Selasa, 03 Desember 2013

Resesif

Seberapa besar kemampuan manusia dalam mengingat? Dulu, saat masih sekolah, saya merasa bahwa kemampuan manusia dalam mengingat, tak ada batasnya. Manusia dapat mengingat apapun, sampai kapan pun. Karena memori di masa pra-kuliah hanyalah berkisar pada pelajaran sekolah, rumus matematika, hafalan sejarah dan reaksi kimia, playstation, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Di masa-masa itu, mengingat adalah aktivitas yang membahagiakan.

Namun, perjalanan hidup selama 20 tahun lebih telah mengajarkanku bahwa ingatan manusia tidak sesempurna perkiraanku. Ada banyak hal yang tidak bisa dan bahkan tidak ingin diingat oleh manusia. Perkara rumit, kesedihan dan hal-hal buruk lainnya, selalu menjadi komponen yang tidak bisa terintegrasi dengan sempurna dalam ingatan. Saat coba diukir dalam ingatan, perkara rumit, kesedihan dan hal-hal buruk biasanya bermanifestasi menjadi amnesia selektif atau bahkan gangguan jiwa jenis yang lain. Oleh karena itu, kebanyakan manusia lebih memilih untuk melupakan lalu melanjutkan hidup daripada harus mengingat namun tersiksa.

Atas alasan yang tidak kumengerti, saya mulai melupakan nama orang-orang yang pernah kukenal saat SD, SMP, dan SMA. Dan parahnya lagi, saya juga mulai lupa dengan nama teman-teman seangkatanku di bangku kuliah. Mengingat 200an orang yang tidak selalu berinteraksi dengan kita dalam 6 tahun terakhir bukanlah hal yang mudah. Mungkin ini hanyalah efek penuaan otak atau saya saja yang kurang berusaha untuk mengingat.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...