Senin, 16 Maret 2015

The Double

Setelah Social Network dan Zombieland, Jesse Eisenberg kembali membuatku terpana di film The Double.

Di film eksistensialis yang absurd ini, dia berperan sebagai James Simon. Seorang introvert yang tidak tahu apa keinginannya sendiri. Di luar kejombloan dan hobinya yang suka menguntit Hannah, rekan sejawat yang tinggal di apartemen seberang, hidup James senantiasa monoton.
Sampai akhirnya semua berubah ketika seseorang yang mirip dirinya muncul. No spoiler.

James Simon menjalani hidup yang tragis. Karena karakternya yang rapuh, kehidupan cinta, pekerjaan, dan sosialnya seperti bertumpu pada pilar pasir yang membentang di atas jaring laba-laba.

"I've tried talking to her but I don't know how to be myself. It's like I'm permanently outside myself. Like you could push your hand straight through me if you wanted to. And I couldn't see the type of a man that I wanna be versus the type of man I actually am. I know that I'm doing it, but I'm incapable of doing what needs to be done. I'm like Pinocchio."

Ini betul-betul film yang aneh. Setelah menonton film ini, saya jadi mempertanyakan diriku sendiri. Apakah saya adalah seseorang yang saya inginkan?


nb: Di akhir kredit baru saya sadar kalau skenario film ini diadaptasi dari Novel The Double karya Dostoevsky. Pantasan... sangat eksistensialis.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...