Kamis, 25 Juli 2013

Sahur

Saya selalu suka suasana sahur di kawasan pondokan. Selalu ramai. Suasana yang tak mungkin kudapatkan di tempatku bertugas sekarang. Selalu suka melihat orang-orang yang bergegas mencari makan di dini hari. Apalagi ketika waktu imsak makin mendekat, orang-orang yang terburu-buru dan berdesak-desakan di warung makan, selalu memberikan tontonan yang menarik.
Saat fajar nyaris menjelang, orang yang makan tanpa mengunyah jadi pemandangan yang biasa. Mereka menelan secepatnya agar ada sesuatu yang mengganjal lambung, sesuatu yang dapat menjinakkan asam di sana. Kalau sudah begitu, saya jadi ingat dengan mahluk memamah biak. Telan semuanya, kunyah nanti. Paling miris ketika sedang asyik menelan, fajar datang, dan mereka belum sempat minum, apalagi kalau yang mereka telan terakhir adalah semangkuk sambal. Lengkap sudah, bahkan mahluk memamah biak pun butuh minum untuk dapat memamah dengan baik.

Ketika mereka mampu bertahan puasa selama 14 jam dengan kondisi sahur macam itu, mereka patut diacungi satu jempol. Dua jempol diberikan untuk orang yang sama sekali tidak sahur karena terlambat bangun. Itu juga pemandangan yang biasa di pondokan.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...