Minggu, 12 Mei 2013

Nostalgia: OSN


Kontingen Sulawesi Tenggara di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP 2003


Barusan lagi lihat foto ini. Jadoel-nya :D.

Waktu ke Balikpapan dulu, kami semua berjumlah 11 orang. Sembilan siswa dan dua guru pendamping. Parahnya, saya sudah lupa sama beberapa nama teman seperjuangan dulu. Karena tidak pernah lagi interaksi. Secara, zaman 2003 dulu, media sosial seperti FB, Twitter, G+ dll, belum booming seperti sekarang. Ponsel pun, hanya orang-orang tertentu yang punya. Jadi pas selesai lomba, praktis putus hubungan.
Asli susah dulu cari cara untuk komunikasi. Dulu masih ingat, sempat temani guru pendamping ke wartel Balikpapan, yang entah apa namanya, beliau mau menelpon keluarganya. Saya juga mau menelepon keluarga, tapi sayangnya, rumahku tidak punya telepon. Jadinya, cuma lihat-lihat gaya orang menelepon di dalam kotak kaca.


Dari 8 orang teman yang ikut OSN, yang masih saya ingat namanya hanya 
La Ode Ma'ly Ray (Yang berdiri kedua dari ujung kiri foto. Sama-sama ikut lomba biologi. Kuliah di FK Unhas dan sekarang sudah jadi dokter yang bertugas di Kendari), 
Dian Panji Winardin (yang berdiri di ujung kiri foto. Ikut lomba Matematika. Pernah masuk Unhas, terus keluar karena ikut sekolah ikatan dinas. Sekarang jadi pegawai PLN),
Didi (Yang berdiri ketiga dari ujung kanan foto. Kalau tidak salah ikut lomba Fisika. Masuk FK UI, sekarang sudah jadi dokter. Terakhir saya dengar, dia tugas di Kalimantan), dan
Amanda Lahadi (yang berdiri keempat dari ujung kiri foto. Ikut lomba matematika. Terakhir saya dengar dia sudah selesai kuliah di jurusan matematika Unhalu, selanjutnya saya tidak tahu di mana). 
Jadi hanya empat orang yang saya ingat. Itu pun bisa diingat karena sempat lagi ketemu di seleksi OSN SMA 2006, terus ada juga yang sempat ketemu lagi waktu kuliah (Ray dan Dian).

 Foto di atas juga sepertinya satu-satunya yang sempat dijepret waktu lomba. Kami tidak sempat bawa peralatan dokumentasi. Kalau tidak salah, wartawan lokal yang memotret foto tersebut. Kata wartawannya waktu itu, mau dimasukkan ke berita. Tapi sampai sekarang, saya tidak pernah melihat beritanya. Mungkin tidak pernah dimuat sama sekali. Beberapa bulan yang lalu, Ray, salah seorang teman yang ikut OSN 2003, men-tag saya di foto ini. Katanya, dia dapat foto ini dari kakaknya. Entah kakaknya dapat dari mana.
Kalau ingat lagi masa-masa OSN dulu, suka senyum-senyum sendiri.
Masih teringat jelas waktu kepala sekolahku, almarhum Drs. La Mandia, memanggilku ke ruang guru. Katanya waktu itu, "Ini ada brosur tentang olimpiade sains. Kamu ikut saja ini olimpiade sains. Siapa tahu bisa tembus di tingkat nasional. Di Balikpapan nanti lomba tingkat nasionalnya. Kamu pernah naik pesawat?"
Hanya kujawab dengan gelengan kepala.
"Oh, kalau begitu, nanti kamu bisa naik pesawat terbang gratis. Kapan lagi bisa naik pesawat gratis? Jadi, kamu masuk saja mata pelajaran biologi. Nanti dibimbing sama Pak Gunawan (guru biologi-ku waktu SMP)."
Karena waktu itu, saya belum pernah naik pesawat. Jadi motivasiku ikut OSN adalah supaya bisa naik pesawat terbang.

Padahal saya sendiri belum tahu apa itu OSN. Tanya-tanya senior, mereka pun tidak tahu apa itu. Kata mereka, mungkin sejenis lomba cepat tepat. Pak Gunawan juga tidak cerita mengenai teknis lomba OSN. Beliau hanya fokus membimbing. Beliau memberikan begitu banyak bahan. Sampai-sampai waktu itu buku biologi Kimball yang warna hijau itu juga dipinjamkan ke saya. Katanya, itu buku bacaannya waktu masih kuliah, tapi baca-baca saja, untuk menambah ilmu.

