Rabu, 15 Mei 2013

Internsip Day

Awalnya pembimbing bilang, "tanggal 20 saja ya ketemunya nanti."

Tanya teman-teman yang lain. Mereka bilangnya, "ndak bisa diundur lagi? Saya lagi bla...bla...bla..."

Saya hanya bisa bilang, usahakan saja datang. Kalau tidak bisa, nanti diberitahukan ke pembimbing mengenai alasannya.

Tiba-tiba kemarin, pembimbing menelepon dan bilang, "dek, cekloknya dimajukan ya, tanggal 16 kalian harus sudah ada di sini. Tanggal 17 kalian sudah bertugas."
Tanggapanku, "tapi dok, teman-teman saya masih belum bisa datang karena bla...bla...bla"
Kata pembimbing, "yang bisa datang ada saja dulu, yang ke sini (Sidrap)."

Saya beritahu kabar mendadak ini ke yang lain. Tanggapan mereka, "apa? Bla...bla...bla..."

Saya hanya bisa bilang, whatever lah. Yang bisa ikut, datang. Yang ndak bisa, nanti saja nyusul.

Mengamalkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan nyata merupakan hal yang sulit. Karena semua manusia ingin bahagia, jauh dari derita. Yang jadi masalah adalah ketika kebahagiaan seorang manusia menjadi pangkal derita manusia lainnya. Manusia melahirkan budaya solidaritas, altruisme, sosialisme, untuk menimalisasi masalah tersebut. Tapi, sudah jelas kan, hanya berapa populasi manusia yang dapat bertahan dengan konsep altruisme. Jika semua manusia adalah mahluk altruistik, maka tak perlu ada PBB, polisi, dan tentara.

Nb:
fiksi, fiktif or whatever so-called fake story-telling

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...