Rabu, 31 Desember 2014

QZ8501

Sehari sebelum insiden Air Asia, saya menumpang pesawat dari Banjarmasin menuju Makassar. Sebelum berangkat, cuaca Banjarmasin terlihat baik-baik saja, meskipun sedikit mendung. Pesawat transit di Kota Baru dengan mulus. Namun begitu penerbangan hendak dilanjutkan ke Makassar, cuaca tiba-tiba berubah. Awan mendung terlihat di mana-mana. Beberapa kali getaran keras menghentak badan pesawat karena dihadang oleh cuaca buruk. Para penumpang riuh, sampai-sampai ada yang muntah. Lampu tanda pemasangan sabuk pengamanan dinyalakan hampir di sepanjang penerbangan menyusul pengumuman dari pramugari tentang penerbangan yang terganggu akibat cuaca buruk. Berbagai pikiran negatif datang silih berganti selama penerbangan tersebut. Skenario-skenario aneh berseliweran di otakku namun tak ada yang dapat kulakukan selain duduk, diam, dan berdoa agar pesawat yang kutumpangi tidak jatuh. Namun, teror yang saya rasakan saat pesawat menembus awan thunderstorm mungkin tidaklah sebanding dengan suasana mencekam yang dirasakan oleh awak dan penumpang pesawat Air Asia sebelum insiden.
Karena itu saya benar-benar menyayangkan orang yang mengolok-olok dan bercanda dengan insiden tersebut. Kita semua bisa berada pada posisi mereka, entah itu sebagai keluarga atau korbannya.

posted from Bloggeroid

Senin, 29 Desember 2014

1Q84 part 1

Ini buku yang tebal, secara virtual elektronik saja, sudah mencapai 4008 halaman, entah berapa halaman versi hardcopy-nya. Konon, semestinya buku ini terbagi jadi 3 volume, sebuah trilogi, namun demi meraih lebih banyak pembaca di luar Jepang, buku ini dipadatkan menjadi 1 volume. Sudah ada versi Indonesianya, tapi yang saya miliki hanyalah versi elektronik berbahasa Inggris. Progresku dalam membaca buku ini seperti siput di tanah yang kering.

Sebetulnya saya tidak kenal siapa Haruki Murakami. Saya tidak pernah mempedulikan eksistensinya. Beberapa kali saya melewati pajangan buku Kafka on The Shore di toko buku Papirus tanpa pernah mau menyempatkan membacanya meskipun itu hanya sinopsisnya. Pertanyaan yang terlintas di kepalaku saat melihat cover buku itu adalah apa yang dilakukan Kafka di pantai? Mau memancing atau berenang? Mengapa harus mendompleng penulis asal Balkan tersebut? Mungkinkah Murakami tidak percaya pada kemampuannya sendiri? Suatu pertanyaan bodoh yang seharusnya tidak pernah terlintas. Padahal saat itu ada diskon 20-50% di Papirus, dan bukannya membeli Kafka on the Shore, saya justru membeli buku tentang sosialisme yang setelah kubaca, ternyata sudah tidak relevan dengan paradigma masa kini. Entah di mana buku itu sekarang.

Sebelum membaca 1Q84, pertama-tama buanglah semua pretensi moral. Karena tokoh-tokoh yang digambarkan pada novel ini tidak terikat pada nilai-nilai moralitas. Jika diriku yang 7 tahun lalu membaca buku ini, baru chapter kedua saja, pasti sudah kuhentikan bacaanku. Jika terbit di zaman inkuisisi abad pertengahan, buku ini mungkin bakal masuk dalam daftar terlarang karena dianggap melecehkan moralitas. Baru bab kedua saja, kita sudah disajikan kisah perselingkuhan yang disaksikan oleh Tengo, karakter utama novel ini, ketika dia berusia 1,5 tahun. Can you believe that? An organized memory in a child under 4 years? Lalu ada juga kisah hubungan Tengo dengan istri orang. Dia memilih berhubungan dengan istri orang agar tak perlu ada ikatan. Tiap minggu, istri orang datang ke apartemen Tengo hanya untuk bertukar cairan, tanpa mau menuntut apapun dari Tengo. Jadi itu hubungan yang murni sebatas pada pemenuhan hasrat biologis. Lalu di chapter berikutnya Murakami menyajikan kisah lesbian Aomame, tokoh utama wanita pada novel ini, dengan teman sekolahnya yang bermula dari rasa penasaran.

Sekali lagi, bagi yang menjunjung nilai-nilai moral dan tidak mau menodai keyakinannya, jangan pernah baca buku ini. Tapi bagi orang yang berjiwa libertarian, ini buku yang berpotensi untuk menjadi sesuatu yang menarik.

posted from Bloggeroid

Minggu, 28 Desember 2014

Warkop Malam Senin

Beratnya perjuangan mencari warkop untuk bisa nonton Tottenham vs MU, seperti hendak mencari jodoh saja. Padahal sebenarnya ada banyak warkop (lawan jenis) di Makassar, tapi yang memenuhi kriteria warkop (jodoh) ideal, yakni: cepat WiFi-nya, murah, dan yang punya layar TV besar (interpretasikan sendiri), jumlahnya terbatas. Hampir semua warkop (jodoh) yang mendekati syarat ideal sudah penuh. Kondisi seperti ini hampir selalu ditemukan tiap kali MU main, apalagi saat derby Manchester atau saat akan melawan Liverpool. Terlalu banyak Manchunian di Makassar. Saingan mereka di sini hanyalah Madritista dan Barcelonista. Saya sendiri bukanlah fans ketiga klub tersebut. Saya hanya sekedar menemani rekan yang cinta mati sama MU. Bagiku, AC Milan terlihat lebih menarik jika dibandingkan dengan klub-klub besar lainnya, meskipun saat ini sinar klub merah-hitam ini tengah meredup. Fans yang baik akan tetap mendukung klub kesayangan-nya meskipun tim tersebut tengah berada di titik nadir.

Setelah menjelajah daerah Perintis, Daya, Sudiang, lalu kembali lagi ke Daya, singgah ke BTP, dihantam hujan, berteduh, dan ujung-ujungnya mentok juga di Perintis, akhirnya kami putuskan untuk singgah di suatu warkop atau cafe atau apapun taksonominya, yang kita singkat saja namanya jadi CT untuk menyederhanakannya. Sebetulnya bisa saja disingkat CR, tapi nanti orang berpikir kalau kami nongkrong di rumah Christiano Ronaldo (CR7) bukannya di warkop.

Singkat cerita, pertandingan Tottenham vs MU malam ini lebih baik diganti saja jadi Tottenham vs De Gea, karena hampir semua peluang gol Tottenham terpatahkan oleh ketangguhan kiper muda asal Spanyol tersebut. Sedangkan pemain MU lainnya seperti kehilangan sentuhan magis untuk merepotkan Hugo Lloris. MU yang sekarang bukanlah MU yang dulu bisa menghancurkan tim lawan dengan mudah. Pada akhirnya teman saya kecewa berganda, pertama karena MU payah malam ini. Kedua, harga kopi di sini cukup mahal untuk ukuran mahasiswa dan mantan mahasiswa yang sedang berada di periode tanggal tua, untung saja rasanya sebanding dengan harganya. Ketiga, WiFi di warkop ini lumayan lelet, bahkan untuk sekedar membuat komentar di FB. Keempat, tak perlu diungkapkan.

posted from Bloggeroid

Run Jog

Lari lagi setelah sekian lama. Stamina perlu diupgrade. Terlalu payah untuk mengejar Usain Bolt.

posted from Bloggeroid

Sabtu, 27 Desember 2014

Tiresome Waiting List

Dengan batas usia yang jarang melewati angka 100 tahun, tiap menit dan detik menjadi hal yang begitu berharga bagi seorang manusia. Berbagai cara diupayakan untuk menghemat waktu dan manusia menemukan solusi dalam entitas yang bernama teknologi. Teknologi telah mengakselerasi nyaris semua lini kehidupan. Jarak 500 km yang dulunya harus menghabiskan waktu sekitar 2-3 minggu (asumsi kecepatan jalan kaki 5 km/jam), kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 5 jam (asumsi kecepatan konstan 100 km/jam). Namun paradoksnya, sekeras apapun upaya manusia untuk mengefisiensi waktu, tetap saja, hampir separuh waktu manusia masa kini habis karena menunggu. Di kemacetan, di antrian, di stasiun, di bandara, seperti yang sedang kulakukan saat ini, di kampus, di kantor, waktu terbuang tanpa dapat dihentikan karena sesuatu yang kita sebut sebagai menunggu. Seandainya kita hidup dalam semesta film "In Time" yang dibintangi oleh Justin Timberlake, banyak dari kita yang mungkin mati bukan karena serangan jantung atau TBC, tapi karena menunggu.

Banyak cara yang dilakukan untuk mengubah penantian agar tak terasa membosankan. Itulah mengapa smartphone menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Produk ini menawarkan sebuah jalan pelarian dari kebosanan saat menunggu, entah melalui jejaring sosial-nya, kamera-nya, game-nya, atau lewat ketikan random seperti ini.

Jangan pernah membuat seseorang berada dalam posisi menanti. Lebih baik menghentikan semuanya sesegera mungkin daripada harus menyiksa seseorang dalam penantian.

Banjarmasin, 27 Desember 2014.

Jumat, 26 Desember 2014

101 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Mati (Progress)

[x] 101. Complete Works of Anak S-E-N
[x] 98. Complete Works of Dewi Lestari
[x] 89. Adventures of Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle
[x] 43. One Hundred Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez
[x] 42. The Da Vinci Code – Dan Brown
[x] 29. Alice in Wonderland – Lewis Caroll
[x] 27. Crime and Punishment – Fyodor Dostoyevsky
[x] 4. Harry Potter series – JK Rowling
[x] 2. The Lord of the Rings – JRR Tolkien
[ ] 1. Pride and Prejudice – Jane Austen
[ ] 3. Jane Eyre – Charlotte Bronte
[ ] 5. To Kill a Mockingbird – Harper Lee
[ ] 6. Holy Book from all religion
[ ] 7. Wuthering Heights – Emily Bronte
[ ] 8. Nineteen Eighty Four – George Orwell
[ ] 9. His Dark Materials – Philip Pullman
[ ] 10. Great Expectations – Charles Dickens
[ ] 11. Little Women – Louisa M Alcott
[ ] 12. Tess of the D’Urbervilles – Thomas Hardy
[ ] 13. Catch 22 – Joseph Heller
[ ] 14. Complete Works of Shakespeare
[ ] 15. Rebecca – Daphne Du Maurier
[ ] 16. The Hobbit – JRR Tolkien
[ ] 17. Birdsong – Sebastian Faulk
[ ] 18. Catcher in the Rye – JD Salinger
[ ] 19. The Time Traveler’s Wife – Audrey Niffenegger
[ ] 20. Middlemarch – George Eliot
[ ] 21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell
[ ] 22. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald
[ ] 24. War and Peace – Leo Tolstoy
[ ] 25. The Hitch Hiker’s Guide to the Galaxy – Douglas Adams
[ ] 28. Grapes of Wrath – John Steinbeck
[ ] 30. The Wind in the Willows – Kenneth Grahame
[ ] 31. Anna Karenina – Leo Tolstoy
[ ] 32. David Copperfield – Charles Dickens
[ ] 33. Chronicles of Narnia – CS Lewis
[ ] 34. Emma -Jane Austen
[ ] 35. Persuasion – Jane Austen
[ ] 36. The Lion, The Witch and the Wardrobe – CS Lewis
[ ] 37. The Kite Runner – Khaled Hosseini
[ ] 38. Captain Corelli’s Mandolin – Louis De Bernieres
[ ] 39. Memoirs of a Geisha – Arthur Golden
[ ] 40. Winnie the Pooh – A.A. Milne
[ ] 41. Animal Farm – George Orwell
[ ] 44. A Prayer for Owen Meaney – John Irving
[ ] 45. The Woman in White – Wilkie Collins
[ ] 46. Anne of Green Gables – LM Montgomery
[ ] 47. Far From The Madding Crowd – Thomas Hardy
[ ] 48. The Handmaid’s Tale – Margaret Atwood
[ ] 49. Lord of the Flies – William Golding
[ ] 50. Atonement – Ian McEwan
[ ] 51. Life of Pi – Yann Martel
[ ] 52. Dune – Frank Herbert
[ ] 53. Cold Comfort Farm – Stella Gibbons
[ ] 54. Sense and Sensibility – Jane Austen
[ ] 55. A Suitable Boy – Vikram Seth
[ ] 56. The Shadow of the Wind – Carlos Ruiz Zafon
[ ] 57. A Tale Of Two Cities – Charles Dickens
[ ] 58. Brave New World – Aldous Huxley
[ ] 59. The Curious Incident of the Dog in the Night-time – Mark Haddon
[ ] 60. Love In The Time Of Cholera – Gabriel Garcia Marquez
[ ] 61. Of Mice and Men – John Steinbeck
[ ] 62. Lolita – Vladimir Nabokov
[ ] 63. The Secret History – Donna Tartt
[ ] 64. The Lovely Bones – Alice Sebold
[ ] 65. Count of Monte Cristo – Alexandre Dumas
[ ] 66. On the Road – Jack Kerouac
[ ] 67. Jude the Obscure – Thomas Hardy
[ ] 68. Bridget Jones’s Diary – Helen Fielding
[ ] 69. Midnight’s Children – Salman Rushdie
[ ] 70. Moby Dick – Herman Melville
[ ] 71. Oliver Twist – Charles Dickens
[ ] 72. Dracula – Bram Stoker
[ ] 73. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett
[ ] 74. Notes From A Small Island – Bill Bryson
[ ] 75. Ulysses – James Joyce
[ ] 76. The Inferno – Dante
[ ] 77. Swallows and Amazons – Arthur Ransome
[ ] 78. Germinal – Emile Zola
[ ] 79. Vanity Fair – William Makepeace Thackeray
[ ] 80. Possession – AS Byatt
[ ] 81. A Christmas Carol – Charles Dickens
[ ] 82. Cloud Atlas – David Mitchell
[ ] 83. The Color Purple – Alice Walker
[ ] 84. The Remains of the Day – Kazuo Ishiguro
[ ] 85. Madame Bovary – Gustave Flaubert
[ ] 86. A Fine Balance – Rohinton Mistry
[ ] 87. Charlotte’s Web – E.B. White
[ ] 88. The Five People You Meet In Heaven – Mitch Albom
[ ] 90. The Faraway Tree Collection – Enid Blyton
[ ] 91. Heart of Darkness – Joseph Conrad
[ ] 92. The Little Prince – Antoine De Saint-Exupery (In French)
[ ] 93. The Wasp Factory – Iain Banks
[ ] 94. Watership Down – Richard Adams
[ ] 95. A Confederacy of Dunces – John Kennedy Toole
[ ] 96. A Town Like Alice – Nevil Shute
[ ] 97. The Three Musketeers – Alexandre Dumas
[ ] 99. Charlie and the Chocolate Factory – Roald Dahl
[ ] 100. Les Miserables – Victor Hugo
[ ] Saat ini sedang fokus menyelesaikan Inferno (Dan Brown) dan Gun, Germ, and Stell (Jared Diamond)

Kamis, 25 Desember 2014

Ordinary Love

We can't fall any further
If we can't feel ordinary love
We cannot reach any higher
If we can't deal with ordinary love.
-U2-

How can you describe an ordinary love? Is our love include in ordinary definition?

Cinta kita tak perlu luar biasa karena yang biasa saja sudah cukup merepotkan. Anggap saja kita kembali ke zaman batu, di masa ketika ekspresi cinta belum mengenal media sosial yang penuh eksebisi. Cukup kita berdua yang menyadarinya, tak perlu yang lain.

Neutrophil Movement

Introduction

Neutrophil atau neutrofil adalah salah jenis sel yang berasal dari keluarga sel darah putih (leukosit) yang bertugas untuk melawan infeksi akut. Leukosit sendiri merupakan sebuah klan sel tubuh yang punya banyak anggota, ada yang namanya makrofag, eosinofil, monosit, limfosit, dan juga bintang dalam artikel ini, neutrofil. Leukosit itu ibarat pasukan ninja atau Kopasus bagi tubuh manusia. Mereka bergerak senyap, cepat, dan akurat saat menghabisi penyusup asing di dalam tubuh manusia. Meskipun kadang pada beberapa kondisi, mereka tak akurat dan justru menyerang teman sendiri atau yang disebut juga sebagai autoimmune, seperti yang dapat dilihat pada penyakit Lupus.

