Jumat, 20 Februari 2015

The Lego Movie

 -Put-



Dulu pertama kali film ini rilis, sama sekali tidak ada niat untuk menontonnya. Bukan karena pada dasarnya saya tidak menyukai permainan lego, tapi saat itu memang tidak ada satupun bioskop di Makassar yang memutarnya. Setahuku. Kalaupun ada, mungkin saat itu sedang tanggal tua.

Tapi setelah banyak yang menyayangkan film ini tidak masuk dalam nominasi film animasi terbaik Oscar, saya akhirnya penasaran juga...... untuk mencari bajakannya. (harap jangan ditiru)

Cerita dimulai dari Lord Business yang mencuri Kragel dari Vitruvius yang akan digunakannya untuk menghancurkan dunia... lego (tentu saja). Namun, sebelum Lord Business pergi membawa Kragel, Vitruvius meramalkan bahwa akan datang seorang lego spesial, master builder, yang akan melawan Lord Business dan Kragelnya. Lalu, beberapa tahun kemudian muncullah lego muda bernama Emmit and the story is begun.

Jangan terkecoh sama nama-nama keren itu. Karena pada kenyataannya Kragel itu hanyalah sebuah lem, Lord Business hanyalah seorang lego yang sepertinya mengalami obssesive compulsive, dan Vitruvius hanyalah lego tua yang tidak dapat melihat. Emmit? Lego biasa.

Untuk cerita selanjutnya, lebih baik ditonton sendiri. Karena saya memang tidak berminat untuk mem-spoiler film ini. Intinya film ini bagus. Humornya tidak garing tapi tidak berlebihan. Pesan yang coba disampaikan di film ini juga terasa sangat eksplisit di dialog-dialognya.
Dan seperti judul soundtrack yang sering diputar di film ini, “Everything is awesome”.

Maka, memang sedikit mengherankan kenapa film ini tidak dimasukkan dalam nominasi Oscar. Seperti melihat Leonardo DiCaprio dalam versi film. Entahlah. (Putpit)

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...