Jumat, 19 Juni 2015

Berbuka, 18 Juni 2015

Berbukalah dengan menghadapi pasien mabuk yang ruptur tendon non-koperatif, dilanjutkan dengan hidangan utama hecting 40 jahitan atau malah 100 jahitan, entahlah apa bedanya, semua hitungan jadi terlihat sama kalau sudah berada di kegelapan Puskesmas selama satu setengah jam dengan mata berakomodasi super maksimal, yang rasanya seperti 1000 tahun lamanya plus dessert teman-teman pasien yang maboknya sederajat dengan kuda yang baru saja menelan ganja satu ton yang ributnya dapat membangunkan beruang kutub di Siberia. Karena berbuka dengan yang manis terlalu mainstream, sedangkan berbuka dengan yang sayang, terlalu imajinatif.
Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian di atas adalah kalau mabok, jangan bawa kendaraan. Kalau kecelakaan, jangan ke PKM yang tidak ada listriknya, ke New York saja.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...