Para ilmuwan senantiasa bertanya, bagaimana cara neutrofil bergerak menuju jaringan tubuh yang mengalami infeksi? Lewat pembuluh darah, itu sudah pasti. Namun jika infeksinya berada di luar pembuluh darah, bagaimana neutrofil mencapai lokasi tersebut? Apalagi kalau di daerah itu padat terisi oleh sel-sel tubuh lainnya, bagaimana cara neutrofil melewati barikade itu untuk mengejar infeksi?

Mempelajari pergerakan neutrofil mungkin terdengar sepele, sia-sia, dan boros, bayangkan berapa sumber daya yang harus terbuang untuk menghidupkan mikroskop elektron, membayar, reagen kimia mahal yang digunakan untuk meneliti benda kecil yang ukurannya kurang . Karena neutrofil bukanlah Ferrari yang dapat membawamu dengan gaya saat keliling kota, bukan pula beras yang dapat mengenyangkanmu. Dia hanyalah sebuah sel yang bergerak ke sana kemari untuk menghabisi bakteri, jamur, parasit, dan virus yang secara semena-mena diekspor manusia lewat lubang mulut, lubang hidung, dan lubang-lubang lainnya. Jadi apa gunanya meneliti pergerakan neutrofil, yang bahkan manusia sendiri pun tak selalu menyadari keberadaannya (kecuali manusia itu pernah belajar biologi dan tak tidur saat pelajaran)?

Ghosts of Humanity

Sejak zaman prasejarah, infeksi telah menjadi salah satu momok yang paling menakutkan bagi umat manusia, selain serangan binatang buas, kelaparan, dan peperangan. Manusia berjuang mati-matian untuk menghalau hantu-hantu tersebut agar tidak lagi menimbulkan korban jiwa. Sebuah pertaruhan untuk bertahan hidup namun mengandung banyak implikasi.

Animal

Serangan binatang buas saat ini sudah berkurang drastis jika dibandingkan ribuan tahun yang lalu, "terimakasih" pada pembabatan hutan dan perburuan liar yang telah merusak banyak ekosistem dan memunahkan serta mengurangi populasi spesies buas seperti harimau Jawa, harimau Sumatera, harimau Bali, beruang, anoa, dan kawan-kawannya.

Hunger

Bagaimana dengan kelaparan? Dulu Malthus, pernah bersabda dengan kalimat matematis namun jika disederhanakan, bunyinya kira-kira seperti ini, pertambahan jumlah penduduk akan melebihi kapasitas jumlah pangan yang dihasilkan. Sehingga Malthus meramalkan bencana kelaparan akan melanda seluruh dunia. Ramalan itu dibuat lebih dari seabad yang lalu dan hingga saat ini kelaparan belum menyapu bersih umat manusia, kalaupun terjadi kelaparan, itu hanya dirasakan oleh beberapa negara di Afrika ketika di belahan bumi lain, orang-orang Jakarta dan Makassar justru menderita obesitas karena kelebihan makan. Wilayah-wilayah yang gagal beradaptasi di sektor agrikultural terancam merasakan kelaparan di masa depan. Saat ini tanah pertanian Indonesia masih mampu mengkompensasi mulut-mulut rakyatnya yang jumlahnya sudah nyaris mendekati angka setengah milyar jiwa, tapi bagaimana dengan beberapa tahun kemudian? Entahlah..
Mungkin akan tiba masanya ketika uang tak akan ada harganya lagi dan orang-orang rela melakukan apapaun demi semangkuk bubur. Tapi untuk sekarang, anggap saja masalah kelaparan sudah teratasi oleh revolusi hijau dan revolusi biru.

War

Perang. Manusia tak dapat dilepaskan dari entitas yang satu ini. Jika ditilik dari segi biologi, perang adalah enzim yang berfungsi untuk mempercepat reaksi biologis. Dari sisi kimia, perang adalah katalisator yang fungsinya mengakselerasi reaksi kimiawi, tanpa mengubah jati dirinya. Jadi katalisator akan tetap menjadi katalisator baik sebelum maupun sesudah reaksi, sedangkan zat-zat yang bereaksi kehilangan makna sejatinya begitu sudah bereaksi. Perang dapat mengubah sejarah manusia namun kekejaman perang tak kan pernah berganti meskipun ribuan tahun telah berlalu dan jutaan nyawa telah melayang. Perang Napoleon versus Inggris sama kejamnya dengan perang antar suku di Papua atau antar kampung di Makassar, meskipun skala dan peralatannya berbeda. Di perang-perang itu, kekejaman dan keberingasan manusia tak pernah berubah, apapun alasan yang melatarbelakangi perang tersebut. Motif agama, Tuhan, ekonomi, seks, apapun itu, saat sudah masuk ke ranah perang, tak akan mampu menghapuskan kebengisan perang.

Dua perang dunia telah mengubah banyak hal. Peta dunia, teknologi, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, semuanya berubah drastis. Semua negara yang waras, berlomba agar tidak menjadi pecundang perang seperti Jerman, Jepang, Italia, dan Turki yang nyaris semua wilayahnya diinjak oleh tentara sekutu. Mereka melakukan apa saja agar selalu menjadi yang terdepan. Berkat kegilaan itu, kita dapat mengecap banyak kemewahan dunia. Mulai dari antibiotik hingga internet, semua lahir dan dibesarkan oleh euforia perang. Saat orang-orang menyadari bahwa perdamaian itu indah, perang mulai ditinggalkan. Didirikanlah banyak badan dunia seperti PBB atau UN untuk mencegah perang. Meskipun begitu, perang tetap bergejolak di beberapa tempat, seperti Irak, Suriah, Afganistan, dan Somalia. Hanya soal waktu dan kewarasan pemimpin yang menentukan perlu tidaknya perang besar kembali melanda seluruh dunia. Namun anggap saja perang sudah teratasi, karena kedamaian di muka bumi selama 69 tahun nyaris jarang terjadi. Suatu keajaiban jika kedamaian seperti ini dapat bertahan hingga 100 tahun.

Infection

Seandainya saja perang di zaman dahulu tidak pernah menggunakan metode pelontaran mayat yang sudah membusuk ke benteng musuh, maka perang biologis moderen tidak akan pernah dikenal. Seandainya saja Fleming membersihkan ruang lab-nya sebelum berlibur, kita tak akan pernah atau mungkin telat menemukan keajaiban dunia yang bernama antibiotik. Meskipun terlalu banyak seandainya, tak perlu dijelaskan sudah berapa banyak manusia yang selamat dari pes, sifilis, kolera, tifoid, tetanus, dan ribuan penyakit infeksi lainnya berkat antibiotik.

Hanya saja, antibiotik adalah pedang bermata dunia. Berkat zat tersebut, bakteri mulai berevolusi dan menjadi lebih resisten. Strain-strain bakteri baru bermunculan dan antibiotik tidak lagi berguna.

Karena itu para ilmuwan kembali melirik kemampuan self-healing manusia. Dan yang menjadi targetnya adalah neutrofil.


nb:
Kehilangan fokus saat menulis artikel ini karena dibiarkan mengendap selama beberapa hari. Endapannya pun justru rusak karena referensi yang minim, sehingga materinya cenderung superfisial. Namun jika referensi diperbanyak, fokus materi justru pecah. Beginner's dilemma.

Jenis-jenis Nyeri Kronik

Jenis-jenis Nyeri Kronik
-Nyeri nosiseptif
-Nyeri inflamasi
-Nyeri neuropatik
-Nyeri disfungsional

Nyeri nosiseptif dan inflamasi merupakan nyeri fisiologis yang memiliki sifat protektif.

Sedangkan nyeri neuropatik dan nyeri disfungsional merupakan nyeri patologis yang tidak memiliki sifat protektif.

Senin, 22 Desember 2014

Inferno Brown

Di Inferno-nya, Dan Brown menulis "The darkest places in hell are reserved for those who maintain their neutrality in times of moral crisis".

Banyak yang menggunakan pernyataan itu sebagai pembenaran untuk memilih salah satu kandidat saat pesta besar kemarin. Seolah-olah kandidat yang tidak mereka pilih kemarin telah mengalami kerusakan moral parah yang tak terampuni sehingga harus dihujat dan dijatuhkan. Padahal para kandidat itu tidak berzina di depan umum serta belum terbukti merampok atau melakukan kejahatan berat lainnya.

Jadi mengapa harus memilih salah satu pihak jika pada akhirnya itu hanya membuatmu merasa jadi Tuhan dalam menghakimi manusia lain yang belum tentu lebih buruk karakternya jika dibandingkan dengan dirimu?

101 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Mati

1. Pride and Prejudice – Jane Austen

2. The Lord of the Rings – JRR Tolkien

3. Jane Eyre – Charlotte Bronte

4. Harry Potter series – JK Rowling

5. To Kill a Mockingbird – Harper Lee

6. Holy Book from all religion

7. Wuthering Heights – Emily Bronte

8. Nineteen Eighty Four – George Orwell

9. His Dark Materials – Philip Pullman

10. Great Expectations – Charles Dickens

11. Little Women – Louisa M Alcott

12. Tess of the D’Urbervilles – Thomas Hardy

13. Catch 22 – Joseph Heller

14. Complete Works of Shakespeare

15. Rebecca – Daphne Du Maurier

16. The Hobbit – JRR Tolkien

17. Birdsong – Sebastian Faulk

18. Catcher in the Rye – JD Salinger

19. The Time Traveler’s Wife – Audrey Niffenegger

20. Middlemarch – George Eliot

21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell

22. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald

24. War and Peace – Leo Tolstoy

25. The Hitch Hiker’s Guide to the Galaxy – Douglas Adams

27. Crime and Punishment – Fyodor Dostoyevsky

28. Grapes of Wrath – John Steinbeck

29. Alice in Wonderland – Lewis Caroll

30. The Wind in the Willows – Kenneth Grahame

31. Anna Karenina – Leo Tolstoy

32. David Copperfield – Charles Dickens

33. Chronicles of Narnia – CS Lewis

34. Emma -Jane Austen

35. Persuasion – Jane Austen

36. The Lion, The Witch and the Wardrobe – CS Lewis

37. The Kite Runner – Khaled Hosseini

38. Captain Corelli’s Mandolin – Louis De Bernieres

39. Memoirs of a Geisha – Arthur Golden

40. Winnie the Pooh – A.A. Milne

41. Animal Farm – George Orwell

42. The Da Vinci Code – Dan Brown

43. One Hundred Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez

44. A Prayer for Owen Meaney – John Irving

45. The Woman in White – Wilkie Collins

46. Anne of Green Gables – LM Montgomery

47. Far From The Madding Crowd – Thomas Hardy

48. The Handmaid’s Tale – Margaret Atwood

49. Lord of the Flies – William Golding

50. Atonement – Ian McEwan

51. Life of Pi – Yann Martel

52. Dune – Frank Herbert

53. Cold Comfort Farm – Stella Gibbons

54. Sense and Sensibility – Jane Austen

55. A Suitable Boy – Vikram Seth

56. The Shadow of the Wind – Carlos Ruiz Zafon

57. A Tale Of Two Cities – Charles Dickens

58. Brave New World – Aldous Huxley

59. The Curious Incident of the Dog in the Night-time – Mark Haddon

60. Love In The Time Of Cholera – Gabriel Garcia Marquez

61. Of Mice and Men – John Steinbeck

62. Lolita – Vladimir Nabokov

63. The Secret History – Donna Tartt

64. The Lovely Bones – Alice Sebold

65. Count of Monte Cristo – Alexandre Dumas

66. On the Road – Jack Kerouac

67. Jude the Obscure – Thomas Hardy

68. Bridget Jones’s Diary – Helen Fielding

69. Midnight’s Children – Salman Rushdie

70. Moby Dick – Herman Melville

71. Oliver Twist – Charles Dickens

72. Dracula – Bram Stoker

73. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett

74. Notes From A Small Island – Bill Bryson

75. Ulysses – James Joyce

76. The Inferno – Dante

77. Swallows and Amazons – Arthur Ransome

78. Germinal – Emile Zola

79. Vanity Fair – William Makepeace Thackeray

80. Possession – AS Byatt

81. A Christmas Carol – Charles Dickens

82. Cloud Atlas – David Mitchell

83. The Color Purple – Alice Walker

84. The Remains of the Day – Kazuo Ishiguro

85. Madame Bovary – Gustave Flaubert

86. A Fine Balance – Rohinton Mistry

87. Charlotte’s Web – E.B. White

88. The Five People You Meet In Heaven – Mitch Albom

89. Adventures of Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle

90. The Faraway Tree Collection – Enid Blyton

91. Heart of Darkness – Joseph Conrad

92. The Little Prince – Antoine De Saint-Exupery (In French)

93. The Wasp Factory – Iain Banks

94. Watership Down – Richard Adams

95. A Confederacy of Dunces – John Kennedy Toole

96. A Town Like Alice – Nevil Shute

97. The Three Musketeers – Alexandre Dumas

98. Complete Works of Dewi Lestari

99. Charlie and the Chocolate Factory – Roald Dahl

100. Les Miserables – Victor Hugo

101. Complete Works of Anak S-E-N

Jumat, 19 Desember 2014

Songs of Innocence part 3

Baru dapat info kalau U2 membagikan album ini secara gratis ke semua pengguna iTunes waktu pertama kali dirilis.
Banyak yang protes dengan keputusan ini.
Sepertinya tidak semua orang suka dengan barang gratisan.

Song Of Innocence part 2

Setelah didengar ulang-ulang, ternyata semua lagu di album ini keren.

Kamis, 18 Desember 2014

Sticker

Stiker
Sulit menyelami isi pikiran orang lain, mungkin karena di kolam tempurung kepala orang lain kita bisa menemukan air atau hiu yang berbeda atau malah di sana tidak ada air sama sekali.
Salah satu yang sulit saya selami adalah kolam pikiran orang yang senang berburu stiker LINE. Tiap mau menyelaminya, saya selalu mental dan bahkan nyaris tenggelam. Entah saya yang aneh atau mereka yang aneh, sulit menentukannya karena untuk memastikannya kita perlu menyepakati dulu batasan standar aneh dan parameter untuk menilainya. Akankah kita memakai suara mayoritas untuk menilainya atau cukup berdasarkan persepsi sepihak saja? Kalau memakai persepsi sepihak, sudah pasti saya menganggap tidak ada yang aneh dengan kemalasan mendownload stiker LINE. Selain menghabiskan memori seluler dan kuota ketika mengunduh, saya menganggap komunikasi lewat stiker adalah topeng untuk menyembunyikan keengganan dalam bercakap-cakap secara maya. Dulu saya menggunakan stiker untuk menutupi kebosanan saat sedang chatting atau pertanda kalau saya sedang ingin cepat-cepat menyudahi percakapan tanpa harus mengatakan secara langsung, namun nampaknya teman-teman chatting sering menangkapnya di arah yang berbeda, bahwa stiker-stiker itu adalah tanda saya sedang antusias untuk terus melanjutkan percakapan. Oleh karena itu, setelah dipikir-pikir, daripada menggunakan kode-kode stiker, lebih baik semua hal diungkapkan langsung lewat kata yang eksplisit agar tak ada misinterpretasi. Jadi dari persepsi pribadi, saya sangat normal.
Namun apabila harus memakai suara mayoritas, sepertinya saya yang masuk kategori aneh. Sejak terakhir ku-install kembali, saya hanya punya stiker, itu pun default dari LINE, saya tetap tidak tertarik mendownload stiker lain meskipun LINE terus-menerus memproduksi stiker baru yang bahkan sekarang sudah ada edisi Dian Sastro-nya. Jika LINE makin aktif menciptakan stiker, itu mengindikasikan adanya peningkatan jumlah permintaan dari pengguna yang dalam arti lain saya resmi menjadi mahluk minoritas di jagad LINE.

Yang mengesalkan, BBM juga latah dan mulai memaksa penggunanya untuk memakai stiker. Di-update BBM terbaru untuk Android, fitur shortcut untuk emoticon diubah jadi shortcut default untuk stiker. Saya mencium aroma follower yang terlalu vulgar dalam aplikasi BBM. Meskipun tidak ada salahnya mengikuti jalan hidup orang yang sudah sukses, setidaknya tunjukkan jati dirimu. Jika sudah begini, apalagi bedanya LINE dan BBM? Sama-sama punya stiker, meskipun saat ini, kualitas stiker BBM masih kalah jika dibandingkan dengan LINE.

posted from Bloggeroid

Schizencephaly

 
 
Schizencephaly.
Suatu kelainan kongenital (bawaan sejak lahir) di mana otak mengalami gangguan pertumbuhan pada beberapa bagian otaknya yang berakibat pada timbulnya sejumlah gejala sistem saraf yang tingkat keparahannya bergantung pada besarnya kelainan otak.
Pasien yang foto radiologinya ditampilkan di atas mengalami kebutaan karena saraf penglihatannya tidak berkembang dan harus makan dengan menggunakan selang yang dimasukkan ke lambung karena dia juga mengalami gangguan motorik.

posted from Bloggeroid

Random: Pray for...

Random: Pray for...
Seorang teman tiba-tiba shalat setelah sekian lama ditinggalkan, setelah sms banking transferan uang mampir di seluler-nya. Sumber uang tidak diketahui.
Motif shalat ini karena panggilan iman ataukah karena mau berdoa agar besok datang lagi sms banking yang sama? Entahlah...hanya dia dan Tuhan yang tahu.

posted from Bloggeroid

Rabu, 17 Desember 2014

Subconscious

Alam Bawah Sadar
Penelitian tentang alam sadar masih sangat jarang dipublikasikan di Indonesia. Padahal potensi yang dapat digali dari penelitian tersebut sangat banyak, contoh yang paling riil adalah aplikasi dalam bidang pemasaran. Hasrat belanja manusia dikendalikan oleh dorongan alam bawah sadar. Dorongan-dorongan tersebut dapat dieksploitasi selama kita dapat menarik pemicunya. Yang menjadi masalahnya, untuk populasi Indonesia, belum banyak atau malah tidak ada penelitian yang berupaya untuk mencari tahu pemicu dorongan-dorongan alam bawah sadar penduduknya. Di Eropa, penelitian mengenai topik ini sudah melimpah ruah. Industri telah memetik buah dari alam bawah sadar. Mereka sudah mengetahui misteri mengapa anggur Prancis lebih laku ketimbang anggur Jerman ketika lagu Prancis diputar di toko, mengapa anggur Prancis seharga 45 dollar terasa lebih enak dari anggur Prancis serupa yang dibandrol dengan harga 5 dollar, mengapa orang lebih suka membeli mobil yang iklan mobilnya berbelok dari arah kiri ke kanan dan jarang membeli yang iklan mobilnya berbelok dari arah sebaliknya, dll.

Topik-topik di atas mungkin terdengar sepele namun jika dibahas secara serius, ada banyak permata di sana yang dapat didulang. Industri Indonesia mungkin sudah lama meneliti hal ini tapi tidak pernah dipublikasikan karena mengeksploitasi alam bawah sadar demi keuntungan korporat dianggap sebagai rahasia perusahaan yang sebaiknya tidak boleh diketahui oleh pesaing apalagi pembelinya. Lebih baik konsumen tidak tahu jika mereka sedang dikendalikan, biarkan mereka merasa memiliki kendali atas pilihan-pilihan konsumtif pribadi. Ilusi kendali.

Mengapa seseorang lebih memilih produk Apple ketimbang Xiaomi walaupun spesifikasi keduanya tidak jauh beda dan disparitas harganya sangat jomplang? Mengapa membeli Aqua dan bukannya JS atau Club meskipun mereka sama-sama terasa tawar serta sudah memenuhi standar BPOM dan SNI? Bisa berikan alasan pasti? Benarkah itu alasan yang rasional ataukah itu hanya dorongan alam bawah sadar yang dirasionalisasi oleh otak?

posted from Bloggeroid

Selasa, 16 Desember 2014

Songs of Innocence

U2 rilis album baru. Innocent Songs. Hanya 2 lagu yang nyantol, Cedarwood Road dan Sleep Like a Baby Tonight.
Iris sebenarnya lumayan, Raised by Wolves juga bagus. Tapi, selalu ada yang terfavorit dalam sebuah kumpulan. Menjadikan semuanya favorit menguras banyak tenaga.

posted from Bloggeroid

Random

David Guetta feat. John Legend - Listen yang dikombinasikan dengan Blame-nya Calvin Harris feat. John Newman = Dopamin pumping.

All we gotta do is listen.

posted from Bloggeroid

Senin, 15 Desember 2014

Gustave

15 Desember seratus delapan puluh dua tahun yang lalu, di sebuah pedesaan kecil di Jerman, lahirlah seorang pria yang karya-karyanya menjadi hallmark beberapa negara di dunia namun sosoknya sendiri justru nyaris terlupakan karena keagungan karya-karyanya telah melampaui penciptanya, ironis.
Orang awam hanya mengenal karyanya dan baru mengetahui kisah hidupnya begitu pemandu wisata membuka mulut.

Saat ke Amerika Serikat, orang-orang selalu ingin berfoto dengan latar karya arsitek berkewarganegaraan Prancis ini, begitu juga saat ke Paris, tidak lengkap rasanya jika belum berjalan-jalan ke menara rancangan pria yang juga ahli metereologi dan aerodinamika ini.

Karya pria ini tidak hanya tersebar di benua Amerika dan Eropa, namun juga sampai ke Asia. Bahkan kabarnya dia juga pernah merancang Kantor Pos di Ho Chi Min City, Vietnam.

Saat mendirikan menara setinggi 324 meter di Champ de Mars, Paris, pada tahun 1887, dia dikritik para seniman dan arsitek karena rancangannya dianggap kaku dan tak memiliki nilai seni. Bahkan ada sekelompok seniman yang membuat petisi untuk menghentikan pendirian menara tersebut. Pada akhirnya dia tetap bertahan dengan keputusannya, apalagi dia sudah menandatangani kontrak senilai 1,5 juta franks. Berkat kekerasan kepala dan motif ekonomi, akhirnya menara kaku yang dulunya dianggap tidak bercita seni itu akhirnya menjadi icon kota fashion, Paris.

Buon Compleano, Senor Eiffel.


Shared from Google Keep

posted from Bloggeroid

Minggu, 14 Desember 2014

Discourse II

Q: Kedamaian jiwa lahir dari tekad yang kuat dan kerendahan hati untuk menerima keadaan.
A: Namun dengan keadaan seperti itu, bagaimana seseorang dapat mencapai puncak dunia? Bukankah untuk mencapai puncak dunia, seseorang membutuhkan ambisi untuk mengubah keadaan, bukan sekedar menerimanya?
Q: Mengapa seseorang harus mencapai puncak dunia? Apa yang hendak dicapai di sana?
A: Kehormatan, pengakuan, kekayaan, kebahagiaan.
Q: Apakah semua pencapaian itu dapat mendamaikan jiwamu?
A: Tapi apakah dengan menerima keadaan kita dapat mendamaikan jiwa? Terutama saat kita melihat orang lain telah mencapai puncak dunia. Apakah dirimu yakin akan damai dengan kondisi seperti itu?
Q: Jawaban untuk pertanyaan itu hanya dapat dijawab oleh jiwa tiap individu.


Shared from Google Keep

posted from Bloggeroid

Pupuk Pes untuk Humanisme

Pada tahun 1347, wabah pes menyerang Eropa dan menghabiskan sekitar sepertiga populasi benua hanya dalam waktu 3 tahun. Kombinasi antara perdagangan antara benua, rendahnya sanitasi, dan bobroknya edukasi, menjadi akselereator yang sangat sempurna untuk menyebarkan Yersinia Pestis, penyebab wabah tersebut. Untung saja, di zaman itu belum ada pesawat terbang sehingga wabah tidak sampai menyebar ke benua lain.

Pasien yang terserang penyakit ini akan mengalami demam, kelemahan, nyeri, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Apabila sudah sistemik, maka timbul bercak-bercak hitam di sekujur tubuh pasien. Karena bercak-bercak hitam itulah maka wabah pes disebut juga dengan Black Plague atau Black Death.

Di masa itu, ilmu pengetahuan belum semaju saat ini. Sehingga wabah yang terjadi dianggap sebagai kerjaan penyihir, kutukan Tuhan, dan juga karena udara yang buruk. Karena itu ritual-ritual penghapusan dosa secara massal serta penggunaan aroma wewangian untuk mencegah penyakit merupakan praktik yang wajar di zaman itu. Mereka tidak tahu bahwa niat baik tersebut justru menjadi salah satu pemicu cepatnya penyebaran bakteri pes. Kebodohan dan ketidaktahuan yang lebih banyak menimbulkan korban di masa itu.

Rakyat yang menyaksikan bahwa ritual keagamaan tidak dapat menyelamatkan mereka dari wabah pes mulai kehilangan kepercayaan pada agama apalagi ditambah dengan korupnya banyak rohaniwan. Begitu Black Plague mereda, fajar Renaissance menyingsing dan menumbuhkan bibit-bibit humanisme dan atheisme di seantero Eropa.


Shared from Google Keep

posted from Bloggeroid

Senin, 08 Desember 2014

Rabu, 03 Desember 2014

Perspektif

Begitu sederhananya kata ini, hingga sering digunakan dalam tulisan dan percakapan tanpa pernah dipertimbangkan maknanya secara mendalam.
Padahal kata inilah yang menjadi jurang pemisah dan pertikaian umat manusia sejak zaman Adam atau sejak manusia tercipta oleh reaksi kimiawi acak yang terjadi di bumi. Terserah mau percaya yang mana, creationism atau evolutionism, karena memperdebatkannya saja sudah bisa menimbulkan perang besar, yang jelasnya manusia punya sejarah yang panjang dengan pertikaian.

Setelah membaca buku City of Sin tentang suatu hari Jumat di Jerusalem ketika Jesus atau Isa hendak disalib (terserah mau percaya yang mana atau sekalian saja tidak percaya sama sekali pada semua kisah agama), saya dapat melihat secara jelas bahwa memahami perspektif orang lain adalah sebuah tantangan yang tidak semua manusia dapat mengatasinya. Menjadi hewan mungkin lebih mudah karena keberagaman perspektif di dunia fauna tidak pernah berakhir menjadi perang nuklir, sedangkan untuk manusia? Anything can happen hanya karena perbedaan perspektif.

Ajang pemilihan presiden yang mempertemukan Prabowo dan Djoko Widodo telah mempertegas betapa berbahayanya perbedaan perspektif. Kebanyakan orang yang kukenal dulu berubah total sejak peristiwa itu. Definisi teman menjadi kabur dari perspektifku. Kata orang, tak ada teman yang abadi dalam politik. Mereka mungkin perlu merevisinya karena sebetulnya pertemanan hanyalah suatu persekongkolan temporer yang perekatnya adalah persamaan dan kompromi. Tanpa kedua hal tersebut, tak pernah ada yang namanya teman.
Ambil saja contoh Sherlock Holmes dan Watson. Mereka sama-sama suka memberantas kejahatan, meskipun mungkin motif dan kebiasaan mereka sangat berbeda, namun semua perbedaan itu teratasi oleh kompromi.
Pemilihan presiden kemarin telah mencabut semua kompromi dari hati orang-orang yang kukenal, mungkin juga dari hatiku hingga semua tali pertemanan yang kuketahui di masa lalu tak pernah lagi sama.

Kehilangan beberapa teman, menciptakan sejumlah mantan teman, mungkin hanyalah salah satu fase untuk menuju kedewasaan. Agar kita dapat memahami bahwa berteman dengan semua orang tanpa membuat beberapa musuh adalah hal yang mustahil di muka bumi ini karena beberapa perspektif tak pernah dapat disatukan bahkan oleh superglue sekalipun.


Shared from Google Keep

Selasa, 02 Desember 2014

Kebaikan vs Kejahatan

Mungkinkah membedakan kebaikan dan kejahatan, atau kebenaran dan kesalahan, sama saja dengan membedakan kecantikan dan kejelekan, yakni bahwa itu ditentukan oleh kedekatan kita dengannya atau kejauhan kita darinya? Bukankah kita setuju bahwa wanita paling cantik dan wanita paling tidak cantik akan tampak sama jika kita pandang dari puncak gunung? Mereka juga tampak sama jika kita memandang mereka terlalu dekat sehingga yang terlihat tidak lebih dari, katakanlah, ujung sebuah jari.

Mungkin karena kita dekat dengan apa yang terjadi kemarin, kita tidak dapat melihat apakah itu benar atau salah. Leluhur kita menyembah patung lembu, yang hari ini kita anggap sebagai kesesatan yang menjijikkan. Tapi karena pada masa itu mereka begitu dekat dengannya, mereka sama sekali tidak melihatnya demikian.

Apakah hal yang baik hari ini akan menjadi jahat sepuluh tahun dari sekarang dan menjadi baik lagi setelah dua puluh tahun? Apakah hal yang kita anggap baik di sini akan dipandang jahat oleh orang Roma? Di manakah kebaikan? Di manakah kejahatan? Keduanya tampak sangat mirip.

M. Kameel Husein
Shared from Google Keep

Minggu, 30 November 2014

Otot vs Otak: Dilema menjadi manusia.

Alam memaksa manusia menjadi mahluk lemah yang berotak.

Jika Anda termasuk orang yang ceking tak berotot, jangan minder dulu, karena jurnal ilmiah PLOS Biology baru-baru ini menerbitkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Chinese Academy of Sciences dan Max Planck Institute yang mempertegas adagium yang menyatakan bahwa manusia tak berotot cenderung berotak, sedangkan manusia berotot cenderung tak berotak. Kataryna Bozek dkk menemukan bahwa jika dibandingkan dengan spesies lain, otak manusia terus-menerus mengalami perkembangan yang progresif, sedangkan struktur ototnya justru mengalami kemunduran.

Otak manusia adalah benda yang rakus. Meskipun beratnya hanya 2% dari berat tubuh manusia dewasa, mereka menghabiskan seperlima dari total energi harian yang dikonsumsi oleh manusia. Karena kerakusan inilah maka tubuh berusaha melakukan penghematan, dan yang menjadi korban utama penghematan tersebut adalah otot.

Dampak penghematan itu adalah otot manusia menjadi otot paling lemah jika dibandingkan dengan primata lainnya seperti kera, simpanse, dan gorila. Kataryna dkk mencoba membandingkan kekuatan otot manusia dengan simpanse dan monyet. Di mana ketiga mahluk tersebut diminta untuk menarik benda agar dapat melawan gravitasi (tentu saja para simpanse dan monyet mau melakukannya demi sebuah pisang). Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa simpanse dan monyet sekitar dua kali lebih kuat dari manusia normal, bahkan para monyet dan simpanse yang terlatih, masih bisa mengalahkan kekuatan pemain basket dan pendaki gunung terlatih.

Faktor lain yang menyebabkan penurunan kekuatan otot Homo sapiens moderen adalah gaya hidup. Manusia zaman sekarang lebih malas jika dibandingkan dengan manusia zaman dulu.

Seandainya, film Planet of The Apes benar-benar terjadi, maka sudah dapat dipastikan, manusia akan kalah dalam perang kekuatan. Namun jika menggunakan otak, hasil perang bisa berkata lain. Jangan lupa, otak manusia lah yang menciptakan bom atom yang dapat meledakkan bumi dalam sepersekian detik, otak yang sama yang menghancurkan hampir separuh hutan di seluruh dunia.


Shared from Google Keep

Jumat, 28 November 2014

Gelombang

Saya membelinya satu bulan yang lalu. Tapi baru membacanya kemarin.
Saya hanya bisa bilang, buku ini terlalu dewasa untuk dibaca anak kecil. Sejak Dee menjadi wanita paruh baya, novelnya semakin tersegmentasi ke kelompok usia di atas 17 tahun. Romansanya terlalu instan dan klise. Saya jadi rindu dengan Supernova Akar dan Petir.


Shared from Google Keep

Kamis, 27 November 2014

Puiasio

Puisi memiliki makna berbeda ketika dibaca pada waktu dan momen yang bergantian. Seorang teman pernah begitu mencintai sebuah puisi, nyaris tiap hari kalau tidak bisa dibilang tiap saat, puisi itu diulang, dikutip, dan dihayati. Seolah puisi itu telah menjadi nafasnya.
Namun semua itu berubah ketika suatu peristiwa terjadi, anggap saja begitu, karena ketika negara api menyerang sudah jadi milik Avatar. Tak perlu disebutkan peristiwa apa itu. Yang jelas, hal itu telah merombak jati diri dan meremukan hatinya. Hingga tak ingin lagi dia mendengar puisi walau secuil, padahal itu bukan mirasantika-nya Bang Haji Rhoma.
Jika dulu haru biru menguasai dirinya saat mendengar puisi, kini hanya muntahan dan makian yang terngiang. Dunia telah mengubah dirinya dan dia menyadari itu. Lalu mengapa dia tak ingin kembali seperti dulu?
Jawabannya sederhana, mungkin dia lelah.


Shared from Google Keep

Selasa, 25 November 2014

Sendq

Sulit memikirkan tema yang seksi untuk menulis?
Kalau begitu, tak usah menulis. Kita menyanyi saja atau sekalian tidur.
Menulis di blog tidak seperti menulis buku yang butuh keseksian untuk menarik banyak pembaca. Blog sebetulnya tidak butuh pembaca lain selain penulisnya sendiri. Kecuali penulisnya adalah orang yang selama masih kecil kurang mendapat perhatian, saat dewasa tidak pernah mendapat penghormatan yang layak, mungkin blog adalah persona yang menarik untuk dijadikan sarana untuk mendapatkan perhatian yang selama ini tidak pernah didapatkan.

Jumat, 21 November 2014

Just Random Useless Thing That Came Up When I Saw TV, Nevermind

Wanita cantik, ketika tersesat, biasanya berakhir di pelukan preman atau pejabat korup.
Sedangkan pria, jika tersesat, mereka mencari wanita untuk dijadikan teman dalam kesesatan.



Shared from Google Keep

Rabu, 19 November 2014

Unhas yang Diserang Vandalis

Bis Unhas yang dilempar

Rumah kaca tanaman obat Unhas yang dilempar

Motor mahasiswa yang dibakar para vandalis

Motor mahasiswa yang dibakar para vandalis


Sepeda Unhas yang dibakar para vandalis

Pintu 1 Unhas ditutup oleh Tentara

Mobil tempur kavaleri menjaga pintu 1 Unhas

Logo Unhas yang dirusak vandalis

Semua kendaraan dilarang memasuki Unhas pasca-penyerangan oleh para vandalis

Tentara berjaga di depan pintu 1 Unhas
 
Pos Satpam Pintu 1 Unhas yang dirusak vandalis



Motor mahasiswa yang dibakar vandalis di halaman masjid kampus Unhas

Motor mahasiswa yang dibakar vandalis di halaman masjid kampus Unhas

Senjata para vandalis yang tertinggal setelah menyerang Unhas

Senjata para vandalis yang tertinggal setelah menyerang Unhas

Semalam (18-Nov-2014) Unhas diserang oleh vandalis. Banyak fasilitas umum dan pribadi yang dirusak selama penyerangan itu.

Apa salah kampus sampai harus dirusak saat terjadi kenaikan BBM? Apakah kampus Unhas yang mengumumkan kenaikan BBM?


Selasa, 18 November 2014

Populer

Butuh keberanian untuk mengatakan hal-hal bodoh. Saat semua kebodohan itu sudah terucap, selalu ada harga yang harus dibayar. Besar dan jenis pembayaran tersebut tergantung pada posisi dan status sosialmu di komunitas. Jika dirimu adalah seorang selebritis yang sejak awal senang sensasi, mengucapkan dan bahkan melakukan hal-hal bodoh selalu bergaransi pada lonjakan popularitas yang berujung pada penumpukan pundi-pundi uang. Masyarakat selalu suka selebritis yang bodoh, no offense, semakin bodoh maka semakin baik. Masyarakat hanya ingin melihat bahwa ternyata ada orang yang lebih bodoh dari mereka, meskipun itu hanyalah akting.

Hal berbeda didapatkan jika akademisi atau pemegang posisi serius yang mengatakan hal bodoh meskipun itu tidak disengaja Cemoohan dan sanksi soal lainnya telah menanti. Apakah ini yang namanya standar ganda? Sebetulnya tidak juga.

Pada dasarnya segala kebodohan dan kekonyolan akan selalu menjadi pusat perhatian. Hanya saja, banyak orang yang tidak terbiasa dengan perhatian berlebihan. Karena itu, banyak orang biasa yang tindakan bodohnya menjadi viral justru berakhir di limbo. Beda dengan selebritis, yang kebodohan justru membuat mereka makin jaya. Semua hanya soal respon dan reaksi terhadap popularitas.

Jika orang-orang makin membencimu setelah melakukan kebodohan, berarti kamu bukanlah selebritis.

Minggu, 16 November 2014

ATLS

Ini merupakan pelatihan yang terasa paling intens dan menguras banyak tenaga. Padahal kegiatan hanya berada dalam ruangan, mendapatkan kuliah, dan latihan keterampilan tanpa ada yang kegiatan fisik. Tapi tetap saja tekanan itu masih terasa, yang sumber utamanya berasal dari kealpaan terhadap ilmu lama dan ketidaktahuan pada pengetahuan baru.
Capek batin karena merasa kurang ilmu itu rasanya menyesakkan.
Untungnya, pelatihan dapat berakhir mulus, banyak kenalan baru yang menyenangkan. Syukurlah.


Shared from Google Keep

Kamis, 13 November 2014

Good night, Interstellar

Do not go gentle into that good night


Dylan Thomas, 1914 - 1953
 

Do not go gentle into that good night,
Old age should burn and rave at close of day;
Rage, rage against the dying of the light.

Though wise men at their end know dark is right,
Because their words had forked no lightning they
Do not go gentle into that good night.

Good men, the last wave by, crying how bright
Their frail deeds might have danced in a green bay,
Rage, rage against the dying of the light.

Wild men who caught and sang the sun in flight,
And learn, too late, they grieved it on its way,
Do not go gentle into that good night.

Grave men, near death, who see with blinding sight
Blind eyes could blaze like meteors and be gay,
Rage, rage against the dying of the light.

And you, my father, there on the sad height,
Curse, bless, me now with your fierce tears, I pray.
Do not go gentle into that good night.
Rage, rage against the dying of the light
.

Saat mendengarkan Michael Caine mendeklamasikan puisi itu di film Interstellar, saya terpukau. Tak pernah kubayangkan bahwa puisi dapat begitu menggugah perasaan. Sejak dulu, puisi tak pernah menjadi favoritku, saya senantiasa berpikir, mengapa ada orang yang suka puisi, padahal itu hanyalah karya sastra yang terdiri dari beberapa diksi yang sulit dimengerti.

Tapi saat menonton Interstellar, saya mengerti. Perasaan suka pada puisi adalah hal yang sulit terjelaskan, mungkin tidak ada alasan yang dapat menjabarkannya. Hanya hati yang mampu menafsirkannya.

Mungkin saja, puisi tersebut jadi indah karena momen dibacakannya sangat tepat, bersamaan dengan meluncurnya roket Endurance, yang merupakan harapan terakhir umat manusia untuk melawan kepunahan. Apalagi saat puisi tersebut mencapai bait "rage, rage against the dying light" lalu di layar perak tampak citra bumi yang berdampingan dengan Endurance dengan diiringi oleh orkestra Hans Zimmer yang terdengar memilukan. Hanya satu kata, pas. Mata saya terasa berair saat mencapai momen itu. Entah dari mana Christopher Nolan mendapatkan inspirasi untuk menampilkan puisi tersebut dalam film distopian ini, namun itu keputusan yang sangat tepat dan boleh dikatakan romantis.

Puisi karangan Dylan Thomas ini merupakan salah satu karya sastra yang paling populer di Inggris. Puisi ini awalnya dibuat Dylan untuk menghormati ayahnya yang sedang sekarat. Sebenarnya Dylan tidak mencantumkan judul untuk puisi ini, namun saat dipublikasikan, penerbit memilih menggunakan bait awal puisi sebagai judulnya.

Puisi yang dibacakan dalam sebuah film telah menjadi budaya pop di seluruh dunia. Di Indonesia, salah satu yang populer adalah puisi yang dibacakan oleh Dian Sastro di film Ada Apa Dengan Cinta.

Rabu, 12 November 2014

Beda Prioritas, Beda Pembahasan

Ketika negara lain telah berhasil membuat sistem jaminan sosial yang efisien dan universal (Prancis, Swiss, dan negara Eropa lainnya), menurunkan angka prostitusi (Swedia), menciptakan banyak tenaga listrik yang diperbaharui (Jerman) dan bahkan mendarat di komet (Rosetta berhasil melakukannya hari ini. Karena para ilmuwan antariksa Eropa mungkin menganggap kalau mendarat di bulan dan Mars terlalu mainstream), negara kita masih sibuk membahas tato, sumber dana dan terminologi kartu-kartuan, nomenklatur kementrian, kuota pimpinan parlemen, dan kolom agama di KTP.
Entah hal itu terjadi karena tingkat ke-kritis-an yang terlampau tinggi atau kebutaan dalam melihat skala prioritas, sulit menentukannya. Karena tiap orang punya perbedaan pandangan dalam melihat hal-hal "penting".


Shared from Google Keep

Big Hero 6




Bayangkan situasi ini: Anda sedang dikejar penjahat lalu tiba-tiba ada lampu merah, apa yang akan Anda lakukan, berhenti atau terus melaju? Jika sulit menentukan keputusan, cobalah tanyakan itu pada Wasabi, salah satu anggota Big Hero 6, maka Anda akan langsung mendapatkan pelajaran berlalu lintas yang baikdan adagium "Safety First".

Big Hero 6 adalah sekelompok anak muda yang secara tidak sengaja menjadi superhero karena ingin mengungkap penyebab kematian Tadashi, kakak dari tokoh Hiro yang menjadi leader di kelompok itu. Mereka adalah Nerd yang menjadi keren sekaligus lucu karena teknologi.

Tak perlu menceritakan detail film ini karena secara umum, plotnya ini mengikuti pakem Disney, di mana yang baik akan selalu mengalahkan yang jahat.

Harus diakui, plot film ini dangkal karena sejak awal, penjahat utama serta akhir ceritanya sudah dapat ditebak. Biarpun penulis skenario berusaha mengarahkan agar kita mencurigai orang yang salah untuk menjadi tokoh Kabuki yang merupakan antagonis utama di film ini, tetap saja itu mudah ditebak karena pola film Disney mengenai siapa yang jahat sudah terlampau melegenda. Penjahat di film ini sudah dapat ditebak sejak timbulnya ledakan di lokasi lomba sains. Cuma itu titik lemah film ini, klise. Tak ada hal baru di dalamnya. Tapi itu bisa dimaklumi karena segmen yang ingin disasar oleh produser film ini adalah anak kecil, jadi alur dibuat sesederhana mungkin dengan menonjolkan aspek kelucuan.

Yang patut menjadi perhatian dalam film ini adalah pesan moralnya. Tentang betapa pentingnya sekolah meskipun kita merasa sudah tahu segalanya, tentang pentingnya mendukung orang terdekat, tentang betapa pentingnya aturan keselamatan.

Daya tarik film ini terletak pada Baymax, robot kesehatan buatan Tadashi yang diubah menjadi robot tempur oleh Hiro. Hampir semua momen lucu di film ini muncul ketika ada Baymax, dan sayangnya, momen sedihnya pun timbul ketika ada dia. Namun jika Anda bukanlah pecinta robot imut seperti Baymax, kita masih bisa mendapatkan canda dari Wasabi dan Fred yang eksentrik.

Yang agak di luar pakem Disney untuk film ini adalah ketiadaan romansa antara lawan jenis karena hal tersebut tergantikan oleh kasih sayang antara keluarga dan teman.

Meskipun tampak klise, saya suka film ini, terutama Baymax-nya.

Selasa, 11 November 2014

Interstellar

Jika kamu ingin mengetahui pemikiran Einstein, Hawking dan astrofisikawan lainnya hanya dalam durasi 3 jam tapi malas ke perpustakaan atau alergi terhadap buku, Interstellar mungkin dapat menjadi pelarian. Christopher Nolan sudah membuatkan ringkasan yang cukup komprehensif mengenai perjalanan antar galaksi, teori relativitas, lubang hitam, dan bahkan dunia lima dimensi.
Bagi yang tidak pernah membaca buku fisika, ini mungkin film yang rumit, karena itu disarankan untuk melakukan relaksasi dan simaklah tiap adegan dan dialog dalam film ini tanpa distraksi. Karena di awal-awal film, ada banyak peristiwa aneh yang nampak irasional namun menjadi sangat masuk akal begitu film mencapai klimaksnya.

Sekedar spoiler, peristiwa berjatuhannya buku di kamar Murphy, munculnya wormhole di Saturnus secara tiba-tiba, dan jabat tangan Brand ketika di wormhole adalah contoh adegan-adegan yang tampak sia-sia dan tak berdasar saat di awal film namun begitu tahu alasannya di klimaks, semuanya jadi tampak masuk akal.

Jangan mencari Tuhan dalam film ini. Karena Nolan benar-benar hanya berupaya menjelaskan akhir dunia dari tilikan ilmu pengetahuan. Bahkan konflik antara Copper, Brand, Murphy, dan Mann hanyalah mengenai penentuan prioritas antara menyelamatkan diri, keluarga, atau mempertahankan kelestarian umat manusia.

Selain itu, film ini terkesan Amerika-sentris karena murni hanya NASA yang berperan dalam upaya pelestarian umat manusia. Bangsa lain benar-benar tak punya andil. Ini mungkin salah satu cara Nolan untuk menyederhanakan naskah. Terlalu banyak bangsa dan agama, otomatis akan memperbanyak kepentingan dan konflik. Tanpa itu semua pun, Interstellar sudajh rumit.

Dan jangan lupakan TARS, robot pintar yang sangat membantu menghadirkan tawa.

Meskipun ada beberapa flop dalam film ini, seperti bagaimana bisa radio bekerja dalam black hole, saya tetap suka film ini.

Senin, 10 November 2014

Kacamata yang Populasinya Meledak

Dulu kacamata adalah barang yang langka. Sewaktu pertama kali menggunakan kacamata di tahun 2001, pengguna kacamata hanya didominasi oleh orang tua usia lanjut bahkan di kelasku saat itu, hanya saya yang menggunakan kacamata.

Namun seiring dengan bertambahnya waktu, jumlah penderita rabun di usia dini mulai mengalami peningkatan drastis. Untuk Indonesia, jumlah pastinya belum diketahui karena belum banyak penelitian komprehensif mengenai hal tersebut. Memangnya sejak kapan orang Indonesia suka meneliti? Sejak kapan pemerintah melek riset?

Namun secara empiris, kita dapat melihat bahwa jumlah pengguna kacamata di sekolah dasar dan menengah Indonesia mengalami peningkatan drastis. Coba saja berkunjung ke mantan sekolah Anda, kalau beruntung, sekalian tanya kabar mantan Anda. Dulu waktu SD, tak ada satupun temanku yang pakai kacamata, tapi sekarang keadaan berubah. Di hampir tiap kelas ada satu atau dua anak memakai alat bantu lihat.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Pertanyaan yang sama diajukan oleh para peneliti di China. Dan mereka menyatakan bahwa rabun bisa saja disebabkan oleh faktor genetika namun menurut mereka, bukan itu tersangka utamanya, tapi gaya hidup. Gaya hidup? Sejak China membuka diri pada globalisasi, anak dan remaja China mulai bergaya hidup seperti orang Barat. Mereka mulai jarang bermain di luar ruangan dan lebih sibuk mengurusi dunia maya yang butuh kerja ekstra akomodasi mata.

Padahal menurut penelitian, cahaya matahari dapat membantu proses pelepasan zat di retina yang berguna untuk mengurangi pemanjangan aksis mata sedangkan aksis mata yang memanjang itu sendiri, dianggap bertanggungjawab dalam timbulnya rabun jauh.

Lalu mengapa China merasa perlu dilakukan penelitian mengenai mata rabun pada anak?
Menurut mereka, salah satu faktor yang berperan dalam penurunan prestasi anak sekolah, selain defisiensi nutrisi, adalah mata rabun.

Jadi untuk mencegah hal tersebut, penurunan prestasi belajar, para ahli menyarankan agar para anak di seluruh dunia, bukan saja China, untuk lebih sering bermain di luar ruangan serta segera gunakan kacamata jika diagnosis rabun sudah ditegakkan.

Artikel ini terinspirasi dari:
http://www.businessinsider.com/why-so-many-chinese-children-wear-glasses-2014-11?utm_content=buffer71a2a&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer

Minggu, 09 November 2014

ASUS, Acer, Geng Motor, Hujan

ASUS X451C adalah produk gagal, menurutku. Sangat tidak cocok untuk tipikal orang yang suka mengetik. Touch-pad terlalu lebar, sehingga seringkali terjadi typing error ketika mengetik akibat pergeseran kursor ke arah lain saat touch-pad tidak sengaja tersentuh oleh pangkal lengan yang bertumpu di laptop. Ukuran touch-pad sekitar 10 cm bukanlah ukuran yang ideal, apalagi ditambah oleh peletakkan touchpad yang jaraknya hanya 9,5 cm dari sisi kiri laptop, seharusnya diletakkan sekitar 12 cm dari sisi kiri laptop agar tidak mudah tersentuh oleh pangkal lengan.

Oke, sekian intermezzo mengenai produk ASUS yang menurut saya hanyalah produk gagal di luar ketiadaan bluetooth dan durasi baterei yang hanya 2 jam setengah. Jika dibandingkan dengan Acer Travelmate yang sudah kupakai selama 7 tahun lebih, produk ASUS X451C masuk kategori sampah. Hanya saja, sampah tersebut berharga 3,5 juta, tak akan ada orang waras yang tega membuang sampah senilai itu hanya karena kegagalan desain kecuali dia orang kaya berpenghasilan seharga sebuah Ferrari dalam sebulan. Saya berharap dapat masuk dalam kategori orang macam itu, tapi sayang perusahaanku bukanlah klub Real Madrid.

Semalam geng motor menyerang area pondokan. Saat mereka menyerang, saya sedang tidur. Lalu dari mana saya tahu kalau mereka menyerang?
Jam 3 subuh, pintu kamarku diketuk. Dalam kondisi masih mengantuk, saya enggan membuka pintu. Saya berharap dengan membiarkannya, mereka akan langsung pergi. Jam 3 subuh bertamu, apa mereka tidak punya waktu lain untuk berkunjung? Apakah warga negara ini tidak mengenal privasi, begitu yang saya teriakan dalam pikiranku yang terjebak di ragaku yang masih mau tidur. Tapi pintu terus-menerus diketuk sehingga saya berkesimpulan orang-orang ini memang sedang membutuhkan sesuatu tapi mereka ingin dengan cara yang sopan. Meskipun mengetuk pintu kos jam tiga subuh tidak bisa dikatakan terlalu "sopan", setidaknya mereka tidak sampai menendang pintuku yang hanya diberi penahan sebuah paku kecil ukuran 1 inchi. Jadi pengetukan jam tiga subuh masih bisa kutoleransi.

Dalam kegelapan kamar yang pengap, saya mencari-cari bajuku. Tidak mungkin saya menemui para pengetuk itu dalam keadaan telanjang dada. Siapa tahu saja yang datang mengetuk adalah Dian Sastro yang sudah bosan menunggu satu purnama hanya untuk seorang Rangga. Tapi harapan itu buyar karena sayup-sayup di balik pintu, terdengar suara pria yang terkesan mendesak, "Syukri...Syukri...tolong buka pintu, Si X kena busur!!!"
Sambil memperbaiki bajuku yang terbalik dipakai, dalam hati ku-berseru, "WHAAAAT? Busur? Are you kidding me? Kenapa ke kamarku kalau kena busur? Saya kan bukan dokter."
Saat membuka pintu, saya baru ingat, bulan Januari 2013 saya lulus dari Fakultas Kedokteran. Itu berarti saya seorang dokter. Tapi mana ada peralatan emergensi dalam kamarku.
Begitu pintu terbuka, ada tiga orang yang kukenal sebagai tetangga pondokan langsung menyerbu masuk. Saya hanya bisa bertanya, "Ada apa ini?"
Si Y dan Si Z dengan hampir bersamaan menjelaskan, Si X kena busur tadi waktu geng motor menyerang. Busurnya kena di bokong.

Saya mengarahkan pandangan pada Si X yang tampak meringis kesakitan, lalu berkata, "coba saya lihat."
Dengan malu-malu, Si X menurunkan celananya dan memperlihatkan sebuah luka yang terlihat masih baru karena darah segar tampak masih merembes. Lalu dia juga memperlihatkan busur yang sempat menancap di bokongnya. Bentuk busurnya ajaib, bergerigi dan banyak lekukannya. Pembuatnya seperti sudah berniat memang membunuh saat membuatnya lalu jangan lupakan karat dan kemungkinan adanya kuman tetanus yang bersemayam di busur tersebut.

Saya pun menjelaskan bahwa di kamar kosku, tidak ada yang namanya alat-alat medis. Karena di luar rumah sakit dan klinik, saya hanyalah warga sipil tanpa profesi. Dan mereka pun akhirnya bisa mengerti, hanya saja mereka tetap ngotot mau mendapat penanganan medis tanpa harus ke rumah sakit, jadinya, ya sudah lah... Yang penting sudah dijelaskan.

Skip-skip tindakan medis yang dilakukan dalam keterbatasan sehingga hanya dilakukan prosedur pembersihan luka dengan air mengalir dan sabun antiseptik kemudian disikat selama 5-10 menit untuk mengeluarkan semua sisa-sisa karat busur yang mungkin masih tinggal lalu mengoleskan betadine, dan berhubung Si X tidak mau dibawa ke UGD karena dia belum punya kartu asuransi berjenis Jamkesmas, Askes, kartu BPJS apalagi kartu Indonesia sehat maka saya memberikan saja resep generik untuk mengatasi infeksi dan peradangan yang dapat timbul pada luka.

Setelah semua prosedur medis tidak standar di atas, mereka pun menceritakan kronologis penyerangan geng motor. Kata mereka, sempat ribut sekali di depan pondokan saat warga menyangka bahwa Si X adalah anggota geng motor yang menyerang. Padahal sebenrnya Si X hanya lewat mau menonton geng motor yang lagi menyerang tapi malah warga pondokan salah persepsi. Si X pun berlari dan dia malah dikejar lalu nyaris dikeroyok warga. Di tengah pengejaran itulah Si X terkena busur. Untung saja ada warga yang mengenali Si X sehingga dia tidak jadi dikeroyok dan dibunuh.
Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian tersebut adalah jangan pernah menonton geng motor yang lagi menyerang karena rasa ingin tahu dapat membunuhmu dan yang kedua, rajin-rajinlah bersosialisasi dengan masyarakat sekitar sehingga warga tidak bakal menyangkamu sebagai anggota geng motor.

 Terakhir, hari ini Tamalanrea hujan. Semoga tidak banjir.

Kamis, 06 November 2014

Infeksi virus penyebab kanker (Oncovirus)


Infeksi virus penyebab kanker (Oncovirus)
Profesor Darmono
17 Januari 2014

Dewasa ini para peneliti bidang medis mulai memperhatikan mengenai infeksi virus yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kankier. Diseluruh dunia, kanker yang disebabkan oleh infeksi virus diperkirakan mencapai angka 15% sampai 20% dari seluruh kasus penyakit kanker yang ditemukan. Tetapi tidak semua infeksi virus dapat menyebabkan perkembangan kanker secara progresif, ada beberapa faktor yang memicu terjadinya kanker karena infeksi virus. Faktor tersebut diantaranya adalah faktor genetik dari hospes, terjadinya mutasi, terinfeksi virus yang spesifik penyebab kanker, dan gangguan dari sistem imun dari hospes. Yang paling khas dan perlu diperhatikan adalah awal terjadinya kanker sangat erat hubungannya dengan sistem imun dari hospes, dimana terjadinya proses peradangan atau inflamasi pada jaringan hospes. Sel kanker mempunyai karater yang berbeda dengan sel normal, dimana sel tersebut mempunyai kemampuan tumbuh tidak terkontrol.
Hal tersebut disebabkan karena hilangnya sensitivitas anti-pertumbuhan sel tumor dan hilangnya kemampuan proses apoptosis (program kematian sel secara alami). Trnasformasi sel normal menjadi sel kanker yang terjadi pada orang yang terinfeksi virus disebabkan oleh terjadinya kerusakan secara genetik dari sel tersebut. Sel tersebut diatur oleh gen virus yang menginfeksinya dan mengakibatkan sel tersebut tumbuh tidak normal, membelah membentuk sel baru secara terus menerus.
Peneliti mulai dapat mengenali mekanisme virus yang dapat menyebabkan tumor tersebut yaitu dengan cara sebagai berikut: Virus masuk kedalam sel kemudian masuk kedalam nukleus dan mengubah sel serta mengrintegrasi materi gennya (gen virus) kedalam DNA sel hospes. Integrasi tersebut terjadi secara permanen dan berintegrasi dalam materi genetik yang tidak dapat di eliminasi oleh sel hospes. Mekanisme insersi gen tersebut berbeda-beda bergantung padan jenis virus, yaitu virus DNA atau RNA. Pada virus DNA, materi genetiknya dapat secara langsung berintegrasi dengan sel DNA hospes, sedangkan virus RNA harus ditranskrip dulu menjadi materi DNA dan kemudian di integrasikan kedalam materi gfenetik sel DNA dari hospes.

Beberapa contoh jenis virus yang menyebabkan terjadinya tumor antara lain adalah: Human papiloma virus (HPV), virus hepatititis B (HBV), virus hepatititis C (HCV), virus Human T limpocyte (HTLV), human papiloma virus (HPV), Kaposi’s sarcoma-associated herpesvirus (HHV-8), dan Epstein–Barr virus (EBV). Walaupun kemungkinan terjadinya penyakit kanker karena infeksi virus kemungkinannya sangat kecil, tetapi bila kondisi kesehatan tubuh sangat menurun infeksi kronis dari virus tersebut dapat memicu terbentuknya kanker.

Tabel 7.1 Jenis virus penyebab kanker dan persentase kejadiannya diantara penderita penyakit kanker
Virus
Kejadian kanker(%)
Tipe kanker
Virus Hepatitis , termasuk hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV)
4.9
Hepatocellular carcinoma (kanker hati)
Human T-lymphotropic virus (HTLV)
0.03
Tropical spastic paraparesis dan leukemia orang dewasa
5.2
Cancers  cervix, anus, penis, vulva/vagina, dan beberapa kanker pada daerah kepala dan leher.
0.9
Belum ada data
Belum ada data


Virus hepatitis B

Penyakit radang hati hepatitis B, disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang menginfeksi hati pada primata termasuk manusia, menyebabkan terjadinya inflamasi hati atau hepatitis. Penyakit hepatitis B telah menjadi epidemik pada sebagian kawasan Asia dan Afrika, dan endemik di China. Sekitar sepertiga dari populasi penduduk dunia atau lebih dari dua milyard orang terinfeksi oleh virus hepatitis B. Jumlah tersebut termasuk orang yang menderita sebagai karier ada sekitar 350 juta orang. Penularan terjadi melalui infeksi dari darah dan cairan tubuh. Pada kasus inflamasi hati yang akut, gejala ditandai dengan muntah, jaundice (penyakit kuning) dan kadang terjadi kematian. Pada kasus yang kronis hepatitis B dapat menyebabkan sirosis hepatis dan kanker hati, yang dapat mengakibatkan fatal karena sedikit merespons terhadap pengobatan khemoterapi. Penyakit hepatitis B dapat dicegah dengan cara vaksinasi.

Virion dan replikasi virus

Virus hepatitis B termasuk dalam kelompok hepadnavirus dari kata hepa dari hepatotrophic dan dna karena dari virus DNA. Genomnya berbentuk sirkuler yang terdiri dari dobel strand DNA partial. Virus bereplikasi melalui bentuk RNA dengan jalan reverse transcripsi, sehingga proses ini menyerupai model retrovirus.  Walaupun replikasi terjadi dalam hati, tetapi virus menyebar melalui darah dimana spesifik virus protein sebagai bentuk antibodi yang selalu ditemukan pada orang yang terinfeksi virus hepatitis B. Sehingga uji protein darah dan antibodi digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini.
hbv_antigen_cel HEPB
Gambar 7.1 Struktur HBV (kiri) dan gambaran elektron mikroskopnya (kanan)

Partikel virus (virion), terdiri atas amplop lipida pada bagian luar dan nukleokapsid pada bagian tengah yang berbentuk icosahedral yang menyusun protein. Nukleokapsid mengandung DNA dan polimerase DNA yang mempunyai aktivitas reverse trannskriptase. Pada bagian luar amplop terdapat protein yang berfungsi untuk melekatkan virus pada sel yang peka. HBV adalah virus beramplop yang paling kecil diantara virus yang menginfeksi manusia/hewan dengan diameter virion 42 nm. Pada permukaan partikel virus terdapat lipida dan protein disebut antigen permukaan (HBsAg), dan diproduksi berlebihan pada saat proses siklus hidupnya. Genome HBV berbentuk DNA sirkuler, tetapi mempunyai ciri khusus yaitu tidak sepenuhnya berpita ganda (double-strand). Pada akhir dari salah satu pitanya tersambung dengan viral DNA polymerase. Genome berukuran panjang pasangan basa 3020-3320 bp (bentuk panjang), dan 1700-2800 bp (bentuk pendek). Bagian yang tidak terkode /(-) sense, adalah bagian yang saling melengkapi (complemen) terhadap mRNA virus, Viral DNA terdapat didalam nukleus hepatosit segera setelah menginfeksi sel. Parsial dobel strand terbentuk untuk melengkapi (+) strand dengan mengambil molekul protein dari (-) strand dan sequen pendek dari RNA yang berasal dari (+) sense strand. Basa yang tidak terkode diambil pada akhir dari (-) sense strand pada akhir sambungan tersebut. Ada empat gen yang terkode pada genomik yaitu C, X, P, dan S. Core protein terkode sebagai gen C (HBcAg), dan start codonnya keatas dalam frame AUG start codon dimana pre-core protein diproduksi. HBcAg diproduksi dari proses proteolitik dari pre-core protein tersebut. DNA polimerase dikode oleh gen P, sedangakan gen S adalah gen yang mengkode antigen permukaan (HBsAg). Gen HBsAg adalah gen yang panjang dan reading frame yang terbuka, dan mengandung tiga nukleotida pada “start” (ATG) codon yang membagi gen menjadi tiga bagian yaitu: pre-S1, pre-S2, dan S (besar, medium dan kecil).

Siklus hidup virus hepatitis B cukup komplek, dimana HBV adalah satu diantara sedikit virus non-retrovral yang menggunakan riverse transkriptase sebagai bagian dari proses replikasinya. HBV masuk kedalam sel dengan cara melekatkan pada reseptor pada permukaan sel, dan masuk kedalam sel melalui proses endositosis. Karena virus bermultiplikasi melalui pembentukan RNA yang dibuat oleh enzim dari hospes, maka genomik viral ditransfer kedalam nukleus sel oleh protein hospes yang dinamakan “chaperon”. Partial dobel strand DNA kemudian membentuk dobel strand penuh ditransfer kedalam sirkuler DNA tertutup (cccDNA) yang menyediakan lokasi untuk transkripsi dari empat viral RNA. RNA yang paling besar (lebih panjang daripada genom viral), digunakan untuk membuat kopi baru dari genom dan untuk membuat core capsid protein dan viral DNA polimerase. Empat viral transkript kemudian memproses berikutnya untuk membentuk virion progeny yang dibebaskan dari sel atau masuk kedalam nukleus lagi untuk memproduksi kopi baru yang lebih banyak. Kemudian mRNA ditransport kembali kedalam sitoplasma dimana protein virion P mensintesis DNA melalui aktivitas revers transkriptase.

              http://www.chuv.ch/imul/imu-hbvlifecycle-5.jpg

Gambar 7.2 Siklus hidup HBV, partikel virus melekat pada reseptor membran sel hati (1), translokasi dalam sitoplasma (2), nukleokapsid membebaskan genom viral pada nukleus (3),  genom berubah menjadi kovalen-klose DNA sirkuler (cccDNA) untuk menyediakan lokasi transkripsi (4). mRNA viral (5) ditranslasi kedlam protein viral dalam sitoplasma dan pregenom RNA (6) menyatu dengan viral polimerase kedalam kapsid untuk membentuk protein core (7). Begitu partikel virus matang (8,9), viral DNA disintesis oleh viral polimerase dengan menggunakan lokasi pada encapsid pregenom. Sintesis nukleokapsid yang baru dapat membebaskan viral DNA didalam nukleus yang mengawali siklus baru dari sintesis cccDNA, dan menjaga genom viral dalam waktu yang lebih lama didalam sel yang terinfeksi tersebut dan meningkatkan jumlah viral RNA (10), dan mendapatkan amplop virus dalam endoplasmik retikuler (ER) dan aparatus golgi dengan membebaskan virus matang dari sel melalui eksositosis (11). Model produksi virus tersebut tidak menyebabkan terjadinya kematian sel, tetapi dapat menyebabkan penyakit hepatitis kronis.
Gejala dan patogenesis

Infeksi akut dari virus hepatitis B dimulai dengan gejala penyakit yang umum yaitu hilang nafsu makan, mual, muntah, rasa sakit pada seluruh bagian tubuh, demam, urine berwarna gelap, dan berkembang menjadi jaundice. Gejala rasa gatal-gatal pada kulit sering terjadi pada penderita hepatitis dari infeksi virus hepatitis semua tipe virus (A,B,C). Penyakit berjalan selama beberapa minggu dan kemudian secara perlahan gejala semakin meningkat menjadi lebih parah. Beberapa pasien menunjukkan gejala yang lebih parah (kegagalan fungsi hati), dan dapat mengakibatkan kematian. Beberapa kejadian kasus penyakit, pada penderita kadang tidak menunjukkan gejala sehingga tidak terdiagnosis dan tiba-tiba  penyakit menjadi parah. Pada kasus yang kronis penderita tidak menunjukkan gejala (asymptomatic), inflamasi pada hati berjalan secara kronis (hepatitis kronis), yang mengakibatkan terjadinya sirosis hepatis dan penyakit tersebut berjalan selama beberapa tahun. Tipe infeksi seperti ini mengakibatkan terjadinya kanker hati (hepatocellular carcinoma). Selama terjadinya infeksi HBV, menimbulkan respon kekebalan dari penderita yang mengakibatkan kerusakan sel hati bersamaan dengan eliminasi virus. Walaupun sistem kekebalan alamiah (innate imunity) tidak berperan nyata pada proses terjadinya penyakit, kekebalan adaptive (perolehan) terhadap respon infeksi virus yang spesifik terjadi yaitu sel T-sitotoksik (cytotoxic T lymphocyte/CTLs). Sel Tc tersebut erat hubungannya antara kerusakan sel hati dengan infeksi HBV(imunopatologi). Dalam hati platelet menjadi teraktivasi pada lokasi infeksi yang mengakibatkan terjadinya akumulasi CTLs dalam hati.
 

Serotipe dan genotipe

Menurut jenis tipe serumnya HBV dibagi menjadi empat serotipe utama yaitu: adr, adw, ayr, dan ayw, yang didasarkan pada epitop antigenik yang dipresentasikan pada amplop proteinnya. Sedangkan pembagian menurut sequen nukleotidanya HBV dibagi menjadi delapan genotipe yaitu genotipe A sampai H menurut variasi genomnya. Pembagian menurut genotipe dibedakan menurut distribusi geografik dan banyak digunakan untuk melacak terjadinya evolusi dan transmisi dari virus. Perbedaan genotipe sangat penting untuk mengidentifikasi efek dari keparahan penyakit, juga untuk menunjukkan keparahan, komplikasi, dan respon terhadap pengobatan dan kemungkinan juga untuk penerapan program vaksinasinya. Sequen genotipe dapat dibedakan paling tidak sekitar 8% yang telah dilaporkan pada tahun 1988 pada saat dilakukan identifikasi genotipe A – F. Dua genotipe lainnya yaitu G dan H, dimana genotipe G ada insersi 36 nukleotida dalam satu gen core, tipe ini ditemukan di Perancis dan Amerika Serikat. Sedangkan tipe H ditemukan di Nicaragua, Mexico dan California. Dalam genotipe juga dapat dibedakan sub-genotipe, tipe ini berbeda sekitar 4-8% diantara sequen DNA nya. Genotipe A ditemukan di Amerika, Afrika, India dan Eropa Barat. Genotipe B sering dijumpai di Asia, Amerika Serikat, sub-genotipe B1 banyak dijumpai di Jepang, B2 di China dan Vietnam sedangkan B3 ditemukan di Indonesia, dan B4 di Vietnam, sedang B5 di Philippina, dimana semua strain virus tersebut adalah serotipe ayw1. Genotipe C banyak ditemukan di Asia dan Amerika Serikat, subgenotipe C1 sering ditemukan di Jepang, Korea dan China. Genotipe C2 juga banyak ditemukan di China, Asia Tenggara, dan Bangladesh, sedangkan C3 di Oceania. Semua strain virus tersebut mempunyai serotipe adr-q. Genotipe C4 dengan serotipe ayw3 ditemukan pada suku Aborigin di Australia. Genotipe D sering ditemukan pada penderita hepatitisB di Eropa Selatan, India dan Amerika dan terdapat delapan subtipe (D1-D8), genotipe D ini juga sering ditemukan di Turki. Genotipe E banyak dijumpai di bagian Barat dan Selatan Afrika, sedang tipe F sering dijumpai di Amerika Tengah dan Selatan, genotipe grup F ini terdiri dari subgenotipe F1 dan F2. Genotipe G sering ditemukan di benua Eropa dan Amerika yang termasuk dalam kelompok serotipe adw2. Hampir semua genotipe (A-E) ditemukan di benua Afrika, dan didominasi genotipe A di Kenya, B dan D di Mesir, D di Tunisia, A-D di Afrika Selatan dan E di Nigeria.

Diagnosis, pencegahan dan Pengobatan

Uji diagnosis untuk mendeteksi penyakit infeksi virus hepatitis B dilakukan dengan uji serologik atau tes darah, yang mendeteksi antigen virus (protein yang diproduksi virus) atau antibodi (protein yang diproduksi penderita). Antigen permukaan virus hepatitis B (HBsAg) sering digunakan untuk skrening terjadinya infeksi, dan sering terdeteksi sebagai antigen virus selama infeksi. Tetapi pada awal infeksi antigen tersebut tidak dapat terdeteksi dan mungkin tidak terdeteksi lagi bila virus dapat dihilangkan/dilawan oleh hospes. Virus dibagian core partikel virus (virion) adalah bagian pusat virus yang paling infeksious. Partikel ikosahedral dari virus tersebut dibentuk dari 180 atau 240 kopi protein core, sehingga disebut core hepatitis antigen (HBcAg). Respon imun IgM dari hospes terhadap core antigen hepatitis B merupakan kejadian infesi HBV secara serologik mengenai infeksi penyakit tersebut. Segera setelah HBsAg terdeteksi, antigen lainnya muncul yaitu antigen e hepatitis B (HBeAg). HbeAg terdeteksi menandakan terjadinya peningkatan replikasi virus dan berkembangnya keparahan penyakit, tetapi beberapa kasus variant dari HBV tidak memproduksi antigen ini. Pada beberapa kasus infeksi lain, HbeAg segera dapat diatasi dan antibodi terhadap antigen ini segera timbul (anti-HBe). Hal tersebut terjadi dengan sendirinya dan replikasi viral turun secara drastis. Bilamana penderita dapat melawan infeksi, maka  HBsAg akan tidak terdeteksi lagi kemudian diikuti peningkatan antibodi IgG terhadap antigen permukaan hepatitis B dan antigen core (anti-HBs dan anti-HBc IgG). Waktu antara eliminasi HBsAg dan terjadinya pemunculan anti-HBs dinamakan “window period”, seseorang yang uji tes serologinya negativ terhadap HBsAg tetapi positiv anti-HBs dinyatakan telah dapat melawan infeksi HBV atau dia pernah divaksinasi HBV sebelumnya.

Gambar 7.3  Gambaran uji serologik terhadap infeksi HBV akut, yang menunjukkan kandungan antigen dan antibodi HBV

Bila seseorang yang uji serologiknya masih terdeteksi HBsAg selama beberapa bulan, berarti dia menderita penyakit HBV karier. Penderita karier HBV berarti dia mengalami penyakit hepatitis B kronis, yang terciri dengan peningkatan kandungan enzim “alanin aminotransferase” yang merupakan indikator adanya inflamasi pada hati, yang diteguhkan dengan diagnosis biopsi dari hatinya. Uji PCR untuk diagnosis infeksi HBV ini telah dikembangkan untuk mengukur jumlah DNA HBV pada contoh klinis, uji ini digunakan untuk mengetahui status penderita dan untuk memonitor pengobatan yang telah diberikan

  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c0/Ground_glass_hepatocytes_high_mag_cropped.jpg/220px-Ground_glass_hepatocytes_high_mag_cropped.jpg
Gambar 7.4  Uji serologik HbsAg yang terdeteksi dalam waktu lama/HBV kronis (kiri) dan gambaran biopsi hati yang menunjukkan degenerasi sel hati (kanan).

Pencegahan penyakit hepatitis B ini dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, beberapa jenis vaksin HBV telah dikembangkan oleh Maurice Hilleman. Vaksin tersebut dibuat berdasarkan pada amplop protein virus (HBsAg), dimana vaksin dibuat dari plasma penderita infeksi HBV yang kronis(HBsAg). Dewasa ini telah dikembangkan vaksin yang dibuat dengan cara sintesis teknologi rekombinan DNA, yang dibuat tanpa menggunakan darah. Setelah dilakukan vaksinasi, beberapa hari kemudian kandungan HBsAg akan dapat terdeteksi, hal tersebut dinamakan “antigenemia”(Ag beredar dalam darah). Vaksin dapat diberikan dalam dua, tiga atau empat dosis pada bayi dan orang dewasa, dapat memproteksi 85-90% pada resipien. Proteksi tersebut telah di amati paling tidak sampai 12 tahun kemudian dan menimbulkan respon imun sampai 25 tahun.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/63/HBsAg.jpg/220px-HBsAg.jpg
Gambar 7.5 Vaksin HbsAg dilihat dengan elektron mikroskop

Hepatititis B biasanya tidak menyebar melalui air dan makanan, tetapi menyebar melalui cairan tubuh. Sehingga untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan menghindarkan transfusi darah dari darah yang terkontaminasi, penggunaan jarum suntik dan siring bersama, hubungan seks tanpa pelindung, dan transmisi vertikal pada saat melahirkan. Bayi dapat divaksinasi setelah lahir. Injeksi multipel dengan dosis kecil dari “hepatitis immune globulin” (HBIg: 200-400 IU/bulan), atau lamivudin (100 mg/hari) pada ibu penderita HB karier dengan kondisi infeksi tingkat tinggi terinfeksi HB (>106 kopi/ml) pada masa akhir kehamilan (3 bulan keatas umur kehamilan), cukup efisien dan aman untuk mencegah transmisi HBV intrauterin pada bayinya.

Pengobatan infeksi HBV akut tidak selalu perlu dilakuan, karena hampir semua penderita dewasa dapat secara spontan melawan infeksi virus tersebut. Pemberian lebih awal obat antiviral dapat diperlukan pada pasien, yang mengalami infeksi dengan gejala agresiv (hepatitis parah) atau pasien yang mengalami respon proses kekebalan. Dilain pihak pengobatan diperlukan untuk penderita hepatitis B kronis untuk menurunkan resiko terjadinya/timbulnya sirosis hati atau kanker hati. Pada penderita infeksi kronis tes fungsi hatinya menunjukkan adanya peningkatan kadar “alanin aminotransferase” (AST) dan kandungan HBV DNA, sehingga perlu dilakukan pengobatan. Walaupun tidak satu obatpun yang dapat menghilangkan virus HBV, obat yang tersedia paling tidak dapat menghambat replikasi dari virus tersebut. Dewasa ini di Amerika Serikat telah diproduksi dan mendapat lisensi atas produk tersebut untuk beberapa jenis obat anti hepatitis B. Obat tersebut dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu obat antiviral dan obat imuno-modulator.

Obat antiviral adalah: Lamivudine (Epivir), adefovir (Hepsera), tenofovir (Viread), telbivudin (Tyzeka) dan entecavir (Baracliude).

Obat sistem imuno-modulator adalah: interferon alpha-2a, dan PEGylated interferon alpha-2a (Pegasys).

Pemberian obat interferon melalui injeksi dapat dilakukan setiap hari atau tiga kali dalam seminggu (2 hari sekali), juga perlu diberi tambahan injeksi “long-acting” PEGylate interferon, yang diinjeksikan hanya satu kali dalam seminggu. Tetapi respon terhadap obat tersebut biasanya terjadi secara individu, beberapa penderita mempunyai respon pengobatan lebih baik daripada penderita lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan genotipe dari virus yang menginfeksi atau gen keturunan dari penderita. Pengobatan tersebut dapat mengurangi/menurunkan replikasi virus dalam hati, akibatnya partikel virus yang beredar dalam darah juga menurun. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita hepatitis B kronis dapat diberi obat antibodi terhadap virus hepatitis B (HBIg/imunoglobulin HBV). Bila diberi dengan vaksin dalam waktu dua belas jam setelah lahir, resiko untuk terinfeksi HBV dapat berkurang sampai 90%. Pada pengobatan tersebut ibu diperbolehkan menyusui bayinya dengan aman.

Virus hepatitis C

Infeksi virus hepatitis C (HCV) sering tidak memperlihatkan gejala (asymphtomatis), tetapi begitu virus menginfeksi, infeksi kronis akan terjadi dan berkembang dalam hati sehingga menyebabkan terbentuknya fibrosis yang berlanjut dengan sirosis hati, dan biasanya hal tersebut terjadi selama bebeberapa tahun kemudian. Pada beberapa kasus, bila terjadi sirosis hati biasanya akan berkembang menjadi kanker hati dan menyebabkan organ hati menjadi tidak berfungsi lagi, terjadi varises pada oesofagus dan pada lambung. Virus hepatititis C menyebar melalui darah terkontaminasi (penderita) ke darah orang yang sehat. Seseorang yang telah terinfeksi jarang menunjukkan gejala penyakit, tetapi virus hidup persisten dalam hati sekitar 85% dari virus tersebut. Diperkirakan sekitar 270-300 juta diseluruh dunia terinfeksi oleh virus hepatitis C, infeksi virus ini sungguh mengancam kehidupan manusia. Hewan primata seperti simpanse atau jenis primata lain diinfeksi virus ini unutk keperluan penelitian di laboratorium. Sampai sekarang tidak atau belum ada vaksin untuk mencegah virus hepatitis C.

Virion dan replikasi virus

Virus hepatitis C pertama diidentifikasi dengan metoda molekuler kloning pada tahun 1989, semula virus tersebut terdeteksi sebagai virus non hepatitis A dan non hepatitis B. Virus tersebut didak dapat dipupuk secara invitro, sehingga menyulitkan pada saat identifikasi. Virus hepatitis C adalah termasuk virus yang kecil diantara virus lainnya, ukurannya sekitar 50 nm, beramplop, pita tunggal (singel strand), positiv sense virus RNA. Ia termasuk kelompok genus hepacivirus dalam famili Flaviviridae. Ada enam genotipe utama dari virus hepatitis C yang dinamai menurut angka yaitu genotipe 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Sequen nukleotidanya sangat bervariasi, Genotipe 1-3 banyak dijumpai di Eropa, genotipe 4 prevalen di Mesir dan Zaire, tipe 5 di Afrika dan tipe 6 di Hong Kong.

Picture               Name:  1zcpdo7.jpg
Views: 1295
Size:  65.9 KB
Gambar 7.6  Skema virion dari virus hepatitis C (kiri) dan gambaran elektron mikroskop virus yang dapat diisolasi dari penderita hepatitis C (kanan).

Virus masuk kedalam darah melalui darah terkontaminasi (waktu transfusi darah), atau melalui jarum yang tidak steril (misalnya tatoo), amplop virus melekat pada reseptor yang sesuai pada dinding sel hati. Setelah terjadi perlekatan, nukleokapsid melepaskan diri dari amplop masuk kedalam sitoplasma sebagai akibat dari proses fusi antara virus dengan membran seluler. Fusi tersebut dijembatani oleh protein viral yang spesifik yang menempati secara langsung membran plasma atau masuk kedalam sitoplama secara endositosis. Proses masuknya virus dalam sel tersebut dikontrol oleh glikoprotein pada permukaan virus.

 
Gambar 7.7  Gambaran siklus hidup dan replikasi virus (HCV)dalam sel hati, dimana virus masuk kedalam sel hati dengan melekatkan amplop virus pada lokasi yang spesifik.

Nukleokapsid kemudian pecah (“decapsidation”), dan nukleokapsid virus terbebaskan menjadi beberapa bentuk pita positif strand RNA didalam sitoplasma sel hati, dimana bahan tersebut menyediakan  sintesis RNA baru sebagai messenger RNA (mRNA) untuk mensintesis poliprotein dari HCV. Translasi genom HCV dikontrol oleh ribosoma sel hati dan mulai memproduksi materi yang diperlukan untuk replikasi virus. Karena virus hepatitis C adalah virus RNA, maka virus RNA itu sendiri langsung dapat terbaca oleh ribosoma sel hospes, dan berfungsi normal seperti adanya mRNA pada selnya sendiri. Begitu mulai memproduksi kode material pada RNA, diduga virus langsung menghambat fungsi normal dari sel hati tersebut, dan menggunakan energi sel untuk replikasi virus. Walaupun kadang virus HCV menstimulir sel hati untuk regenerasi lebih banyak daripada produksi virus itu sendiri, tetapi HCV sangat erat hubungannya dengan terbentuknya sel kanker hati. Pertama enzim RNA ditranskriptase disintesis dan enzim ini diperlukan untuk reproduksi virus. Dengan proses tersebut HCV dikopi untuk membentuk ratusan atau bahkan ribuan materi untuk virus baru. Pada kondisi tersebut beberapa RNA virus mengalami mutasi. Virus kemudian membangun kapsomer untuk melindungi material gen didalamnya, dimana ribosoma dari sel hospes yang memproduksi protein tersebut digunakan oleh virus sebagai selubung gennya. Bilamana kapsomer yang komplet pada sekeliling virus RNA baru telah terbentuk, kemudian mereka menyatu(assembly) untuk membentuk selubung sferik yang dinamakan kapsid, yang secara penuh menyelubungi RNA virus. Partikel yang komplit tersebut dinamakan nukleokapsid.  Virus baru bergerak kearah plasma membran dan melekat membentuk tonjolan. Plasma membran membentuk lingkaran kemudian membebaskan virus baru tersebut, dimana plasma membran sel menyediakan lapisan lipida, virus tersebut akan melekat pada sel hati lainnya. Proses pembentukan tonjolan plasma membran dan pelepasan virus keluar sel berjalan beberapa jam pada permukaan sel hati tersebut terus menerus sampai sel hati mengalami kematian (nekrosis). Virus yang keluar dan masih hidup dan selamat dari proses sistem imun atau faktor lain akan dapat memproduksi virus baru yang jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan virus baru. Proses tersebut berjalan terus menerus sehingga menyebabkan organ hati rusak, terbentuk jaringan ikat (fibrosis), dan hati tidak berfungsi dan juga dapat menyebabkan terjadinya kanker hati.

Penularan dan gejala

Penularan HCV yang utama adalah melalui darah (transfusi darah) dan produknya (serum, plasma), atau melalui donor organ dari orang yang menderita hepatitis C. Bagi para pecandu obat bius suntik, penularan dapat terjadi melalui jarum dan siring yang dipakai bersama dengan penderita hepatitis C. Penularan juga dapat terjadi pada penderita gagal ginjal yang melakukan dialisis rutin dengan alat yang terkontaminasi, para perawat dan dokter yang sering kontak dengan darah penderita, para pekerja seks yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan seks dengan penderita hepatitis C. Penularan juga dapat terjadi pada seseorang yang bersama-sama menggunakan sikat gigi dan pencukur kumis dan jenggot bersama dengan penderita. Bayi dapat tertular dari ibunya yang menderita hepatitis C. Kebanyakan penderita atau orang yang terinfeksi hepatitis C tidak menunjukkan gejala, tetapi seseorang diketahui menderita hepatitis C pada saat dilakukan tes darah atau beberapa pemeriksaan kesehatan lainnya. Gejala yang timbul pada penderita biasanya bila sudah terjadi keparahan penyakit pada hati yaitu warna kuning pada lapisan mukosa tubuh (jaundice), kelemahan yang sangat (fatigue), hilang nafsu makan (anorexia), mual dan muntah, demam sedang, warna pucat atau kehijauan feses yang dikeluarkan, air kencing (urine) berwarna gelap, dan rasa gatal-gatal pada tubuh.

Hepatitis kronik adalah kondisi yang sangat progresiv, paling tidak menyerang seperempat dari organ hati. Tetapi progresivisitas penyakit berjalan sangat lambat pada kebanyakan pasien, bahkan tidak menunjukkan gejala penyakit sampai selama beberapa tahun. Sampai sekarang mekanisme kerusakan hati pada fase akut ataupun kronis dari hepatitis C ini masih belum jelas, tetapi diduga proses sitopatogenisitas dari HCV erat hubungannya dengan proses respon sistem imun. Tetapi tidak terlihatnya gejala (asimptomatis) dari penyakit dapat didiagnosis adanya infeksi HCV dengan cara uji tes fungsi hati (tes darah adanya peningkatan produksi enzim AST, ALT) dan dapat meramalkan (prediksi) terjadinya sirosis pada hati.

http://www.brown.edu/Courses/Bio_160/Projects2000/HepatitisC/cirrhosis.jpg http://www.brown.edu/Courses/Bio_160/Projects2000/HepatitisC/chronic.jpg
Gambar 7.8 Sirosis hati yang menimbulkan kanker hati (kiri), gambaran histopatologik dari sel hati, dimana hepatosit sudah tidak teratur dan terbentuk fibrosis (kanan)

Diagnosis, pencegahan dan pengobatan

Diagnosis hepatitis C jarang dapat dilakukan pada fase penyakit akut, karena kebanyakan penderita tidak menunjukkan gejala fase tersebut. Oleh sebab itu kadang penderita tidak menyadari bahwa dia terinfeksi hepatitis C, karena dia tidak merasa sakit dan tidak begitu memperhatikan kondisi kesehatannya. Diagnosis penyakit berdasarkan gejala juga sulit dilakukan pada penderita hepatitis C kronis karena gejala yang timbul tidak spesifik (gejala umum), gejala spesifik dengan tanda kerusakan hati baru terdeteksi setelah timbulnya gejala kerusakan hati seperti jaundice dan sakit perut bagian kanan atas, gejala tersebut kelihatan bila penyakit sudah berjalan beberapa lama. Penyakit hepatitis kronis baru dapat dipastikan berdasarkan riwayat penularan, dan tes fungsi hati yang memperlihatkan peningkatan enzim AST dan ALT. Uji serologi dapat meneguhkan diagnosis bila terlihat kenaikan titer antibodi HCV, anti-HCV dapat terdeteksi pada sekitar 80% pasien dalam waktu 15 minggu setelah infeksi, sekitar 95% setelah 5 bulan, dan 97% setelah 6 bulan. Tetapi kadang beberapa orang penderita tidak dapat terdeteksi pada orang yang tidak terjadi respon antibodi walaupun dia terinfeksi. Bila terjadi hal demikian maka uji RNA perlu dilakukan bila uji serologik hasilnya negatif. Tes fungsi hati sendiri (AST dan ALT) tidaklah merupakan diagnosis yang pasti, karena kerusakan hati penyebab penyakit lain juga dapat menaikkan enzim tersebut.

Gambar 7. 9  Gambaran uji diagnosis penderita HCV yang menunjukkan titer antibodi HCV dan kandungan ALT dalam darah.

Uji molekuler dengan mendeteksi asam nukleat seperti uji “polymerase chain reaction” (PCR), “transcription mediated amplification” (TMA), dan lainnya sangat baik dilakukan. Uji tersebut tidak hanya mendeteksi keberadaan virus, tetapi juga dapat mengukur jumlah virus yang beredar dalam darah (viremia). Mengukur jumlah virus dalam darah sangat penting dilakukan karena dari hasil tersebut akan dapat dilakukan untuk mengukur efektifitas mengobatan obat “interferon-base therapy”, tetapi tidak dapat digunakan sebagai pedoman untuk mengukur keparahan dari penyakit. Seseorang yang dinyatakan telah mengidap hepatitis C, uji genotipe virus yang mengifeksi sangat dianjurkan. Uji genotipe HCV dapat digunakan untuk menentukan cara pengobatan yang diberikan apakah penderita dapat merspon obat interferon dan berapa lama pengobatan itu dapat dilakukan.Terjadinya infeksi hepatitis C kronis diperkirakan menyerang 50-80% diantara penderita hepatitis, dan 50% diantaranya tidak merspon terhadap pengobatan. Sangat kecil kemungkinan (0,5-0,74% per tahun) terjadinya kesembuhan total, atau pembersihan total virus dalam tubuh secara alami. Tetapi kebanyakan pasien penderita hepatitis kronis tidak dapat sembuh secara alami tanpa pengobatan. Belakangan ini pengobatan dilakukan dengan kombinasi antara Pegylated interferon-alpha-2a atau Pegylated interferon-alpha-2b (nama dagang Pegasys atau PEG-Intron) dengan obat  antiviral ribavirin selama 24 atau 48 minggu, hasilnya cukup baik, tatapi masih tergantung pada genotipe dari HCV. Pengobatan yang dilakukanb pada penderita HCV fase infeksi hasilnya sangat baik (lebih dari 90%), dengan jangka pengobatan yang lebih pendek, tetapi ini juga harus dibandingkan dengan terjadinya kesembuhan alami dari pasien yang tanpa pengobatan. Pasien dengan kandungan virus dalam darah rendah (low viremia), memperoleh hasil respon yang lebih baik pada pengobatan, daripada pasien yang kandungan virus dalam darahnya tinggi (high viremia). Belakangan ini sangat dianjurkan untuk vaksinasi hepatitis A dan B untuk mencegah infeksi hepatitis C, selama pasien belum pernah terinfeksi kedua jenis virus tersebut. Kebiasaan minum mengandung alkohol dan merokok dapat memicu keparahan penyakit HCV dan memperparah terjadinya fibrosis hati yang menyebabkan kanker hati.

Human T-lymphotropic virus (HTLV)

HTLV pertama ditemukan pada tahun 1977 di Jepang, dan virus dapat diisolasi pertama kali oleh Bernard Poiesz dan Francis Ruscetti. Virus HTLV dapat diisolasi pertama kali oleh Gallo dan diidentifiasi sebagai human retrovirus yang dapat menyebabkan kanker di Lembaga Kanker NCI di Amerika. Seperti pada infeksi retrovirus lainnya keberadaan virus erat hubungannya dengan reaksi antibodi terhadap HTLV yang terdeteksi dalam serum  penderita. Data seroepidemiologi menunjukkan bahwa infeksi HTLV-1 terdapat cluster pada lokasi geografi tertentu di seluruh dunia. Dimana cluster tersebut terjadi endemik di bagian Selatan Jepang (15-30%), di Carribia (3-6%), Papua New Guinea dan beberapa bagian di Selatan Afrika. Penularan infeksi virus ini berlangsung melalui trans seksual dan melalui darah. Transmisi virus secara vertikal terjadi dari ibu ke anaknya merupakan hal yang penting dari keberadaan virus dalam suatu daerah endemik. Transmisi melalui air susu ibu merupakan kejadian yang penting dan menunjukkan prevalensi tinggi infeksi HTLV dalam daerah yang bersangkutan. Gambaran seroepidemiologik dari HTLV meningkat sejalan dengan meningkatnya umur begitu juga pada jenis kelamin dimana wanita dua kali lebih banyak daripada pria. Seroprevalensi pada orang diatas umur 80% meningkat di Jepang bagian Selatan dari persentasi angka penderita tersebut6 50% diantaranya diderita oleh wanita dan 30% pria. Perbedaan gender/jenis kelamin tersebut sangat mungkin disebabkan karena infeksi pada wanita lebih efisien daripada pria. Hal tersebut terjadi karena hubungan seksual pada pria biasanya dilakukan pada beberapa wanita. Infeksi HTLV-II paling sering disebabkan penggunaan obat bius secara IV. Hal ini ditemukan pada suatu cluster pada masyarakat Indian di Amerika Selatan.
Virion, patogenitas dan penyakit
HTLV termasuk dalam kelompok oncovirus, subfamili retrovirus ssRNA beramplop. Ada dua kopi genom RNA dengan tiga gen yang utama yaitu: gag (struktur protein), pol (reverse transcriptase),dan env (amplop glikoprotein). HTLV-I dan HTLV-II adalah tropikal untuk OKT+T-helper limfosit, tetapi bentuk sel lainnya juga dapat terinfeksi. HTLV-I dan HTLV-II tersebut keduanya tidak mempunyai oncogen yang spesifik.

Viral StructureScanning electron micrograph of HTLV-I virus (green) infecting a human T-lymphocyte (yellow). Infection with this virus can stimulate the T-cells to proliferate at an increased rate, causing a risk of developing leukemia.      
Gambar 7.10 bentuk virion HTLV (kiri) dan virus dalam sel-T dilihat dengan elektron mikroskop (kanan)

Pada retrovirus termasuk HTLV, di dalam sel, RNA dirubah menjadi DNA. Pada waktu terjadinya proses tersebut genom hospes bekerjasama dengan genom viral (transduction). Genome hospes tersebut terlibat dalam proses proliferasi gen virus, dimana transduksi gen akan melibatkan perumbuhan virus dalam sel yang terinfeksi. Sebagai akibatnya proses integrasi genom retrovirus kedalam genom hospes (tidak selalu/secara acak) dapat menempatkan viral promotor sangat dekat dengan genom hospes yang dapay mengkode “growth-regulating protein”. Bilamana protein tersebut diekspresikan tidak normal dan berlebihan dapat menyebabkan terjadinya transformasi seluler yang tumbuh tidak terkendali. Dari proses tersebut menunjukkan adanya indikasi lain bahwa jenis retrovirus lain seperti HIV juga dapat  mengindus/memicu terjadinya proses transformasi sel.

Ada beberapa penyakit yang timbul karena terjadinya infeksi HTLV, beberapa diantaranya adalah kanker:

a)      Adult T-cell leukemia (ATL), Agen penyakitn leukemia sel T salah satunya disebabkan oleh terjadinya infeksi HTLV, hal tersebut dapat dipastikan dengan uji adanya antibodi terhadap HTLV-I. Isolasi virus dapat ditemukan adanya integrasi sequen proviral dalam sel leukemia pada pasien penderita ATL. Leukemia jenis ini sangat progresif dan fatal dan berefek paqda sati diantara 500 orang yang terinfeksi oleh HTLV-I. Penyakiy ini terciri dengan adanya perubahan yang diffuse (menyebar) dari kelenjar limfe, hiperkalsemia, leukemia, infilytasi lekusit pada kulit, dan pada uji serologi positiv adanya antibodi HTLV-I. Bila seseorang terinfeksi virus ini masa imkubasinya sekitar 15-20 tahun yang akan berkembang menjadi leukemia ATL.

b)      Tropical Spastic Paraparesis (TSP), hubungan antara infeksi HTLV-1 dengan TSP pertama ditemukan pada tahun 1985 pada saat dilakukan uji skreening darah donor untuk uji antibodi terhadap HTLV-1 di West Indies. Sekitar lebih dari 75% pasien yang menderita TSP terdetksi mengandung antibodi terhadap HTLV-I dan pada penelitian lebih lanjut virus tersebutdapat diisolasi dari darah dan cairan sumsum tulang belakang (CSF). Penderita menunjukkan gejala gangguan neurologi kronis TSP, dan kasus tersebut juga ditemukan pada pada lokasi lain yang merupakan daerah endemik HTLV-I seperti didaerah Afrika dan Jepang. Hal tersebut dinamakan “HTLV-I associated myelopathy”. Gejala klinis yang terlihat pada penyakit ini mirip dengan “multiplr scelrosis” tetapi tidak disertai dengan gejala gangguan saraf pusatGejala awal yang terlihat adalah kelemahan anggota gerak secara bilateral dan terjadi kelemahaham pada lutut, gejala tersebut secara perlahan meningkat sampai mempengaruhi kelemahan pada daerah pinggul, tetapi gejala tersebut biasanya cukup bervariasi.

c)      Penyakit lain yang berhubungan dengan infeksi HTLV-I, antara lain adalah adanya gejala dermatitis

Pengobatan

Pengobatan ditujukan untuk infeksi sekunder dari bakteri opportunistik, perlu dilakukan observasi untuk melihat tipe penyakit berdasarkan hasil observasi, bilamana terjadi perkembangan progresiv dari gejala yanang terjadi perlu dilakukan pengobatan dengan obat khemotherapy dan antiretroviral. Pada penyakit kanker sel-T limpoma yang merupakan kanker leukemia pada orang dewasa(ATL), perlu diobati dengan khemotherapi yang agresiv yaitu dengan R-CHOP. Pengobatan lain untuk ATL pada infeksi HTLV adalah interferon alfa, zidovudine kobinasi dengan interferon alfa, dan CHOP kombinasi dengan arsenik trioksida. Pengobatan untuk penyakit TSP sangat terbatas, dan obat hanya difokuskan untuk terapi simptomatis saja, misalnya corticosteroids, plasmapherisis, cyclophosphamide, dan interferon, yang dapat menyembuhkan gejala myopathy smenetara. Obat Valproic acid sedang diteliti untuk menurunkan derajad viremia. Dewasa ini pengobatan kombinasi anyara valproic acid denganzidovudine menunjukkan terjadinya penurunan  jumlah virus dalam darah. Perlu selalu dimonitor adanya infeksi oportunitis dari cytomegalovirus, histoplasmosis, scabies, pneumocystis pneumonia, dan stapylococus sp pada pasien penderita infeksi HTLV. Pengobatan dengan allogenik transplantasi sumsum tulang sedang dalamtahap penelitian dan hasilnya masih bervariasi.

Human papillomavirus (HPV)

HPV termasuk dalam famili papillomavirus yang menginfeksi manusia. Seperti pada semua virus papilloma, HPV sangat cocok untuk hidup dan berkembang pada keratinosit (sel keratin) pada kulit atau dalam lapisan mukosa. Kebanyakan yipe infeksi HPV tidak menunjukkan gejala samasekali, sebagian menunjukkan gejala penebalan kulit (warts), sedangkan sebagian kecil menyebabkan kejadian kanker pada serviks, vulva, vagina, penis, oropharynx, dan anus. Dew3asa ini dilaporkan bahwa infeksi HPV ada hubungannya dengan resiko peningkatan kejadian penyakit karsiovaskuler.  Sekitar lebih dari 40 tipe HPV ditularkan melalui hubungan seksual. Beberapa tipe HPV yang ditularkan lewat hubungan seksual dapat menyebabkan lesi dan penebalan pada saluran genital. Infeksi persisten dari HPV tipe “high risk” berbeda dengan tipe HPV yang menginfeksi pada kulit, dimana tipe “high risk” tersebut dapat berkembang menjadi penyebab penyakit kanker. Infeksi HPV adalah penyebab dari hampir semua kasus kanker sercviks, tetapi kebanyakan infeksi tipe HPV ini tidak menyebabkan penuakit. Kebanyakan infeksi HPV pada wanita muda berjalan sekitar satu tahun (70%) dan 2 tahun (90%) berkembang menjadi berisiko menyenankan precancerius (awal terjadinya kanker) pada serviks. Bilaman terjadi infeksi persisten pada wanita sekitar 5% sampai 10% berkembang dan beresiko tinggi menjadi kanker serviks. Proses tersebut biasanya dalam waktu 10-15 tahun, sehinnga deteksi dini dan pengobatan dilakukan dalam fase adanya lesi pre-cancerius. Pada kebanyakan negara uji pap smear banyak digunakan untuk deteksi dini penyakit kanker serviks ini. Deteksi dini dengan pap smear dapat mengurangi kejadian kanker serviks, tetapi kejadian kanker serviks ini masih cukup tinggi yaitu sekitar 11 000 kasus dan sekitar 3900 meninggal dunia di Amerika pada tahun 2008.

Virion dan patogenitasnya         

HPV termasuk dalam kelompok virus papiloma yang mempunyai bentik DNA sirkuler. Papilomavirus ukurannya termasuk kecil, tidak beramplop, dengan diameter sekitar 52-55nm. Partikel virion terdiri dari 72 pentamerik kapsomer dan dapat berbentuk pentavalen dan heksavalen. Kapsid dari virus ini terbentuk  dua viral protein yaitu L1 dan L2. L1 adalah kapsid protein yang lebih banyak yaitu 80% , sedangkan sisanya L2 ada 20%. Viral kapsid protein tersebut digunakan untuk membuat virus-like protein (VLPs). Belakangan VLPs ini disolasi dan dapat digunakan calon vaksinuntuk melawan vcirus HPV.

http://www.epgonline.org/images/cervarix/915_1.gif           http://www.sciencephoto.com/image/248565/530wm/M0500797-Human_papilloma_viruses,_TEM-SPL.jpg
Gambar 7.11. Bentuk virion HPV (kri) dan ilustrasi virus dalam sel (kanan)


Sekitar puluhan jumlah serotipe virus papiloma termasuk tipe 16, 18,31 dan 45 yang dinamakan tipe “high risk” karena tipe virus tersebut dapatmenyebabkan kanker serviks, kanker vulva, kanker vagina kanker penis. Beberapa tipe HPV, terutama tipe 16 telah ditemukan erat hubungannya denga “oropharyngeal cancer” (OSCC),serupa dengan bentuk kanker pada leher dan kepala. HPV dapat mengindus kanker karena integrasi viral sequennya kedalam seluler DNA hospes. Beberapa gen virus yang baru terbentuk seperti E6 dan E7, diketahui sebagai oncogen yang dapat memicu pertumbuhan tumor dan berkembang bertransformasi menjadi malignan. Infeksi HPV melalui oral dapat menyebabkan kanker oropharyngeal.

Didalam tubuh sendiri sebetulnya ada protein P53 yang secara alamiah dapat menghambat pertumbuhan tumor dengan cara menghambat siklus pertumbuhan sel bila DNA-nya mengalami kerusalan. Protein E6 sangat erat hubungannya dengan protein E6-AP (E6-associated protein). Sedangkan E6-AP terlibat dalamjalur “ubiquitq ligase” yaitu sistem yang bertindak untuk degradasi protein. E6-AP mengikatkan ubiquitin pada protein P53, sehingga menghambat degradasi proteosom, se3bagai akibatnya P53 tidak dapat berfungsi dantumor dapat tumbuh tidak terkendali.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/da/HepC_replication.png/300px-HepC_replication.png              human papilloma virus
Gambar 7.12 Proses infeksi dan replikasi HPV dalam sel epithel (kiri) dan  terjadinya pertumbuhan sel epithel (kanan).

Pola perkembangan HPV tipe 16 adalah salah satu sub-tipe yang telah diteliti sebagai penyebab terjadinya kanker leher rahim (kanker serviks) yaitu kapsid gen E1-E7 gen awal dan L1-L2 gen akhir. Hampir semua infeksi HPV dapat dilawan oleh sistem imun dab tidak berkembang menjadi kanker serviks. Hal ini disebabkan karena proses transformasi sel epithel serviks untuk berkembang menjadi sel kanker sangat lambat, sehingga sebelum terbentuk sel kanker telah dicegah dulu oleh sistem imun dari tubuh. Tetapi bila terjadi infeksi persisten maka virus tersebut terus mempengaruhi sel untuk berkembang menjadi tidak terkendali dan hal tersebut memerlukawaktu yang bertahun tahundimana beberapa faktor lain mempengaruhi seperti faktor genetik, lingkungan dan pola makan. Hubungannseks yang tidak wajar juga merupakan faktor penyebab terjadinya infeksi HPV dan berakibat timbulnya kanker anus, sampai mencapai kemungkinan 25% kasus, begitu juga terjadinya kanker oropharynx. Belakangan ini juga dilaporkan terjadinya kanker pada tonsil dan kejadian kanker karena infeksi HPV pada faerah mulut sering terjadi pada orang yang tidak mempunyai kebiasaan merokok. Orang yang sujka melakukan hubungan seks melalui anus dan mulut banyak dilaporkan mudah terinfeksi HPV yang dapat menyebabkan peningkatan kasus kanker pada lokasi bagian tubuh yang bersangkutan. Telah dilaporkan bawa kasus kanker pada penis dan anus banyak ditemukan pada kaum gay (homo seksual).

Diagnosis, pencegahan dan pengobatan

Diagnosis yangsampai sekarang masih sering digunakan adalah uji pap smear, karena uji metode ini cukup akurat untuk mendeteksi adanya HPV dalam srviks penderita dan uji dapat dilakukan secara rutin. HPV tipe 18 juga telah dapat dideteksi melalui uji DNA, dimana tipe ini paling sering menyebabkan kanker serviks dan juga dapat membedakan antara tipe HPV penyebab kanker beresiko tinggi atau rendah. (high risk, low risk), tetapi tidak dapat menentukan HPV yang spesifik. Sehingga uji ini banyak ditemukan hasil positif palsu, sehingga perlu keteramilan dan latihan yang efisien untukdapat melaqkukan uji ini. Menurut lembaga riset kanker (Amerika)  uji sampel dari sel serviks adalah cara yang paling baik untuk mengidentifikasi tipe HPV yang beresiko tinggi.

Infeksi HPV yang paling sering ditemukan melalui hubungan seksual yang sering berganti pasangan, sehingga cara yang terbaik untuk mengurangi resiko/mencegah penularan adalah: penggunaan kondom, vaksinasi dan obat anti mikroba. Dewasa ini telah tersedia dua jenis vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang masing masing diproduksi olaeh dua pabrik farmasi dengan nama paten yang berbeda pula. Kedua vaksin tersebut dapat melindungi infeksi awal dari HPV tipe 16 dan 18, yang sangat diduga sebagai HPV penyebab kanker. Salah satu produk tersebut juga terbukti dapat mencegah terjadinya infeksi HPV tipe 6 dan 11, yang menyebabkan kutil genital sampai 90%. Tentu saja vaksin tidak efektif terhadap wanita yang telah terinfeksi HPV sebelumnya, sehingga WHO merekomendasikan untuk uji pap smear secara rutin sebelum dilakukan vaksinasi. Obat antivral terhadap HPV masih dalam penelitian, diharapkan obat tersebut dapat menghambat/memblok transmisi HPV setelah terjadi kontak seksual. Obat yang telah diteliti dan menunjukkan hasil yang menjanjikan adalah ekstrak karagenan yang dibuat sebagai seksual lubrikansia.

Epstein-Barr virus (EBV) termasuk dalam kelompok “Human γ-herpesvirus” yang mampu hidup dalam waktu lama dalam sel limfosit B sepanjang hidup hospes (orang/penderita). Infeksi EBV erat hubungannya dengan bebrapa jenis kanker pada manusia,termasuk “Burkitt’s Limphoma” (BL) dan “hodgkin’s disease”, beberapa jenis “AIDS-associted” kanker atau sering  disebut “Diffuse Large B-cell Lymphoma” (DLBCL). Diduga EBV pada awal infeksi pada sel-B dapat menyebabkan proliferasi sel-B secara cepat dan membentuk  suatu kelomok “EBV-infected cell” yang menyerupai sel-B memory. Kondisi perbedaan dua fase tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi EBV laten III dan EBV laten I. Selama perkembangan EBL laten III, EBV mengekspresikan 9 protein yang dinamakan EBV nuklearantigen (EBNA), yaitu EBNA-1, -2A, -3B, -3C dan LP dan juga LMPs (Laten membran Protein), yaitu LMP-1, -2A dan -2B yang diduga berganti-ganti dalam suatu  aktivasi proses sel-B naiv(original/normal) yang biasanya bekerja setelah terjadinya  stimulasi antigen. Sebagai akibatnya, siklus sel tersebut kembali mengalami awal status diferensiasi yang menyerupai sel-B memori, pada saat protein EBV diekspresikan menjadi EBNA-1. Laporan hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa infeksi laten EBV menyebabkan peningkatan intensitas protein virus dalam sel sehingga terjadi reprograming sel yang terinfeksi sehingga gen terekspresi secara langsung.

Sifat virus

Virus dapat bekerja dalam berbagai program yang berbeda dlam mengekspresikan gennya yang dikategorikan dalam siklus lytic atau siklus latent.

-          Siklus lytic atau juga disebut siklus produksi ekspresi virus protein, pada fase ini  dihasilkanproduk virus yang infeksius. Sebetlnyafase ini tidak terlibat langsung dalam proses terjadinya lysis terhadap sel dari hospes pada saat virion EBV yang diproduksi karena terjadinya perlekatan (buddig) pada sel yang terinfeksi.Protein litik adalah glikoprotein (gp 350 dqn gp110).

-          Siklus latent (lysogenik), fase ini tidak menghasilkan produk virion. Terdapat sedikit perbedaan pada protein virus diproduksi pada periode laten ini, hal ini termasuk Epstein-Barr nuclear antigen (EBNA)-1, EBNA-2, EBNA-3A, EBNA-3B, EBNA-3C, EBNA-leader protein (EBNA-LP), EBNA-leader protein (EBNA-LP) dan latent membrane proteins (LMP)-1, LMP-2A dan LMP-2B serta Epstein-Barr encoded RNAs (EBERs). Begitu juga EBV yang mengkode sekitar dua-puluh microRNA yang diekspresikan dalam sel yang terinfeksi laten dan paling tidak satu snoRNA terekspresi pada siklus lytik.

http://cullenlab.duhs.duke.edu/image/hsv-ebv.jpg
Gambar 7.13 Bentk morfologi viruus epstein bar (RBV)
Hasil penelitian ekspresi gen EBV dalam kultur jaringan “Birlitt”s limphoma cell lines” ditemukan tiga ekspresi gen yang dilaporkan yaitu:
  1. EBER1&2 LMP2A EBNA1 (Latency I)
  2. EBER1&2 LMP2A LMP2B EBNA1 LMP1 (Latency II)
  3. EBER1&2 LMP2A LMP2B EBNA1 LMP1 EBNA2,3,4,5,6 (Latency III)
Infeksi virus

Virus EBV dapat menginfeksi sejumlah sel yang berbeda yaitu sel B limfosit, sel epitel, pada kondisi tertentu dapat menginfeksi sel T, sel NK dan sel otot polos. Infeksi pada sel B dan sel epitel adal sel yang diinfeksi secara normal. Tetai meknisme infeksi dan protein yang terlibat pada lima sel yang berbeda tersebut berbeda pula. Untuk mengonfeksi sel B protein viral gp350 melekat pada resptor sel yaitu komplemen reseptor 2 (CR2), dan memicu proses endositosis. Disampimg itu, gp42 melekat pada molekul MHC II. Melalui interaksi tersebut terjadi fusi antara gHgL dan gB, yang memicu fusi dari viral membran dengan endosomla membran untuk membebaskan materi genetik virus. Untuk menginfeksi sel epitel , gp 350 juga melekat pada CR2, tetapi proses endositosis tidak dipicu. Interaksi antara gHgL dengan gHgL reseptor (mungkin integrin αvβ6 or αvβ8) dan mesi fusi gHgL dan gB memicu fusi pada membran sel dan sel epitel.

Epstein Barr Virus dan sejenisnya seperti virus KSHV dapat dipelihara dan di manipulsi dalam laboratorium secara berkesinambungan daya hidupnya (latency). Sementara itu kabanyakan virus lain dapat hidup bila menginfeksi pada hospes secara alamiah atau pada hewan coba. Beberapa peneliti melaporkan bahwa infeksi EBV dapat menyebabkan sel B limpfosit dapat bertahan hidup terus dalam tubuh, setalah infeksi virus sel B mengalami mimikri (berubah bentuk) menjadi neoplasma sel B, Pada saat terjadi infeksi EBV sel B limfosit berikatan dengan reseptor komplement sehingga genom linear virus dan virusnya sendiri berada persisten dalam sel B sebagai epistome. Pada infeksi primer EBV bereplikasi dalam sel epithel oro-pharyngeal dan bertahan hidup sebagai latency I, II, dan III.dan menginfeksi pada sel B limfosit. Infeksi EBV laten dalam limfosit B sangat diperlukan untuk terjadinya persisten virus, sehingga terjadinya replikasi virus dalam sel epitel dan dibebaskan menjadi virus infeksius dalam saliva (air ludah). Virus EBV laten II dan III menginfeksi sel limfosit-B, laten II menginfeksi sel epitel oral (mulut) dan laten II menginfeksi sel NK atau sel T yang dapat mentenankan tumor malignan, yang ditandai dengan bentyuk uniform genom EBV dan adanya ekspresi gen. Glikoprotein H (gH) adalah protein yang esensial untuk penetrasi masuk kedalam sel B juga berperan penting bagi virus untuk menempel pada sel epitel.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut