Kamis, 09 Mei 2013

NPWP

Kemarin urus NPWP. Cukup bawa bawa diri, fotokopi ktp dan materai 6000. Hanya butuh waktu 15 menit, kartu NPWP langsung ada di tangan. Tanpa pungli atau hal merepotkan lainnya.

Parahnya kemarin, saya lupa bawa fotokopi ktp. Terus fotokopian di kantor pajak tutup karena katanya, yang punya lagi nikah. Terpaksa melanglang buana di luar untuk cari fotokopian.

Di luar kantor pajak, macet gila. Ada orang lagi asyik bakar ban. Entah itu mahasiswa, orang gila atau preman.

Karena tidak tahu harus kemana untuk cari tempat fotokopi, aku melangkahkan kaki di jalan lurus. Orang baik selalu berada di jalan yang lurus. Dan saya ketemu perawat yang mau naik pete-pete, lalu bertanya,
"bapakmu, tukang fotokopi ya?"(pertanyaan sebenarnya, apa ada tempat fotokopi di rumah sakit awal bros?")
*"ada. Di lantai 1"
"oh, makasih mbak" (biarpun perawatnya orang makassar, tetap saja panggil mbak. Aneh kalau harus panggil becce).

Untunglah ada orang yang punya ide bikin usaha fotokopi di rs awal bros. Biarpun harganya di atas rata-rata sih. Mungkin itu fotokopi yang berstandar internasional.

Setelah fotokopi, kembali ke kantor pajak makassar utara. Konon kabarnya NPWP hanya bisa diurus sesuai daerah domisili. Di KTP-ku jelas tertulis Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Tapi tetap saja bisa urus NPWP. Hanya saja ada surat pernyataan bermaterai Rp 6000 yang harus ditandatangani, untuk bisa dapat pengkhususan ini.

Jadi sekali lagi, untuk jaga-jaga, kalau mau urus NPWP (nomor peserta wajib pajak), bawa fotokopi ktp, bawa materai 6000, dan pastikan urus di kantor pajak yang sesuai daerah domisili.

Pengurusan NPWP rampung dalam waktu 15 menit dan bebas biaya. Seandainya semua birokrasi tidak seribet ini.


nb:

kisah ini fiktif belaka. Tapi soal pengurusan NPWP yang cepat, itu benar adanya.



Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...