Rabu, 31 Desember 2014

QZ8501

Sehari sebelum insiden Air Asia, saya menumpang pesawat dari Banjarmasin menuju Makassar. Sebelum berangkat, cuaca Banjarmasin terlihat baik-baik saja, meskipun sedikit mendung. Pesawat transit di Kota Baru dengan mulus. Namun begitu penerbangan hendak dilanjutkan ke Makassar, cuaca tiba-tiba berubah. Awan mendung terlihat di mana-mana. Beberapa kali getaran keras menghentak badan pesawat karena dihadang oleh cuaca buruk. Para penumpang riuh, sampai-sampai ada yang muntah. Lampu tanda pemasangan sabuk pengamanan dinyalakan hampir di sepanjang penerbangan menyusul pengumuman dari pramugari tentang penerbangan yang terganggu akibat cuaca buruk. Berbagai pikiran negatif datang silih berganti selama penerbangan tersebut. Skenario-skenario aneh berseliweran di otakku namun tak ada yang dapat kulakukan selain duduk, diam, dan berdoa agar pesawat yang kutumpangi tidak jatuh. Namun, teror yang saya rasakan saat pesawat menembus awan thunderstorm mungkin tidaklah sebanding dengan suasana mencekam yang dirasakan oleh awak dan penumpang pesawat Air Asia sebelum insiden.
Karena itu saya benar-benar menyayangkan orang yang mengolok-olok dan bercanda dengan insiden tersebut. Kita semua bisa berada pada posisi mereka, entah itu sebagai keluarga atau korbannya.

posted from Bloggeroid

Senin, 29 Desember 2014

1Q84 part 1

Ini buku yang tebal, secara virtual elektronik saja, sudah mencapai 4008 halaman, entah berapa halaman versi hardcopy-nya. Konon, semestinya buku ini terbagi jadi 3 volume, sebuah trilogi, namun demi meraih lebih banyak pembaca di luar Jepang, buku ini dipadatkan menjadi 1 volume. Sudah ada versi Indonesianya, tapi yang saya miliki hanyalah versi elektronik berbahasa Inggris. Progresku dalam membaca buku ini seperti siput di tanah yang kering.

Sebetulnya saya tidak kenal siapa Haruki Murakami. Saya tidak pernah mempedulikan eksistensinya. Beberapa kali saya melewati pajangan buku Kafka on The Shore di toko buku Papirus tanpa pernah mau menyempatkan membacanya meskipun itu hanya sinopsisnya. Pertanyaan yang terlintas di kepalaku saat melihat cover buku itu adalah apa yang dilakukan Kafka di pantai? Mau memancing atau berenang? Mengapa harus mendompleng penulis asal Balkan tersebut? Mungkinkah Murakami tidak percaya pada kemampuannya sendiri? Suatu pertanyaan bodoh yang seharusnya tidak pernah terlintas. Padahal saat itu ada diskon 20-50% di Papirus, dan bukannya membeli Kafka on the Shore, saya justru membeli buku tentang sosialisme yang setelah kubaca, ternyata sudah tidak relevan dengan paradigma masa kini. Entah di mana buku itu sekarang.

Sebelum membaca 1Q84, pertama-tama buanglah semua pretensi moral. Karena tokoh-tokoh yang digambarkan pada novel ini tidak terikat pada nilai-nilai moralitas. Jika diriku yang 7 tahun lalu membaca buku ini, baru chapter kedua saja, pasti sudah kuhentikan bacaanku. Jika terbit di zaman inkuisisi abad pertengahan, buku ini mungkin bakal masuk dalam daftar terlarang karena dianggap melecehkan moralitas. Baru bab kedua saja, kita sudah disajikan kisah perselingkuhan yang disaksikan oleh Tengo, karakter utama novel ini, ketika dia berusia 1,5 tahun. Can you believe that? An organized memory in a child under 4 years? Lalu ada juga kisah hubungan Tengo dengan istri orang. Dia memilih berhubungan dengan istri orang agar tak perlu ada ikatan. Tiap minggu, istri orang datang ke apartemen Tengo hanya untuk bertukar cairan, tanpa mau menuntut apapun dari Tengo. Jadi itu hubungan yang murni sebatas pada pemenuhan hasrat biologis. Lalu di chapter berikutnya Murakami menyajikan kisah lesbian Aomame, tokoh utama wanita pada novel ini, dengan teman sekolahnya yang bermula dari rasa penasaran.

Sekali lagi, bagi yang menjunjung nilai-nilai moral dan tidak mau menodai keyakinannya, jangan pernah baca buku ini. Tapi bagi orang yang berjiwa libertarian, ini buku yang berpotensi untuk menjadi sesuatu yang menarik.

posted from Bloggeroid

Minggu, 28 Desember 2014

Warkop Malam Senin

Beratnya perjuangan mencari warkop untuk bisa nonton Tottenham vs MU, seperti hendak mencari jodoh saja. Padahal sebenarnya ada banyak warkop (lawan jenis) di Makassar, tapi yang memenuhi kriteria warkop (jodoh) ideal, yakni: cepat WiFi-nya, murah, dan yang punya layar TV besar (interpretasikan sendiri), jumlahnya terbatas. Hampir semua warkop (jodoh) yang mendekati syarat ideal sudah penuh. Kondisi seperti ini hampir selalu ditemukan tiap kali MU main, apalagi saat derby Manchester atau saat akan melawan Liverpool. Terlalu banyak Manchunian di Makassar. Saingan mereka di sini hanyalah Madritista dan Barcelonista. Saya sendiri bukanlah fans ketiga klub tersebut. Saya hanya sekedar menemani rekan yang cinta mati sama MU. Bagiku, AC Milan terlihat lebih menarik jika dibandingkan dengan klub-klub besar lainnya, meskipun saat ini sinar klub merah-hitam ini tengah meredup. Fans yang baik akan tetap mendukung klub kesayangan-nya meskipun tim tersebut tengah berada di titik nadir.

