kami. Berhimpit-himpitan di kapal laut, terombang-ambing di laut, rasa tidak aman, kepenatan dan frustasi, semua ketidaknyamanan itu, cukup dialami di masa lalu saat darah muda masih mengalir. Saya sudah terlalu tua untuk merasakan penderitaan seperti itu. Bumi ini terlalu tua untuk menyaksikan mahluk sepertiku menderita.

Penderitaan adalah hal yang nyata. Bertahun-tahun aku mencoba menghindarinya, tapi tetap saja dia datang dan menggodaku. Siapa yang harus disalahkan atas kemalangan itu? Pencipta penderitaan? Ini seperti hendak menyalahkan Hemingway yang telah menulis akhir novel yang tragis. Kenapa tidak menyalahkan saja orang yang membacanya? Kenapa harus ada yang disalahkan? Karena begitulah dunia bekerja. Tuhan, di akhir zaman, akan mencari-cari kesalahan manusia. Dia mencari sesuatu untuk disalahkan. Apa salah kalau kita, manusia, mencari sesuatu untuk disalahkan?

Minggu, 04 Agustus 2013

Ram Ah

Beberapa orang tercipta untuk menjadi ramah. Yang lainnya terlahir untuk jadi nemesisnya. Saya masuk kategori kedua. Biarpun sudah diajarkan sejak kecil hingga sekarang bahwa bersikap ramah adalah hal yang baik, tetap saja saya sulit menerima doktrin itu. Bagiku, kegiatan ramah tamah adalah salah satu jenis penjajahan atas kemerdekaan berekspresi. Ramah tamah itu terasa palsu. Orang sepertiku sulit menjalani drama macam itu tiap hari. Terlalu melelahkan. Menghabiskan banyak energi. Apalagi kalau harus berhadapan dengan orang-orang yang menjengkelkan, dan saya dituntut untuk tetap bersikap ramah. Capek.
Semakin diberikan keramahan, semakin menjadi-jadi pula gayanya.

Di dunia ini, ada beberapa manusia yang tidak layak mendapatkan keramahan. Jika bertemu mereka, sekalian tendang saja mereka lalu injak-injak. Bagaimana bisa tahu mereka layak atau tidak mendapatkan keramahan? Kamu akan tahu sendiri saat berurusan dengan mereka. Sama seperti menemukan pasangan hidup, hati dapat membedakan wanita pengkhianat dan wanita setia. Sulit untuk menjelaskan mekanismenya, tapi hati dapat menyadarinya sendiri ketika bertemu.

Jumat, 02 Agustus 2013

Xanbrest

Hidup ini dipenuhi oleh banyak peristiwa yang tak terkendali, yang dapat membuat frustasi ketika dipikirkan. Jadi biarkan saja mereka tak terkendali selama hidupku baik-baik saja.

Saya tak mungkin asal menjitak anak-anak yang berlari-lari dan bakar petasan dalam masjid ketika orang-orang sedang shalat, saya tak mungkin menemukan obat yang dapat menyembuhkan AIDS atau menghilangkan kelaparan di Afrika biarpun saya sangat menginginkannya. Saya juga tak mungkin mendamaikan Israel dan Palestina, atau Mesir atau Afganistan atau Irak atau menghentikan kekasih yang selingkuh atau menghidupkan kembali Einstein atau mencegah pemboman Hiroshima-Nagasaki. Semua yang tak dapat dikendalikan, jangan biarkan itu merusakmu.

Spesial Charger

Chargerku hilang. Tapi kehilangan itu tak membuat langit gelap dan awan mendung. Tak ada juga kilat yang menyambar-nyambar. Kehidupan nyata memang hambar. Tanpa drama dan spesial efek.
Malas cari.
Beli baru saja.

Poemanti

Saya bukan peminat puisi. Asli. Informasi yang tidak penting. But who cares. Ini kali kedua saya menulis tentang ketidaksukaanku pada puisi. Harap jangan tersinggung buat yang cinta puisi. Satu orang hater tidak akan meruntuhkan langit atau menggemparkan dunia perpuisian. Bahkan kalau SBY, Obama, dan Sekjen PBB bersatu jadi hater puisi, itu tak akan mengubah apapun, paling banter mereka hanya akan melakukan pelarangan pelajaran puisi di sekolah-sekolah, pembredelan dan pembakaran buku puisi, dan hal-hal semacamnya. Dunia puisi yang punya penggemar di seluruh penjuru bumi, tidak perlu khawatir. Life goes on.

Tiap dengar atau baca puisi, saya selalu membutuhkan asetaminofen yang dosisnya dua kali lebih besar dari yang kuperlukan saat membaca tulisanku sendiri. Karena itu, dari pada sakit kepala, saya lebih suka menjauh dari puisi atau tulisanku sendiri setelah itu terposting. Pernah saya mencoba membaca ulang tulisan-tulisanku yang dulu, kesan pertama yang muncul, "tulisan apa ini? Kenapa inkomprehensif sekali? Pasti penulisnya tidak berasal dari planet ini." Padahal itu saya yang menulisnya sendiri. Bagaimana dengan kesanku saat membaca puisi? Pastinya lebih parah dari membaca tulisan sendiri.

Kamis, 01 Agustus 2013

Little By Little then Monster By Monster

Bawang ajaib. Harganya dua ribu rupiah. Sekotak isinya lima puluh butir. Tidak perlu api. Cukup dibanting, butiran mesiu yang ada dalam pembungkus kertas tipis terpicu, lalu duarr...
Mainan ini sangat populer di Sidrap. Penjual petasan sampai harus memproduksinya berkali-kali dalam sehari karena seringnya terborong oleh para teroris kecil. Para teroris itu sering sekali datang ke masjid saat Isya dan Tarawih. Bukan untuk shalat tapi saling pamer, siapa yang punya petasan paling keren. Waktu masih kecil, apa saya juga punya kecenderungan menjadi teroris seperti mereka, ya? Lupa.

Dalam menghadapi para teroris kecil seperti mereka, saya harus mengalokasikan banyak cadangan maklum. Jadi tiap kali mereka bikin ulah, saya cukup bilang, maklum saja mereka masih kecil (masih kecil cuma meledakkan petasan di sekitar masjid, kalau sudah besar entah apa yang mau diledakkan), maklum saja mereka masih SD (masih SD saja sudah ahli petasan, kalau tamat kuliah nanti mungkin mainannya bom hidrogen), maklum saja mereka sedang dalam masa pertumbuhan (tumbuh menjadi apa? Menjadi monster?)

Rabu, 31 Juli 2013

Moneto

Punya banyak uang adalah segalanya. Bagaimana pun cara mendapatkannya. Jika sudah bosan membeli barang-barang di toko, showroom, dan black market, sisa uang yang masih terhambur-hambur dapat dipakai untuk membeli manusia dan hukuman mati. Apalagi yang lebih hebat dari itu?

Seorang teman pernah bilang, banyaknya uang yang manusia dapatkan berbanding lurus dengan jumlah pengorbanannya. Lalu bagaimana dengan para kuli yang tiap hari memanggul barang atau orang yang terlahir dari keluarga kaya? Apa pengorbanan mereka sepadan?
Konsep rejeki akan mengatakan bahwa apa yang mereka dapatkan sudah sepadan. Sepertinya tidak adil kan.
Tapi beberapa manusia bilang, rejeki tidak melulu soal uang. Bisa jadi itu berwujud ketentraman hidup, terhindar dari bahaya, terjauhkan dari perselingkuhan, teramankan dari polisi dan penjahat. Mungkin saja pernyataan seperti itu dibuat sebagai pengalihan isu atas ketidakmampuan menghasilkan uang banyak. Karena pada akhirnya, mayoritas manusia hanya melihat rejeki sebagai sesuatu yang dapat dihitung. Dan yang dapat dihitung, hanya uang.

Demi uang, jangan sungkan-sungkan untuk berbuat kejahatan besar, begitu kata pesakitan sosial. Daripada hanya mencuri ayam dengan resiko mati digebuk massa, lebih baik korupsi atau jual narkoba yang tanpa resiko sama sekali. Tanpa resiko karena biarpun tertangkap, toh, masih bisa hidup enak di penjara. Bisa dapat fasilitas seperti hotel, punya kesempatan berlibur dan ada juga bilik khusus untuk bercinta. Kalau bisa hidup nyaman dengan menjadi kriminal, mengapa harus menjadi orang baik?

Orang yang tidak punya banyak uang juga pernah bilang bahwa punya banyak uang tidak otomatis menjadikan seseorang terhormat. Hanya karena dia tidak punya banyak uang, makanya dia bisa bilang begitu. Mungkin saja pernyataan itu dibuat di atas dasar rasa dengki. Siapa yang tahu.
Fakta membuktikan, semua orang yang punya banyak uang, pasti dihormati. Apalagi kalau uangnya melebihi devisa negara Indonesia.

