Sabtu, 28 Februari 2015

Cinderella on Makassar

"Maaf Mas Pangeran, Cinderella-nya pulang jam 7 saja ya... Kalau jam 12, Cinderella bisa dibusur geng motor."

Kira-kira seperti itulah dialog antara Pangeran dan Cinderella kalau setting ceritanya diubah jadi tahun 2015 dan kota Makassar.

Geng motor telah mengubah wajah kota ini. Selama 7 tahun hidup di Makassar, baru kali ini ada rasa was-was saat keluar malam. Padahal dulu, bersepeda keliling kota jam 2 malam rasanya aman dan damai. Yang ditakuti hanyalah ban bocor karena tidak ada tukang tambal ban yang buka 24 jam. Namun sekarang kondisi berkata lain. Semua yang mengendarai motor terlihat seperti setan yang siap membusurmu kapan saja.

The Interview

I just watched The Interview and it's totally an insane movie. All jokes and satires in this movie are very funny for non-North Korean.
Pantas saja terjadi perang cyber karena film ini, sampai-sampai database Sony diretas dan datanya disebar ke mana-mana.
Lupakan alur, spoiler, dan isu politik yang membayangi film ini.
Fokus saja pada tokoh utamanya, Rapoport dan Skylark. Hanya satu kata untuk mereka, gokil. Mereka pecinta Lord of The Rings dan tahu persis bahwa hampir semua manusia suka sampah, karena karakteristik itulah maka acara gosip akan terus abadi hingga akhir zaman, mungkin.
Salah satu scene yang saya suka dari film ini (namun mungkin ini scene yang menjengkelkan bagi orang Korea Utara. Semoga saja tidak ada pembaca blog ini dari Korut. Saya minta maaf pada mereka semua karena sudah menonton film ini) adalah ketika James Franco menyebutkan kata Pyongyang yang justru terdengar seperti Pongang. Ekspresinya di situ, gila. Saya harus me-replay scene tersebut 5 kali untuk memastikan telinga saya tidak salah.

Terus ada lagi scene waktu Skylark mengatakan "ain't us" tapi Rapoport justru mendengarnya sebagai "anus". Dari adegan ini saya bisa berkesimpulan bahwa saya tidak sendiri karena terkadang memang sulit untuk mendengarkan pronounciation orang bule, namun pada kasusku sebenarnya kata "terkadang" kurang tepat, mungkin sering adalah kata yang pas untukku. Di adegan itu juga, ada pesan Skylark yang sangat berguna, "haters gona hate" persis seperti lirik lagu "Shake It Off" Taylor Swift. Lalu pesan pamungkasnya, "It's what you do to haters, just smile".

Yang lucu juga saat mereka bermain idiom bersama agen CIA yang berkunjung. Dan istilah yang mereka jadikan kuis adalah "take him out". Lucu, bagi orang yang mengerti.



Rabu, 25 Februari 2015

Everlasting Romance

Entah berapa lama cinta dapat bertahan. Di 1Q84, para tokoh utamanya dapat mempertahankan cinta hingga 20 tahun lamanya meskipun mereka tak pernah saling bertemu dan mencari. Di kehidupan nyata, mungkin tak ada cinta yang seperti Murakami deskripsikan. Karena cinta seperti itu terlalu abstrak untuk diraih. Tak terjamah oleh panca indera. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana mungkin seorang manusia dapat mencintai sesuatu yang tak pernah lagi dijumpainya? Seorang kawan pernah berkata, cinta itu harus memiliki, buat apa mencintai jika pada akhirnya tak harus memiliki. Cinta yang tak harus memiliki hanya ada di lagunya Ungu. Namun yang jadi masalah, bagaimana kita bisa memiliki sesuatu yang tak pernah dijumpai atau disentuh?
Nalarku tak sampai.

