Minggu, 25 Agustus 2013

Touchy

Belum terbiasa dengan touchscreen. Rasanya kurang sreg kalau harus mengetik tanpa menekan tuts yang keras. Emosi tidak tersalurkan dengan tepat. Berlebihan, tapi begitulah adanya. Sejak dulu, manusia senantiasa melakukan ritual-ritual yang keras dan berat untuk menyalurkan perasaan. Lihat saja acara ibadah tiap agama, selalu ada gerakan khusus untuk mendekati Sang Pemilik Perasaan Semesta.
Aktivitas yang rigid seolah-olah dapat menggeser kegundahan yang menyumbat hati. Seperti saat menekan tuts Nokia 5310 lamaku yang kerasnya minta ampun saat menulis blog ini. Rasanya menyenangkan jika sudah memposting sebuah tulisan setelah bersusah payah menulisnya dengan tuts yang menghabiskan energi. Sensasi seperti itu belum bisa kudapatkan dari ponsel layar sentuh yang katanya pintar. Terasa hambar. Lagi-lagi berlebihan.

Semua hanya masalah kebiasaan. Jika sudah lama terjalani, pasti akan terbiasa juga. Saya selalu percaya bahwa manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...