Rabu, 05 November 2014

Days of Future Past


Seharusnya saya nonton film ini sejak dulu.
Kembali ke masa lalu untuk mengubah masa depan adalah tema yang sangat seksi karena hal tersebut mengkombinasikan antara mekanika kuantum dan fantasi. Dan selamat, Bryan Singer berhasil mengarahkan film ini ke jalur yang mengagumkan.

Ide untuk membawa Wolverine ke masa lalu diramu agar terdengar masuk akal. Perjalanan melintas waktu tidak hanya butuh pikiran tapi juga raga yang mampu beregenerasi dengan cepat. Padahal jika aturan tersebut tidak ada, maka bisa saja Professor X yang ke masa lalu, dan semuanya akan jauh lebih mudah. Tapi Jane Goldman, Simon Kinberg, dan Matthew Vaugh, para penulis skenario film ini, tidak mau membuat kisah yang semudah itu. Mereka lebih suka membawa orang yang bermasalah dengan manajemen kemarahan untuk misi ke masa lalu.Di komik aslinya sendiri, yang sebetulnya melakukan perjalanan ke masa lalu adalah Kitty Pryde karena dia dianggap memiliki kekuatan yang dapat menembus benda-benda, sehingga perjalanan waktu bukanlah masalah baginya namun sekali lagi, penulis skenario film punya ide yang berbeda. Mereka menginginkan kisah yang hanya melibatkan proses perjalanan pikirkan ke masa lalu di mana orang yang melakukan hal tersebut harus pernah ada di masa lalu, sedangkan di film tersebut, Kitty Pryde baru berusia 20 tahun, di tahun 1970-an dia belum lahir, jadi di situlah logika penulis skenario yang membuat film ini tampak masuk akal.

Kejutan yang menarik dalam film ini adalah Kitty Pryde ternyata punya kekuatan untuk ke masa lalu, seandainya baca komiknya, saya mungkin tidak akan seterkejut itu karena yang sebenarnya memiliki kekuatan seperti itu adalah seorang mutan yang bernama Rachel Summers. Dan satu lagi yang paling menarik, Peter Maximoff a.k.a Quicksilver. Singer seperti sengaja membiarkan anak Magneto ini mencuri sorotan dengan aksi kecepatan tingginya. Humor tersaji di banyak momen ketika Quicksilver menerobos Pentagon untuk menyelamatkan ayah yang belum diketahuinya tersebut. Dan itu merupakan bagian terbaik dalam film ini, menurutku. Apalagi saat dia berkata pada Magneto, "Mereka bilang kau dapat mengendalikan logam. Kau tahu, ibuku pernah mengenal seseorang yang dapat melakukannya." Sepertinya Nyonya Maximoff belum cerita banyak soal Magneto pada Quicksilver.

Secara umum, saya menyukai film ini. Apalagi dengan kata-kata bijak Professor X untuk dirinya sendiri tentang upaya untuk merangkul ketakutan dan soal potensi manusia untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih baik. "Hanya karena seseorang kehilangan arah, bukan berarti tersesat selamanya. Terkadang kita semua butuh sedikit bantuan". Well said, Professor.


Shared from Google Keep

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...