Jumat, 09 Agustus 2013

Silver Lining to Arms

Salah satu bagian yang menarik dari film Silver Linings Playbook adalah ketika Pat melempar buku Farewell to Arms karangan Hemingway, keluar dari jendela, lalu mengoceh pada orang tuanya tentang betapa buruknya novel Hemingway yang berakhir tragis. Mengapa tokoh Hemingway dalam novel tersebut tidak bisa hidup bersama wanita yang dicintainya? Mengapa harus membuat novel yang berakhir tragis? Hidup ini sudah berat, terlalu berat. Tidak bisakah pengarangnya berpikir lebih positif?

Saya selalu tertawa tiap melihat ulang adegan tersebut.
Sepertinya sulit untuk meminta Hemingway berpikir positif. Coba jelaskan bagaimana hal positif dapat timbul dari orang yang dua kali ikut perang kemudian tiga kali bercerai dan empat kali menikah lalu mengalami kecelakaan pesawat sebanyak dua kali berturut-turut? Tak terbayangkan, betapa banyak kepedihan yang telah dialami Hemingway. Konon, karena terlalu banyaknya kepedihan, beliau sampai harus mengakhiri hidupnya sendiri.

Setiap orang punya caranya sendiri untuk menjalani hidup. Postif, negatif, terserahlah. Yang penting, jangan mengganggu dan menyakiti orang lain.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...