Sabtu, 09 November 2013

Mongrelia

Entah apa yang dipikirkan oleh kucing dan sapi ketika mereka terlahir di dunia.
Apa mereka sempat berpikir mengenai kebebasan memilih kehidupan? Apakah mungkin mereka berpikir seperti ini, "bingung nih, terjebak dalam pilihan antara menjadi kucing rumahan ataukah ngegarong saja di jalanan jadi kucing karir. Tuhan, tolong aku" lalu kucing itu update status di medsos. Sapi juga tidak mau kalah bingung, dilema mau melanjutkan pendidikan ke universitas sapi perah atau ke universitas sapi pedaging. "Masa depanku bergantung pada pilihan ini" lalu update status dan tidur. Besok paginya, cek komentar.

Bagi mereka, mungkin, memilih kehidupan yang manapun, tidak akan sampai menimbulkan efek seperti Hitler dan rekan seangkatannya di masa perang dunia kedua. Pada akhirnya, para kucing dan sapi tidak perlu sampai menghancurkan dunia dengan perang nuklir dan beberapa kali terjebak dalam perang dingin. Kucing kalau lagi ngambek, paling hanya main cakar-cakaran, teriak-teriak, habis perkara. Sapi malah saya tidak tahu, bisa ngambek atau tidak.

Rumitnya menjadi manusia.

Minggu, 03 November 2013

Introspeksi atau Insanity

Faktor apa yang membuat kita memilih untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu? Apakah karena rasio dan logika ataukah kegilaan semata? Hari ini ada teman yang membawa ikan beku. Saya hanya membantu untuk mengangkat ikan itu menuju dapur lalu tidak ikut terlibat dalam proses pembersihan dan pemindahan ikan tersebut ke kulkas. Padahal saya punya kesempatan, waktu, dan tenaga untuk terlibat dalam proses tersebut. Tapi saya justru memilih untuk tidak terlibat, dan baru sekarang saya berpikir, mengapa saya tidak ikut ambil bagian tadi, toh, tidak ada ruginya jika saya ikut, malah, lebih banyak untungnya. Entahlah, kenapa saya baru memikirkannya sekarang dan kenapa hal itu begitu penting hingga harus kutulis sekarang? Pilihan yang awalnya tampak masuk akal ketika pertama kali diputuskan, tapi terdengar gila setelah ditilik kembali di kemudian hari, mungkin itulah definisi introspeksi.

Hitung Umur

Suatu hari di UGD.
Dokter: Ibu, sudah berapa umurnya?
Pasien: ndak tahu dok. ndak pernah kuhitung.
Dokter: tahun berapakah lahir?
Pasien: 1986, dok.
Dokter: jadi umur ibu sekarang 27 tahun, ya...
Pasien: oh...jadi 27 tahun umurku sekarang dok? tuaku di...
Dokter: Astaga, Ibu...masa umur sendiri dilupa mi... pasti ibu sudah menikah.
Ibu: Kok tahu dok. Sudah 8 tahun mi menikah.
Dokter: Saya tahu lah Bu. Hanya perempuan belum menikah atau belum punya anak itu yang hobinya hitung-hitung umur.
Ibu: *speechless

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...