Setelah menjelajah daerah Perintis, Daya, Sudiang, lalu kembali lagi ke Daya, singgah ke BTP, dihantam hujan, berteduh, dan ujung-ujungnya mentok juga di Perintis, akhirnya kami putuskan untuk singgah di suatu warkop atau cafe atau apapun taksonominya, yang kita singkat saja namanya jadi CT untuk menyederhanakannya. Sebetulnya bisa saja disingkat CR, tapi nanti orang berpikir kalau kami nongkrong di rumah Christiano Ronaldo (CR7) bukannya di warkop.

Singkat cerita, pertandingan Tottenham vs MU malam ini lebih baik diganti saja jadi Tottenham vs De Gea, karena hampir semua peluang gol Tottenham terpatahkan oleh ketangguhan kiper muda asal Spanyol tersebut. Sedangkan pemain MU lainnya seperti kehilangan sentuhan magis untuk merepotkan Hugo Lloris. MU yang sekarang bukanlah MU yang dulu bisa menghancurkan tim lawan dengan mudah. Pada akhirnya teman saya kecewa berganda, pertama karena MU payah malam ini. Kedua, harga kopi di sini cukup mahal untuk ukuran mahasiswa dan mantan mahasiswa yang sedang berada di periode tanggal tua, untung saja rasanya sebanding dengan harganya. Ketiga, WiFi di warkop ini lumayan lelet, bahkan untuk sekedar membuat komentar di FB. Keempat, tak perlu diungkapkan.

posted from Bloggeroid

Run Jog

Lari lagi setelah sekian lama. Stamina perlu diupgrade. Terlalu payah untuk mengejar Usain Bolt.

posted from Bloggeroid

Sabtu, 27 Desember 2014

Tiresome Waiting List

Dengan batas usia yang jarang melewati angka 100 tahun, tiap menit dan detik menjadi hal yang begitu berharga bagi seorang manusia. Berbagai cara diupayakan untuk menghemat waktu dan manusia menemukan solusi dalam entitas yang bernama teknologi. Teknologi telah mengakselerasi nyaris semua lini kehidupan. Jarak 500 km yang dulunya harus menghabiskan waktu sekitar 2-3 minggu (asumsi kecepatan jalan kaki 5 km/jam), kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 5 jam (asumsi kecepatan konstan 100 km/jam). Namun paradoksnya, sekeras apapun upaya manusia untuk mengefisiensi waktu, tetap saja, hampir separuh waktu manusia masa kini habis karena menunggu. Di kemacetan, di antrian, di stasiun, di bandara, seperti yang sedang kulakukan saat ini, di kampus, di kantor, waktu terbuang tanpa dapat dihentikan karena sesuatu yang kita sebut sebagai menunggu. Seandainya kita hidup dalam semesta film "In Time" yang dibintangi oleh Justin Timberlake, banyak dari kita yang mungkin mati bukan karena serangan jantung atau TBC, tapi karena menunggu.

Banyak cara yang dilakukan untuk mengubah penantian agar tak terasa membosankan. Itulah mengapa smartphone menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Produk ini menawarkan sebuah jalan pelarian dari kebosanan saat menunggu, entah melalui jejaring sosial-nya, kamera-nya, game-nya, atau lewat ketikan random seperti ini.

Jangan pernah membuat seseorang berada dalam posisi menanti. Lebih baik menghentikan semuanya sesegera mungkin daripada harus menyiksa seseorang dalam penantian.

Banjarmasin, 27 Desember 2014.

Jumat, 26 Desember 2014

101 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Mati (Progress)

