Rabu, 21 Agustus 2013

Polyfracta

Terlalu banyak membuat akun media sosial membuatku kebingungan. Bingung dengan cara mengurusnya. Kapan harus update line, kapan harus buka fb, kapan harus check in di path, kapan harus berfoto di instagram, kapan harus ngetwit? Mungkin inilah yang disebut dengan cultural shock. Saat kemajuan zaman justru membuat manusia semakin impulsif dan disorientasi terhadap realitas. Kata seorang teman, kondisi seperti itu hanya bisa disembuhkan oleh paceklik kuota internet.

Sabar dan menahan diri. Itu ajaran lama yang sudah terdengar kuno. Saking kunonya, ada rencana untuk menghapus kata sabar dari kamus bahasa. Orang sabar tidak bisa hidup di zaman moderen. Saat semuanya serba terburu-buru.

Padahal sejak Adam dan Hawa tercipta, ajaran sabar telah disampaikan Tuhan melalui perantaraan buah khuldi. Seandainya saja Adam dan Hawa bisa menahan diri.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...