Minggu, 02 Juni 2013

Krane Salinger

We're perfectly vulnerable.

Karena akhir-akhir ini sedang tidak ada kegiatan, saya mencoba berdamai dengan masa lalu. Mencoba lebih peduli. Di hari-hari yang dulu, berdamai dengan masa lalu adalah hal yang sulit. Berdamai artinya melepaskan semua kebencian, kedengkian, kemarahan, serta dendam dari hati dan pikiran meskipun hanya secuil kadarnya. Itu kontradiktif dengan ambisi. Ambisi tanpa rasa iri, itu omong kosong.
Segunung rasa negatif mungkin bisa membuatmu jadi narapidana atau psikopat. Tapi secuil saja, bisa memberikan bahan bakar untuk bergerak maju, meraih pencapaian-pencapaian tertinggi, membuatmu merasa lebih baik, meskipun orang lain menganggapmu buruk. Tapi di dunia gila seperti sekarang ini, siapa yang butuh anggapan atau pandangan orang lain?
Kata orang, kita memasuki zaman kematian kepedulian. Semua orang tidak peduli pada apapun kecuali dirinya sendiri. Jadi sekali lagi, kenapa kita harus peduli dengan pikiran orang lain?

Saya mengajukan pertanyaan itu berulang-ulang. Dan menemukan satu jawaban, saya harus melakukannya untuk mengisi waktu luang. Dan saya pun telah berdamai

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...