Senin, 22 April 2013

Denial

Saya mengenal beberapa orang yang terlahir dengan karakter pemberontak. Prinsip mereka adalah why should we follow the rule if we can't break it? Meskipun begitu, mereka adalah orang-orang yang menjunjung otonomi. Mereka tidak pernah memaksaku untuk mengikuti jalan mereka.

Mereka meragukan segalanya, terutama agama. Mereka senantiasa bertanya,
Apakah benar setelah mati nanti, kita semua akan dibangkitkan lagi?
Apa benar semua amal perbuatan akan kembali dihitung?
Ataukah kita akan melaju ke jalur yang lain. Mati begitu saja lalu menghilang dari semesta. Bukankah saat mati nanti, protein tubuh kita akan terurai lalu dipakai lagi oleh mahluk lain?

Mereka suka sekali berdebat. Tapi benar-benar hanya berdebat. Untuk bertamasya. Bukan untuk memaksakan kebenaran yang mereka yakini. Bukan pula untuk mencari kebenaran. Setelah asyik berdebat, mereka tertawa, lalu pulang ke rumah, sibuk dengan urusan masing-masing.

Terserah apa kata dunia, mereka tidak peduli. Saya pun tidak peduli pada apa yang mereka tidak pedulikan. Otonomi.

1 komentar:

Rifaah mengatakan...

bukan pula untuk benar2 mencari kebenaran?

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...