Minggu, 30 November 2014

Otot vs Otak: Dilema menjadi manusia.

Alam memaksa manusia menjadi mahluk lemah yang berotak.

Jika Anda termasuk orang yang ceking tak berotot, jangan minder dulu, karena jurnal ilmiah PLOS Biology baru-baru ini menerbitkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Chinese Academy of Sciences dan Max Planck Institute yang mempertegas adagium yang menyatakan bahwa manusia tak berotot cenderung berotak, sedangkan manusia berotot cenderung tak berotak. Kataryna Bozek dkk menemukan bahwa jika dibandingkan dengan spesies lain, otak manusia terus-menerus mengalami perkembangan yang progresif, sedangkan struktur ototnya justru mengalami kemunduran.

Otak manusia adalah benda yang rakus. Meskipun beratnya hanya 2% dari berat tubuh manusia dewasa, mereka menghabiskan seperlima dari total energi harian yang dikonsumsi oleh manusia. Karena kerakusan inilah maka tubuh berusaha melakukan penghematan, dan yang menjadi korban utama penghematan tersebut adalah otot.

Dampak penghematan itu adalah otot manusia menjadi otot paling lemah jika dibandingkan dengan primata lainnya seperti kera, simpanse, dan gorila. Kataryna dkk mencoba membandingkan kekuatan otot manusia dengan simpanse dan monyet. Di mana ketiga mahluk tersebut diminta untuk menarik benda agar dapat melawan gravitasi (tentu saja para simpanse dan monyet mau melakukannya demi sebuah pisang). Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa simpanse dan monyet sekitar dua kali lebih kuat dari manusia normal, bahkan para monyet dan simpanse yang terlatih, masih bisa mengalahkan kekuatan pemain basket dan pendaki gunung terlatih.

Faktor lain yang menyebabkan penurunan kekuatan otot Homo sapiens moderen adalah gaya hidup. Manusia zaman sekarang lebih malas jika dibandingkan dengan manusia zaman dulu.

Seandainya, film Planet of The Apes benar-benar terjadi, maka sudah dapat dipastikan, manusia akan kalah dalam perang kekuatan. Namun jika menggunakan otak, hasil perang bisa berkata lain. Jangan lupa, otak manusia lah yang menciptakan bom atom yang dapat meledakkan bumi dalam sepersekian detik, otak yang sama yang menghancurkan hampir separuh hutan di seluruh dunia.


Shared from Google Keep

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...