Jumat, 12 Juli 2013

Onjudger

Jika kamu tidak pernah lagi update status di media sosial, berarti kehidupanmu baik-baik saja, hal sebaliknya berlaku jika kehidupan yang kamu jalani adalah jenis kehidupan yang kau benci atau yang kau sukai sebagai pencitraan tapi alam bawah sadarmu membencinya. Saya tidak heran jika orang yang rajin update status di media sosial, memiliki tingkat depresi yang tinggi. Mereka hanya butuh perhatian yang tidak pernah didapatkan di dunia offline. Sayangnya, dunia online tidak selalu bisa memberikan perhatian yang dibutuhkan. Terkadang penghuni dunia maya kejam dan menjadi hakim atas ketidakberdayaan para pencari perhatian. Begitu kata seseorang yang pernah kukenal. Mungkin saja dia pernah jadi korban penghakiman massa secara online.
Tapi dia tidak terlihat seperti orang yang depresi. Sepertinya dia berhasil move on.

1 komentar:

Amey mengatakan...

I'm not in a depression state.. :)

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...