Kamis, 26 Desember 2013

Vain

Hal lain yang bikin frustasi adalah saat mendengar pasien yang sebelumnya sudah berusaha keras kita tolong di UGD justru meninggal saat sampai di ICU atau di tempat rujukan.

Intraosseus

Untuk pertama kalinya menyaksikan keberhasilan akses intraosseus. Bukan di tempat yang biasa diperlihatkan oleh tutorial, di calcaneus. Saat berhasil memasangnya, it feels good.
Salah satu hal yang membuat frustasi tenaga medis adalah kesulitan mendapatkan akses intravena. Pada pasien tidak sadar, semua obat-obatan hanya bisa diberikan melalui intravena karena mereka tidak bisa lagi menelan.

Senin, 23 Desember 2013

Talk

oh brother, i can't believe it's true
i'm so scared about the future and i wanna talk to you
-Talk, Coldplay-

Masa depan itu memang menakutkan.

Jumat, 13 Desember 2013

Diafrag

Liburan yang terlalu lama bisa membuat seseorang mengalami disorientasi berat, seperti yang sedang terjadi padaku saat ini. Saya tidak tahu lagi hari apa sekarang, jam berapa sekarang, bahkan saya hampir lupa saat ini saya sedang ada di mana.
"Saya di mana sekarang? Apa yang sedang saya lakukan? Mengapa ada ponsel di tanganku? Apa saya sedang mengetik sekarang?"

Kira-kira begitulah.

Selasa, 10 Desember 2013

Asasi Asisah

Hak asasi, terdengar indah saat diperbincangkan, namun terlihat amburadul ketika diimplementasikan. Niat awalnya, semua manusia terbebas dari kesewenang-wenangan manusia lain, siapa pun itu. Namun niatan ini menciptakan suatu paradoks ketika asasi seorang manusia berseberangan dengan asasi manusia lainnya, jika sudah begitu, asasi siapa yang harus dipatuhi? Asasi Si Asisah?

Senin, 09 Desember 2013

Tips Menghadapi Macet

Sudah jadi ritual jika hari anti-korupsi harus diramaikan dengan demonstrasi, macet, dan gas air mata. Persis seperti hari lebaran yang dirayakan dengan opor dan ketupat, atau Natal yang dihiasi oleh Sinterklas dan pohon pinus berbintang.

Terus terang, saya tidak tahu kalau hari ini diperingati sebagai hari anti-korupsi, nanti setelah saya naik angkutan umum lalu terjebak macet selama berjam-jam di jalan, barulah saya sadar kalau saat itu saya sedang berada di perayaan hari anti-korupsi.

Sebagai tips agar tidak terjebak macet, jika sudah nampak polisi yang berjaga dengan perlindungan lengkap, mahasiswa dan LSM yang memaki-maki pemerintah dan koruptor, yang dilatari oleh kombinasi asap dari ban yang dibakar dan gas air mata serta spanduk-spanduk berpilox, maka segeralah putar haluan kendaraan anda atau turunlah dari angkutan umum yang sedang anda tumpangi, karena anda baru saja memasuki hari macet sedunia yang kebetulan, pada hari ini bertemakan anti-korupsi. Jika sudah tidak bisa lagi putar haluan, maka perbanyaklah berdoa. Cukup terbebas dari macet dan keriuhan massa tanpa lecet dan luka sudah termasuk doa yang luar biasa, memangnya nikmat apalagi yang bisa kau harapkan di hari anti-korupsi? Berharap agar sampai ke tujuan dengan tepat waktu di hari anti-korupsi adalah keinginan yang terlalu berlebihan.

Jika anda sudah terbebas sampai di rumah, segera buat catatan atau reminder, kalau tanggal 9 Desember adalah hari anti-korupsi. Jangan pernah lagi keluar rumah pada tanggal itu.

Minggu, 08 Desember 2013

1.501

Ini hanya postingan tidak penting untuk memperingati 1.501 momen yang telah tercatat dalam blog ini.

