Kamis, 16 Juli 2015

Rabu, 15 Juli 2015: Bathing

Hari ini saya tidak sahur karena alarm tidak bunyi. Terkadang, kita memang tidak bisa mempercayakan urusan hidup dan mati seperti bangun sahur pada teknologi. Pada manusia pun tak boleh. Jadi harusnya pada siapa? Pada Yang Maha Kuasa? Atau diri sendiri? Itu tergantung pada preferensi ideologimu.
Akibat tidak sahur, saya jadi malas melakukan aktivitas lain, termasuk mandi di dalamnya. Lapar dapat mengubahmu menjadi sesuatu yang berbeda dengan dirimu yang biasanya. Meskipun sebenarnya, biasanya juga saya malas mandi sejak zaman dulu kala. Saya tidak mengerti, mengapa orang harus mandi pagi dan sore hari, malah ada juga yang malam hari. Padahal, mandi tidak mengubah ketampanan ataupun kecantikan seseorang. Tidak ada satupun orang yang jadi lebih cantik setelah mandi. Jika mandi memang dapat membuatmu lebih cantik atau tampan, maka operasi plastik tidak akan pernah terlahir di muka bumi ini. Buat apa buang-buang uang dengan membuat sayatan dan suntikan di kulit bahkan penghancuran tulang jika ternyata kombinasi air, sabun, dan gosokan badan dapat melakukan hal yang setara. Di situlah kadang saya tak mengerti dengan logika mandi di dunia ini. Padahal air mandi tersebut dapat ditransformasi menjadi sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih produktif, lebih bersifat vital, seperti minum, menyiram sayur dan buah, atau untuk mengisi pistol-pistol air.

Tapi sebenarnya mandi memiliki utilitas lain yang lebih penting. Membersihkan diri dari kuman dan kotoran yang menempel di kulit setelah seharian beraktivitas. Tapi kalau begitu mandi sore atau malam saja sudah cukup. Mengapa harus mandi lagi saat pagi? Tak perlu dijawab. Itu pertanyaan retoris. Jika sedang mood, saya mungkin akan mandi 2 kali atau 10 kali per hari. Tapi hari ini, mood itu sedang terbang entah kemana. Sehingga bukannya mandi, saya justru mengetik artikel ini. Selamat mandi bagi yang merayakan.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...