Rabu, 30 Januari 2013

Sendal yang Tertukar


Dia menjelma seperti kunci serba pintu, Swiss army, atau hal-hal sejenisnya yang punya kemampuan bekerja pada segala kondisi. Saat pertama menemukannya, tak pernah terpikir olehku kalau dia akan menjadi benda yang sangat berguna.  Setia. Tangguh. Dapat diandalkan dalam segala situasi.
Terimakasih karena telah menjadi saksi bisu di banyak peristiwa bersejarah dalam hidupku.

Selasa, 29 Januari 2013

Awkward Recipe

Bubur kacang + Kopiko White Coffee + Susu Kental Bendera = rasa durian = tidak enak

Minggu, 27 Januari 2013

Wrote Write Writting

Saat hendak menulis ini, saya tidak sedang berencana menulis sebuah postingan. Tiba-tiba saja tanganku bergerak. Kombinasi kesepian, kegalauan, ke-kere-an, dan ke-ke-an-an lainnya membuat semuanya mungkin.
Sejak kehilangan rutinitas, saya merasa telah berubah menjadi mahluk lain. Mahluk yang berwujud nemesis dari diriku yang dulu. Untuk analogi populernya, lihat saja hubungan antara Spiderman dan Venom, atau Wolverine dan Sabretooth.
Kalau di zaman ketika diriku masih seambisius dulu, saya tak akan menyiakan waktu luang seperti ini untuk merefleksikan diri, menulis hal-hal yang tak bermakna seperti ini, memikirkan sesuatu yang tak berujung seperti ini. Kalau dulu, saya mungkin sedang terlarut dengan kamus bahasa Jepang-Rusia, berdebat dengan seseorang tentang Engels dan Marx atau memindahkan isi teksbuk ke dalam catatan. Dulu saya akan menganggap semua kegiatan itu berguna untuk hidupku. Tapi kini, saya rasa itu tindakan yang naif. Hidup bukan hanya sekedar mengisi waktu luang dengan kegiatan lain yang dianggap berguna.
Dianggap berguna. Karena nilai guna dibentuk oleh persepsi. Dan persepsi merupakan hasil bentukan lingkungan. Dulu lingkunganku dipenuhi oleh orang-orang yang ambisius. Sekarang pun begitu. Hanya saja, lingkunganku yang sekarang, punya taraf dan cara pencapaian ambisi yang berbeda.

Sunday Morning, Rain is Falling

Biasanya, saya hanya memutar lagu Sunday Morning di hari minggu yang hujan. Persis seperti lagunya. Tapi beberapa hari ini, saya memutarnya tiap hari. Karena, everyday i wake up, and it's sunday in endless rain.

Sabtu, 26 Januari 2013

Just Desire

Dia berencana melakukan hal-hal yang fantastis. Menjalani hidup seperti dalam kisah-kisah yang bombastis. Dan melepaskan diri dari tumpukan atom yang statis di sini. Kesadaran dan hasratnya yang terdalam, mendambakan sebuah petualangan yang berada di luar jangkauannya. Entah itu sebagai Presiden SBY, salah satu dari korban banjir yang diselamatkan di Jakarta, seorang ibu rumah tangga di Jepang, atau sebagai seorang imigran gelap di Amerika Serikat. Apapun itu. Yang penting, tiap detik dalam 365 hari di tahun ini dapat bermakna dan menjadi momen yang paling berkesan dalam hidupnya. 

What Next?

Menjadi manusia cangkang yang bertapa sepanjang hari dalam kamar. Sedang berupaya mengumpulkan energi kosmis serta tenaga mistis yang ada di semesta. Siapa tahu saja ada pengalaman astral yang dapat tercapai di tubuh yang fana ini.

Memperhatikan lagi hal-hal yang dulu tak sempat kuperhatikan.
Setelah 5 tahun berlalu, ternyata pakaianku sudah banyak yang robek. Nyaris tidak ada regenerasi di gantungan pakaianku.

