Kamis, 08 Januari 2015

Charlie Hebdo

7 Desember kemarin, 12 jurnalis majalah mingguan Charlie Hebdo tewas dibunuh oleh beberapa orang bertopeng setelah lebih dari 40 tahun majalah tersebut menghasilkan kontroversi dengan menerbitkan berbagai artikel dan kartun satir yang menyerang politikus, rohaniwan, nabi, dan agama. Majalah sayap kiri ini memang pernah dibom oleh militan ketika menerbitkan ulang kartun salah satu nabi di tahun 2005 namun tidak sampai menimbulkan banyak korban jiwa seperti serangan kemarin. Ini adalah yang terburuk karena para militan memberondongi kantor majalah mulai dari lantai 1 hingga lantai 2 dengan menggunakan Kalashnikov AK-47. Para jurnalis yang sedang briefing menjadi sasaran empuk peluru yang dimuntahkan oleh senapan semiotomatis.

Kami turut berduka dengan kejadian tersebut.

Kebebasan dan doktrin agama mungkin bukanlah kombinasi yang baik. Karena kebebasan terlalu fleksibel cakupannya hingga dapat mengacak-acak semua norma tanpa pandang bulu, sedangkan agama terlalu kaku serta rentan dimanipulasi oleh pemimpin kharismatik. Upaya memperjuangkan keduanya seringkali berujung pada perdebatan dan kekerasan. Sudah terlalu banyak penyerangan dan kematian yang mengatasnamakan agama atau lebih tepatnya, kepentingan pribadi yang dibalut oleh doktrin agama, tapi kita tak bisa berbuat apa-apa.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...