Kamis, 01 Agustus 2013

Little By Little then Monster By Monster

Bawang ajaib. Harganya dua ribu rupiah. Sekotak isinya lima puluh butir. Tidak perlu api. Cukup dibanting, butiran mesiu yang ada dalam pembungkus kertas tipis terpicu, lalu duarr...
Mainan ini sangat populer di Sidrap. Penjual petasan sampai harus memproduksinya berkali-kali dalam sehari karena seringnya terborong oleh para teroris kecil. Para teroris itu sering sekali datang ke masjid saat Isya dan Tarawih. Bukan untuk shalat tapi saling pamer, siapa yang punya petasan paling keren. Waktu masih kecil, apa saya juga punya kecenderungan menjadi teroris seperti mereka, ya? Lupa.

Dalam menghadapi para teroris kecil seperti mereka, saya harus mengalokasikan banyak cadangan maklum. Jadi tiap kali mereka bikin ulah, saya cukup bilang, maklum saja mereka masih kecil (masih kecil cuma meledakkan petasan di sekitar masjid, kalau sudah besar entah apa yang mau diledakkan), maklum saja mereka masih SD (masih SD saja sudah ahli petasan, kalau tamat kuliah nanti mungkin mainannya bom hidrogen), maklum saja mereka sedang dalam masa pertumbuhan (tumbuh menjadi apa? Menjadi monster?)

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...