Senin, 10 November 2014

Kacamata yang Populasinya Meledak

Dulu kacamata adalah barang yang langka. Sewaktu pertama kali menggunakan kacamata di tahun 2001, pengguna kacamata hanya didominasi oleh orang tua usia lanjut bahkan di kelasku saat itu, hanya saya yang menggunakan kacamata.

Namun seiring dengan bertambahnya waktu, jumlah penderita rabun di usia dini mulai mengalami peningkatan drastis. Untuk Indonesia, jumlah pastinya belum diketahui karena belum banyak penelitian komprehensif mengenai hal tersebut. Memangnya sejak kapan orang Indonesia suka meneliti? Sejak kapan pemerintah melek riset?

Namun secara empiris, kita dapat melihat bahwa jumlah pengguna kacamata di sekolah dasar dan menengah Indonesia mengalami peningkatan drastis. Coba saja berkunjung ke mantan sekolah Anda, kalau beruntung, sekalian tanya kabar mantan Anda. Dulu waktu SD, tak ada satupun temanku yang pakai kacamata, tapi sekarang keadaan berubah. Di hampir tiap kelas ada satu atau dua anak memakai alat bantu lihat.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Pertanyaan yang sama diajukan oleh para peneliti di China. Dan mereka menyatakan bahwa rabun bisa saja disebabkan oleh faktor genetika namun menurut mereka, bukan itu tersangka utamanya, tapi gaya hidup. Gaya hidup? Sejak China membuka diri pada globalisasi, anak dan remaja China mulai bergaya hidup seperti orang Barat. Mereka mulai jarang bermain di luar ruangan dan lebih sibuk mengurusi dunia maya yang butuh kerja ekstra akomodasi mata.

Padahal menurut penelitian, cahaya matahari dapat membantu proses pelepasan zat di retina yang berguna untuk mengurangi pemanjangan aksis mata sedangkan aksis mata yang memanjang itu sendiri, dianggap bertanggungjawab dalam timbulnya rabun jauh.

Lalu mengapa China merasa perlu dilakukan penelitian mengenai mata rabun pada anak?
Menurut mereka, salah satu faktor yang berperan dalam penurunan prestasi anak sekolah, selain defisiensi nutrisi, adalah mata rabun.

Jadi untuk mencegah hal tersebut, penurunan prestasi belajar, para ahli menyarankan agar para anak di seluruh dunia, bukan saja China, untuk lebih sering bermain di luar ruangan serta segera gunakan kacamata jika diagnosis rabun sudah ditegakkan.

Artikel ini terinspirasi dari:
http://www.businessinsider.com/why-so-many-chinese-children-wear-glasses-2014-11?utm_content=buffer71a2a&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...