Orang-orang baik yang tersisa di Indonesia, mungkin karena terlalu baiknya, tidak mau banyak protes atas anomali tersebut. Biarlah mereka bahagia di dunia dan mendapat balasan di akhirat. Para orang baik merasa yakin sekali bakal masuk surga dan para kriminal bilioner itu pasti masuk neraka. Siapa tahu saja para kriminal itu bisa juga membayar malaikat agar diizinkan masuk surga. Mahluk Tuhan tak ada yang sempurna kan, bisa saja ada malaikat yang cacat. Siapa tahu saja ada malaikat yang matre. Sulit untuk membayangkannya. Tidak ada yang pernah mati lalu menjalani hari-hari di akhirat kemudian hidup lagi dan menceritakan kehidupannya setelah mati,
seperti apa malaikat,
seperti apa surga,
seperti apa neraka,
seperti apa mati.

Senin, 29 Juli 2013

Anxyoziolus

Hidup ini dipenuhi oleh kecemasan-kecemasan yang tidak perlu. Cemas pada masa depan, jodoh, penghasilan, karir, dan sejumlah hal tidak penting lainnya. Dari 100 kecemasan yang ada di kepalamu saat ini, hanya ada 1 kecemasan yang patut mendapat perhatian, 99 lainnya tidak lebih dari sekedar imajinasi atau produk sampingan yang timbul setelah kita menonton TV, mendengar musik dan membaca novel. Mereka semua tidak nyata. Jadi tenang saja jika kecemasan datang menyergap, mereka pasti berlalu bersama waktu.

Tapi jangan pernah katakan kalimat-kalimat seperti di atas pada orang yang sedang cemas. Bagi mereka, 99 kecemasan imajinatif yang mereka rasakan merupakan suatu kenyataan yang sulit terelakkan. Mereka tak bisa menghindarinya dan itu harus dirasakan karena bagi mereka, kehidupan tak berjalan sempurna tanpa adanya kecemasan.

Mencoba menenangkan kecemasan mereka hanya akan menimbulkan kecemasan yang lain. Jadi biarkan saja mereka cemas, sampai mereka sendiri sadar bahwa kecemasan itu tidak nyata.

Bomber

Salah satu hal yang saya suka dari Bilokka adalah orang-orang di sekitar sini tidak ada yang suka membakar petasan ketika yang lain sedang asyik tarawih.

Sabtu, 27 Juli 2013

Acromatic

Dunia tak selebar daun kelor. Memangnya, siapa bilang dunia selebar daun kelor? Ada. Banyak.
Orang yang selama hidupnya tinggal di pulau terpencil dan tak pernah keluar pulau sejak janin, paling sering mengalami disorientasi seperti itu. Mereka bertemu orang yang sama tiap hari. Mereka mengetahui seluk beluk orang-orang yang tiap hari ditemui hingga ke ukuran upil dan merek celana dalamnya. Jangan heran, saat bicara dengan orang macam itu, Anda seperti berbicara dengan katalog berjalan, dan yang menjadi produknya adalah tetangga dan keluarga. Bagi mereka, tetangga dan keluarga adalah sejenis barang elektronik yang harus dihafal spesifikasinya.

Sinistra

Beberapa orang awalnya mencoba menjadi sinis hanya agar tidak terlihat melankolis. Tapi mereka tidak sadar jika sinis adalah candu. Sekali mencobanya, maka hal itu akan menimbulkan ketagihan yang tak berujung.
Dulunya mereka hanya sinis untuk hal-hal selektif, tapi perjalanan waktu menjadikan sinis sebagai gaya hidup yang tak terelakan. Sehari tidak sinis seperti merebus sayur tanpa air.

Jumat, 26 Juli 2013

Panther

Semua angkutan antar kota yang menggunakan mobil non-bus, orang di sini menyebutnya Panther, padahal mobil yang digunakan adalah Avanza atau Xenia. Orang sudah jarang menggunakan Panther karena itu mobil merek lama yang untung saja kalau masih diproduksi. Lagipula, banyak orang yang tidak lagi naik mobil Panther karena tidak suka aroma solar yang terbakar.
Latah.
Sama seperti orang Bima yang menyebut semua jenis motor di daerahnya dengan sebutan Honda, jadi istilah Honda Mio (padahal semestinya adalah Yamaha Mio) atau Honda Ninja (sebetulnya Kawasaki Ninja) adalah hal yang lazim. Kelatahan itu juga dapat dilihat pada istilah Aqua. Semua jenis air kemasan disebut Aqua padahal mereknya adalah Ades, Club, atau mungkin JS.

Dunia memang hanya ingat yang pertama. Kedua, ketiga, dan seterusnya terpaksa harus mengikut.

I just ignored all the tales of a past life

Ingatan adalah identitas manusia. Begitu ingatan hilang, maka hilang pula identitasnya. Orang yang amnesia bisa mendapatkan kembali identitasnya dari ingatan orang -orang di sekitarnya yang masih memiliki ingatan tentang dirinya. Bagaimana jika orang lain juga telah kehilangan kenangan tentang orang yang amnesia itu? Maka praktis, terciptalah seorang manusia baru yang tak memiliki identitas.
Betapa mengerikannya suatu kehidupan manusia yang tak dikenali oleh orang lain maupun dirinya sendiri. Ataukah itu sebuah berkah?


Takdirania

Kata teman, untuk mewujudkan sesuatu, manusia harus punya keinginan, kesempatan dan kekuatan.
Ketika manusia tidak memiliki salah satu atau beberapa komponen tersebut tapi sesuatu tetap terjadi, maka itu yang dinamakan takdir.
Mungkin teman tersebut tidak tahu bahwa takdir tidaklah sesederhana itu atau justru saya yang menganggapnya terlalu rumit?

Petunjuk

Suatu hari di kanal. Saya berpapasan dengan seorang pria yang sedang menelepon sambil teriak-teriak. Sebetulnya malas mendengar percakapan telepon orang lain. Saya bukanlah sejenis KPK atau agen rahasia yang doyan menyadap. Tapi pria itu seperti sengaja teriak agar seantero kota mendengarnya. Mungkin dia terinspirasi iklan 3, menelepon dengan suara keras supaya terdengar keren.

Intinya, pria itu sedang memberikan petunjuk jalan pada temannya. Tapi caranya itu loh, satu kebun binatang di kerahkan dan kerangkeng makian seperti sengaja dilepas untuk menghiasi petunjuk yang telah diberikan. Mungkin saja teman yang diberikan petunjuk mengalami retardasi mental hingga sulit memahami petunjuk dan layak mendapat makian atau,bisa saja yang mendapat petunjuk sebenarnya cerdas, tapi tak ingin mengerti karena mendapat perlakuan yang kasar. Memangnya siapa manusia yang mau mendapat hadiah satu kebun binatang bonus sakit hati? Satu binatang saja, sudah cukup. Tidak perlu ditambah.

Sebenar apapun petunjuk yang diberikan, kalau disampaikan dengan cara yang kasar, saya juga pasti menolaknya.

Kamis, 25 Juli 2013

Sahur

Saya selalu suka suasana sahur di kawasan pondokan. Selalu ramai. Suasana yang tak mungkin kudapatkan di tempatku bertugas sekarang. Selalu suka melihat orang-orang yang bergegas mencari makan di dini hari. Apalagi ketika waktu imsak makin mendekat, orang-orang yang terburu-buru dan berdesak-desakan di warung makan, selalu memberikan tontonan yang menarik.
Saat fajar nyaris menjelang, orang yang makan tanpa mengunyah jadi pemandangan yang biasa. Mereka menelan secepatnya agar ada sesuatu yang mengganjal lambung, sesuatu yang dapat menjinakkan asam di sana. Kalau sudah begitu, saya jadi ingat dengan mahluk memamah biak. Telan semuanya, kunyah nanti. Paling miris ketika sedang asyik menelan, fajar datang, dan mereka belum sempat minum, apalagi kalau yang mereka telan terakhir adalah semangkuk sambal. Lengkap sudah, bahkan mahluk memamah biak pun butuh minum untuk dapat memamah dengan baik.

Ketika mereka mampu bertahan puasa selama 14 jam dengan kondisi sahur macam itu, mereka patut diacungi satu jempol. Dua jempol diberikan untuk orang yang sama sekali tidak sahur karena terlambat bangun. Itu juga pemandangan yang biasa di pondokan.

Choose Choice Choosen

Salah satu momen dalam hidup yang paling bikin greget adalah berada di persimpangan jalan pilihan. Bingung memilih jalan hidup karena tak ada pilihan yang dominan dan kita tak pernah tahu implikasi pilihan yang telah kita ambil.

