Kamis, 28 Februari 2013

We Got Nothing to Prove

We broke ourselves in different ways.

Sedang sibuk membuat pergerakan. Seperti zaman kuliah dulu, semasa pikiran masih naif dan semangat menggebu-gebu.
Kalau sekarang, pergerakan kami mungkin lebih kompromistis. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk menerima segala kemungkinan kebenaran, dari mana pun asalnya. Tapi di masa yang lalu, dengan bangganya, kami menganggap bahwa kami lah orang yang paling benar di dunia ini. Meskipun sebenarnya, kami sadar bahwa ada banyak celah kesalahan pada perjuangan ini. Tapi kami selalu menolak untuk mengakuinya.


Kawan-kawan seperjuangan selalu berseru, "selagi masih  muda dan idealisme buta yang meraja, biarkanlah kami menjadi anak-anak yang selalu ingin menang sendiri."
Bagi kami yang di masa lalu, tidak ada waktu untuk menjadi dewasa. Karena kedewasaan hanya menimbulkan kompromi. Dan kompromi dapat berakibat fatal pada perjuangan.
Biarlah kedewasaan itu menjadi milik para birokrat, aristokrat, dan teknokrat.

Waktu itu, saya selalu merasa yakin bahwa akan tiba masanya, kami yang saat itu idealis, akan berubah menjadi orang dewasa seperti yang kami lawan. Menjadi feodal, gila hormat, dan mengekang kebebasan berpendapat. Lalu generasi yang lebih muda akan melawan kami seperti yang biasa kami lakukan. Karma, kata mereka yang percaya. Tapi bagiku, itu adalah sistem. Sistem yang buruk akan menghasilkan lingkaran setan yang tak akan ada akhirnya.

Sekarang pun saya merasa menjadi lebih kompromistis. Selalu berupaya membuat konformitas dengan berbagai ketidaksesuaian yang terjadi di lingkungan. Perubahan ini terjadi karena pengalaman hidup telah mengajarkan bahwa melawan tirani kekuasaan hanya akan berakhir pada penghancuran diri sendiri.   

Oleh karena itu, sebelum saya terlanjur menjadi orang yang kubenci, saya memutuskan untuk kembali ke jalan pergerakan.

2 komentar:

haps dw mengatakan...

Wah, saya sangat suka dengan tulisan ini. Seenggaknya ini mewakili sebagian kata hati saya dengan beberapa editan.
Iya, saya juga merasa, semakin bertambah usia kita semakin kita lebih bersikap kompromis. Nggak kayak wkt msh muda yg selalu merasa hebat.
Tapi, muda itu menyenangkan loh. Kesombongan yang indah, kata SO7 :-)

Obat luka bakar mengatakan...

suatu postingan yang pantas tuk di acungin jempol.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...