Saya jadi ingat salah satu pertemuan manajemen yang pernah saya ikuti. Di pertemuan itu, terjadi perdebatan mengenai CSR perusahaan. Satu kubu meminta agar CSR sebaiknya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, seperti masjid, jalan, tapal desa, dan semacamnya. Mereka berpendapat bahwa dengan program CSR seperti itu maka nama perusahaan dapat terpampang di banyak tempat, mulai dari masjid, toilet, sampai jalan desa. Masyarakat dapat bisa langsung melihat dan merasakan bentuk fisik kontribusi perusahaan ke masyarakat. Itu bisa jadi promosi yang baik untuk perusahaan. Kubu lainnya lebih fokus untuk melakukan program CSR yang bertujuan untuk membangun mentalitas penduduk di sekitar perusahaan melalui beasiswa pendidikan, pemberian penghargaan pada siswa-siswa beprestasi, pelatihan kewirausahaan untuk masyarakat, program pemberdayaan warga untuk menciptakan desa bersih, dan semacamnya. Argumen kedua kubu cukup kuat dan rasional. Terasa seperti perang antara empirisme yang dapat diraba-rasa (diwakili oleh tim CSR infrastruktur) dengan idealisme yang abstrak (diwakili oleh tim CSR revolusi mental). Saya tidak mengikuti lebih jauh perdebatan mereka yang alot karena saya sibuk dengan membalas BBM teman (ini jangan dicontoh, kecuali giliran presentasimu telah selesai dan keberadaan atau ketiadaan dirimu tidak akan merubah kesimpulan topik yang sedang dibahas dalam rapat). Entah jurus apa yang telah digunakan dalam perdebatan itu namun pada akhirnya diputuskan bahwa tim CSR revolusi mental memenangkan pertarungan. Sepertinya itu ada kaitannya dengan pernyataan "Pembangunan mental seratus anak lebih baik dari pembangunan 1000 rumah. Saat ini mungkin kita tak dapat merasakan manfaat dari pembangunan mental namun dalam jangka panjang, anak-anak yang telah terbangun mentalnya akan tumbuh menjadi orang dewasa yang kemungkinan besar dapat mengubah dunia. Anggap saja ini sebagai perjudian. Dan kartu As kita adalah anak-anak itu."

Lalu apa kaitan rapat itu dengan cinta? Sulit untuk menjelaskannya dalam kata-kata, kapabilitas semantik-ku terbatas dan pengalamanku di lautan yang bernama cinta masih jauh dari palungnya. Baru sebatas kecipratan, belum pernah tercebur apalagi sampai merenanginya. Hanya saja, kalau harus memilih antara positivisme Comte dan idealisme Descartes dalam urusan cinta, idealisme terlihat lebih sederhana dan hemat. Kita tak butuh bukti dan materi. Pikiran telah menjawab semuanya. Bayangkan, berapa banyak biaya yang dapat dihemat dengan idealisme, apalagi jika semua orang menjadi stoik.

Selasa, 24 Februari 2015

Unusually Traffic

Traffic blogku dalam 3 hari terakhir mengalami keanehan. Tiba-tiba saja melonjak drastis. Padahal biasanya view dalam sehari itu hanya 400-an kali. Namun dalam tiga hari ini pola itu rusak dan puncaknya terjadi kemarin, saat traffic-nya menjadi 2000-an view. Itu artinya terjadi peningkatan 5 kali lipat dari lalu lintas biasanya.


Entah apa yang salah. Padahal dalam beberapa hari ini saya tidak pernah mem-posting konten pornografi, judi, maupun hal-hal kontroversial lainnya. Bisa jadi ini kerjaan Google Bot yang sedang men-skrining semua blogger atau ada orang yang sedang tidak ada kerjaan, jobless tanpa arah lalu tersesat di blog ini dan membaca semua isi blog ini dalam sehari semalam.

Malas

Para pemalas selalu menemukan jalan pintas untuk memperpanjang bulan madunya dengan kemalasan. Terkadang jalan pintas itu mengarahkan mereka pada kolam kreativitas yang dihuni berbagai jenis ide-ide fantastis. Mesin cuci, kalkulator, dan komputer diciptakan oleh para pemalas kreatif yang tidak suka mencuci manual, benci jika harus menghitung dengan jari dan otak, serta bosan menulis dengan jari. Terimakasih pada para pemalas kreatif.

Namun ada juga golongan pemalas yang lack of creativity. Pemalas-pemalas seperti inilah yang sebaiknya tidak perlu dibahas. Biarkan mereka hidup begitu adanya.

Minggu, 22 Februari 2015

Miskin Itu Pilihan, Percayalah...