Mencoba menjawab pertanyaan seperti ini, "apa yang terjadi seandainya saya memilih itu dan meninggalkan yang itu?" seringkali lebih sulit dari pertanyaan wawancara kerja.

Rasanya hidup lebih mudah ketika hanya ada satu pilihan hidup dan itu merupakan pilihan yang menyenangkan.

Selasa, 23 Juli 2013

Compromises

Segila apapun dirimu, seidealis apapun pikiranmu, dunia kerja dan realitas akan memaksamu menjadi rasional dan realistis. Begitu kata seorang teman.

Dulu, sebelum menyentuh dunia kerja dan realitas, pernyataan seperti itu hanya kuanggap angin lalu. Pikirku saat itu, hanya orang lembek yang mau diubah oleh keadaan. Manusia tangguh semestinya yang mengubah keadaan. Biarpun dunia berputar ke arah utara dan Justin Bieber dinaturalisasi jadi warga Indonesia, tak ada seorang pun yang dapat mengubah diriku selain saya sendiri. Whatever people say I am, that's what I'm not. Egoisme masa muda. Dunia berputar karena diriku, dunia tercipta untukku.

Namun seiring dengan berjalannya waktu dan persentuhanku dengan dunia kerja, seluruh isi pikirku nyaris ter-format ulang. Manusia dan idealismenya hanyalah sebuah atom di jagad semesta, hilangnya satu atom tak kan mengubah aliran dimensi ruang dan waktu. Melawan dunia berarti menyerahkan diri untuk tergilas oleh kenyataan.

Realitas dan dunia kerja telah membawaku ke sebuah pemahaman baru bahwa dunia adalah asbak kompromi. Membalik atau menyisihkan kompromi hanya akan membuat masalah dan kerusakan berjatuhan tanpa arah di sekitarmu, seperti abu rokok yang lepas tak terkendali. Karena tak mungkin memaksa seluruh dunia berhenti merokok, membuat masalah, lebih baik sediakan saja asbak kompromi agar mereka tidak merusak lebih jauh. Meskipun kompromi itu sendiri berarti kerusakan, dalam bahasa Inggris, namun saya telah membuktikan bahwa kompromi dapat menyelamatkan dalam berbagai kondisi genting.
Seperti saat bertemu manusia-manusia megalomaniak, saat berhadapan dengan klien yang sok penting, saat berurusan dengan sejawat yang menjengkelkan, kompromi dapat menghindarkan konfrontasi yang tak perlu.

Awal-awal melakukan kompromi, biasanya timbul perasaan berdosa. Apalagi untuk orang-orang yang memegang prinsip teguh. Tapi setelah membuat suatu batasan kompromi yang dapat ditoleransi, pada akhirnya nurani tak lagi bergejolak.

Namun, kata teman yang lain, nurani yang tak lagi bergejolak bisa berarti kita telah melakukan hal yang benar atau justru nurani kita sudah mati karena prinsip-prinsipnya telah runtuh.

Senin, 22 Juli 2013

Wind of Choke

Datang kembali ke Makassar. Dua minggu saja ditinggalkan, kota ini sudah berubah banyak. Tapi kata teman, belum banyak kok yang berubah dari Makassar, tetap panas dan masih latah. Dia yang tinggal terus di Makassar mungkin tidak menyadari semua perubahan yang telah terjadi di kotanya karena terlanjut larut bersama perubahan dan keriuhan kota.
Tapi saya yang hanya sesekali datang ke kota Makassar, merasa kota ini bergerak terlalu cepat.

Selain dikejutkan biaya angkot yang naiknya lebih dari 20%, saya juga kagok mendengar kalau biaya pondokanku juga melesat hingga mencapai 2 juta per tahun. Padahal waktu 2007, biaya sewanya masih 1,2 juta/tahun, include biaya listrik dan air. Sempat naik jadi 1,3 juta pada 2010, tiba-tiba saja pada tahun ini jadi 2 juta. Kenaikan yang wow, tapi saya cukup maklum dengan keputusan pemilik pondokan. Dunia telah berubah banyak sejak 2007, semua biaya kebutuhan hidup meningkat drastis, begitu juga dengan sewa pondokan.

Sebenarnya masih banyak pondokan lain dengan harga segitu yang fasilitasnya lebih bagus dari pondok yang saya tempati sekarang. Jadi opsi pindah ke tempat lain terdengar masuk akal. Meskipun pondokanku mungkin masuk kategori paling bobrok di kawasan Unhas setelah munculnya berbagai pondokan baru yang berfasilitas lebih lengkap, tetap saja sulit untuk meninggalkan pondokanku yang sekarang.

Satu-satunya kelebihan pondokan ini adalah dia memiliki nostalgia kehidupanku selama 6 tahun terakhir. Kenangan bersama teman-teman sepondok yang sekarang sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Tiap jengkal tembok dan lantainya memiliki cerita. Terkadang saya tertawa sendiri kalau mengingat peristiwa-peristiwa yang pernah kulewati di pondokan.

Saat ini, para penghuni lama telah berganti dengan penghuni baru. Kebanyakan dari mereka merupakan mahasiswa baru. Tak ada satu pun yang kukenal. Rasanya aneh, tempat yang dulunya sangat kukenal kini telah berubah jadi suatu dunia asing. Seperti menginjak planet atau benua baru.

Two Weeks Crazy

Akhirnya di Makassar lagi. Setelah menjalani 2 minggu yang gila di daerah yang amat sangat terlalu terpencil sekali.

Minggu pertama di daerah itu, semua masih baik-baik saja. Saya menjalani puasa pertama di minggu tersebut, mengikut jadwal pemerintah. Di masa lalu, jadwal puasa seperti ini tidak layak masuk catatan blog karena semua jadwal ritual keagamaan memiliki waktu yang seragam, namun di masa kini, hal-hal seperti ini pun harus diperjelas karena begitu banyak keberagaman jadwal ritual agama. Di Ramadan tahun ini, Lailatul Qadr kira-kira jatuh di malam ganjilnya siapa ya, pemerintah atau lain-lain? Itu pertanyaan yang bodoh.
Dalam beberapa tahun terakhir ini saya selalu menjalani puasa pertama dalam keadaan on duty di daerah lain, jauh dari keluarga. Kapan ya, bisa puasa bareng lagi keluarga?

Minggu kedua di tempat tugas merupakan minggu neraka. Tiba-tiba saja saya jatuh sakit. Dua hari pertama, saya hanya ingin mengandalkan daya tahan tubuh untuk mengusir penyakit. Namun nampaknya hal tersebut tidak berhasil. Panggilan tugas dan panggilan ibadah puasa memaksaku untuk mencari pengobatan secepatnya. Seluruh badan rasanya luluh lantak. Untunglah para peneliti telah menciptakan antibiotik, antinyeri, dan anti-asam lambung. Sungguh obat-obatan tersebut benar-benar sangat membantu manusia dalam memerangi kesakitan. Terpujilah mereka.

Pada minggu kedua ini pula saya melihat wajah lain daerah ini. Minimnya pengetahuan masyarakat dan tingkah laku beberapa pejabat yang cenderung megalomania. Minimnya pengetahuan masyarakat mungkin tidak perlu dibahas terlalu jauh, karena hampir semua wilayah Indonesia masih dihuni oleh orang-orang seperti ini, untuk membasmi masalah itu, maka pemerintah mengucurkan banyak dana di bidang pendidikan dan melupakan bahwa sektor kesehatan juga butuh perhatian. Tapi tak apalah, pemerintah kita memang selalu begitu, terlalu fokus pada satu masalah dan melupakan masalah lain dan itu manusiawi. Bersyukur saja, negara ini belum bangkrut seperti kota Detroit, meskipun punya utang yang jumlahnya tidak kepalang tanggung.

Sedangkan untuk masalah tingkah laku pejabat, ini yang bikin miris. Apakah mungkin semua manusia, termasuk diriku, akan bertingkah megalomaniak dan gila hormat jika sudah menduduki suatu jabatan? Entahlah.




Minggu, 21 Juli 2013

Writo

Sebelum saya membuka blogger.com, ada sesuatu yang ingin ku tulis. Namun ketika blogger.com sudah terbuka, keinginan itu langsung hilang, mungkin ke laut. Saya sudah sering mengalami pengalaman seperti ini. Ketika benar-benar menginginkan sesuatu, saya tidak mendapatkannya. Namun ketika keinginan itu telah buyar, mereka justru datang sendiri.
Karena itu, saya berhenti menginginkan.