Dan ada beberapa barang yang dulunya kubeli karena kupikir akan terpakai di suatu hari nanti, tapi sekarang justru hanya menjadi penambah sesak kamar. Buku-buku, pulpen, dan benda-benda aneh lainnya. Beberapa di antaranya sudah bertransformasi menjadi sampah. Entah mau diapakan semua barang itu. Dibuang sayang, disimpan tak berguna. Kalau sudah begini, terpaksa ajukan kasasi ke majelis hom-pim-pa.

Setelah melalui silat tangan yang berbelit-belit, pertimbagan nostalgia yang menguras perasaan, serta segala omong kosong lainnya, maka majelis hom-pim-pa memutuskan bahwa semua barang yang tak lagi digunakan...dibuang saja.

Kembali bertapa...

Big Blue Sky Collapse

Baru saja melewati hectic week. Dan bertemu lagi hectic week yang lain. Kupikir, setelah menyebar skripsi dan mengambil nilai, tak akan ada lagi hari-hari yang penuh kegilaan. Ternyata saya salah. Menjalani hidup itu ibarat terjebak dalam siklus kegilaan. Begitu satu kegilaan berakhir, datang lagi kegilaan yang lain. Mungkin karena itulah Sidharta mengembangkan ajaran Budha untuk memutus semua siklus kegilaan yang ada di dunia lalu mencapai nirvana.

Tak ada pilihan selain menikmati semua kegilaan ini. Namun untuk melakukannya, tak perlu ikut-ikutan gila. Biarlah kehidupan saja yang gila. Semoga saya tetap waras.

 

Selasa, 22 Januari 2013

Refarat Tennis Elbow/Epikondilitis Lateral

TENNIS ELBOW

Syukri La Ranti

I. PENDAHULUAN

Pada tahun 1882, Morris memperkenalkan istilah “lawn tennis elbow” yang merujuk pada suatu sindroma pada siku yang ditemukan pada para pemain tenis, istilah itu kemudian disingkat menjadi “tennis elbow”. Namun menurut data epidemiologi terbaru, para penderita  penyakit ini mayoritas justru berasal dari orang-orang yang bukan pemain tenis. (1) (2) (3)
Tennis elbow merupakan salah satu jenis overuse syndrome dan kondisi ini timbul sebagai akibat dari ekstensi pergelangan tangan yang berlebihan. Hal ini sering ditemukan pada orang-orang yang terbiasa melakukan repetisi supinasi dan pronasi lengan bawah ketika sendi siku sedang dalam keadaan ekstensi (seperti gerakan pemain tenis yang melakukan pukulan backhand). (2) (3) (4)    

Gambar 1: Gerakan backhand pada tenis yang menimbulkan tarikan pada epikondilus lateral. Dikutip dari kepustakaan (5)

Obgyn Done


Harusnya ini diupload tahun lalu. Tapi berhubung sibuk, banyak urusan, dan malu. Jadi barusan diupload. Bagi yang tidak mengenal orang-orang yang di bawah ini, maaf, jika Anda merasa mual dan muntah saat melihatnya. Maaf jika Anda ketakutan. Mereka bukan sejenis obat pencahar ataupun binatang film horor. Mereka hanyalah orang-orang yang kutemui secara acak saat stase obgyn. Stase yang penuh dengan unbelievable things. Tidak layak dibahas di sini.

Intinya...it's done.

Refarat Eklampsia

 Eklampsia

Aditya B. Dharmaji

       I.            PENDAHULUAN
Eklampsia, yang dianggap sebagai komplikasi preeklamsia berat, umumnya didefinisikan sebagai onset baru dari aktivitas kejang tonik-klonik (grand mal seizure) yang dapat disertai dengan koma selama kehamilan atau setelah melahirkan pada wanita yang sebelumnya telah memiliki tanda-tanda atau gejala preeklampsia.1
Eklampsia sangat erat kaitannya dengan preeklampsia baik ringan maupun berat karena eklampsia merupakan komplikasi dari preeklampsia. Preeklamsia itu sendiri adalah kelainan dari fungsi endotel vaskular dan vasospasme yang luas yang terjadi setelah kehamilan 20 minggu dan dapat berlangsung hingga 4-6 minggu masa nifas.1
Preeklampsia termasuk salah satu bagian dari terminologi hipertensi dalam kehamilan (HDK). Hipertensi dalam kehamilan digunakan untuk menggambarkan spektrum yang luas dari ibu hamil yang mengalami peningkatan tekanan darah yang ringan atau berat dengan berbagai disfungsi organ. Sampai sekarang penyakit HDK masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat dipecahkan dengan tuntas.1,2