[x] 101. Complete Works of Anak S-E-N
[x] 98. Complete Works of Dewi Lestari
[x] 89. Adventures of Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle
[x] 43. One Hundred Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez
[x] 42. The Da Vinci Code – Dan Brown
[x] 29. Alice in Wonderland – Lewis Caroll
[x] 27. Crime and Punishment – Fyodor Dostoyevsky
[x] 4. Harry Potter series – JK Rowling
[x] 2. The Lord of the Rings – JRR Tolkien
[ ] 1. Pride and Prejudice – Jane Austen
[ ] 3. Jane Eyre – Charlotte Bronte
[ ] 5. To Kill a Mockingbird – Harper Lee
[ ] 6. Holy Book from all religion
[ ] 7. Wuthering Heights – Emily Bronte
[ ] 8. Nineteen Eighty Four – George Orwell
[ ] 9. His Dark Materials – Philip Pullman
[ ] 10. Great Expectations – Charles Dickens
[ ] 11. Little Women – Louisa M Alcott
[ ] 12. Tess of the D’Urbervilles – Thomas Hardy
[ ] 13. Catch 22 – Joseph Heller
[ ] 14. Complete Works of Shakespeare
[ ] 15. Rebecca – Daphne Du Maurier
[ ] 16. The Hobbit – JRR Tolkien
[ ] 17. Birdsong – Sebastian Faulk
[ ] 18. Catcher in the Rye – JD Salinger
[ ] 19. The Time Traveler’s Wife – Audrey Niffenegger
[ ] 20. Middlemarch – George Eliot
[ ] 21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell
[ ] 22. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald
[ ] 24. War and Peace – Leo Tolstoy
[ ] 25. The Hitch Hiker’s Guide to the Galaxy – Douglas Adams
[ ] 28. Grapes of Wrath – John Steinbeck
[ ] 30. The Wind in the Willows – Kenneth Grahame
[ ] 31. Anna Karenina – Leo Tolstoy
[ ] 32. David Copperfield – Charles Dickens
[ ] 33. Chronicles of Narnia – CS Lewis
[ ] 34. Emma -Jane Austen
[ ] 35. Persuasion – Jane Austen
[ ] 36. The Lion, The Witch and the Wardrobe – CS Lewis
[ ] 37. The Kite Runner – Khaled Hosseini
[ ] 38. Captain Corelli’s Mandolin – Louis De Bernieres
[ ] 39. Memoirs of a Geisha – Arthur Golden
[ ] 40. Winnie the Pooh – A.A. Milne
[ ] 41. Animal Farm – George Orwell
[ ] 44. A Prayer for Owen Meaney – John Irving
[ ] 45. The Woman in White – Wilkie Collins
[ ] 46. Anne of Green Gables – LM Montgomery
[ ] 47. Far From The Madding Crowd – Thomas Hardy
[ ] 48. The Handmaid’s Tale – Margaret Atwood
[ ] 49. Lord of the Flies – William Golding
[ ] 50. Atonement – Ian McEwan
[ ] 51. Life of Pi – Yann Martel
[ ] 52. Dune – Frank Herbert
[ ] 53. Cold Comfort Farm – Stella Gibbons
[ ] 54. Sense and Sensibility – Jane Austen
[ ] 55. A Suitable Boy – Vikram Seth
[ ] 56. The Shadow of the Wind – Carlos Ruiz Zafon
[ ] 57. A Tale Of Two Cities – Charles Dickens
[ ] 58. Brave New World – Aldous Huxley
[ ] 59. The Curious Incident of the Dog in the Night-time – Mark Haddon
[ ] 60. Love In The Time Of Cholera – Gabriel Garcia Marquez
[ ] 61. Of Mice and Men – John Steinbeck
[ ] 62. Lolita – Vladimir Nabokov
[ ] 63. The Secret History – Donna Tartt
[ ] 64. The Lovely Bones – Alice Sebold
[ ] 65. Count of Monte Cristo – Alexandre Dumas
[ ] 66. On the Road – Jack Kerouac
[ ] 67. Jude the Obscure – Thomas Hardy
[ ] 68. Bridget Jones’s Diary – Helen Fielding
[ ] 69. Midnight’s Children – Salman Rushdie
[ ] 70. Moby Dick – Herman Melville
[ ] 71. Oliver Twist – Charles Dickens
[ ] 72. Dracula – Bram Stoker
[ ] 73. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett
[ ] 74. Notes From A Small Island – Bill Bryson
[ ] 75. Ulysses – James Joyce
[ ] 76. The Inferno – Dante
[ ] 77. Swallows and Amazons – Arthur Ransome
[ ] 78. Germinal – Emile Zola
[ ] 79. Vanity Fair – William Makepeace Thackeray
[ ] 80. Possession – AS Byatt
[ ] 81. A Christmas Carol – Charles Dickens
[ ] 82. Cloud Atlas – David Mitchell
[ ] 83. The Color Purple – Alice Walker
[ ] 84. The Remains of the Day – Kazuo Ishiguro
[ ] 85. Madame Bovary – Gustave Flaubert
[ ] 86. A Fine Balance – Rohinton Mistry
[ ] 87. Charlotte’s Web – E.B. White
[ ] 88. The Five People You Meet In Heaven – Mitch Albom
[ ] 90. The Faraway Tree Collection – Enid Blyton
[ ] 91. Heart of Darkness – Joseph Conrad
[ ] 92. The Little Prince – Antoine De Saint-Exupery (In French)
[ ] 93. The Wasp Factory – Iain Banks
[ ] 94. Watership Down – Richard Adams
[ ] 95. A Confederacy of Dunces – John Kennedy Toole
[ ] 96. A Town Like Alice – Nevil Shute
[ ] 97. The Three Musketeers – Alexandre Dumas
[ ] 99. Charlie and the Chocolate Factory – Roald Dahl
[ ] 100. Les Miserables – Victor Hugo
[ ] Saat ini sedang fokus menyelesaikan Inferno (Dan Brown) dan Gun, Germ, and Stell (Jared Diamond)

Kamis, 25 Desember 2014

Ordinary Love

We can't fall any further
If we can't feel ordinary love
We cannot reach any higher
If we can't deal with ordinary love.
-U2-

How can you describe an ordinary love? Is our love include in ordinary definition?

Cinta kita tak perlu luar biasa karena yang biasa saja sudah cukup merepotkan. Anggap saja kita kembali ke zaman batu, di masa ketika ekspresi cinta belum mengenal media sosial yang penuh eksebisi. Cukup kita berdua yang menyadarinya, tak perlu yang lain.

Neutrophil Movement

Introduction

Neutrophil atau neutrofil adalah salah jenis sel yang berasal dari keluarga sel darah putih (leukosit) yang bertugas untuk melawan infeksi akut. Leukosit sendiri merupakan sebuah klan sel tubuh yang punya banyak anggota, ada yang namanya makrofag, eosinofil, monosit, limfosit, dan juga bintang dalam artikel ini, neutrofil. Leukosit itu ibarat pasukan ninja atau Kopasus bagi tubuh manusia. Mereka bergerak senyap, cepat, dan akurat saat menghabisi penyusup asing di dalam tubuh manusia. Meskipun kadang pada beberapa kondisi, mereka tak akurat dan justru menyerang teman sendiri atau yang disebut juga sebagai autoimmune, seperti yang dapat dilihat pada penyakit Lupus.

Para ilmuwan senantiasa bertanya, bagaimana cara neutrofil bergerak menuju jaringan tubuh yang mengalami infeksi? Lewat pembuluh darah, itu sudah pasti. Namun jika infeksinya berada di luar pembuluh darah, bagaimana neutrofil mencapai lokasi tersebut? Apalagi kalau di daerah itu padat terisi oleh sel-sel tubuh lainnya, bagaimana cara neutrofil melewati barikade itu untuk mengejar infeksi?

