Kamis, 02 Juli 2015

Senin, 1 Juni 2015



21.36. Kami baru saja pulang dari rumah warga yang kami pinjam genzetnya untuk membuat laporan dan mencharge seluler. Laporan tersebut belum selesai dan tak ada satu pun seluler kami yang dayanya terisi penuh. Kami harus menggunakan perasaan saat meminjam genzet. Meskipun kami membeli sendiri solarnya, kami tidak bisa seenaknya menggunakan genzet tersebut karena ada 3 rumah lain yang bergantunng pada satu genzet yang sama. Tadi saja, beberapa kali daya turun karena terlalu banyak seluler dan laptop yang harus disuapi elektron. Oleh karena itu, kami memutuskan segera pulang ke PKM yang tak berlistrik dan gelap gulita. Tidak enak sama yang punya genzet. Praktis, hanya satu setengah jam kami dapat mengerjakan laporan. Kalau begini terus, entah kapan laporan kami bisa rampung.

Di pelatihan Nusantara Sehat, para fasilitator selalu menekankan pentingnya bekerja dalam segala keterbatasan. Tapi  tak pernah terbayangkan kalau keterbatasan itu akan seperti ini. Ditugaskan di PKM yang tak berlistrik, tak memiliki instalasi air bersih di mess dan gedung PKM, serta tak bersinyal seperti ini. Sungguh berada di luar ekspektasi bayanganku ketika masih pelatihan hidup.

Sebetulnya ada pilihan untuk bermasa bodoh dan tidak perlu mengerjakan laporan dengan alasan tidak ada listrik dan sinyal di PKM. Tapi entah bagaimana, saya merasa bahwa jika hal tersebut kami pilih, mungkin di masa depan akan terbersit rasa bersalah di hati kami.

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...