Sabtu, 06 Juli 2013

Think Realistic

Saya tidak suka berteman dengan orang yang realistis. Namun saya suka ketika saya yang menjadi realistis. Hal yang menjengkelkan ketika melihat orang lain bisa realistis sedangkan saya sendiri masih naif dan berjalan-jalan dalam terowongan imajinasi yang kosong.
Kehidupan pasca-kuliah memaksaku untuk membunuh semua kenaifan yang sudah terlanjur berkecambah di otakku.

Sepanjang perjalanan dari Makassar ke Sidrap tadi siang memberikanku kesempatan untuk berpikir lebih jauh mengenai batasan realistis dan kenaifan yang dapat ku toleransi.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...