Kamis, 07 Februari 2013

Ordinary

Mas penjual bubur kacang hijau yang berubah warna jadi coklat karena dimasak bersama campuran santan, gula merah dan beberapa bahan lain yang ku tak tahu jenisnya atau untuk singkatnya, kita sebut saja itu bubur kacang, datang lagi di depan pondokanku. Kurasa dia punya firasat bahwa para penghuni Stand Asia sedang kelaparan akibat embargo bahan pangan yang dilakukan oleh hujan. Si Mas melakukan perjalanan menembus hujan demi kehidupan. Kehidupan keluarganya, kehidupan warga Stand Asia, kehidupan semut-semut regional Tamalanrea.

Tapi itu kisah lalu. Sekarang hujan tak datang lagi. Tak ada lagi penjual bubur kacang. Kehidupan berjalan seperti biasa.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...