Mempelajari pergerakan neutrofil mungkin terdengar sepele, sia-sia, dan boros, bayangkan berapa sumber daya yang harus terbuang untuk menghidupkan mikroskop elektron, membayar, reagen kimia mahal yang digunakan untuk meneliti benda kecil yang ukurannya kurang . Karena neutrofil bukanlah Ferrari yang dapat membawamu dengan gaya saat keliling kota, bukan pula beras yang dapat mengenyangkanmu. Dia hanyalah sebuah sel yang bergerak ke sana kemari untuk menghabisi bakteri, jamur, parasit, dan virus yang secara semena-mena diekspor manusia lewat lubang mulut, lubang hidung, dan lubang-lubang lainnya. Jadi apa gunanya meneliti pergerakan neutrofil, yang bahkan manusia sendiri pun tak selalu menyadari keberadaannya (kecuali manusia itu pernah belajar biologi dan tak tidur saat pelajaran)?

Ghosts of Humanity

Sejak zaman prasejarah, infeksi telah menjadi salah satu momok yang paling menakutkan bagi umat manusia, selain serangan binatang buas, kelaparan, dan peperangan. Manusia berjuang mati-matian untuk menghalau hantu-hantu tersebut agar tidak lagi menimbulkan korban jiwa. Sebuah pertaruhan untuk bertahan hidup namun mengandung banyak implikasi.

Animal

Serangan binatang buas saat ini sudah berkurang drastis jika dibandingkan ribuan tahun yang lalu, "terimakasih" pada pembabatan hutan dan perburuan liar yang telah merusak banyak ekosistem dan memunahkan serta mengurangi populasi spesies buas seperti harimau Jawa, harimau Sumatera, harimau Bali, beruang, anoa, dan kawan-kawannya.

Hunger

Bagaimana dengan kelaparan? Dulu Malthus, pernah bersabda dengan kalimat matematis namun jika disederhanakan, bunyinya kira-kira seperti ini, pertambahan jumlah penduduk akan melebihi kapasitas jumlah pangan yang dihasilkan. Sehingga Malthus meramalkan bencana kelaparan akan melanda seluruh dunia. Ramalan itu dibuat lebih dari seabad yang lalu dan hingga saat ini kelaparan belum menyapu bersih umat manusia, kalaupun terjadi kelaparan, itu hanya dirasakan oleh beberapa negara di Afrika ketika di belahan bumi lain, orang-orang Jakarta dan Makassar justru menderita obesitas karena kelebihan makan. Wilayah-wilayah yang gagal beradaptasi di sektor agrikultural terancam merasakan kelaparan di masa depan. Saat ini tanah pertanian Indonesia masih mampu mengkompensasi mulut-mulut rakyatnya yang jumlahnya sudah nyaris mendekati angka setengah milyar jiwa, tapi bagaimana dengan beberapa tahun kemudian? Entahlah..
Mungkin akan tiba masanya ketika uang tak akan ada harganya lagi dan orang-orang rela melakukan apapaun demi semangkuk bubur. Tapi untuk sekarang, anggap saja masalah kelaparan sudah teratasi oleh revolusi hijau dan revolusi biru.

War

Perang. Manusia tak dapat dilepaskan dari entitas yang satu ini. Jika ditilik dari segi biologi, perang adalah enzim yang berfungsi untuk mempercepat reaksi biologis. Dari sisi kimia, perang adalah katalisator yang fungsinya mengakselerasi reaksi kimiawi, tanpa mengubah jati dirinya. Jadi katalisator akan tetap menjadi katalisator baik sebelum maupun sesudah reaksi, sedangkan zat-zat yang bereaksi kehilangan makna sejatinya begitu sudah bereaksi. Perang dapat mengubah sejarah manusia namun kekejaman perang tak kan pernah berganti meskipun ribuan tahun telah berlalu dan jutaan nyawa telah melayang. Perang Napoleon versus Inggris sama kejamnya dengan perang antar suku di Papua atau antar kampung di Makassar, meskipun skala dan peralatannya berbeda. Di perang-perang itu, kekejaman dan keberingasan manusia tak pernah berubah, apapun alasan yang melatarbelakangi perang tersebut. Motif agama, Tuhan, ekonomi, seks, apapun itu, saat sudah masuk ke ranah perang, tak akan mampu menghapuskan kebengisan perang.

Dua perang dunia telah mengubah banyak hal. Peta dunia, teknologi, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, semuanya berubah drastis. Semua negara yang waras, berlomba agar tidak menjadi pecundang perang seperti Jerman, Jepang, Italia, dan Turki yang nyaris semua wilayahnya diinjak oleh tentara sekutu. Mereka melakukan apa saja agar selalu menjadi yang terdepan. Berkat kegilaan itu, kita dapat mengecap banyak kemewahan dunia. Mulai dari antibiotik hingga internet, semua lahir dan dibesarkan oleh euforia perang. Saat orang-orang menyadari bahwa perdamaian itu indah, perang mulai ditinggalkan. Didirikanlah banyak badan dunia seperti PBB atau UN untuk mencegah perang. Meskipun begitu, perang tetap bergejolak di beberapa tempat, seperti Irak, Suriah, Afganistan, dan Somalia. Hanya soal waktu dan kewarasan pemimpin yang menentukan perlu tidaknya perang besar kembali melanda seluruh dunia. Namun anggap saja perang sudah teratasi, karena kedamaian di muka bumi selama 69 tahun nyaris jarang terjadi. Suatu keajaiban jika kedamaian seperti ini dapat bertahan hingga 100 tahun.

Infection

Seandainya saja perang di zaman dahulu tidak pernah menggunakan metode pelontaran mayat yang sudah membusuk ke benteng musuh, maka perang biologis moderen tidak akan pernah dikenal. Seandainya saja Fleming membersihkan ruang lab-nya sebelum berlibur, kita tak akan pernah atau mungkin telat menemukan keajaiban dunia yang bernama antibiotik. Meskipun terlalu banyak seandainya, tak perlu dijelaskan sudah berapa banyak manusia yang selamat dari pes, sifilis, kolera, tifoid, tetanus, dan ribuan penyakit infeksi lainnya berkat antibiotik.