Setelah lolos dari seleksi tingkat kabupaten, lanjut ke seleksi tingkat provinsi. Ternyata lolos lagi. Dan akhirnya, tercapai deh cita-cita naik pesawat terbang gratis 

Sampai di Balikpapan. Kami beri akomodasi di Asrama Haji Balikpapan. Dulu, tempatnya terpencil dan sunyi. Entahlah kalau sekarang, 10 tahun bisa merubah segalanya (sekarang 2013, kan). Asyiknya dulu, Asrama Haji itu dekat dengan pantai. Jadi kalau lagi suntuk, bisa jalan-jalan ke pantai. Sekali lompat pagar, sampai deh (asli lompat pagar). Sayangnya, pantainya sempit. Tidak bisa bikin istana pasir raksasa.

Yang tutup acara OSN-nya, Pak Jusuf Kalla, waktu itu masih jadi Menkokesra. Yang buka siapa ya? Pak JK juga kah? Lupa :D.
Pulang dari Balikpapan, diberi hadiah dua set komputer dan buku tabungan yang isinya dua juta rupiah. Hahaha...komputernya masih pakai prosesor Pentium 4. Hardisknya cuma 40 GB. Terus RAM-nya 128 MB.Satu komputer disumbangkan ke sekolah, satunya saya simpan sendiri. Bagaimana ya nasib komputer itu sekarang? :D Dengan spesifikasi seperti itu, mungkin komputernya sudah masuk gudang.

Setelah tahu, OSN punya hadiah asyik seperti itu, saya jadi tertarik untuk ikut lagi.
Jadi waktu SMA, ikut lagi OSN dua kali. Tapi tidak lagi ikut biologi. Saya cari tantangan baru di mata pelajaran kimia. Namun sebenarnya, pindah mata pelajaran bukan karena mau cari tantangan. Lebih karena mau menghargai wali kelas-ku Ibu Andi. Masa murid di kelasnya sendiri tidak ada yang mau ikut bimbingan OSN kimia? Waktu itu memang teman-teman di sekolah tidak ada yang suka kimia, selain karena kimia adalah mata pelajaran yang baru saja ditemui, beda dengan Fisika, Biologi, dan Matematika yang sudah dipelajari sejak SMP, mereka juga bilang bahwa kimia itu ribet. Terlalu banyak rumus struktur dan reaksi yang harus dihafal.
Dan yang utama adalah, mereka tidak mau waktu sore mereka hilang akibat bimbingan OSN. Memang sih, itu alasan yang paling mendasar. Tapi saya sih, tidak peduli kalau masa mudaku hilang bersama bimbingan OSN. :D

Keikutsertaan yang pertama, cuma lolos sampai tingkat provinsi. Yang juara adalah Sri Apria. Orang yang kemudian jadi teman seangkatanku waktu kuliah. Nanti keikutsertaan yang kedua, baru saya berhasil tembus ke tingkat nasional di Semarang. Sayangnya, tidak ada foto yang tersisa dari Semarang.
Teman-teman kontingen Sulawesi Tenggara waktu di Semarang lebih sedikit. Hanya 6 orang:
Dian Panji (orang yang sama waktu OSN SMP. Ikut lagi matematika)
Didi (orang yang sama waktu OSN SMP. Ikut lagi fisika)
Sumartini (ikut biologi. Sudah lulus dari FT Unhas. Sekarang lagi ambil S-2)
Weningga (ikut Astronomi. Baru-baru ini lulus FK UGM.)
Sakti (ikut ilmu komputer. Sepertinya juga sudah lulus)
dan saya sendiri.

Dan pejabat yang membuka dan menutup acara di Semarang adalah Pak JK lagi. Waktu itu, beliau sudah jadi wakil presiden. Kayaknya Pak JK dan saya memang jodoh. :D


Waktu kuliah, katanya ada juga olimpiade sains untuk tingkat universitas. Tapi saya sudah tidak berminat ikut. Sibuk. Padahal tidak. :D


nb:
Postingan ke-1313


 

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...