Minggu, 21 April 2013

Ogie

Apa artinya Ogie? Saya tidak tahu. Entah itu bahasa Makassar atau Bugis. Google translate belum mendukung penerjemahan bahasa suku-suku di Sulawesi Selatan. Mau tanya orang Makassar atau Bugis, di pondokanku hanya berisikan orang Bima, Ambon, dan Muna. Chauvinis? Itu tergantung interpretasi masing-masing otak.

 Ogie adalah kata yang sering digunakan oleh berbagai tempat bisnis di Makassar. Di daerah pondokan saja, ada beberapa nama toko dan warung yang menggunakan kata "Ogie". Ogie Seluler, Ogie Klin, Warkop Ogie, Warnet Ogie, Ogie Caffee, Ogie Print, Percetakan Ogie, dll. Belum lagi di daerah yang dekat lingkar kilometer 0-10 Makassar. Ogie bertebaran di mana-mana. Bahkan pemulung pun menamakan gerobaknya dengan kata "Ogie".

Waktu awal-awal datang ke Makassar, saya pikir Ogie adalah sejenis franchise, mirip-mirip Alfamart, Alfamidi, KFC, atau McD. Tapi setelah melihat variabilitasnya, saya jadi berpikir, mana mungkin ada franchise yang bisa cabang bisnis di segala sektor? Alfamart dan Alfamidi yang omset-nya milyaran, hanya mampu fokus di bisnis retail. Begitu juga dengan KFC dan McD, yang biarpun punya banyak aset, toh cuma bisa main di sektor fastfood-junkfood. Bandingkan dengan Ogie yang bisa menelusup hingga ke semua jenis bisnis, mulai dari fastfood, percetakan, laundry, komputer hingga bisnis pemulung. Sungguh luar biasa.

Ogie mungkin hanyalah sejenis feng-shui bagi orang Bugis-Makassar. Seperti halnya penggunaan kata Jaya dan Maju bagi orang Tiong Hoa. Di kampungku, hampir semua toko Tiong Hoa menggunakan kata Jaya dan Maju. Ada Kembar Jaya, Logam Jaya, Maju Jaya, Maju Sejahtera. Mungkin itu semacam do'a agar usaha tetap lancar. Entahlah.


1 komentar:

Elvy Maria mengatakan...

Ogie = Ogah Rugie

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...