Refarat Gangguan Haid



GANGGUAN HAID

Syukri La Ranti
I.               PENDAHULUAN
Haid telah lama menjadi pertanda penting dari perkembangan seksual wanita, yang merupakan salah satu tanda nyata dari endokrin wanita dan maturasi sistem reproduksi. Haid spontan dan reguler membutuhkan (a) aksis sistem endokrin hipotalamus- hipofisis- ovarium yang intak; (b) kemampuan endometrium untuk merespon stimulasi hormon steroid; dan (c) aliran keluar yang intak dari genitalia internal ke eksternal. 1
Siklus haid manusia dipengaruhi dari faktor lingkungan dan stresor. Jadi, ketidakteraturan haid tidak selalu mencerminkan hal patologis. Bagaimanapun, pemanjangan atau haid yang hilang persisten dapat menjadi salah satu tanda awal adanya kelainan neuroendokrin atau anatomi. 1
   Siklus menstruasi irreguler sering pada beberapa tahun awal menarche. Bagaimanapun, kebanyakan wanita ovulasi secara reguler dan periode menstruasi menjadi reguler dalam 5- 7 tahun setelah menarche. Pada saat ini, jarak siklus haid yang normal disetujui dalam rentang waktu antara 24 dan 35 hari (rata-rata 28 hari), dengan perdarahan haid terjadi dari 3- 7 hari (rata-rata 4 hari) dan rata-rata kehilangan darah haid 35 ml ( 20 -80 ml). Berbagai perdarahan yang keluar melebihi batas ini dikatakan abnormal. 2

Aspek K3 Dalam Pengelolaan Limbah Cair Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar


I.                   PENDAHULUAN
Rumah sakit dan institusi kesehatan lain adalah sebuah bentuk industri jasa yang tidak berbeda dengan industri barang. Komponen manusia, mesin, dan peralatan serta energi merupakan aset industri yang akan menentukan tujuan perusahaan.  Proses  dalam  rumah  sakit  dan  institusi  kesehatan  lain  sangat kompleks bagi dihasilkannya keluaran (output) yang memuaskan dan tentunya dari proses kerja yang sehat dan selamat.
Rumah sakit merupakan pelayanan kesehatan terhadap individu, pasien dan masyarakat dengan inti pelayanan medik baik pencegahan, pemeliharaan, pengobatan dan penyembuhan yang diproses secara terpadu agar mencapai pelayanan kesehatan paripurna.
Disamping kegiatan pelayanan kesehatan untuk penyembuhan pasien, rumah sakit juga menjadi media pemaparan dan atau penularan penyakit bagi para pasien, petugas, pengunjung maupun masyarakat sekitar yang tinggal dekat rumah sakit yang disebabkan oleh agent (komponen penyebab penyakit) yang terdapat dilingkungan rumah sakit. Rumah sakit juga menghasilkan sampah atau limbah yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, baik lingkungan rumah sakit itu sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, didalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan rumah sakit perlu menerapkan upayanya untuk meniadakan atau mengurangi sekecil mungkin dampak negatif.

Sabtu, 12 Januari 2013

Brave

Intisari kehidupan sejati hanya dapat dinikmati oleh manusia-manusia yang berani.

Nonton Bareng

Baru bangun tidur. Entah ini bangun tidur yang ke berapa kali untuk hari ini. Dalam 2 minggu terakhir, siklus hidupku seolah-olah hanya berputar pada rutinitas tidur-bangun. Mungkin ini kompensasi atas semua waktu tidurku yang tercuri dalam dua tahun terakhir atau mungkin ini hanya efek penurunan metabolisme tubuh akibat hujan yang berkepanjangan atau mungkin ini cuma faktor kemalasan. Saya lebih cenderung memilih kemungkinan pertama.

Setelah merampungkan segala rutinitas yang wajib dilakukan pada pukul 15.30, saya langsung kembali ke pondokan. Rencananya mau bersepeda keliling Unhas, tapi sayang hujan. Ubah ke rencana B, ikutan nonton bareng anak pondokan di ruang TV.

Saat sampai di ruang TV, pikirku bakalan nonton pertandingan liga Indonesia. Tak kusangka, pria-pria sangar dan gahar pondokan ternyata sedang menonton melodrama Bollywood yang disiarkan salah satu stasiun tv swasta, Kabhi Kushi Kabhi Gham (semoga ejaannya tidak salah). Kalau ada yang belum pernah dengar judul film tersebut, silahkan search di Google atau Yahoo. Kalau tidak salah, saya nonton film tersebut sekitar satu dekade yang lalu. Waktu saya masih SMP. Dulu saya belum terlalu mengerti tentang dunia, sehingga tak kusadari kalau masalah yang dialami para tokoh di film itu cukup rumit. Sekarang, saat saya mulai mengerti sedikit tentang dunia, barulah kusadari kenapa para pria gondrong pondokan masuk kamar tiap kali ada adegan aktor dan aktris menangis. Mereka ingin terisak sendiri tanpa ada yang melihat. Saya pura-pura saja tidak tahu. Gondrong juga manusia, punya rasa, punya hati.

Try Again Next Time

Tiga hari berjalan tanpa menemukan yang kucari. Sia-sia? Mungkin. Di kondisi seperti ini, kalimat sakti, "semua ada hikmahnya" selalu memberikan efek sugestif yang melegakan untuk
mencoba lagi di lain waktu.

Terbangun

Terbangun jam 2 dini hari karena mimpi yang tidak asyik. Saya sendiri lupa dengan detail mimpi tersebut. Pastilah itu mimpi yang jauh dari kesan menyenangkan, karena memoriku pun sampai menolak untuk mengingatnya.
Entah apa yang harus dilakukan kalau sudah terbangun seperti ini. Ketika semua manusia tertidur pulas, tak ada yang bisa diajak bicara. Saat semua acara tv tak ada lagi yang menarik untuk dinonton, yang menarik untuk dilempar juga tak ada. Mau balik ke peraduan, rasa ngantuk telah menguap.
Kalau sudah begini, barulah terasa yang namanya sunyi.
Sunyi.
Sunyi.
Sunyi.
Tiba-tiba rindu lagi masa-masa gaduh gelisah di pagi buta saat hujan keluhan menyerang. Tidak. Setelah kupikir-pikir, bukan itu yang kurindukan. Semua keluhan itu, bukan hal yang pantas dirindukan. Pastilah kerinduan ini berkaitan dengan hal lain. Entah itu apa.
Tapi sekarang
bukan saat yang pantas untuk mengenang masa lalu.
Ngantuk, tidak ngantuk, paksa tidur lagi.

Monoton

Hari ini seperti kemarin. Hanya saja bus mulai beroperasi lagi. Ketemu sama teman seangkatan di bus. Katanya, mau ke kampus untuk ujian forensik. Sampai sekarang dia belum lepas dari preklinik, entah apa kendalanya. Saya tidak berniat tanya lebih jauh mengenai kehidupannya di preklinik, karena sepertinya, pertanyaan macam itu hanya akan menambah luka. Saya cuma bisa bilang, good luck. Karena saya rasa, dia sudah mengulangi materi ujian berkali-kali, sehingga yang paling dibutuhkannya saat ini, mungkin hanyalah, keberuntungan. Untuk mengarungi kehidupan yang keras, kita sangat memerlukan keberuntungan.

Begitu sampai kampus, dosen yang saya cari tidak datang lagi.

Pulang.

Jumat, 11 Januari 2013

Kamis, 10 Jan 2012

Padahal sudah berencana naik bus keliling kampus seperti kemarin. Tapi takdir berkata lain. Hari ini supir pete-pete kampus berdemo lagi. Tak ada ojek dan bus yang beroperasi. Mungkin mereka ketakutan. Takut para supir pete-pete menggila, lalu merusak segala yang nampak di depannya. Untungnya sekarang masih masa liburan sehingga tidak terjadi agregasi manusia di sekitar kampus. Resiko kerusuhan meningkat saat agregasi manusia terjadi.

Perubahan jalur pete-pete mungkin terdengar sepele. Tapi bagi supir pete-pete dan mahasiswa yang tidak punya kendaraan seperti saya, itu masalah besar. Hal ini menyangkut aspek sumber penghasilan, jarak tempuh, efisiensi, dll. Akan sulit dipahami oleh mereka yang tidak pernah menggunakan pete-pete.

Jadilah aku pengelana kampus seperti di masa lalu. Berjalan menulusup koridor-koridor kampus, mulai dari fakultas teknik, sampai fakultas mipa. Jauh juga. Tapi menyenangkan. Sudah lama aku tak melakukan kegiatan macam ini. Hanya saja, berpapasan dengan mahasiswa-mahasiswi baru yang berseliweran membuatku merasa tua. Lima tahun tiga bulan aku jadi mahasiswa, melebihi masa jabatan seorang presiden. Sudah saatnya untuk memikirkan demisioner. Tapi biarlah itu menjadi urusan belakangan. Memuakkan rasanya tiap kali mendengar pertanyaan, "kapan selesai?", pernyataan bernada perintah, "cepat-cepat mi selesai!" maupun kalimat yang bukan pertanyaan atau perintah, "saya kira kamu sudah selesai". Saya jadi merasa bersalah pada para senior, karena seringnya aku mengucapkan hal-hal memuakan seperti itu pada mereka.
Tapi itu masa lalu. Saatnya berjalan di masa kini, karena masa lalu hanyalah produk pikiran. Akan lenyap saat timbul kesenangan-kesenangan baru. Apa yang sedang saya bicarakan.

Saat sampai di kampus, dosen yang saya cari tidak datang. Pulang.

Rabu, 09 Januari 2013

B\Just ANothr Day

Woke up
Bangun pagi. Mood jelek. Entah mimpi apa semalam. Rasanya mau marah-marah sepanjang hari. Premenstrual syndrome? Mungkin saja, biarpun sampai sekarang belum ada jurnal ilmiah yang mencatat bahwa pria bisa haid. Bisa jadi, saya yang pertama akan mengalaminya. Semua mood jelek ini mungkin hanya pertanda awal.

Untungnya, seharian ini saya mengurung diri di kamar. Jadi tak ada satu pun manusia yang menjadi korban dari mood-ku yang jelek. Yah, biarpun begitu, ada beberapa manusia yang jadi korban smsku yang beracun. Sorry, bad mood dapat menginfeksi lewat pesan pendek. Siapa suruh sms di hari macam ini.

Ingin rasanya membanting meja, laptop, hp, dan iphone. Sayangnya, semua barang itu mahal untuk diganti.

Selasa, 08 Januari 2013

Media Sosial

Saya pernah punya banyak akun di berbagai media sosial. Entah setan apa yang pernah merasukiku hingga bisa membuat begitu banyak akun? Tak pernah terpikir olehku jika akun-akun itu bakal terbengkalai seperti sekarang ini.

Mungkin kali ini Hegel benar lagi...hanya yang masuk akal yang akan bertahan...
dan akun media sosial yang pernah kubuat, sepertinya tidak masuk akal.


Rabu, 02 Januari 2013

Potter

Thanks to my sister. Yang telah memperkenalkan saya dengan Harry Potter versi Live Action.
Setelah 12 tahun saya selalu menolak menonton Harry Potter, akhirnya hari ini terjerat juga. Kebosanan dan persuasi yang terus-menerus membuat semuanya dapat terjadi.
Ternyata Harry Potter Live Action tidak seburuk bayanganku.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...