Di tahun-tahun mendatang, mungkin frekuensi postingan di blog ini tidak lagi se-intens lima tahun terakhir, karena ada kehidupan nyata pasca-kuliah yang harus lebih diperhatikan ketimbang piksel-piksel tak bernyawa di LCD.

Refarat Karsinoma Penis



Karsinoma Penis: Sebuah pengalaman dengan 153 kasus

Abstrak

Kami melakukan peninjauan terhadap gambaran klinis dan morfologis 153 kasus karsinoma sel skuamosa penis. Keterlambatan diagnosis yang lebih dari tiga bulan ditemukan pada 128 pasien (84 persen), hal ini menunjukkan bahwa diagnosis yang lebih dini diperlukan untuk mengurangi kasus tersebut. Penatalaksanaan bedah dilakukan pada 125 kasus yang mana stadium penyakitnya masih terbatas pada jaringan penis saja (stadium 1). Limfadenektomi ilioinguinal tidak dilakukan hingga terdapat kecurigaan klinis bahwa kanker telah menyebar ke jaringan limfatikus regional. Tingkat bertahan hidup selama lima dan sembilan tahun pada pasien yang tidak terbukti mengalami penyakit metastasis masing-masing adalah 64.4% dan 50.1%. Karakteristik yang kami temukan serupa dengan serial kasus lain yang menjadikan limfadenektomi sebagai dasar acuan penelitian, dan mereka mendukung premis yang menyatakan bahwa limfadenektomi tidak perlu dilakukan hingga terdapat bukti atau kecurigaan klinis bahwa telah terjadi penyebaran kanker ke jaringan limfatikus regional. Ada beberapa jenis penatalaksanaan yang diberikan pada 24 pasien yang dicurigai atau telah terbukti mengalami penyebaran kanker ke nodus limfatikus regional (stadium II), namun tingkat bertahan hidup selama lima dan sembilan tahun pada pasien-pasien itu hanya mencapai 21.8 persen.

Refarat Konkusio (Concussion)



Konkusio
Seorang wanita berusia 64 tahun tergelincir, lalu terjatuh ke depan dan kepalanya terbentur. Pasien tersebut memiliki riwayat kejang yang berlangsung singkat, dan tidak memberikan respon apapun selama kurang dari 1 menit, lalu sadar dengan disertai rasa nyeri kepala menyeluruh yang sangat berat dan mual namun tidak disertai muntah. Selain kejadian terjatuh, wanita tersebut tidak mengingat kejadian apapun dalam beberapa jam sebelumnya. Rasa nyeri dan kontusio pada kulit kepala dapat terlihat lokasi benturan, dan terdapat abrasi pada pipi kanan.

Suitability

Saat buruh menuntut gaji tinggi, banyak yang mencibir, apalagi ketika mereka tahu bahwa buruh-buruh tersebut memiliki gaya hidup mewah, jumlah orang yang mencibir langsung meningkat hingga lebih dari 10 kali lipat. Sebenarnya apa yang salah dengan mereka jika menuntut gaji tinggi dan bergaya hidup mewah? Buruh juga manusia, seperti halnya para majikan mereka. Sama-sama punya rasa, sama-sama ingin bahagia.

Selama kenaikan gaji dibarengi dengan peningkatan kualitas dan sebanding dengan keuntungan perusahaan, tidak ada yang salah dengan tuntutan para buruh. Tapi entahlah kalau saya yang jadi pemilik perusahaan, masih kah saya akan berpendapat seperti ini?

Tapi jika ditilik dari kacamata objektif, tuntutan gaji dan keinginan hidup mewah yang diharapkan oleh para buruh adalah hal yang manusiawi.

