Senin, 22 Juli 2013

Two Weeks Crazy

Akhirnya di Makassar lagi. Setelah menjalani 2 minggu yang gila di daerah yang amat sangat terlalu terpencil sekali.

Minggu pertama di daerah itu, semua masih baik-baik saja. Saya menjalani puasa pertama di minggu tersebut, mengikut jadwal pemerintah. Di masa lalu, jadwal puasa seperti ini tidak layak masuk catatan blog karena semua jadwal ritual keagamaan memiliki waktu yang seragam, namun di masa kini, hal-hal seperti ini pun harus diperjelas karena begitu banyak keberagaman jadwal ritual agama. Di Ramadan tahun ini, Lailatul Qadr kira-kira jatuh di malam ganjilnya siapa ya, pemerintah atau lain-lain? Itu pertanyaan yang bodoh.
Dalam beberapa tahun terakhir ini saya selalu menjalani puasa pertama dalam keadaan on duty di daerah lain, jauh dari keluarga. Kapan ya, bisa puasa bareng lagi keluarga?

Minggu kedua di tempat tugas merupakan minggu neraka. Tiba-tiba saja saya jatuh sakit. Dua hari pertama, saya hanya ingin mengandalkan daya tahan tubuh untuk mengusir penyakit. Namun nampaknya hal tersebut tidak berhasil. Panggilan tugas dan panggilan ibadah puasa memaksaku untuk mencari pengobatan secepatnya. Seluruh badan rasanya luluh lantak. Untunglah para peneliti telah menciptakan antibiotik, antinyeri, dan anti-asam lambung. Sungguh obat-obatan tersebut benar-benar sangat membantu manusia dalam memerangi kesakitan. Terpujilah mereka.

Pada minggu kedua ini pula saya melihat wajah lain daerah ini. Minimnya pengetahuan masyarakat dan tingkah laku beberapa pejabat yang cenderung megalomania. Minimnya pengetahuan masyarakat mungkin tidak perlu dibahas terlalu jauh, karena hampir semua wilayah Indonesia masih dihuni oleh orang-orang seperti ini, untuk membasmi masalah itu, maka pemerintah mengucurkan banyak dana di bidang pendidikan dan melupakan bahwa sektor kesehatan juga butuh perhatian. Tapi tak apalah, pemerintah kita memang selalu begitu, terlalu fokus pada satu masalah dan melupakan masalah lain dan itu manusiawi. Bersyukur saja, negara ini belum bangkrut seperti kota Detroit, meskipun punya utang yang jumlahnya tidak kepalang tanggung.

Sedangkan untuk masalah tingkah laku pejabat, ini yang bikin miris. Apakah mungkin semua manusia, termasuk diriku, akan bertingkah megalomaniak dan gila hormat jika sudah menduduki suatu jabatan? Entahlah.




Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...