Kamis, 31 Oktober 2013

Boretime

Hingga saat ini saya masih belum memahami mekanisme yang mendasari timbulnya rasa bosan. Apakah itu genetik, virus, bakteri, jamur, trauma, atau degeneratif? Tak ada jawaban yang pasti. Yang pasti, bosan sudah sering menderaku, bisa berkali-kali dalam sehari, dan tak ada obat yang dapat menyembuhkannya, selain waktu.

Minggu, 27 Oktober 2013

We only fall with Earth

Di dunia ini, tak ada yang namanya pekerjaan ideal, tempat tinggal ideal maupun hubungan yang ideal. Segala yang ada di permukaan bumi sudah dipenuhi cacat dan tak lagi sempurna sejak manusia menjejakkan kakinya di bola raksasa beroksigen ini. Manusia hanya berusaha untuk mengendalikan keadaan agar dunia tidak bertambah rusak, namun dalam prosesnya, usaha manusia yang bertujuan untuk merawat, secara ironis justru membuat bumi semakin berantakan. Saya tidak perlu menyebutkan daftarnya, karena WWF, Greenpeace dan media sudah melakukannya. Apa yang yang salah dengan keadaan itu? Tidak ada yang salah, karena sejak awal, mungkin seperti itulah tujuan bumi diciptakan di antara milyaran planet lainnya, untuk dirusak oleh manusia.

Rabu, 23 Oktober 2013

Quat Erat Justo

Sulit rasanya menegakkan aturan di suatu institusi yang bernama Indonesia. Selalu saja ada orang-orang yang menginginkan kemudahan dan mencari jalan pintas agar terbebas dari aturan. Fenomena seperti itu sudah jadi menu wajib di negara yang sudah merdeka lebih dari setengah abad yang lalu. Meskipun keamburadulan hukum kedengarannya sumbang di telinga keadilan, tetap saja saya tidak mau protes atau pun berkeinginan untuk mengubah keadaan itu. Protes pada keadaan hanya akan menimbulkan sakit hati dan menghasilkan banyak musuh. Jika kita menegakkan aturan di institusi yang terlanjur rusak, kita hanya akan dianggap sebagai pengganggu stabilitas. Jadi lebih baik semua keamburadulan itu dibiarkan saja. Dan sepertinya mayoritas orang Indonesia juga berpikiran sama denganku. Mereka juga sudah terlanjur nyaman dengan kelakuan amburadul seperti itu. Toh, biarpun pelanggaran aturan banyak terjadi, negara dan masyarakat Indonesia masih bisa hidup di muka bumi ini, pemerintahan masih berjalan, dan langit tidak runtuh walaupun korupsi merajalela. Jadi aturan, untuk negara Indonesia, hanyalah hiasan pelengkap buku kewarganegaraan dan kitab pidana. Kita menikmati keamburadulan hukum dan aturan, seperti secangkir kopi di sore hari.

Selasa, 22 Oktober 2013

Time Flies, Dragon Flies

Waktu itu relatif, selain Einstein dan Sidharta, entah sudah berapa manusia dalam sejarah yang mengatakan hal serupa. Saya hanya mengikut saja, karena nampaknya pengalaman hidupku hampir sejalan dengan pengalaman orang-orang terdahulu yang menemukan betapa nisbinya sang kala ketika perasaan dan kenangan mengintervensi kemampuan manusia dalam mempersepsi realitas. Baru-baru ini saya kembali ke kampung halaman dan di tempat itu, relativitas waktu kembali memperlihatkan kebenarannya. Di tahun 2013, keadaan pulau kelahiranku nyaris tidak beranjak dari era 90-an. Apa yang kulihat saat masih TK, di tahun 1994, ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang kulihat saat ini, 2013. Waktu seolah-olah terhenti di sana. Selain cat yang semakin kusam dan para penghuni yang semakin berkeriput serta global warming, tidak banyak yang berubah dengan kota kelahiranku. Bangunannya, jalannya, tata kotanya, lautnya, sungainya, dan kesunyiannya. Mengintari lagi jalan-jalan lama yang pernah kutapaki, rasanya seperti memasuki mesin waktu.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Everything You See is not Real

Bisa saja itu Barcelona, Athletico atau AC Milan.
Kita tidak pernah tahu, karena itu jangan terlalu percaya dengan segala yang tertangkap oleh panca indera.
Orang lain yang membaca tulisan ini pasti kebingungan dengan maksud semua kalimat yang telah terlanjur terketik dalam postingan ini. Ada sebuah peristiwa besar (menurutku itu peristiwa besar, menurut orang lain mungkin itu hanyalah peristiwa omong kosong) yang melatarbelakangi penulisan postingan ini. Tapi saya tidak berminat untuk menceritakannya karena tidak ada juga yang berminat untuk membacanya. Jadi saya akhiri saja postingan ini dengan sebuah tanda titik.

Curiousane

Pernah melihat etalase di toko buku? Biasanya di etalase dipamerkan buku-buku best seller atau buku keluaran terbaru. Tiap kali melihat pajangan di etalase toko buku, selalu terbersit pertanyaan "mengapa buku itu yang harus dipamerkan? mengapa buku itu bisa jadi best seller? mengapa orang mau membelinya? apa istimewanya buku itu?" Karena penasaran, akhirnya buku itu terbeli juga. Padahal buku-buku itu belum tentu bagus isinya, bisa jadi klaim best seller itu hanyalah metode untuk melahirkan rasa penasaran. Manusia rela melakukan apa saja untuk memuaskan rasa penasarannya, meskipun itu harus melanggar hukum. Dan sepertinya itu sudah menjadi sifat bawaan yang mendarah daging sejak terciptanya Adam dan Hawa.

Senin, 07 Oktober 2013

Gunjinf

Hidup yang damai dapat dimulai dengan upaya memahami serta menerima kelemahan dan kesalahan diri sendiri. Namun, tidak semua manusia dapat melakukannya. Sudah fitrah jika seorang manusia selalu merasa bahwa dirinya lebih baik dari manusia lainnya. Merasa bahwa orang lain lebih banyak salahnya jika dibandingkan dengan dirinya sendiri. Buta selektif, dapat melihat dengan sangat jelas keburukan orang lain, namun tak dapat melihat keburukan diri sendiri, kalau pun bisa dilihat, tidak mau diakui. Dengan mudahnya beberapa manusia mempergunjingkan keburukan manusia lainnya, seolah-olah mereka lah mahluk paling sempurna di muka bumi ini. Saya sudah menyaksikan begitu banyak kehancuran yang ditimbulkan oleh pergunjingan. Seandainya ada obat yang dapat menghindarkan diriku dari pergunjingan, saya dengan senang hati akan memakannya tiap hari

Minggu, 06 Oktober 2013

Restressa

Hidup harus dinikmati, betapa pun sulitnya. Hargai semua orang, agar lebih mudah menikmatinya. Jika orang lain tidak mau melakukan hal yang sama padamu, setidaknya, lakukanlah untuk dirimu sendiri.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Drufy

Tak ada kehidupan yang sempurna. Selalu ada cela yang tak terduga. Coba dinikmati saja.

Rabu, 02 Oktober 2013

Faset

Sudah fitrah kalau semua manusia yang hidup di zaman ini, menjengkelkan. Kita membuat jengkel mereka, dan mereka melakukan hal yang sama pada kita. Toleransi, pemaafan, dan pengabaian dilakukan untuk mencegah agar semua kejengkelan itu tidak berujung pada pengrusakan dan peperangan.

Hadapi semua persoalan dengan kepala dingin, walaupun itu mustahil.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...