Jumat, 19 Juli 2013

Ambis Ius

Bahwa dalam setiap diri manusia, terdapat kotak ambisi. Saat itu terbuka, perangai manusia berubah, membuat manusia melakukan apa saja, meniadakan rasa puas dan berkecukupan.

Rabu, 17 Juli 2013

On Direction

Begitu mudahnya manusia kehilangan arah hidup. Jika sudah begitu, bahkan peta, kompas, dan GPS pun tak bisa membantu. Ributnya petasan di luar. Masih terang begini sudah ramai ledakan di berbagai penjuru cakrawala. Mereka mungkin sedang kehilangan arah menuju akal sehat.

Selasa, 16 Juli 2013

Biography

Halo world.

It's another nice day to talk about my life, my biography. Since no one wanna write it, so i'll do it alone. Then it will be the first publication that describe about me.

However, i don't know how to begin my life story because there are so many parts from my past that i couldn't tell anyone because of it's secrecy and i already forgot it. However, it's not related with forbidden sectes, paranormal activities, secret agencies, or astral experiences. I'm not such an exclusive human that can fly, have nanobot powers, talking with ghost and fighting against the dark side. It is not Star Wars and Paranorman.

Well, i guess it's enough for right now. Those explanations above, have told you everything that i'm completely random ensemble of an ordinary human. Period.

Nb:
tugas mengarang bahasa inggris yang belum dikoreksi.

Habitualisme

Jika saya mulai bosan menerjemahkan jurnal, saya langsung memulainya dari halaman paling akhir. Entah sejak kapan saya memulai kebiasaan ini, yang pasti hal tersebut sangat membantuku dalam mengusir rasa jenuh.
Saat melakukannya, selalu timbul sugesti bahwa tiap hal membosankan pasti memiliki akhir. Entah itu berakhir lalu tergantikan oleh hal yang menyenangkan atau justru hal membosankan lainnya. Anggap saja itu sebagai kejutan kehidupan, seperti membeli kucing dalam karung, atau melihat foto seorang wanita dengan Camera 360. Menipu, tapi banyak yang suka.

Sun and Cloud

Malasnya beraktivitas ketika langit sedang mengencingi bumi dengan air hujan. Rasanya ingin tidur saja, sampai matahari berhasil mengusir gerombolan geng awan yang kerjanya main-main air terus selama seminggu ini. Tapi begitu matahari sudah menggantung di langit, malas tak juga sirna. Tetap ogah beraktivitas, alasannya panas, tunggu awan menutupi matahari. Manusia, apa maumu?

Senin, 15 Juli 2013

Sicky

Rasanya seluruh badan luluh lantak. Sakit itu benar-benar menyakitkan. Ingin beraktivitas tapi tubuh melarang. Sepanjang hari, tubuh hanya minta tidur. Namun tidur pun tidak membantu. Mata tak bisa terpejam, nyenyak tak juga datang. Bukannya memulìhkan, sakit kepala justru makin menjadi. Hanya menimbulkan frustasi. Begitu mudahnya meminta orang agar bersabar saat sedang sakit. Tidak tahukah mereka bahwa sabar itu melayang jauh entah kemana ketika sensasi tercabik-cabik menyelimuti seluruh tubuh. Dari pada harus meminta sabar, lebih baik mereka ambil saja penderita itu, biar mereka rasakan bagaimana sulitnya sabar ketika sakit menyerang. Tapi itu tak mungkin kan.

Biarpun menjengkelkan dan memuakkan, tetap saja, para pengingat seperti itu merupakan orang-orang yang sangat dibutuhkan oleh mereka yang sakit. Para pengingat itu sebenarnya sangat peduli pada orang yang sakit, hanya saja kepedulian tersebut salah diinterpretasi. Daripada mengutuk gelap ketika lilin padam, lebih baik nyalakan genset, terus cari obat dan sugesti diri sendiri, badai pasti berlalu. Hanya saja kita tidak tahu, ketika badai berlalu, apakah jiwa dan raga ini masih tetap memijak bumi.

Interupsi

Waktu buka puasa dan sahur yang terganggu oleh panggilan tugas harus dinikmati sebagai salah satu bumbu kehidupan. Kalau pengalaman seperti itu hanya jadi bumbu, terus apa dong makanan utamanya?

Minggu, 14 Juli 2013

Rain City

Minggu ini, Sidrap menjadi kota hujan. Tiap hari langitnya muntah-muntah. Memenjarakan jiwa-jiwa yang bebas dalam rumah-rumah raga yang mulai terserang malas karena dingin yang menusuk.

Transaksi

Cinta memiliki batas. Ketika rasa bosan dan interaksi yang terjadi antara dirimu dan sang tercinta hanya berupa kegiatan transaksional belaka, imbal-balik untuk mencapai impas, maka cintamu telah mencapai batasnya.

Dog Dog

Di daerah tempatku bertugas, populasi anjing hampir sama jumlahnya dengan populasi manusia. Mereka berjalan-jalan keliling kampung, memamerkan taring dan gonggongan, menggertak orang-orang, seperti jagoan kampung. Kalau sudah begitu, saya hanya bisa bilang, i hate dog.

Sejak matahari terbit dari Timur dan terbenam di Barat, anjing selalu jadi hewan yang tidak masuk dalam daftar hewan yang layak untuk dipelihara. Ada sesuatu dari anjing yang membuatku tak ingin dekat-dekat.
Saya hanya suka anjing ketika mereka terdengar melolong di luar rumah, berkelahi, sedangkan saya, berada di dalam rumah, mengunci pintu, dan berpikir, untung saya tidak keluar rumah.

Song Listing

Playlist di ponsel:
Foster the People - Waste
Foster the People - I Would Do Anything For You
Foster the People - Miss You
Inggrid Michaelson - Sort Of
Keane - The Sun Ain't Gonna Shine Anymore
Keane - What a Wonderful World
Keane - She Has No Time
Keane - To The End of The Earth
Keane - The Way You Want It Is
Maroon 5 - Sunday Morning (Acoustic Vers.)
Maroon 5 - Won't Go Home Without You (Acoustic Vers.)
Oasis - Champagne Supernova
Oasis - Don't Look Back in Anger
Oasis - Falling Down
Oasis - I'm Outta Time
Oasis - Slide Away (Noel Gallagher's Live Version)
The Submarine - Brightest Hour
The Submarine - Tugboat Captain
Vampire Weekend - Mansard Roof
Vampire Weekend - Oxford Coma
Vampire Weekend - Step
Vampire Weekend - Walcott

Tidak ada lagu dari Indonesia. Sok kebarat-baratan? Tidak juga. Sampai sekarang, saya tidak pandai berbahasa Inggris dan tidak terlalu jelas menangkap tiap kata yang dinyanyikan para penyanyi di atas. Yang saya tahu, lagu mereka terdengar bagus di telingaku.

Sudah bertahun-tahun saya tidak mengikuti perkembangan musik Indonesia. Waktu aktif-aktifnya dulu, chart musik Indonesia masih dikuasai Slank, Dewa, Sheila on 7, Padi, dan Iwan Fals. Sejak mereka tidak lagi aktif memproduksi lagu baru, saya nyaris putus hubungan dengan musik buatan negeri sendiri. Tidak ada satu pun musik Indonesia di playlist ponselku. Apa mungkin saya telah kehilangan nasionalisme? Entahlah.

Well, menurutku, selera musik tidak ada hubungannya dengan nasionalisme tapi lebih berkaitan erat dengan suasana alam bawah sadar, kebudayaan, pengalaman masa lalu, dan intelektualitas. Sedangkan nasionalisme, hanyalah sekelumit fragmen yang berasal dari lautan budaya. Bahkan banyak orang yang telah membuang nasionalisme, jauh dari fondasi peradaban yang pernah dipercayainya. Siapa butuh nasionalisme ketika perusahaan multinasional dapat memberikan lebih banyak kertas bergambar Abraham Lincoln dibanding BLSM yang dibagi-bagikan oleh pemerintah di negara sendiri.
Apalagi di era globalisasi seperti sekarang, ketika bentuk celana dalam artis Holywood sudah dapat dilihat oleh anak kecil di Kinshasa melalui Youtube dan MTV, musik tidak lagi mengenal batasan negara. Hampir semua musisi berlomba-lomba mencari penggemar dari negara lain. Mereka menghasilkan berbagai jenis musik yang dapat menyentuh alam bawah sadar manusia secara universal. Sehingga jangan heran jika musik Jepang, Korea, Eropa, dan Amerika dapat merambah masuk, dan digemari oleh banyak orang Indonesia, padahal belum tentu mereka mengerti dengan bahasa para penyanyi asing tersebut.

