Senin, 15 Juli 2013

Sicky

Rasanya seluruh badan luluh lantak. Sakit itu benar-benar menyakitkan. Ingin beraktivitas tapi tubuh melarang. Sepanjang hari, tubuh hanya minta tidur. Namun tidur pun tidak membantu. Mata tak bisa terpejam, nyenyak tak juga datang. Bukannya memulìhkan, sakit kepala justru makin menjadi. Hanya menimbulkan frustasi. Begitu mudahnya meminta orang agar bersabar saat sedang sakit. Tidak tahukah mereka bahwa sabar itu melayang jauh entah kemana ketika sensasi tercabik-cabik menyelimuti seluruh tubuh. Dari pada harus meminta sabar, lebih baik mereka ambil saja penderita itu, biar mereka rasakan bagaimana sulitnya sabar ketika sakit menyerang. Tapi itu tak mungkin kan.

Biarpun menjengkelkan dan memuakkan, tetap saja, para pengingat seperti itu merupakan orang-orang yang sangat dibutuhkan oleh mereka yang sakit. Para pengingat itu sebenarnya sangat peduli pada orang yang sakit, hanya saja kepedulian tersebut salah diinterpretasi. Daripada mengutuk gelap ketika lilin padam, lebih baik nyalakan genset, terus cari obat dan sugesti diri sendiri, badai pasti berlalu. Hanya saja kita tidak tahu, ketika badai berlalu, apakah jiwa dan raga ini masih tetap memijak bumi.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...