Rabu, 05 November 2014

Just Opinion About a Book: Taxi and The City

Saya tertarik membeli buku Taxi and The City karena pemaparan sinopsisnya yang cukup menawan. Dengan maksud menceritakan kisah Kevin Faldey, supir Taxi Violet Dots, yang menurutku terkesan fetish dan terjebak kompleks Oedipus, nampaknya pengarang ingin mengajak kita menyelami gemerlapnya kehidupan dari sudut pandang seorang pengelana kota.

Saat hendak membacanya, saya membayangkan kisah yang akan mirip film "Taxi Driver", film buatan Scorsese tahun 1976 yang dibintangi oleh Robert de Niro dan Jodie Foster atau minimal seperti "Taxi", film komedi asal Prancis tentang supir taksi yang menumpas kejahatan. Saya mengharapkan sebuah novel psikologi yang menyelami alam pikiran seorang supir taxi yang mengekstrapolasi jalan hidup para penumpangnya ataupun peristiwa yang ada di sekitarnya.

Namun setelah dibaca, nampaknya saya terlalu tinggi mematok harapan. Mungkin karena buku ini terlampau tipis sehingga penggambaran karakter dan plotnya jadi terkesan terburu-buru.

Ada alur yang mengganjal, seperti saat tokoh Kevin ke Jogjakarta yang sepertinya terlalu dipaksakan hanya untuk agar dapat mengisi lubang peristiwa pertemuan dengan bapak mantan supir taksi red aspal dan untuk mendengar kabar bahwa bapaknya terkena stroke.
Pertautan kisah Kevin dan para penumpangnya terlalu longgar serta terasa dipaksakan padahal ada banyak alternatif alur yang dapat dikembangkan dari interaksi para tokohnya. Seperti saat menteri pertahanan menumpang di taksi Kevin atau ketika seorang penyanyi amatir yang ingin diantar ke tempat audisi, kisah-kisah tersebut hanya dijadikan mosaik-mosaik terpisah yang tidak ada kesinambungannya dengan jalan hidup Kevin. Alih-alih novel atau novelit, saya justru merasa seperti sedang membaca koran.

Selain itu bumbu humor dalam buku ini terkesan hambar, entah karena pengarangnya yang memang bermaksud membuat buku serius atau saya yang kurang mampu memahami humor yang disiratkan oleh Kevin Faldey dan kawan-kawannya.

Terakhir, saya tidak dapat menemukan silver lining yang mendalam dari buku ini. Siapa yang butuh hikmah setelah membaca buku? Semuanya. Untuk apa membaca buku jika tak ada hal baru yang bisa didapatkan?


Shared from Google Keep

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...