Rabu, 23 Oktober 2013

Quat Erat Justo

Sulit rasanya menegakkan aturan di suatu institusi yang bernama Indonesia. Selalu saja ada orang-orang yang menginginkan kemudahan dan mencari jalan pintas agar terbebas dari aturan. Fenomena seperti itu sudah jadi menu wajib di negara yang sudah merdeka lebih dari setengah abad yang lalu. Meskipun keamburadulan hukum kedengarannya sumbang di telinga keadilan, tetap saja saya tidak mau protes atau pun berkeinginan untuk mengubah keadaan itu. Protes pada keadaan hanya akan menimbulkan sakit hati dan menghasilkan banyak musuh. Jika kita menegakkan aturan di institusi yang terlanjur rusak, kita hanya akan dianggap sebagai pengganggu stabilitas. Jadi lebih baik semua keamburadulan itu dibiarkan saja. Dan sepertinya mayoritas orang Indonesia juga berpikiran sama denganku. Mereka juga sudah terlanjur nyaman dengan kelakuan amburadul seperti itu. Toh, biarpun pelanggaran aturan banyak terjadi, negara dan masyarakat Indonesia masih bisa hidup di muka bumi ini, pemerintahan masih berjalan, dan langit tidak runtuh walaupun korupsi merajalela. Jadi aturan, untuk negara Indonesia, hanyalah hiasan pelengkap buku kewarganegaraan dan kitab pidana. Kita menikmati keamburadulan hukum dan aturan, seperti secangkir kopi di sore hari.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...