Hanya saja, antibiotik adalah pedang bermata dunia. Berkat zat tersebut, bakteri mulai berevolusi dan menjadi lebih resisten. Strain-strain bakteri baru bermunculan dan antibiotik tidak lagi berguna.

Karena itu para ilmuwan kembali melirik kemampuan self-healing manusia. Dan yang menjadi targetnya adalah neutrofil.


nb:
Kehilangan fokus saat menulis artikel ini karena dibiarkan mengendap selama beberapa hari. Endapannya pun justru rusak karena referensi yang minim, sehingga materinya cenderung superfisial. Namun jika referensi diperbanyak, fokus materi justru pecah. Beginner's dilemma.

Jenis-jenis Nyeri Kronik

Jenis-jenis Nyeri Kronik
-Nyeri nosiseptif
-Nyeri inflamasi
-Nyeri neuropatik
-Nyeri disfungsional

Nyeri nosiseptif dan inflamasi merupakan nyeri fisiologis yang memiliki sifat protektif.

Sedangkan nyeri neuropatik dan nyeri disfungsional merupakan nyeri patologis yang tidak memiliki sifat protektif.

Senin, 22 Desember 2014

Inferno Brown

Di Inferno-nya, Dan Brown menulis "The darkest places in hell are reserved for those who maintain their neutrality in times of moral crisis".

Banyak yang menggunakan pernyataan itu sebagai pembenaran untuk memilih salah satu kandidat saat pesta besar kemarin. Seolah-olah kandidat yang tidak mereka pilih kemarin telah mengalami kerusakan moral parah yang tak terampuni sehingga harus dihujat dan dijatuhkan. Padahal para kandidat itu tidak berzina di depan umum serta belum terbukti merampok atau melakukan kejahatan berat lainnya.

Jadi mengapa harus memilih salah satu pihak jika pada akhirnya itu hanya membuatmu merasa jadi Tuhan dalam menghakimi manusia lain yang belum tentu lebih buruk karakternya jika dibandingkan dengan dirimu?

101 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Mati

1. Pride and Prejudice – Jane Austen

2. The Lord of the Rings – JRR Tolkien

3. Jane Eyre – Charlotte Bronte

4. Harry Potter series – JK Rowling

5. To Kill a Mockingbird – Harper Lee

6. Holy Book from all religion

7. Wuthering Heights – Emily Bronte

8. Nineteen Eighty Four – George Orwell

9. His Dark Materials – Philip Pullman

10. Great Expectations – Charles Dickens

11. Little Women – Louisa M Alcott

12. Tess of the D’Urbervilles – Thomas Hardy

13. Catch 22 – Joseph Heller

14. Complete Works of Shakespeare

15. Rebecca – Daphne Du Maurier

16. The Hobbit – JRR Tolkien

17. Birdsong – Sebastian Faulk

18. Catcher in the Rye – JD Salinger

19. The Time Traveler’s Wife – Audrey Niffenegger

20. Middlemarch – George Eliot

21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell

22. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald

24. War and Peace – Leo Tolstoy

25. The Hitch Hiker’s Guide to the Galaxy – Douglas Adams

27. Crime and Punishment – Fyodor Dostoyevsky

28. Grapes of Wrath – John Steinbeck

29. Alice in Wonderland – Lewis Caroll

30. The Wind in the Willows – Kenneth Grahame

31. Anna Karenina – Leo Tolstoy

32. David Copperfield – Charles Dickens

33. Chronicles of Narnia – CS Lewis

34. Emma -Jane Austen

35. Persuasion – Jane Austen

36. The Lion, The Witch and the Wardrobe – CS Lewis

37. The Kite Runner – Khaled Hosseini

38. Captain Corelli’s Mandolin – Louis De Bernieres

39. Memoirs of a Geisha – Arthur Golden

40. Winnie the Pooh – A.A. Milne

41. Animal Farm – George Orwell

42. The Da Vinci Code – Dan Brown

43. One Hundred Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez

44. A Prayer for Owen Meaney – John Irving

45. The Woman in White – Wilkie Collins

46. Anne of Green Gables – LM Montgomery

47. Far From The Madding Crowd – Thomas Hardy

48. The Handmaid’s Tale – Margaret Atwood

49. Lord of the Flies – William Golding

50. Atonement – Ian McEwan

51. Life of Pi – Yann Martel

52. Dune – Frank Herbert

53. Cold Comfort Farm – Stella Gibbons

54. Sense and Sensibility – Jane Austen

55. A Suitable Boy – Vikram Seth

56. The Shadow of the Wind – Carlos Ruiz Zafon

57. A Tale Of Two Cities – Charles Dickens

58. Brave New World – Aldous Huxley

59. The Curious Incident of the Dog in the Night-time – Mark Haddon

60. Love In The Time Of Cholera – Gabriel Garcia Marquez

61. Of Mice and Men – John Steinbeck

62. Lolita – Vladimir Nabokov

63. The Secret History – Donna Tartt

64. The Lovely Bones – Alice Sebold

65. Count of Monte Cristo – Alexandre Dumas

66. On the Road – Jack Kerouac

67. Jude the Obscure – Thomas Hardy

68. Bridget Jones’s Diary – Helen Fielding

69. Midnight’s Children – Salman Rushdie

70. Moby Dick – Herman Melville

71. Oliver Twist – Charles Dickens

72. Dracula – Bram Stoker

73. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett

74. Notes From A Small Island – Bill Bryson

75. Ulysses – James Joyce

76. The Inferno – Dante

77. Swallows and Amazons – Arthur Ransome

78. Germinal – Emile Zola

79. Vanity Fair – William Makepeace Thackeray

80. Possession – AS Byatt

81. A Christmas Carol – Charles Dickens

82. Cloud Atlas – David Mitchell

83. The Color Purple – Alice Walker

84. The Remains of the Day – Kazuo Ishiguro

85. Madame Bovary – Gustave Flaubert

86. A Fine Balance – Rohinton Mistry

87. Charlotte’s Web – E.B. White

88. The Five People You Meet In Heaven – Mitch Albom

89. Adventures of Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle

90. The Faraway Tree Collection – Enid Blyton

91. Heart of Darkness – Joseph Conrad

92. The Little Prince – Antoine De Saint-Exupery (In French)

93. The Wasp Factory – Iain Banks

94. Watership Down – Richard Adams

95. A Confederacy of Dunces – John Kennedy Toole

96. A Town Like Alice – Nevil Shute

97. The Three Musketeers – Alexandre Dumas

98. Complete Works of Dewi Lestari

99. Charlie and the Chocolate Factory – Roald Dahl

100. Les Miserables – Victor Hugo

101. Complete Works of Anak S-E-N

Jumat, 19 Desember 2014

Songs of Innocence part 3

Baru dapat info kalau U2 membagikan album ini secara gratis ke semua pengguna iTunes waktu pertama kali dirilis.
Banyak yang protes dengan keputusan ini.
Sepertinya tidak semua orang suka dengan barang gratisan.

Song Of Innocence part 2

Setelah didengar ulang-ulang, ternyata semua lagu di album ini keren.

Kamis, 18 Desember 2014

Sticker

Stiker
Sulit menyelami isi pikiran orang lain, mungkin karena di kolam tempurung kepala orang lain kita bisa menemukan air atau hiu yang berbeda atau malah di sana tidak ada air sama sekali.
Salah satu yang sulit saya selami adalah kolam pikiran orang yang senang berburu stiker LINE. Tiap mau menyelaminya, saya selalu mental dan bahkan nyaris tenggelam. Entah saya yang aneh atau mereka yang aneh, sulit menentukannya karena untuk memastikannya kita perlu menyepakati dulu batasan standar aneh dan parameter untuk menilainya. Akankah kita memakai suara mayoritas untuk menilainya atau cukup berdasarkan persepsi sepihak saja? Kalau memakai persepsi sepihak, sudah pasti saya menganggap tidak ada yang aneh dengan kemalasan mendownload stiker LINE. Selain menghabiskan memori seluler dan kuota ketika mengunduh, saya menganggap komunikasi lewat stiker adalah topeng untuk menyembunyikan keengganan dalam bercakap-cakap secara maya. Dulu saya menggunakan stiker untuk menutupi kebosanan saat sedang chatting atau pertanda kalau saya sedang ingin cepat-cepat menyudahi percakapan tanpa harus mengatakan secara langsung, namun nampaknya teman-teman chatting sering menangkapnya di arah yang berbeda, bahwa stiker-stiker itu adalah tanda saya sedang antusias untuk terus melanjutkan percakapan. Oleh karena itu, setelah dipikir-pikir, daripada menggunakan kode-kode stiker, lebih baik semua hal diungkapkan langsung lewat kata yang eksplisit agar tak ada misinterpretasi. Jadi dari persepsi pribadi, saya sangat normal.
Namun apabila harus memakai suara mayoritas, sepertinya saya yang masuk kategori aneh. Sejak terakhir ku-install kembali, saya hanya punya stiker, itu pun default dari LINE, saya tetap tidak tertarik mendownload stiker lain meskipun LINE terus-menerus memproduksi stiker baru yang bahkan sekarang sudah ada edisi Dian Sastro-nya. Jika LINE makin aktif menciptakan stiker, itu mengindikasikan adanya peningkatan jumlah permintaan dari pengguna yang dalam arti lain saya resmi menjadi mahluk minoritas di jagad LINE.

Yang mengesalkan, BBM juga latah dan mulai memaksa penggunanya untuk memakai stiker. Di-update BBM terbaru untuk Android, fitur shortcut untuk emoticon diubah jadi shortcut default untuk stiker. Saya mencium aroma follower yang terlalu vulgar dalam aplikasi BBM. Meskipun tidak ada salahnya mengikuti jalan hidup orang yang sudah sukses, setidaknya tunjukkan jati dirimu. Jika sudah begini, apalagi bedanya LINE dan BBM? Sama-sama punya stiker, meskipun saat ini, kualitas stiker BBM masih kalah jika dibandingkan dengan LINE.

posted from Bloggeroid

Schizencephaly

 
 
Schizencephaly.
Suatu kelainan kongenital (bawaan sejak lahir) di mana otak mengalami gangguan pertumbuhan pada beberapa bagian otaknya yang berakibat pada timbulnya sejumlah gejala sistem saraf yang tingkat keparahannya bergantung pada besarnya kelainan otak.
Pasien yang foto radiologinya ditampilkan di atas mengalami kebutaan karena saraf penglihatannya tidak berkembang dan harus makan dengan menggunakan selang yang dimasukkan ke lambung karena dia juga mengalami gangguan motorik.

posted from Bloggeroid

Random: Pray for...

Random: Pray for...
Seorang teman tiba-tiba shalat setelah sekian lama ditinggalkan, setelah sms banking transferan uang mampir di seluler-nya. Sumber uang tidak diketahui.
Motif shalat ini karena panggilan iman ataukah karena mau berdoa agar besok datang lagi sms banking yang sama? Entahlah...hanya dia dan Tuhan yang tahu.

posted from Bloggeroid

Rabu, 17 Desember 2014

Subconscious

Alam Bawah Sadar
Penelitian tentang alam sadar masih sangat jarang dipublikasikan di Indonesia. Padahal potensi yang dapat digali dari penelitian tersebut sangat banyak, contoh yang paling riil adalah aplikasi dalam bidang pemasaran. Hasrat belanja manusia dikendalikan oleh dorongan alam bawah sadar. Dorongan-dorongan tersebut dapat dieksploitasi selama kita dapat menarik pemicunya. Yang menjadi masalahnya, untuk populasi Indonesia, belum banyak atau malah tidak ada penelitian yang berupaya untuk mencari tahu pemicu dorongan-dorongan alam bawah sadar penduduknya. Di Eropa, penelitian mengenai topik ini sudah melimpah ruah. Industri telah memetik buah dari alam bawah sadar. Mereka sudah mengetahui misteri mengapa anggur Prancis lebih laku ketimbang anggur Jerman ketika lagu Prancis diputar di toko, mengapa anggur Prancis seharga 45 dollar terasa lebih enak dari anggur Prancis serupa yang dibandrol dengan harga 5 dollar, mengapa orang lebih suka membeli mobil yang iklan mobilnya berbelok dari arah kiri ke kanan dan jarang membeli yang iklan mobilnya berbelok dari arah sebaliknya, dll.

Topik-topik di atas mungkin terdengar sepele namun jika dibahas secara serius, ada banyak permata di sana yang dapat didulang. Industri Indonesia mungkin sudah lama meneliti hal ini tapi tidak pernah dipublikasikan karena mengeksploitasi alam bawah sadar demi keuntungan korporat dianggap sebagai rahasia perusahaan yang sebaiknya tidak boleh diketahui oleh pesaing apalagi pembelinya. Lebih baik konsumen tidak tahu jika mereka sedang dikendalikan, biarkan mereka merasa memiliki kendali atas pilihan-pilihan konsumtif pribadi. Ilusi kendali.

Mengapa seseorang lebih memilih produk Apple ketimbang Xiaomi walaupun spesifikasi keduanya tidak jauh beda dan disparitas harganya sangat jomplang? Mengapa membeli Aqua dan bukannya JS atau Club meskipun mereka sama-sama terasa tawar serta sudah memenuhi standar BPOM dan SNI? Bisa berikan alasan pasti? Benarkah itu alasan yang rasional ataukah itu hanya dorongan alam bawah sadar yang dirasionalisasi oleh otak?

posted from Bloggeroid

Selasa, 16 Desember 2014

Songs of Innocence

U2 rilis album baru. Innocent Songs. Hanya 2 lagu yang nyantol, Cedarwood Road dan Sleep Like a Baby Tonight.
Iris sebenarnya lumayan, Raised by Wolves juga bagus. Tapi, selalu ada yang terfavorit dalam sebuah kumpulan. Menjadikan semuanya favorit menguras banyak tenaga.

posted from Bloggeroid

Random

David Guetta feat. John Legend - Listen yang dikombinasikan dengan Blame-nya Calvin Harris feat. John Newman = Dopamin pumping.

All we gotta do is listen.

posted from Bloggeroid

Senin, 15 Desember 2014

Gustave

15 Desember seratus delapan puluh dua tahun yang lalu, di sebuah pedesaan kecil di Jerman, lahirlah seorang pria yang karya-karyanya menjadi hallmark beberapa negara di dunia namun sosoknya sendiri justru nyaris terlupakan karena keagungan karya-karyanya telah melampaui penciptanya, ironis.
Orang awam hanya mengenal karyanya dan baru mengetahui kisah hidupnya begitu pemandu wisata membuka mulut.

Saat ke Amerika Serikat, orang-orang selalu ingin berfoto dengan latar karya arsitek berkewarganegaraan Prancis ini, begitu juga saat ke Paris, tidak lengkap rasanya jika belum berjalan-jalan ke menara rancangan pria yang juga ahli metereologi dan aerodinamika ini.

Karya pria ini tidak hanya tersebar di benua Amerika dan Eropa, namun juga sampai ke Asia. Bahkan kabarnya dia juga pernah merancang Kantor Pos di Ho Chi Min City, Vietnam.

Saat mendirikan menara setinggi 324 meter di Champ de Mars, Paris, pada tahun 1887, dia dikritik para seniman dan arsitek karena rancangannya dianggap kaku dan tak memiliki nilai seni. Bahkan ada sekelompok seniman yang membuat petisi untuk menghentikan pendirian menara tersebut. Pada akhirnya dia tetap bertahan dengan keputusannya, apalagi dia sudah menandatangani kontrak senilai 1,5 juta franks. Berkat kekerasan kepala dan motif ekonomi, akhirnya menara kaku yang dulunya dianggap tidak bercita seni itu akhirnya menjadi icon kota fashion, Paris.

Buon Compleano, Senor Eiffel.


Shared from Google Keep

posted from Bloggeroid

Minggu, 14 Desember 2014

Discourse II

Q: Kedamaian jiwa lahir dari tekad yang kuat dan kerendahan hati untuk menerima keadaan.
A: Namun dengan keadaan seperti itu, bagaimana seseorang dapat mencapai puncak dunia? Bukankah untuk mencapai puncak dunia, seseorang membutuhkan ambisi untuk mengubah keadaan, bukan sekedar menerimanya?
Q: Mengapa seseorang harus mencapai puncak dunia? Apa yang hendak dicapai di sana?
A: Kehormatan, pengakuan, kekayaan, kebahagiaan.
Q: Apakah semua pencapaian itu dapat mendamaikan jiwamu?
A: Tapi apakah dengan menerima keadaan kita dapat mendamaikan jiwa? Terutama saat kita melihat orang lain telah mencapai puncak dunia. Apakah dirimu yakin akan damai dengan kondisi seperti itu?
Q: Jawaban untuk pertanyaan itu hanya dapat dijawab oleh jiwa tiap individu.


Shared from Google Keep

posted from Bloggeroid

Pupuk Pes untuk Humanisme

Pada tahun 1347, wabah pes menyerang Eropa dan menghabiskan sekitar sepertiga populasi benua hanya dalam waktu 3 tahun. Kombinasi antara perdagangan antara benua, rendahnya sanitasi, dan bobroknya edukasi, menjadi akselereator yang sangat sempurna untuk menyebarkan Yersinia Pestis, penyebab wabah tersebut. Untung saja, di zaman itu belum ada pesawat terbang sehingga wabah tidak sampai menyebar ke benua lain.

Pasien yang terserang penyakit ini akan mengalami demam, kelemahan, nyeri, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Apabila sudah sistemik, maka timbul bercak-bercak hitam di sekujur tubuh pasien. Karena bercak-bercak hitam itulah maka wabah pes disebut juga dengan Black Plague atau Black Death.

Di masa itu, ilmu pengetahuan belum semaju saat ini. Sehingga wabah yang terjadi dianggap sebagai kerjaan penyihir, kutukan Tuhan, dan juga karena udara yang buruk. Karena itu ritual-ritual penghapusan dosa secara massal serta penggunaan aroma wewangian untuk mencegah penyakit merupakan praktik yang wajar di zaman itu. Mereka tidak tahu bahwa niat baik tersebut justru menjadi salah satu pemicu cepatnya penyebaran bakteri pes. Kebodohan dan ketidaktahuan yang lebih banyak menimbulkan korban di masa itu.

Rakyat yang menyaksikan bahwa ritual keagamaan tidak dapat menyelamatkan mereka dari wabah pes mulai kehilangan kepercayaan pada agama apalagi ditambah dengan korupnya banyak rohaniwan. Begitu Black Plague mereda, fajar Renaissance menyingsing dan menumbuhkan bibit-bibit humanisme dan atheisme di seantero Eropa.


Shared from Google Keep

posted from Bloggeroid

Senin, 08 Desember 2014

Rabu, 03 Desember 2014

Perspektif

Begitu sederhananya kata ini, hingga sering digunakan dalam tulisan dan percakapan tanpa pernah dipertimbangkan maknanya secara mendalam.
Padahal kata inilah yang menjadi jurang pemisah dan pertikaian umat manusia sejak zaman Adam atau sejak manusia tercipta oleh reaksi kimiawi acak yang terjadi di bumi. Terserah mau percaya yang mana, creationism atau evolutionism, karena memperdebatkannya saja sudah bisa menimbulkan perang besar, yang jelasnya manusia punya sejarah yang panjang dengan pertikaian.

Setelah membaca buku City of Sin tentang suatu hari Jumat di Jerusalem ketika Jesus atau Isa hendak disalib (terserah mau percaya yang mana atau sekalian saja tidak percaya sama sekali pada semua kisah agama), saya dapat melihat secara jelas bahwa memahami perspektif orang lain adalah sebuah tantangan yang tidak semua manusia dapat mengatasinya. Menjadi hewan mungkin lebih mudah karena keberagaman perspektif di dunia fauna tidak pernah berakhir menjadi perang nuklir, sedangkan untuk manusia? Anything can happen hanya karena perbedaan perspektif.

Ajang pemilihan presiden yang mempertemukan Prabowo dan Djoko Widodo telah mempertegas betapa berbahayanya perbedaan perspektif. Kebanyakan orang yang kukenal dulu berubah total sejak peristiwa itu. Definisi teman menjadi kabur dari perspektifku. Kata orang, tak ada teman yang abadi dalam politik. Mereka mungkin perlu merevisinya karena sebetulnya pertemanan hanyalah suatu persekongkolan temporer yang perekatnya adalah persamaan dan kompromi. Tanpa kedua hal tersebut, tak pernah ada yang namanya teman.
Ambil saja contoh Sherlock Holmes dan Watson. Mereka sama-sama suka memberantas kejahatan, meskipun mungkin motif dan kebiasaan mereka sangat berbeda, namun semua perbedaan itu teratasi oleh kompromi.
Pemilihan presiden kemarin telah mencabut semua kompromi dari hati orang-orang yang kukenal, mungkin juga dari hatiku hingga semua tali pertemanan yang kuketahui di masa lalu tak pernah lagi sama.

Kehilangan beberapa teman, menciptakan sejumlah mantan teman, mungkin hanyalah salah satu fase untuk menuju kedewasaan. Agar kita dapat memahami bahwa berteman dengan semua orang tanpa membuat beberapa musuh adalah hal yang mustahil di muka bumi ini karena beberapa perspektif tak pernah dapat disatukan bahkan oleh superglue sekalipun.


Shared from Google Keep

Selasa, 02 Desember 2014

Kebaikan vs Kejahatan

Mungkinkah membedakan kebaikan dan kejahatan, atau kebenaran dan kesalahan, sama saja dengan membedakan kecantikan dan kejelekan, yakni bahwa itu ditentukan oleh kedekatan kita dengannya atau kejauhan kita darinya? Bukankah kita setuju bahwa wanita paling cantik dan wanita paling tidak cantik akan tampak sama jika kita pandang dari puncak gunung? Mereka juga tampak sama jika kita memandang mereka terlalu dekat sehingga yang terlihat tidak lebih dari, katakanlah, ujung sebuah jari.

Mungkin karena kita dekat dengan apa yang terjadi kemarin, kita tidak dapat melihat apakah itu benar atau salah. Leluhur kita menyembah patung lembu, yang hari ini kita anggap sebagai kesesatan yang menjijikkan. Tapi karena pada masa itu mereka begitu dekat dengannya, mereka sama sekali tidak melihatnya demikian.

Apakah hal yang baik hari ini akan menjadi jahat sepuluh tahun dari sekarang dan menjadi baik lagi setelah dua puluh tahun? Apakah hal yang kita anggap baik di sini akan dipandang jahat oleh orang Roma? Di manakah kebaikan? Di manakah kejahatan? Keduanya tampak sangat mirip.

M. Kameel Husein
Shared from Google Keep

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...