Jumat, 06 Desember 2013

Rerilisen

jatuh cinta bisa membuat seorang manusia lupa pada batasannya. sejak lahir, manusia telah dibuatkan batasan oleh alam. batasan itu bisa berupa orang tua, bentuk fisik, warna kulit, suku, geografi, ideologi, agama. semua batasan itu sebenarnya adalah ilusi, karena tanpa semua itu, semua manusia sama saja. tidak ada bedanya britney spears dengan agnes monica jika kita menyingkirkan variabel suku, tempat lahir dan beberapa rintangan sosiogeografi lainnya dari kedua manusia tersebut.

dilema menjadi manusia adalah pada satu sisi, mereka ingin menjadi mahluk yang unik, berbeda dari mahluk lainnya. Oleh karena itu mereka menumpuk persona-persona agar mereka menjadi sesuatu yang spesial, entah itu dengan kedok agama, ideologi, gaya hidup, fanatisme atau pun fashion. Tapi di sisi lain, mereka juga menginginkan kesetaraan dalam keadilan, penghormatan, dan rasa cinta. manusia itu rumit.

Alegmer

Cinta itu tidak logis, katanya. Tapi mengapa Agnes Monica tidak pernah jatuh cinta dengan pengamen di lampu merah yang tiap hari dilewatinya tiap kali membelah jantung kota Jakarta atau mengapa manusia hanya bisa jatuh cinta dengan sesuatu yang pernah ditangkap oleh panca inderanya? Mengapa mereka tidak ingin jatuh cinta dengan sesuatu yang tidak pernah mereka temui, mereka lihat, atau mereka dengar?

Apakah mungkin jika cinta itu sebenarnya logis? Tapi mengapa manusia rela melakukan hal-hal yang tidak rasional atas nama cinta?

Mungkin tidak seharusnya tulisan ini dibuat dan dibaca.

Kamis, 05 Desember 2013

Rabu, 04 Desember 2013

Painless

Mungkin saya tak perlu menjalani hidup dengan cara yang normal kalau ternyata normal itu berarti siap terluka dan menderita. Mereka bilang, tidak normal jika seorang manusia terus menerus merasa bahagia di sepanjang hidupnya, memangnya apa guna semua sensor rasa sakit yang sudah built in dalam tubuh manusia jika ternyata manusia lebih memilih lari dari rasa sakit. Itu seperti membeli Ferrari namun tidak bisa dikemudikan, sia-sia.
Tapi saya lebih memilih kesia-siaan itu dari pada harus sakit dan menderita. Mengapa harus sakit jika bisa dihindari?

Selasa, 03 Desember 2013

Resesif

Seberapa besar kemampuan manusia dalam mengingat? Dulu, saat masih sekolah, saya merasa bahwa kemampuan manusia dalam mengingat, tak ada batasnya. Manusia dapat mengingat apapun, sampai kapan pun. Karena memori di masa pra-kuliah hanyalah berkisar pada pelajaran sekolah, rumus matematika, hafalan sejarah dan reaksi kimia, playstation, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Di masa-masa itu, mengingat adalah aktivitas yang membahagiakan.

Namun, perjalanan hidup selama 20 tahun lebih telah mengajarkanku bahwa ingatan manusia tidak sesempurna perkiraanku. Ada banyak hal yang tidak bisa dan bahkan tidak ingin diingat oleh manusia. Perkara rumit, kesedihan dan hal-hal buruk lainnya, selalu menjadi komponen yang tidak bisa terintegrasi dengan sempurna dalam ingatan. Saat coba diukir dalam ingatan, perkara rumit, kesedihan dan hal-hal buruk biasanya bermanifestasi menjadi amnesia selektif atau bahkan gangguan jiwa jenis yang lain. Oleh karena itu, kebanyakan manusia lebih memilih untuk melupakan lalu melanjutkan hidup daripada harus mengingat namun tersiksa.

Atas alasan yang tidak kumengerti, saya mulai melupakan nama orang-orang yang pernah kukenal saat SD, SMP, dan SMA. Dan parahnya lagi, saya juga mulai lupa dengan nama teman-teman seangkatanku di bangku kuliah. Mengingat 200an orang yang tidak selalu berinteraksi dengan kita dalam 6 tahun terakhir bukanlah hal yang mudah. Mungkin ini hanyalah efek penuaan otak atau saya saja yang kurang berusaha untuk mengingat.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut