Rabu, 01 Juli 2015

Sabtu, 27 Juni 2015

"Happy families are all alike; every unhappy family is unhappy in its own way"
Tolstoy pernah berkata seperti itu di bukunya, Anna Karenina. Saya merasa family atau keluarga dalam kutipan itu dapat diberlakukan untuk semua jenis organisasi ataupun perkumpulan, baik itu besar maupun kecil, seperti halnya Puskesmas.
Semua Puskesmas yang baik dan maju memiliki kesamaan, yakni mereka semua memiliki manajamen yang baik. Sesulit apapun masyarakat di wilayah kerjanya, seminim apapun sumber daya di situ, dengan manajemen P1, P2, dan P3 yang baik serta dokumentasi dan anggota yang berdedikasi, maka Puskesmas tersebut niscaya dapat maju.
Sebaliknya, Puskesmas yang buruk memiliki keunikan masing-masing. Mereka punya masalah yang berbeda-beda satu sama lain. Mereka buruk dengan kebobrokannya masing-masing. Jika harus dibuatkan daftar tilik, maka buku tulis anak SD bersampul gambar artis tidak akan cukup merangkumnya.
Karena mengutuk gelap ketika lilin tertiup angin tak akan membawa perubahan apapun, maka sebaiknya, untuk semua Puskesmas yang memiliki keunikan keboborokan segera berbenah saja. Sebelum orang-orang berdedikasi berubah menjadi orang yang tak peduli. Sebelum semuanya terlarut bagai marshmallow dalam karamel di tungku.

Saat ini masih jam 7:48, dan saya sudah menuliskan hal yang tidak masuk common sense seperti di atas. Mungkin ini efek terlalu banyak makan daging ayam walaupun saya sendiri bingung di mana asoasiasinya kedua hal tersebut.

Entah kenapa di hari Sabtu seperti ini, saya teringat dengan kawanku yang beragama Advent. Pasti dia sedang berdiam diri di rumah saat ini. Menjauhi kehidupan dunia selain bernapas, makan, dan minum. Minumnya pun tidak bisa yang berwarna-warni, tidak boleh kopi. Kadang saya berpikir, mengapa agama melarang sejumlah makanan untuk dimakan atau diminum tapi Tuhan menciptakan mereka di bumi? Tapi pikiran itu tidak pernah kuungkapkan ke orang lain secara langsung, takutnya saat bertanya seperti itu, saya langsung dianggap murtad. Beberapa orang tidak suka ditanya seperti itu karena saya tahu, itu pertanyaan yang sulit dijawab. Hanya Tuhan yang tahu jawaban pastinya, Mengapa babi tidak boleh dimakan? Mengapa hewan bertaring dan bercakar tidak bisa dikonsumsi? Mengapa orang Yahudi hanya boleh mengkonsumsi makanan kosher? Mengapa Advent tidak minum kopi? Mengapa orang Hindu tidak boleh makan sapi?
Menanyakan pertanyaan itu pada manusia hanya akan menghasilkan debat kusir. Jadi kalau mau jawaban pasti, tunggu saja. Saat seperti itu akan tiba dengan sendirinya.

Hari ini ada 3 pasien yang dikunjungi ke rumahnya. Pertama pasien malnutrisi sedang+gastroenteritis akut+dehidrasi berat, lalu pasien herpes zoster pada regio femoralis hingga gluteus dextra dan terakhir pasien hipertensi+common cold.
Dan semuanya tidak punya Jamkesmas. Parah. Banyak masyarakat di sini yang belum memiliki Jamkesmas padahal mayoritas dari mereka bukanlah dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Aku tak mengerti.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...