Bandingkan dengan musik Indonesia, yang memiliki banyak aliran seperti koplo, dangdut, rock-melayu, pop-melayu, dan musik kedaerahan atau folklore. Ada berapa penyanyi Indonesia dari aliran-aliran tersebut yang bisa memiliki basis penggemar yang dapat melampaui batasan negara. Bahkan, untuk melewati batasan provinsi saja, sudah bisa dianggap sebagai prestasi yang luar biasa.

Kalaupun bisa melampaui batas negara, musisi Indonesia hanya bisa punya penggemar dari negara lain yang bahasanya masih serumpun. Untuk bisa merambah ke negara yang lebih jauh, beberapa musisi Indonesia rela mengganti bahasa liriknya dan menanggalkan budaya ke-Indonesia-annya agar lebih terlihat internasional.

Yang jadi pertanyaan, apa yang salah dengan musik Indonesia? Sehingga tidak bisa mendunia dan malah tidak sukai oleh banyak orang yang berasal dari negaranya sendiri. Apa musisi dan warganya kurang cerdas sehingga hanya bisa menghasilkan musik yang sifatnya kedaerahan, tidak universal, dangkal? Ataukah itu semua karena faktor kurangnya publikasi belaka? Seorang teman pernah bilang bahwa kekuatan finansial label rekaman multinasional dan MTV (media) merupakan hal yang tidak dimiliki oleh musisi Indonesia. Seandainya punya keduanya, musik koplo mungkin tidak hanya akan menghiasi playlist supir angkot dan supir truk, tapi juga bisa tercantum di iPod dan Zune milik Lady Gaga dan Chris Martin, atau malah mengiringi inaugurasi Presiden Amerika. Entahlah.

Sabtu, 13 Juli 2013

Just For Fun

Manusia membuat mainan dari berbagai sumber daya yang dapat diraih, entah itu kertas, kain, kayu, logam atau materi sintesis lainnya, untuk mendapatkan kesenangan. Ketika manusia mulai bosan dengan bahan-bahan artifisial, mereka pun beralih memainkan mahluk hidup yang bergerak. Hewan dan sesamanya. Manusia sebagai mainan merupakan salah satu temuan paling efisien dalam sejarah peradaban. Bisa didapatkan secara bebas, bisa mengurus diri sendiri, mudah diperbanyak, dan harganya bisa lebih murah dari ponsel buatan China yang sebulan pakai langsung rusak. Malah pada zaman dulu, budak manusia bisa didapatkan secara cuma-cuma.

Manusia memainkan manusia dalam berbagai panggung kehidupan, mulai dari urusan politik hingga percintaan. Mereka tidak hanya memainkan raga dan tenaga, namun juga pikiran dan perasaan. Ketika bosan dengan satu manusia, maka langsung saja beralih ke mainan manusia yang baru. Tak perlu repot-repot membuang manusia mainan yang lama ke tong sampah karena para manusia mainan itu bisa membuang diri mereka sendiri ke jurang, jembatan, atau memutuskan nadi.
Betapa kejamnya manusia. Homo homini lupus.

Beberapa manusia, tidak puas dengan memainkan satu manusia dalam satu waktu. Mereka ingin memainkan beberapa manusia sekaligus entah karena alasan kebutuhan atau hanya untuk ajang lucu-lucuan. Manusia-manusia seperti ini yang terburuk, lebih baik mereka terjerang dalam dasar wajan yang gelap dan mendidih agar tak seenak udel memainkan manusia lainnya.

Name It SENtenc(S)E

Rasanya saya semakin sulit membedakan nama band dengan judul lagu. Nama mereka jadi terlalu panjang akhir-akhir ini. Dulu saya berpikir, orang macam apa yang mau menamakan band-nya dengan kata-kata yang panjang hingga nyaris menyamai panjangnya suatu lirik. Maksudku, orang yang berpikir logis dan cerdas pasti ingin menamai band-nya dengan kata-kata yang singkat, padat, dan jelas agar mudah diingat, menancap di otak seperti jarum di apel. Lihat saja band-band zaman dulu seperti The Beatles, Oasis, Coldplay, Dewa 19, Slank, Padi. Make sense? Sudah pasti. Karena hal tersebut merupakan common sense. Orang normal akan menganggapnya biasa.
Namun hal itu hanya berlaku di masa lalu. Di zaman sekarang banyak hal yang tidak membutuhkan common sense.

Karena itu jangan pernah meremehkan praduga dari sebuah kekonyolan atau pun kebodohan, meskipun kemungkinannya hanya satu banding semilyar. Biarpun tidak common sense, kekonyolan masih termasuk sense. They can turn out in the way that you'll never expect. That's why, they call it destiny.

Jumat, 12 Juli 2013

Onjudger

Jika kamu tidak pernah lagi update status di media sosial, berarti kehidupanmu baik-baik saja, hal sebaliknya berlaku jika kehidupan yang kamu jalani adalah jenis kehidupan yang kau benci atau yang kau sukai sebagai pencitraan tapi alam bawah sadarmu membencinya. Saya tidak heran jika orang yang rajin update status di media sosial, memiliki tingkat depresi yang tinggi. Mereka hanya butuh perhatian yang tidak pernah didapatkan di dunia offline. Sayangnya, dunia online tidak selalu bisa memberikan perhatian yang dibutuhkan. Terkadang penghuni dunia maya kejam dan menjadi hakim atas ketidakberdayaan para pencari perhatian. Begitu kata seseorang yang pernah kukenal. Mungkin saja dia pernah jadi korban penghakiman massa secara online.
Tapi dia tidak terlihat seperti orang yang depresi. Sepertinya dia berhasil move on.

Patience

Karena aku manusia, makanya aku lebih memilih kesabaran yang berbatas. Kesabaran yang tak berujung hanyalah ilusi bagi manusia yang diciptakan dari dongeng dan kisah-kisah lama. Kita selalu mendengarnya, tapi. kita tidak pernah bisa merasakannya. Memangnya manusia gila macam apa yang bisa berakhir hingga melampaui akhir zaman?

Rabu, 10 Juli 2013

Breaking the Chain of Goodness

Memutus rantai kebencian tidak semudah mengatakan, aku memaafkanmu. Hati yang terlanjur terluka tidak akan pernah bisa sembuh. Selama apapun waktu telah berlalu, rasa sakit itu akan selalu ada selagi ingatan masih hidup.
Bagi orang yang pernah sakit hati dan merasakan kebencian yang mendalam, "berdamai dengan masa lalu" hanyalah sebuah kalimat yang tak bermakna. Karena bagi mereka, satu-satunya cara yang tampak masuk akal untuk menghilangkan kebencian adalah menyalurkannya ke jalan pembalasan dendam.
Namun tidak semua orang sakit hati, pernah membalas dendam. Pada umumnya, pembalasan mereka kandas di tengah jalan karena ketika logika mereka bekerja keras untuk mencari berbagai cara untuk membalas dendam, yang mereka temukan justru berbagai alasan untuk tidak melakukannya. Jika sudah sampai di titik itu, mereka pun berhenti membalas dendam lalu mereka melanjutkan hidup bersama luka hati yang dipaksakan sembuh.

Sambil terus menunggu celah dan kesempatan saat pembalasan dendam itu datang.

Short Text Message

Dapat sms pagi-pagi dari nomor aneh. Ternyata itu nomornya Rashid. Seorang teman dari Malaysia. Tahun lalu kami sama-sama menjalani Ramadan di bagian bedah. Tapi di Ramadan tahun ini, dia di Kuala Lumpur bersama keluarga, sedangkan saya terjebak di Sidrap. Ini sudah tahun ke-enam saya menjalani Ramadan di perantauan, jauh dari keluarga. Dan rasanya Ramadan jauh dari keluarga itu, tak berasa apa-apa, biasa saja.
And it's okey, if i go away, just remember the telephone, they work in both way. Biarpun jauh, kan, masih bisa menelepon.

Senin, 08 Juli 2013

Maaf

Katanya, beberapa orang di dunia ini tidak perlu dimaafkan. Karena manusia bukanlah Tuhan yang Maha Pemaaf.
Jadi tidak perlu bersikap seperti Tuhan yang ingin memaafkan semua kesalahan orang lain. Mengapa kita harus menerima maaf orang lain jika kita bisa menolaknya?

Kalau kamu bisa berkata bahwa mengapa menolak permintaan maaf, padahal Tuhan saja Maha Pemaaf,
Mengapa kamu tidak bisa bilang, mengapa harus minta maaf, Tuhan saja tidak pernah minta maaf?

But that's just saying.

Minggu, 07 Juli 2013

Mission: Finding Electric

Bangun pagi, air PAM tidak mengalir dan listrik padam. Baterei handphone dan laptop juga habis. Lengkap sudah penderitaan. Mati gaya.

Sisa orang di posko langsung menyusun strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan utama, cari steker a.k.a colokan listrik agar handphone dan laptop bisa nyala, sehingga, kami bisa eksis dan tidak mati gaya lagi. Tujuan sampingan, mengusir kebosanan sambil cari makan. Dan satu-satunya lokasi yang dianggap dapat memenuhi semua tujuan kami adalah KFC Pare-pare.

Dengan beranggotakan pilot kak ipal, co-pilot sky, pemilik mobil adly dan pemilik dana nufit, kami berangkat menuju KFC Pare-pare. Tim yang sempurna. Hanya satu kekurangan tim kami, tak ada satu pun yang tahu lokasi KFC Pare-pare. Sebelum berangkat, kami sudah menyiapkam semua peralatan elektronik yang butuh isi ulang, colokan kombinasi, dan krim anti-malu. Tidak lupa bawa dompet, ini yang terpenting.

Di awal perjalanan, semua aman terkontrol. Tapi begitu masuk Pare-pare, kesesatan mulai timbul. Perdebatan tentang harus belok kiri, kanan, atau lurus saja jadi hal yang biasa. Setelah tersesat beberapa kali, dan minta petunjuk di masjid, tanya jamaah yang habis shalat zuhur, akhirnya kami berhasil menemukan KFC Pare-pare.

Saat masuk gedung KFC, hal pertama yang kami cari adalah meja kosong yang dekat dengan colokan. Kami menyebar ke lima penjuru gedung, tapi hasilnya nihil. Terpaksa rencana utama dibatalkan, dan hanya rencana sampingan yang dijalankan. Tapi itu sudah cukup untuk mengembalikan kewarasan yang sempat kabur saat jauh dari peradaban, air dan listrik adalah peradaban. Setidaknya kami bisa mencuci tangan di wastafel dan melihat Sm*sh menari-nari di LCD KFC. Setelah puas memandangi Morgan di layar LCD dan menghabisi paha ayam, kami pulang.

Sabtu, 06 Juli 2013

Magically Lazy Time

Semua orang di posko bangun telat. Ada semacam sihir yang membuat kami tidak ingin bergerak.
Suasana negatif menyelimuti atmosfir posko. Rumor-rumor mengenai pemanfaatan pihak birokrasi membuat kami semua malas beraktivitas. Sebetulnya bukan lagi rumor. Karena pada praktiknya, kami hanya dijadikan pion dalam program ini. Melakukan beberapa hal yang berada di luar kewenangan kami. Menuliskan hal ini saja sudah membuat malas, apalagi saat dijalani.

Dulu saya selalu bertanya, mengapa orang dewasa suka mengeluh. Sekarang saya semakin mengerti, dalam proses menjadi dewasa, ada hal-hal menjengkelkan yang terkadang harus dihadapi. Tidak semua dapat diatasi atau dilawan karena manusia punya kekuatan yang terbatas. Sehingga salah satu cara untuk meratapi keterbatasan tersebut adalah mengeluh.
Jadi biarkanlah orang dewasa mengeluh. Itu cara mereka mendapatkan hak yang terlanjur terampas.

Think Realistic

Saya tidak suka berteman dengan orang yang realistis. Namun saya suka ketika saya yang menjadi realistis. Hal yang menjengkelkan ketika melihat orang lain bisa realistis sedangkan saya sendiri masih naif dan berjalan-jalan dalam terowongan imajinasi yang kosong.
Kehidupan pasca-kuliah memaksaku untuk membunuh semua kenaifan yang sudah terlanjur berkecambah di otakku.

Sepanjang perjalanan dari Makassar ke Sidrap tadi siang memberikanku kesempatan untuk berpikir lebih jauh mengenai batasan realistis dan kenaifan yang dapat ku toleransi.

Jumat, 05 Juli 2013

Mandela

Saya berdo'a untuk kebaikan Mandela, Meskipun belum pernah bertemu beliau, saya merasa yakin, bahwa beliau ada orang yang pantas untuk dido'akan. Sosok manusia seperti beliau mungkin hanya akan muncul sekali dalam ratusan tahun. Memaafkan pemerintah apartheid yang telah memenjarakannya lebih dari dua dekade, hanya orang yang benar-benar berjiwa besar dan sejati tulusnya, yang mampu melakukannya.

Kalau saya yang sekarang jadi Mandela saat itu, mungkin saja Afrika Selatan tidak akan damai seperti saat ini. Untunglah. Memutus rantai kebencian dan menghentikan lingkaran dendam merupakan perkara yang sulit. Lebih sulit dari gabungan ujian SMBPTN, UKDI, dan memacari tukang selingkuh.

Salut untuk Mandela yang mampu melewati ujian kebencian dan membawa kedamaian di Afrika Selatan. Semoga engkau senantiasa bahagia di sana, Mandela.

Kamis, 04 Juli 2013

Grounded Hall Away

Jalan-jalan di bioskop untuk nonton Despicable Me 2. Saya merasa trailer-nya lebih bagus dari film-nya ketika dinonton secara utuh. Mungkin, itulah gunanya trailer, menipuku.

Ketemu teman seangkatan dan senior, dan komentar mereka hanya satu, "cukur kumismu". Semakin disuruh begitu, darah anti-mainstream-ku semakin bergejolak. Makin tidak ingin mencukur kumis. Saat semua pria kepala dua ingin terlihat lebih muda dengan mencukur kumis dan ketika semua wanita lebih suka dengan pria yang kelihatan muda dan cantik akibat demam Korea, saya akan tetap mempertahankan style anti-mainstream ini, kumisan.

Mulai merasa jengah dengan novel serta segala kisah fiktif. Begitu ingin melangkah masuk ke toko buku, seperti ada remote control yang mencegahku untuk membaca buku-buku yang dulunya kusukai. Saya justru lebih tertarik membaca buku non-fiksi yang bersifat teknis dan ilmiah. Sepertinya ada yang salah dengan otakku sejak terlalu lama terpapar oleh berbagai jurnal yang ku terjemahkan tiap minggu. Rasanya langsung mual ketika akan membaca novel. Mungkinkah saya hamil? Well, forget it. Sepertinya itu hanya efek lapar.

Cari makan di Mahadir Canai House, satu porsi makan untuk jatah pagi-siang-malam. Entah apa campuran makanan di restoran ini, satu piring nasi gorengnya dapat menghapus rasa lapar yang berasal dari pagi dan siang, sekaligus menambal rasa lapar di malam hari. Saat mengetik ini, lambungku seperti masih dipenuhi nasi goreng.

Ke Carefour hanya untuk bordir papan nama jas, beli vitamin A, B, C, Mizone rasa blewah yang baru dirilis (rasanya aneh), wafer Rock'r (terlalu manis, hanya cocok untuk masa kelaparan), Silverqueen almond (terambil secara tidak sengaja).

Terus ada telepon dari Dinkes, katanya STR-ku sudah bisa diambil. Dengan adanya STR, now i'm officially a doctor. Tapi kok kayak ndak berasa apa-apa ya?




Name It Label

Apa kamu pernah melihat orang yang menamakan binatang peliharaannya dengan namanya sendiri?
Pasti akan menjadi situasi yang aneh ketika kita bermaksud memanggil seekor binatang tapi justru pemiliknya yang datang.
Creepy.

Rabu, 03 Juli 2013

Kimia Pangan dan Gizi

Berhubung tidak ada bahan bacaan bagus selama liburan, terpaksa buku Kimia Pangan dan Gizi kujadikan penyalur kebosanan. Karakteristik buku ini menyerupai buku-buku ilmiah lainnya, membosankan. Jadi sebenarnya, pilihanku untuk menggunakan buku ini sebagai penyalur kebosanan merupakan suatu perkara yang patut dipertanyakan. Tapi karena tidak ada yang bertanya, jadi biarkan semua berjalan apa adanya.

Setidaknya buku Kimia Pangan dan Gizi bisa memberikan informasi mengenai berbagai bahan pengawet dan pewarna yang biasa dimasukkan dalam perut manusia oleh pabrik-pabrik pembuat jajanan. Semua yang enak di luar sana bersifat artifisial. Tapi saya tidak ingin tahu lebih jauh mengenai proses pembuatan berbagai makanan yang biasa kuhabisi tiap hari karena saya selalu ingat dengan pepatah lama yang mengatakan bahwa dua hal yang sebaiknya tidak dilihat proses pembuatannya, makanan dan undang-undang.

Waktu masih kuliah dulu, temanku melakukan kunjungan ke pabrik tahu dan tempe sebagai bagian dari tugas kampus. Setelah melihat proses pembuatan tahu dan tempe, yang katanya bikin merinding, akhirnya dia tidak pernah lagi makan tahu dan tempe. Saya punya firasat jika saya melihat juga proses pembuatan tahu dan tempe, mungkin saya akan mengikut jejak temanku, tidak lagi bisa memakan tahu, tempe, dan susu kedelai.

