Selasa, 11 November 2014

Interstellar

Jika kamu ingin mengetahui pemikiran Einstein, Hawking dan astrofisikawan lainnya hanya dalam durasi 3 jam tapi malas ke perpustakaan atau alergi terhadap buku, Interstellar mungkin dapat menjadi pelarian. Christopher Nolan sudah membuatkan ringkasan yang cukup komprehensif mengenai perjalanan antar galaksi, teori relativitas, lubang hitam, dan bahkan dunia lima dimensi.
Bagi yang tidak pernah membaca buku fisika, ini mungkin film yang rumit, karena itu disarankan untuk melakukan relaksasi dan simaklah tiap adegan dan dialog dalam film ini tanpa distraksi. Karena di awal-awal film, ada banyak peristiwa aneh yang nampak irasional namun menjadi sangat masuk akal begitu film mencapai klimaksnya.

Sekedar spoiler, peristiwa berjatuhannya buku di kamar Murphy, munculnya wormhole di Saturnus secara tiba-tiba, dan jabat tangan Brand ketika di wormhole adalah contoh adegan-adegan yang tampak sia-sia dan tak berdasar saat di awal film namun begitu tahu alasannya di klimaks, semuanya jadi tampak masuk akal.

Jangan mencari Tuhan dalam film ini. Karena Nolan benar-benar hanya berupaya menjelaskan akhir dunia dari tilikan ilmu pengetahuan. Bahkan konflik antara Copper, Brand, Murphy, dan Mann hanyalah mengenai penentuan prioritas antara menyelamatkan diri, keluarga, atau mempertahankan kelestarian umat manusia.

Selain itu, film ini terkesan Amerika-sentris karena murni hanya NASA yang berperan dalam upaya pelestarian umat manusia. Bangsa lain benar-benar tak punya andil. Ini mungkin salah satu cara Nolan untuk menyederhanakan naskah. Terlalu banyak bangsa dan agama, otomatis akan memperbanyak kepentingan dan konflik. Tanpa itu semua pun, Interstellar sudajh rumit.

Dan jangan lupakan TARS, robot pintar yang sangat membantu menghadirkan tawa.

Meskipun ada beberapa flop dalam film ini, seperti bagaimana bisa radio bekerja dalam black hole, saya tetap suka film ini.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...