Rabu, 03 Juli 2013

Kimia Pangan dan Gizi

Berhubung tidak ada bahan bacaan bagus selama liburan, terpaksa buku Kimia Pangan dan Gizi kujadikan penyalur kebosanan. Karakteristik buku ini menyerupai buku-buku ilmiah lainnya, membosankan. Jadi sebenarnya, pilihanku untuk menggunakan buku ini sebagai penyalur kebosanan merupakan suatu perkara yang patut dipertanyakan. Tapi karena tidak ada yang bertanya, jadi biarkan semua berjalan apa adanya.

Setidaknya buku Kimia Pangan dan Gizi bisa memberikan informasi mengenai berbagai bahan pengawet dan pewarna yang biasa dimasukkan dalam perut manusia oleh pabrik-pabrik pembuat jajanan. Semua yang enak di luar sana bersifat artifisial. Tapi saya tidak ingin tahu lebih jauh mengenai proses pembuatan berbagai makanan yang biasa kuhabisi tiap hari karena saya selalu ingat dengan pepatah lama yang mengatakan bahwa dua hal yang sebaiknya tidak dilihat proses pembuatannya, makanan dan undang-undang.

Waktu masih kuliah dulu, temanku melakukan kunjungan ke pabrik tahu dan tempe sebagai bagian dari tugas kampus. Setelah melihat proses pembuatan tahu dan tempe, yang katanya bikin merinding, akhirnya dia tidak pernah lagi makan tahu dan tempe. Saya punya firasat jika saya melihat juga proses pembuatan tahu dan tempe, mungkin saya akan mengikut jejak temanku, tidak lagi bisa memakan tahu, tempe, dan susu kedelai.

Beberapa orang hanya ingin tahu yang baik-baik saja, mereka menutup mata terhadap segala yang buruk. Mungkin saya salah satu orang seperti itu.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...