Sabtu, 27 Desember 2014

Tiresome Waiting List

Dengan batas usia yang jarang melewati angka 100 tahun, tiap menit dan detik menjadi hal yang begitu berharga bagi seorang manusia. Berbagai cara diupayakan untuk menghemat waktu dan manusia menemukan solusi dalam entitas yang bernama teknologi. Teknologi telah mengakselerasi nyaris semua lini kehidupan. Jarak 500 km yang dulunya harus menghabiskan waktu sekitar 2-3 minggu (asumsi kecepatan jalan kaki 5 km/jam), kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 5 jam (asumsi kecepatan konstan 100 km/jam). Namun paradoksnya, sekeras apapun upaya manusia untuk mengefisiensi waktu, tetap saja, hampir separuh waktu manusia masa kini habis karena menunggu. Di kemacetan, di antrian, di stasiun, di bandara, seperti yang sedang kulakukan saat ini, di kampus, di kantor, waktu terbuang tanpa dapat dihentikan karena sesuatu yang kita sebut sebagai menunggu. Seandainya kita hidup dalam semesta film "In Time" yang dibintangi oleh Justin Timberlake, banyak dari kita yang mungkin mati bukan karena serangan jantung atau TBC, tapi karena menunggu.

Banyak cara yang dilakukan untuk mengubah penantian agar tak terasa membosankan. Itulah mengapa smartphone menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Produk ini menawarkan sebuah jalan pelarian dari kebosanan saat menunggu, entah melalui jejaring sosial-nya, kamera-nya, game-nya, atau lewat ketikan random seperti ini.

Jangan pernah membuat seseorang berada dalam posisi menanti. Lebih baik menghentikan semuanya sesegera mungkin daripada harus menyiksa seseorang dalam penantian.

Banjarmasin, 27 Desember 2014.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...