Beberapa orang hanya ingin tahu yang baik-baik saja, mereka menutup mata terhadap segala yang buruk. Mungkin saya salah satu orang seperti itu.

Oasis - I'm Outta Time

Terjebak dalam dimensi lain ketika mendengar lagu ini.


I Feel It in My Bones

Mungkin saya tidak lagi membutuhkan makna yang berasal dari kata-kata. Saya hanya memerlukan bebunyian dan persepsi sensoris.





Selasa, 02 Juli 2013

Oxford Coma

Salah satu video klip paling absurd yang pernah saya nonton. Konon kabarnya, mereka hanya melakukan satu kali take untuk membuat video ini. Mungkin untuk menghemat bugdet, atau justru karena mereka terlalu profesional, padahal ini album indie debut Vampire Weekends.



Lagi-lagi musik anti-mainstream. :D

Walcott

Saya tidak mengerti mengapa lagu ini bisa terdengar bagus di telingaku. Padahal lirik lagunya seperti tidak bermakna.




Alright

Saya cuma suka intro-nya. Mengingatkan pada iklan processor Intel.

To Be Where There's Peace

Di masa yang silam, saya selalu berpikir bahwa desa adalah tempat yang nyaman untuk di tempati. Sebuah dunia yang penuh dengan kesahajaan, kesederhaan, dan kepolosan, dimensi ruang yang tepat untuk lahirnya kedamaian. Namun berbagai peristiwa yang telah terjadi akhir-akhir ini membuatku berpikir ulang tentang generalisasi desa sebagai tempat yang nyaman.
Mind set-ku yang dulu tentang kenyamanan desa pasti-lah terkontaminasi oleh film dan bacaan-bacaan masa lalu. Semua kontaminan itu membuat pikiranku kabur dalam menilai realitas, hal itu membuatku salah beradaptasi dengan kehidupan desa yang sekarang. Di masa lalu, saat semua film dan bacaan propaganda diciptakan, desa mungkin tempat yang nyaman. Namun di masa kini, desa tidak lagi sejalan dengan segala hal yang pernah kunonton, yang pernah kubaca, dan pernah kudengar.

Butuh waktu untuk membersihkan penalaran dari pengetahuan sesat masa lalu. Namun begitu semuanya jelas, kini aku mengerti, tidak ada satu pun tempat yang benar-benar damai selain lautan pikiran.

Role Playing Game

Jalani hidup seperti RPG. Banyak bereksplorasi, sering berdialog, dan bantu setiap orang yang membutuhkan pertolongan. Yakin saja, tokoh utama selalu menang di akhir. Tapi itu tidak berlaku kalau kamu yang jadi penjahatnya.

Jumat, 28 Juni 2013

Boredom Dare

Definisi jenuh adalah ketika kita tidak lagi antusias melakukan kegiatan yang dulunya kita sukai.

Perceraian, pengunduran diri, pemecatan, dan perpisahan dapat terjadi karena dalam diri manusia, mengalir suatu komponen primordial yang bernama jenuh.

Bagi sebagian orang, jenuh adalah hal yang memuakkan, menjengkelkan, menyesakkan, bahkan sampai dianggap tabu oleh segelintir orang. Mereka bilang, jangan pernah bilang jenuh pada hidup dan pekerjaanmu. Entah apa alasannya, tapi kalian pasti sudah bisa menebaknya.

Padahal jika dilihat dari sisi terang, yang penuh pencahayaan neon misalnya, jenuh merupakan motor penggerak manusia untuk melakukan hal baru, untuk menciptakan penemuan yang lebih bermanfaat, untuk menyanyikan lagu yang tidak pernah dinyanyikan sebelumnya, untuk hidup lebih baik lagi, atau justru sebaliknya.

Rabu, 26 Juni 2013

They Call It Registration Number

73.1.1.100.13.142310

Cost for a Happiness

Jangan simpan lama-lama segala perkara yang membuatmu tidak bisa menikmati hidup. Gengsi, harga diri, ataupun ambisi, tidak bisa menggantikan rasa damai.

Inspirational Catcher

Sebagai pelajaran, kirim saja semua hal yang dapat mengganggu tidurmu.
Dan jangan menjadi seseorang yang bertugas di bagian kegawatdaruratan.
Kita hanya butuh kedamaian.

Selasa, 25 Juni 2013

Superstar Mover

Superstar. Saya tidak pernah menyangka kalau film Thailand bisa selucu ini. Padahal dulu, tidak pernah ada niat nonton film buatan Thailand. Membuka hati pada hal-hal baru ternyata bisa membawa kebahagiaan tersendiri.

"Shanghai Call" Will Call You Again

Seharusnya saya nonton Shanghai Call dari awal. This is an awesome crazy funny movie.
Ironis. Sarkastik. Keren. Mungkin saya harus nonton lagi film ini nanti.

Senin, 24 Juni 2013

Paranormal Watcher

Saya tidak mengerti dengan orang yang menyukai film Paranormal Activity. Mereka sampai membuat sekuelnya, karena begitu banyaknya penonton.
Saya menonton film tersebut dan tidak menemukan hal menarik di dalamnya. Saya mungkin melewatkan bagian penting dari film yang mungkin dapat membuatnya terlihat menarik.
Tapi sudahlah, saya tidak berniat mencarinya.
Biarlah mereka yang menyukainya berjalan ke bioskop sesuai keinginannya, selama mereka tidak memintaku untuk menonton bersama.

Tadi baru saja penyuluhan tentang ASI eksklusif di Pustu Maseppe. Sayang, lupa didokumentasikan. Dunia ini panggung kelupaan.

SMS Banking Fraud

2400 melayang dan layanan SMS Banking diblokir. Sepertinya layanan ini sengaja dibuat untuk menghabisi pulsa lalu memblokir dirinya sendiri. Let's call it crap, damn, or whatever. Sepertinya terpaksa harus ke B*I untuk mengatasinya. Sayangnya, tidak ada kantor B*I di sekitar sini. That's why they call it countryside but i prefer village over the former. Exmud talk in english, biarpun gajinya hanya 1,2 juta/bulan, dan gramarnya lebih belepotan dari dasar belanga, serta rela memperkarakan pulsa seharga 2400 hanya untuk bertemu teller bank. Begitulah cara kerja exmud.

Statistic

500.000, love it when i saw it in statistic

Minggu, 23 Juni 2013

500 Days of Spring

Kebanyakan hari dalam setahun berjalan secara sepele. Hari-hari itu berlalu tanpa meninggalkan jejak ingatan. Mereka berlalu tanpa mempengaruhi jalannya kehidupan.
23 Mei 2013 adalah hari Minggu, hari ketika saya menonton 500 Days of Summer. Mungkin ini kebetulan, Tom, tokoh dalam film itu, bertemu Autumn pada tanggal yang sama dengan saat saya menonton mereka bertemu. Aneh. Mungkin ini hanya hal biasa yang tidak memiliki makna kosmik apapun. Kebetulan, semua ini hanya kebetulan.

Ini hanya narasi film yang diterjemahkan lalu beberapa kalimatnya diubah. Terimakasih untuk ripper film yang tidak menyediakan subtitle berbahasa Indonesia.

BBM Cost Everything

I think everything out there has changed since BBM cost raising. Pete2 will never same again. Ojek too, panther, xenia, or whatever they call it as intra-trans-city transportation. I'm mumbling here about something i couldn't change and gramatize (i guess this word never exist in dictionary, who cares).

Sleepy Slap

Tidur nyenyak yang tidak pernah didapatkan selama kuliah. Waktu luang yang terlalu luang bahkan untuk bersantai.
Menikmati pemandangan matahari terbenam di balik gunung, sapi-sapi yang pulang ke kandang, anjing-anjing yang patroli silih berganti, dan para petani yang kini lebih suka naik motor. Gambaran desa yang kubaca waktu SD dulu, sungguh berbeda dengan desa yang kukenal sekarang.

Dreamy Drum

Sebuah buku pernah bilang bahwa tiap malam manusia bermimpi minimal 2 kali. Namun tidak semua dapat diingat. Hanya mimpi-mimpi bermakna dan yang mencerminkan obsesi terdalam yang dapat diingat.

Mimpi paling sepele pun, kalau tetap membekas di ingatan pastilah berhubungan erat dengan keinginan manusia yang primodial.

Dulu, saya memiliki sejumlah mimpi yang dapat kuingat selama berhari-hari. Bahkan beberapa di antaranya dapat teringat sampai saat ini.

Namun dalam 5 tahun terakhir, saya tidak lagi memiliki ingatan mimpi. Semua mimpi yang terjadi di malam hari, langsung menguap begitu matahari terbit. Tidak ada yang tersisa, kecuali perasaan sudah bermimpi tapi tak tahu mimpi apa itu.

Apa mungkin saya tak memiliki lagi obsesi apapun dalam hidup ini? Mengerikan. Padahal saya masih ingin keliling dunia, ingin memiliki semua jenis konsol game keluaran Sony, Microsoft dan Nintendo, ingin tinggal di rumah yang dekat pegunungan, ingin punya perpustakaan pribadi, serta ingin punya waktu dan kesempatan untuk menikmati semua hal tersebut. Mungkin saja keinginan-keinginan itu terlalu superfisial hingga tak layak masuk daftar mimpi yang wajib diingat.

Sabtu, 22 Juni 2013

Superficial Feeling

Seorang teman bilang, hanya perasaan dan perkara superfisial yang disebar manusia sejati ke media sosial.
Semua yang profunda, mereka simpan sendiri. Bisa jadi dia benar, meskipun sebenarnya sulit untuk menentukan batasan manusia sejati, superfisial, dan profunda.

Film Watcher

Akhirnya sendiri lagi di rumah persinggahan. Kalau sudah begini, sepertinya asyik juga
menghabiskan waktu dengan menonton 172 film yang ada di laptopnya adik.


nb: saya berhasil menonton semuanya dalam 7 hari.

Just a Dialogue in a Day

Anak kurang kasih sayang pengguna lem fox berdialog dengan orang yang lagi internsip.

Internsip: sejak kapan mulai suka hirup lem fox?
Lem fox junkie: sejak SMP kelas 2 (sekarang dia sudah lulus SMP, baru mendaftar SMA)
Internsip: orang tuamu tau ji kebiasaanmu?
Lem fox junkie: ditau ji.
Internsip: terus apa mereka bikin sama kamu?
Lem fox junkie: cuma dimarahi.
Internsip: terus? (mengharapkan reaksi orang tua yang berlebihan)
Lem fox junkie: cuma itu.
Internsip: berapa harganya lem fox yang sering kamu hirup?
Lem fox junkie: 8ribu ji satu kaleng.
Internsip: dari mana kamu dapat uang.
Lem fox junkie: ada uang jajan dikasi terus tiap minggu.
Internsip: terus berapa uang jajan yang dikasi sama orang tuamu?
Lem fox junkie: cuma 1,2 juta ji seminggu.
Internsip: ji? Deh, gajiku sebulan itu nah. Ayo tukaran. Saya jadi anaknya orang tuamu, terus kamu yang gantikan saya internsip .selama 1 tahun. Bagaimana?
Lem fox junkie: ngg...saya mau tidur dulu.

Jumat, 21 Juni 2013

Lem Fox

Seorang anak berusia 15 tahun datang dalam keadaan gelisah. Mengaku ada mahluk yang sedang bergerak-gerak di perutnya. Sistol 170, diastol 110. Yang lain normal. Dari bajunya tercium aroma lem fox.
Intoksikasi aseton eter. Setelah ditangani, anak tersebut stabil dan dipulangkan dengan wejangan, carilah kesenangan yang tak mencelakakan dirimu dan orang lain.

Kisah lama, Si Anak memiliki orang tua yang kayanya minta ampun tapi miskin kasih sayang. Mencari cinta dalam sekaleng lem fox.

Telephone Fraud

Ternyata penipuan lewat telepon masih ngetrend. What a world.
Manusia mendapatkan keuntungan dari kebodohan manusia lain. Bukankah hal itu yang membuat dunia berputar?
Sulit menerimanya, tapi itulah dunia.

Lost Again...

Rasanya mungkin menyenangkan dapat tersesat dan tak menemukan jalan pulang dalam sehari, dua hari, tiga hari, berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, tanpa perlu mengkhawatirkan sandang, pangan, papan. Hanya saja, perkara tidak realistis seperti itu hanya dapat terjadi dalam film. Beberapa manusia di dunia nyata mungkin dapat bertahan beberapa hari ketika tersesat dan tak tahu arah. Namun kebanyakan manusia, tak mampu melakukannya. Oleh karena itu nenek moyang kita menciptakan berbagai alat navigasi untuk mencegah kesesatan. Kompas, peta, kronometer, GPS. Karena mereka tahu, manusia mahluk yang rapuh. Tanpa arah, mereka hanyalah seonggok daging yang bergerak.

Alien

Rasanya seperti berkunjung ke planet lain. Bertemu mahluk pribumi dan berkomunikasi dalam bahasa yang tak kumengerti. Mereka berbicara padaku dengan bahasa itu. Jadi bagaimana seharusnya reaksiku?

Rabu, 19 Juni 2013

Get Lost and Get Found

Tersesat dalam lembaran-lembaran katalog bersama senyum palsu para model dan label harga yang membuat muak. Kata pakar senyum, para model di katalog itu, telah mengeluarkan senyum mereka yang paling tulus. Itu dapat terbaca dari bentuk lengkung senyum dan kerut jidat. Ditambah lagi, mereka dibayar untuk tersenyum. Tentu saja mereka akan tulus melakukannya.
Tapi bagiku, senyum mereka tetap terlihat palsu, apapun penjelasan yang coba menyatakan sebaliknya. Mungkin karena bukan saya yang dibayar ketika mereka tersenyum. Mungkin juga ini hanya dendam akibat pernah punya hubungan yang buruk dengan seorang model. Tapi bisa jadi, ini hanyalah bentuk lain dari bosan.

Bosan yang menemukan diri di posisi yang sama tiap kali kontempelasi dilakukan. Karena itu kubuat diriku tenggelam dan tersesat dalam rimba katalog. Berharap menemukan diri di tempat yang berbeda dari posisi sekarang.

Selasa, 18 Juni 2013

Just Saying

Kata teman, salah satu ciri orang yang telah menyerah pada dunia adalah tidak mampu lagi melawan kebohongan dunia dan malah menjadi salah komponen penggerak kebohongan tersebut. Mereka menerima bahwa dunia adalah kebohongan, dunia berbohong pada mereka dan mereka melakukan hal yang sama pada dunia.

Mereka takut menerima kebenaran. Seperti hujan yang tak mau menyatu dengan daun talas. Palsunya.

I Know You Know That I Know

Menanti lagi The Mentalist Season 6. Setelah di Season 5 pun, Red John masih belum ketahuan.
Semoga Patrick Jane tetap eksentrik.

Senin, 17 Juni 2013

Fredy bilang, The show must go on

Bertugas di tengah hutan yang mulai menyerupai perkampungan. Di rumah dinas yang hanya diisi sebuah tempat tidur, kipas angin, steker, dan beberapa buah majalah katalog Sophie Martin peninggalan penghuni sebelumnya.

Untuk mengisi kesibukan, ada beberapa pilihan hidup.
Pertama, jalan-jalan naik motor dinas ke kota yang berjarak 19 km + 8 km. Kalau jarak seperti itu di kota, tidak berasa karena ramai. Itu miriplah jarak antara Unhas ke Karebosi terus sampai Karebosi, lari-lari putar lapangan 5 kali. Tapi ini beresiko, selain ada resiko laten kendaraan, saya harus melewati dua kantor polisi, tanpa helm. Motor dinas diberikan tanpa helm. Jadi pelanggar lalu lintas terus.
Lagian kota yang mau saya datangi tidak jauh beda dengan tempat tugas sekarang. Tapi bisa lah, jadi pertimbangan.

Kedua, menjalin kasih dengan warga sekitar. Kata orang, sambil menyelam makan ikan. Tapi ini tindakan yang paling beresiko. Bermain dengan perasaan orang untuk mengisi waktu luang dengan outcome yang bisa berupa pernikahan atau justru parang. Untuk saat ini keduanya bukan outcome yang memungkinkan. Saya belum punya ilmu kebal dan belum cukup mapan. Kata teman, cowok harus punya 2M, macho dan mapan. Dia bilang begitu, setelah nonton acara Take Me Out. Entah itu salah atau tidak benar atau tak mungkin. Exclude.

Ketiga, ikutan dalam tim kampanye. Exclude. Tidak perlu penjelasan.

Keempat, kembali menerima orderan transletan dengan deadline-deadline tidak masuk akal. Masuk jam 7 pagi, deadline jam 2 siang. Masuk jam 2 siang, deadline jam 7 malam. What a deadline. Dibanding pilihan lain, saya pilih ini.

Okey, solved.

Sabtu, 15 Juni 2013

Airas

Fortress of solitude, Bilokka. The place where you can find the thing you couldn't find when you stick around with human.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut