Selasa, 29 Juli 2014

No Money on My Mind

Recently, my ears is craving for
Sam Smith's voice. He is a new potential singer, has a great talent and his voice is adorable. All of his song is catchy, sometime a little bit naughty. But there is one song I like the most, Money on My Mind.

It's a song about a worker who should struggle against modern paradigm, money trap.

Lagu ini mungkin terdengar sederhana serta karakter pekerja dalam lagu tersebut terkesan membosankan dan seperti tidak berambisi, "when I go home, I tend to close the door. I never wanted more". Namun ada ledakan histeria dan pesan idealistik yang tergambar jelas pada intro dan reff lagu tersebut.

"When I signed my deal, I felt pressure. Don't wanna see the number."

Yes, I knew that feeling. The anxiety when sign the first deal. We almost forget to see the numbers. What we want to do just work, immediately. Numbers and money come last. 

Kegundahan saat menandatangani kontrak dan motivasi bekerja, bagi mereka yang belum pernah menjadi anggota kelas pekerja, mungkin sulit untuk memahami suasana batin dalam lagu ini. Namun ada ratusan ribu pekerja dan buruh di luar sana pernah merasakan dilema seperti itu, teralienasi dari pekerjaannya lalu masuk dalam money trap dan menjadi boneka. Motivasi mereka hanyalah mencari uang dan waktu luang.

Memang sulit lepas dari jebakan seperti itu namun yang tersulit adalah menjadi manusia seutuhnya yang dengan lantang dapat berkata, "I don't have money in my mind, I do it for love."

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...