“Jika Anda tidak memiliki banyak harta, maka Anda tidak perlu bekerja sepanjang hidup Anda seperti seorang budak untuk mempertahankan mereka, dan karena itu Anda memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri."
"Orang miskin adalah mereka yang hanya bekerja untuk mencoba memelihara gaya hidup yang mahal, dan selalu ingin berlebih-lebihan." -Mujica-

Entah jenis kehidupan apa yang telah dihadapi oleh seorang José Alberto Mujica Cordano hingga bisa menjadi dirinya saat ini. Di usianya yang mencapai lebih dari 70 tahun, dia melegalkan ganja, menyisihkan 90% gajinya, memelihara anjing berkaki tiga, serta menolak semua kemewahan yang menjadi idaman jutaan manusia di berbagai belahan dunia.

Di sini, saya terpisah sejauh 1.500-an km dari kampung halaman dan orang-orang terdekat untuk mencari apa yang telah dibuang Mujica. Saya mungkin bisa menemukannya dalam waktu yang entah kapan, namun itu tidak menjamin jika saya akan mencapai kematangan mental seperti dia. Harus menahan beberapa timah panas dengan badan dan mendekam di penjara selama 14 tahun seperti yang dialami Mujica bukanlah ujian yang dapat dilewati oleh mayoritas manusia biasa seperti saya. Pada akhirnya, adagium yang menyatakan bahwa orang-orang besar selalu lahir dari pengalaman hidup yang antimainstream, masih sulit untuk terpatahkan.

Workplace

Di tempat kerja, kita dapat menemukan beberapa jenis sejawat, mulai dari yang super baik hingga yang super jahanam. Beruntunglah kita jika berada di unit yang sama dengan orang-orang yang super baik. Dan persiapkanlah mental baja jika terpaksa dijebak bersama sejawat yang super jahanam. Di antara dua ekstrim itu, terdapat golongan moderate, yang kecenderungannya kurang nampak terlihat karena kita yang kurang observasi atau karena mereka yang memang sengaja tidak mau menampakkan diri. Dibanding orang-orang yang super jahanam, saya lebih takut pada orang yang masuk golongan moderate. Karena prinsip "know your enemy" hanya dapat dijalankan pada golongan super jahanam yang kekuatan dan kelemahannya telah terpampang jelas seperti manual alat elektronik yang isinya itu-itu saja. Sehingga strategi preventif dan antisipasi dapat dijalankan tanpa hambatan. Namun untuk golongan moderate, kita perlu bekerja secara ekstra untuk pertama-tama mengidentifikasi siapa mereka.
Metode yang sering kugunakan untuk men-skrining orang-orang yang berada dalam golongan moderate adalah "tell me about your friend". Ini hanya sebuah metode sederhana yang melibatkan proses tanya jawab mengenai lingkungan kerja dan orang-orang yang ada di dalamnya. Jika orang yang saya tanyai, dengan senang hati menceritakan keburukan rekan kerjanya padaku lalu bersikap bertolak belakang ketika bertemu dengan orang yang sudah dia cemari reputasinya, maka tanpa perlu pikir panjang saya akan langsung memasukkannya ke dalam list sejawat yang super jahanam. Sejawat yang menceritakan keburukan orang lain padamu, tanpa ragu dapat mengisahkan juga keburukanmu pada orang lain.

Jumat, 20 Februari 2015

Penulis Tamu: Putpit

Jika blog SKYDRUGZ adalah manusia, maka sudah saatnya bagi blog ini untuk masuk playgroup. Bagi seorang anak, tercebur dalam dunia playgroup sama artinya dengan belajar untuk berinteraksi dengan orang lain di keluarganya sendiri. Karena di playgroup, terdapat banyak anak-anak dari berbagai pasangan suami istri. Memang sih mereka semua imut, tapi dalam keimutan itu terdapat monster dan malaikat yang bersemayam secara simultan. Memori masa playgroup-ku masih teringat jelas hingga saat ini. Berhubung saya harus menjalaninya selama dua tahun berturut-turut. Namun itu bukanlah jenis memori yang harus dikonversi menjadi artikel blog. Menceritakannya di sini akan sama analoginya dengan menceritakan kebiasaan mengupil di headline Kompas. Jika boleh meminjam kutipan dari Murakami, pengalaman masa laluku di Playgroup bukannya tidak dapat terjelaskan, hanya saja  ada beberapa makna hidup yang akan hilang selamanya begitu diungkapkan dalam kata-kata. Jadi cukuplah itu menjadi sesuatu yang tersimpan dalam lobus serebrum-ku.

Karena blog ini sudah cukup berumur, tak pernah menghasilkan profit, dan penulis utamanya mulai sibuk dengan berbagai hal maka jajaran direksi SKYDRUGZ akhirnya memutuskan untuk menggunakan jasa penulis tamu. Mungkin "jasa" bukanlah kata yang tepat, karena penulis tamu ini bersedia melakukannya secara nirlaba sehingga tidak ada barang dan jasa yang diperjualbelikan di sini.

Penulis tamu untuk blog ini cukup dipanggil saja dengan nama Putpit. Bukan nama asli. Entah apa legenda yang melatarbelakangi penggunaan nama ini. Untuk mengenalnya lebih dekat, cukup baca saja cuitannya di akun Twitternya.

Kami ucapkan selamat datang ke penulis tamu, Putpit. Silahkan berkarya sepuasnya dan seenaknya. Karena di sini tak ada bos. Yang ada hanyalah admin yang bebas mengedit. 

Home Home Home

Hal-hal yang wajib ada di rumah:
Rice cooker
Water dispenser
Refrigerator
Washing machine
Microwave yang kapasitasnya muat untuk bebek berusia 1 tahun
Listrik kalau bisa yang hybrid power.
Air
Toilet
Drainase
3 Kamar
Ruang keluarga
Dapur
Kompor
Kebun
Dapur
Wastafel cuci piring
Rak buku dan bukunya

Selasa, 17 Februari 2015

Hentikan Itu

Mungkin terlalu berlebihan jika harus meminta dunia berhenti berputar demi kita. Namun untuk saat ini, saya benar-benar berharap dapat melakukannya, seperti yang dilakukan Superman ketika mengetahui Lois Lane telah tiada, terbang mengintari bumi dengan kecepatan tinggi di arah yang berlawanan dengan perputaran planet biru, hingga planet yang sempat menjadi rumahnya berhenti berputar sejenak lalu berputar ke arah sebaliknya. Namun untuk melakukannya, saya tidak ingin kehilangan seseorang sama berartinya seperti Lois Lane bagi seorang Clark Kent apalagi sampai harus mengikuti manuver melelahkan seperti yang diperbuat oleh manusia kelahiran Krypton tersebut. Saya hanya ingin sesuatu yang lebih sederhana ketika menghentikan dunia, seperti seorang penumpang meminta supir menghentikan bus di halte. Ada beberapa urusan yang nampaknya akan lebih mudah diselesaikan ketika dunia berhenti sejenak.

Entah sudah berapa lama saya berada jauh dari peradaban mainstream. Padahal jaringan internet di sini tidak pernah mengalami masalah. Hanya saja suasana kehidupan di sini seolah-olah mengarahkanku pada kondisi apatis terhadap dunia luar. Dengan hanya bersenjatakan BBM dan Instagram, saya mengarungi alam modernisasi tanpa terjamah oleh media massa mainstream seperti TV, radio, dan berita online. Sejak peristiwa beberapa bulan yang lalu, seleraku pada media mainstream langsung berubah menjadi seperti orang kenyang yang dipaksa lagi untuk makan nasi padang tiga porsi. Saya menjadi seperti seseorang yang dibuang ke labirin Maze Runner lalu kehilangan GPS ketika diajak berdiskusi tentang KPK dan musuh-musuhnya ataupun tentang selebritis Indonesia yang katanya kayanya mendekati Bill Gates. Apa itu KPK? Selebritis? Mahluk astral jenis apakah itu? Satu genus dengan genderuwo?

Senin, 16 Februari 2015

Finding Nemu

Kata mereka sudah terlambat untuk mencari makna hidup ketika usiamu beranjak mendekat ke klub 27. Mungkin mereka belum pernah membaca biografi seseorang yang bernama Muhammad. Seorang buta aksara yang baru menggebrak dunia di usia kepala empat. Dia mungkin bukanlah prodigy seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo yang mulai mencuri perhatian seantero bumi sejak belasan tahun. Tapi pengaruhnya yang bertahan hingga lebih dari 14 abad sebetulnya patut dipertanyakan, kenapa nanti di usia yang telat beliau justru mendapatkan pencerahan?

Lain lagi dengan Yesus atau Isa Almasih, yang jika menilik catatan sejarah, beliau justru tidak pernah sempat mengecap usia kepala empat di bumi. Dalam hal ini, beliau menemukan jalan hidup di usia yang lebih muda. Dan periode pengaruhnya jauh lebih fantastis, lebih dari dua milenium.

Keduanya mendapatkan makna hidup di usia yang berbeda-beda, namun dengan pengaruh yang nyaris setara dalam mempengaruhi sejarah peradaban manusia. Anomali apa yang berlaku pada mereka? Mengapa mereka bisa menjadi manusia yang selalu dikenang meskipun beberapa abad telah berlalu? Apa yang membuat ajaran mereka begitu membahana? Apakah itu ada kaitannya dengan kebenaran ajaran yang disampaikan? Ataukah hanya persoalan loyalitas pengikutnya yang spartan untuk tetap mewariskan ajarannya pada keturunan? Sulit untuk menjawabnya. Karena kita tidak berada pada posisi seperti tim penilai SPMB yang memegang kunci jawaban pasti untuk tiap soalan. Fenomena sosial seperti agama adalah persoalan yang tidak memiliki jawaban mutlak secara universal. Kemutlakan hanya ada dalam lokus keyakinan para pengikut fanatik. Begitu keluar dari lokus itu, kemutlakan menjadi bencana. Karena tiap kemutlakan dari masing-masing fanatisme akan bertubrukan satu sama lain, seperti matahari yang menyeruduk habis Merkurius hingga Uranus karena gangguan medan gravitasi.

Pencarian makna hidup mungkin tak mengenal usia.

Jumat, 13 Februari 2015

Hujan di Mimpi

Jadi keranjingan membuka soundcloud karena kenalan blogger. Banyak alternatif di situ. Beda dengan media mainstream yang isinya itu melulu. Meskipun sebenarnya soundcloud sendiri sebenarnya cukup mainstream karena penggunanya sudah banyak, tapi setidaknya kontennya unik-unik.





Past Fever

Beberapa orang sering terserang demam rindu pada masa lalu namun tak berharap untuk mengulanginya kembali. Seperti para penjahat kelamin yang rindu dengan kenikmatan beberapa menit namun tak ingin merasakan sifilis. Meskipun di masa lalu, hidup terasa lebih sederhana dan apa adanya. Tetap saja mereka tidak ingin mengulang beberapa hal yang telah berlalu. Seperti UAN atau SPMB. Biarpun diberi kemampuan untuk balik ke masa lalu untuk mengubah hasil SPMB, tetap saja tak berminat mereka melakukannya. Sebab mengulang SPMB artinya mengulang lagi ospek, tugas-tugas, bangun pagi, cinta monyet, bla...bla...bla... Betapa banyak tenaga yang mesti dikuras. Memikirkannya saja sudah membuat sesak napas.
Karena jauh di lubuk hati orang-orang itu, mereka menyadari bahwa sebenarnya hidup yang sekarang pun tidak ada bedanya dengan dulu, konstan sederhananya dan masih begitu-begitu saja apa adanya. Nasi dan ikan yang  mereka makan meskipun berbeda-beda jenisnya, masih tetap mengenyangkan seperti dulu kala begitu porsi sepiring penuh menjejali rongga lambung. Angin yang menghasilkan friksi di rambut mereka pun masih terasa sama semilirnya meskipun tanah yang dipijaki telah berganti ratusan kali dan terkikis.
Mereka masih orang yang sama, hanya saja dengan beberapa pengalaman baru.

Rabu, 11 Februari 2015

Kemana rindu hati ini kualamatkan di musim penghujan

Mr. Sonjaya. Nama yang aneh untuk sebuah band (atau malah ini memang seorang penyanyi solo).
Seorang rekan blogger merekomendasikannya. Katanya supaya bisa move on dari Kunto Aji yang baru kukenal tiga hari terakhir. Sayangnya, rencana itu gagal. Kunto Aji justru terdengar makin merdu. Sepertinya Mr. Sonjaya memberikan efek sinergis untuk Kunto Aji.


Profes

"Dokter juga manusia. Sedewa apapun tindakannya dalam memperlakukan nyawa manusia, toh, itu tindak menjamin moralitasnya akan seperti dewa pula. Manusia akan selalu jadi manusia yang pikirannya bisa melayang ke tempat setan, yang nafsunya lebih sering berteman dengan setan. Apa kau mengharapkan lahirnya sejenis mahluk suci dari ciptaan bernama manusia?"
Entah apa yang saya pikirkan waktu menulis artikel di atas. 22 September 2009. Saat itu saya pasti masih jadi mahasiswa yang belum tahu apa-apa tentang dunia keprofesian. Masih terjebak di menara gading kampus. Belum tercelup pada lumpur realitas. Naif. Setelah dua tahun bergumul dengan alam nyata, begitu banyak perubahan paradigma yang telah merangsek masuk ke otakku. Saya tidak dapat menjelaskannya secara terperinci. Tapi yang pasti, saya semakin yakin bahwa semua profesi memiliki kemuliaannya masing-masing. Selama itu dapat memberikan kemashlahatan pada umat manusia. 

Selasa, 10 Februari 2015

His-tory

Tema sentral Shingeki no Kyojin, 1984, dan 1Q84 begitu identik. Mereka semua berbicara tentang upaya untuk menulis kembali sejarah.
Apakah sejarah memang begitu pentingnya sampai harus dimodifikasi sedemikian rupa?
Saya jadi teringat dengan masa-masa awal reformasi dulu, ketika banyak suara-suara yang menginginkan revisi pada semua buku ajar sejarah di sekolah-sekolah. Entah bagaimana kelanjutannya, karena tak pernah lagi kusentuh buku ajar sejarah di sekolah. Mual rasanya jika harus mengingat kembali pelajaran sejarah. Begitu banyak yang harus dihafal dan ditulis saat ujian. Mungkin saja sejumlah tahun, nama dan peristiwa telah berganti sejak revisi itu didengungkan. Bisa jadi Aidit dan Kolonel Untung sudah menjadi pahlawan sekarang karena perubahan itu. Entahlah...


Senin, 09 Februari 2015

Miracle

“There is an episode involving the devil and Christ in The Brothers Karamazov. The Christ is undergoing harsh austerities in the wilderness when the devil challenges him to perform a miracle—to change a stone into bread. But the Christ ignores him. Miracles are the devil’s temptation. This kind of showing off doesn’t solve a thing."

Kita tak perlu membuktikan apapun pada orang-orang yang tak percaya.

Powerless Sanity

"Most people barely manage to preserve their sanity by denying and rejecting images of themselves as powerless and puny."

Kita berpura-pura kuat demi sebuah gengsi yang justru tidak akan laku dijual di pasar loak meskipun telah dirabat hingga lebih dari setengah harga. Jadi buat apa gengsi itu disimpan? Untuk dijadikan pajangan di museum kegagalan? Atau sebagai memento kesombongan?

Provable Truth

"Most people are not looking for provable truths. As you said, truth is often accompanied by intense pain, and almost no one is looking for painful truths. What people need is beautiful, comforting stories that make them feel as if their lives have some meaning. Which is where religion comes from"

Sakit yang timbul saat terungkapnya suatu kebenaran tidak jauh berbeda sensasinya dengan rasa sakit yang timbul karena etiologi lain seperti luka robek atau kejedot pintu. Saya pernah mengalaminya, dan rasanya sungguh tidak menyenangkan. Karena pengalaman itulah, maka saya senantiasa berupaya menjauh dari rasa sakit. Literally, apapun dapat kulakukan agar tidak bertemu lagi pada rasa sakit yang sama. Hanya maniak masokisme atau newbie dalam dunia sensasi yang rela menerima semua rasa sakit demi pencarian sebuah kebenaran.
Hanya saja, selamanya lari dari rasa sakit tidak akan membawa manusia kemana-mana. Terkadang manusia perlu menjadi masokis untuk dapat memperbaiki dirinya, seperti seorang binaragawan yang rela bersakit-sakitan demi sebuah gundukan otot di bahu.

Loss

"Once you pass a certain age, life is just a continuous process of losing one thing after another. One after another, things you value slip out of your hands the way a comb loses teeth. People you love fade away one after another."

Seorang manusia tidak perlu menunggu usia tertentu untuk dapat kehilangan sesuatu yang penting. Karena sejak lahir hingga masa anak-anak, manusia sudah kehilangan banyak hal penting dalam hidupnya. Mulai dari air ketuban, tali pusar, plasenta, gigi susu, hingga perkara yang sifatnya transendental, mereka semua pamit tanpa peringatan. Hal-hal penting yang telah hilang namun masih tergantikan oleh sesuatu yang baru biasanya akan memudar eksistensinya dari memori manusia tanpa pernah disadari, seolah itu tak pernah ada, tak pernah terciptakan. Sedangkan semua penggantinya itu bagaikan terbuat dari udara yang muncul tiba-tiba dari kekosongan.

Siapa manusia yang dapat mengingat betapa pentingnya gigi susu ketika gigi permanen sudah mengkudeta jabatannya di gusi? Nyaris tak ada, karena begitu kudeta terjadi, sejarah kolektif langsung ditulis ulang sehingga gigi susu bertransformasi menjadi suatu entitas yang teralienasi. Mungkin hanya dokter gigi yang dapat mengingatnya, itu pun dapat terjadi setelah mereka digodok selama 6 tahun di pendidikan khusus yang kurikulum utamanya adalah komparasi gigi susu dan gigi permanen.

Jadi dapat dikatakan bahwa salah satu tugas utama manusia di dunia ini adalah melupakan. Entah itu untuk perkara yang sepele maupun yang penting. Jadi tidak perlu kaget jika seseorang melupakanmu meskipun kalian sudah pernah makan di nampan bersama dan tidur di ranjang yang sama karena sudah tugasnya untuk melupakannmu. Dan tidak usah khawatir apabila ingatanmu tak lagi mampu menjangkau kawan-kawan lama yang pernah berjanji sehidup-semati denganmu karena sudah menjadi kewajibanmu untuk melupakan mereka begitu waktu bergerak ke stasiun berikutnya. Melupakan dan dilupakan.

Minggu, 08 Februari 2015

Hole Day

There is no holiday on site. Hari apapun, tak ada pengaruhnya di tambang. Hanya hujan yang dapat menghentikan aktivitas di sini.

Sabtu, 07 Februari 2015

Sense

Saya kurang paham mengapa saat hendak ujian, orang-orang justru lebih sibuk memperbahrui lini masa ketimbang belajar untuk menghadapi ujian. Apakah dengan melakukan hal tersebut, jawaban ujian dapat muncul dengan sendirinya atau mereka hanya ingin dikasihani? Who know...
Tapi yang lebih mengherankan adalah orang yang senantiasa mengamati fenomena tersebut. Apakah dia betul-betul jobless hingga harus menyempatkan diri untuk mengamati lini masa orang-orang yang hendak ujian?

Wackos

Aneh adalah ketika dirimu bertemu orang asing yang out of nowhere lalu membicarakan hal-hal yang tidak pernah bisa kau bicarakan pada orang-orang telah kau kenal selama bertahun-tahun. Jika keanehan seperti ini terjadi, kemungkinan besar, bertahun-tahun hidupmu yang telah berlalu merupakan suatu periode yang penuh kepalsuan. Ibarat domba yang tak percaya pada gembalanya yang hobi menggunduli bulu dan mencincang daging mereka, namun domba-domba tersebut tak bisa mengutarakan kejengkelan tersebut selain dengan lenguhan dan diam yang seolah tanpa makna.
Tidak heran jika banyak istri yang lebih percaya pada psikiater atau psikolog saat mencurahkan isi hatinya dibanding harus membicarakan pada suami masing-masing ataupun sebaliknya. Dan bahkan pada beberapa kasus, para suami atau istri lebih suka curhat pada selingkuhan yang baru ditemui sehari. Manusia selalu butuh katarsis dari manusia lainnya. Dan terkadang hal tersebut didapatkan dari sesuatu yang impersonal, asing, dan jauh.

Air Vacuum

Saat air yang mengisi gelas telah tandas, selalu ada udara yang siap untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh air. Untuk tiap hati yang telah ditinggalkan, selalu ada cinta lain yang siap menghuninya.

Jumat, 06 Februari 2015

External Memory

Memori-memori yang menyusahkan, pergilah. Terimakasih karena pernah mengajarkan padaku tentang hal-hal yang tak pernah ingin aku rasakan atau pikirkan. Untuk saat ini, tolong menjauhlah atau tinggal saja di planet lain. Di sini, aku sedang ada urusan dengan memori-memori baru.

Kamis, 05 Februari 2015

Lost Stars



God, give us the reason youth is wasted on the young
...
Who are we? Just a speck of dust within the galaxy?

Awalnya saya melihat lagu ini diputar oleh salah satu junior di BBM, lalu seorang rekan blogger melakukannya lagi. Rasanya aneh melihat nama Keira Knightley masuk playlist lagu, karena citra Elizabeth Swan terlalu kuat melekat pada dirinya. Apalagi junior tersebut mengatakan bahwa Keira bermain dalam film yang sama dengan Adam Levine. Sejak kapan Keira Knightley menyanyi dan Adam Levine main film? Dua pertanyaan tersebut dijawab secara simultan dalam film "Begin Again".
Menurut junior yang pernah menonton film tersebut lewat copy-an bajakan (jangan ditiru, kecuali terpaksa... ^_^||), Keira Knightley menyanyikan beberapa lagu dalam film tersebut, salah satunya adalah Lost Stars, yang juga dinyanyikan secara terpisah oleh Adam Levine. Highly recomended, katanya. Sayangnya, film tersebut sepertinya belum masuk daftar tayang di 21cineplex. Jadi kita tunggu saja apa yang terjadi selanjutnya. Semoga saja di film itu ada adegan crossover Pirates of Carribean dan Hulk, meskipun saya tidak terlalu berharap banyak. Karena nampaknya Mark Rufallo tidak sempat mencat kulitnya jadi hijau.

Terimakasih buat Daeng Rannu yang telah merelakan bandwidth-nya untuk mengirimkan lagu Lost Stars versi Keira dan Adam.
Aransemennya, liriknya, feel-nya, semuanya dapat. Rekomendasi suasana saat mendengarkan lagu ini: kamar gelap, sunyi, sendiri, tengah malam.
Namun efek psikedelik dapat bertambah jika kegalauan datang melanda. So, don't try galau at home. It's very dangerous. 


Rabu, 04 Februari 2015

Selasa, 03 Februari 2015

Venn Diagramming

Mengalami keterputusan ikatan dari manusia lain adalah hal yang menyakitkan, terlalu sakit jika harus diulangi berkali-kali, meskipun pada akhirnya, waktu mengajarkan kita bahwa hal tersebut, terkadang, memang perlu dilakukan.
Karena itu, sebaik-baik perpisahan adalah yang dilakukan tanpa deklarasi. Saat masing-masing pihak terlalu sibuk dengan kehidupan masing-masing, berhenti saling menghubungi, dan semua tetap baik-baik saja karena jarak dan waktu memainkan ilusi yang terlalu indah untuk dirusak oleh kesenduan.
Seperti saat berpisah dengan teman TK, SD, SMP, dan SMA. Meskipun ada acara perpisahan di sekolah, putusnya hubungan dengan manusia lain terjadi beberapa saat setelahnya. Ketika kita tak lagi datang ke reuni sekolah, tak pernah berteman di media sosial, tidak sempat menyapa dan berbasa-basi, lupa pada wajah dan bahkan nama satu sama lain. Yang apabila dibuatkan diagram Venn, himpunan antara kita tak lagi saling mengiris. Tercerabut.
Telepon memang bekerja dalam dua arah, namun ikatan yang terputus tak mengenal fungsi seperti itu.

Ada 6 milyar manusia di muka bumi ini, tidak semua harus ditemui.

Minggu, 01 Februari 2015

Gulali

Fase terindah sekaligus menakutkan dalam sebuah episode cinta adalah ketika semuanya masih bergerak dalam diam. Apa makna diam? Ketidakjelasan. Saat yang berkuasa adalah prasangka. Masing-masing pihak sibuk dengan pikiran sendiri. Menduga-duga. Imajinasi pada puncak tertinggi.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut